Madu Manis Milik Suamiku

Madu Manis Milik Suamiku
Episode 28


__ADS_3

Suasana misteri menyeruak dari ruangan tamu rumah keluarga Barata. Saat ini masing-masing pikiran setengah anggota keluarga masih tak mampu mencerna apa motif Zahri memalsukan kematiannya dan memunculkan dirinya pada saat ini.


Flashback 7 tahun lalu...


"Kamu yakin bisa lakukan ini Zahri?" Tanya ibunya penuh makna.


"Aku yakin dan sangat siap bu" ucapnya dengan mata yang menyala-nyala.


"Ibu khawatir, nak" Mitha menyentuh pipi Zahri yang sudah terlihat pucat.


"Bu, lakukan saja yang aku minta"


"Sisanya, serahkan padaku ya bu" bujuk Zahri.


"Baiklah, ibu hanya bisa mendo'akanmu" ucap Mitha yang masih sangat cemas.


Sudah sebulan lebih ayah Zahri, suami Mitha yang bernama Purnomo itu meninggal di dalam sel tahanan. Penyakit jantungnya kumat dan tak mampu bertahan tidak berselang lama setelah vonis hukuman penjara selama 20 thn di jatuhkan pada dirinya yang digugat oleh Bayu, paman Dayana.


Zahri yang begitu menyayangi ayahnya merasa mereka tak diperlakukan adil. Bukankah ayahnya sudah mengakui kesalahannya dan hidup dengan rasa bersalah selama bertahun-tahun lamanya.


Naif sekali Zahri menempatkan kasus tersebut dengan ringan hanya dengan minta maaf lalu seorang pelaku akan bebas dari hukuman. Jika begitu, buat apa ada penjara di muka bumi ini jika keadilan akan selesai hanya dengan kata maaf.


Padahal waktu itu Purnomo bisa mencari mereka dengan menggunakan plat yang terpasang di mobil yang ia tabrak tersebut. Takkan membutuhkan waktu lama mencari alamat sesuai yang terdaftar disana.


Hanya saja, saat itu Zahri telah lahir dan Purnomo terlena dengan kebahagiaan yang datang padanya saat itu. Sehingga ia melupakan ada seorang anak yang sangat menderita kehilangan orang tuanya.


"Zahri, anakmu telah lahir. Diluar Ronny masih menunggu, dan dokter sudah mengizinkan untuk pulang" terang bu Mitha


"Ayo bu, jalankan sesuai rencana. Panggil orang-orang yang sudah kita ajak kerjasama dan suruh Ronny mengeluarkan anaknya ketika kita bersiap-siap disini. Ibu harus bersama Ronny Ulur terus waktu" titah Zahri.


Zahri menyewa beberapa orang sebagai perawat gadungan untuk membawanya masuk ke dalam ambulance yang mereka sewa dari rumah sakit dengan alasan untuk mengantarkan pasien pulang.


Ronny yang bodoh itu bukannya bertanya langsung pada dokter yang menangani, tapi ia percaya begitu saja hanya dengan selembar kertas dan pengakuan sepihak dari bu Mitha.


Pantas saja waktu itu bu Mitha mencegah Ronny untuk ikut mengantar mereka sampai ke kampung halaman.


Flashback off.


"Hanya untuk balas dendam akibat dari kesesatan pikirannya sendiri, ia tega meninggalkan putri kandungnya sendiri" bunda Lidya angkat suara setelah hening beberapa saat.


"Aku tak menyangka, keputusanku menikahi Zahri telah berujung pada keselamatan jiwa keluargaku, maafkan aku" Ronny tersenyum pahit menatap satu persatu anggota keluarganya.


"Paman, jika Zahri ingin balas dendam, kenapa menunggu bertahun-tahun gini?" Tanya Dayana tak habis fikir.

__ADS_1


"Day... Zahri itu bukan hanya ingin menghancurkanmu. Tapi juga menghancurkan seluruh orang-orang yang dirimu sayang" kini Ayah Jo kembali bersuara.


"Zahri telah mendirikan perusahaannya sendiri dan menjadi pesaing berat perusahaan kita saat ini" tambah ayah Jo


"Dan beberapa rekan kerjasama kita, sudah diambil alihnya dengan menawarkan produk yang mirip dan harga lebih murah dibandingkan produk milik kita". Ujar ayah Jo menjelaskan


"Kondisi perusahaan satu tahun belakangan ini cukup menurun" sambut Ronny lesu.


"Dari mana Zahri bisa membuat produk yang begitu mirip? Tak mungkin jika dengan mencicip saja, ia bisa tau bahan - bahan apa saja yang digunakan" ucap Dayana penasaran.


"Ehmmm...maaf pak ibu. Saya ikut bersuara sedikit. Jika kecurigaan saya benar, mungkin wanita yang bernama Zahri ini telah menyisipkan orang orangnya di pabrik untuk mencuri resep" ungkap detektif swasta tersebut.


Seluruh anggota keluarga Barata terperangah, mereka sama sekali tak berfikir sampai sejauh itu.


"Benar sekali. Bunda rasa juga gitu yah"


"Memang perempuan licik, DNA seorang penjahat pasti akan nurun ke anaknya juga" dengus bunda Lidya kesal.


"Lalu, apa langkah kita selanjutnya?" Ronny bergumam sambil berfikir.


"Buat produk baru aja bu. Kan resep masakan non Dayana enak" celetuk mang Darman.


"Aahh... Iya bu bener. Jangan nyerah harus tetap semangat berjuang" seru mbak Ita pula.


" Itu ide yang sangat bagus" ayah Jo setuju


"Iya Day... Demi masa depan kita semua. Kamu harus melawan Zahri untuk kali ini. Kamu sudah cukup bersabar dan mengalah pada perempuan picik itu. Pindahkan semua orang-orang yang bertanggungjawab dengan resep kita, ganti dengan orang pilihanmu sendiri. Kami akan melindungimu." saran bunda Lidya menggebu-gebu


"Baiklah bunda, ayah Kali ini Dayana akan memperjuangkan hak dan hidup Dayana sendiri"


"Dayana akan rebut kembali Lala bagaimanapun caranya" janji Dayana bersungguh-sungguh.


"Oh iya, bagaimana cara kita menyelamatkan Lala?" Tanya bunda Lidya.


"Begini bu. Dari bukti - bukti yang ada. Kita akan masukkan berkas ke pengadilan untuk hak asuh Lala sepenuhnya"


"Bukti saat ia memalsukan kematiannya dan juga saksi - sakti terkait. Saya sudah mengumpulkannya beberapa hal pak. Ini dia berkas-berkasnya" detektif tersebut menyodorkan sebuah map berisi beberapa bukti yang memberatkan Zahri.


"Untuk saksi yang terekam di kamera rumah sakit beberapa tahun silam, masih dalam pencarian kami. Beberapa petunjuk sudah kami kantongi, dan kami akan usahakan secepatnya memberikan hasil yang kita inginkan" jelas detektif tersebut dengan keyakinan penuh.


"Terimakasih atas semua bantuan yang kalian berikan" Dayana berucap sendu menatap dua detektif yang ayah mertuanya sewa.


"Sudah menjadi tugas kami membantu klien, bu" balas detektif tersebut dengan senyuman senang di wajahnya.

__ADS_1


"Baiklah, rapat keluarga hari ini selesai"


"Berikutnya, sebelum bertindak kita harus rundingkan dulu meskipun dalam keadaan urgent. Harus tetap usahakan memberi kabar" titah ayah Jo pada setiap anggota keluarganya.


Kedua detektif swasta tersebut pamit undur diri, sedangkan Paman Bayu tetap tinggal untuk makan malam bersama.


Sementara di lain tempat, disebuah rumah yang tak jauh dari rumah keluarga Barata. Kondisi rumah sangat berantakan yang disebabkan oleh amukan Lala yang ingin pulang ke rumahnya.


"Lala mau bunda. Lala gak mau makaaannn...hiksss...hikss" teriak Lala kencang.


Baby sitter yang dipekerjakan oleh Zahri di rumah itu, sudah kewalahan menghadapi amukan gadis kecil yang menangis tak kunjung reda.


"Ayaaahhh....bundaaaa"


"Lala mau pulaaangg...hikss" Lala meringkuk disudut kamar tempat ia dikurung.


Cekleekkk...


Pintu kamar terbuka, Zahri melihat sekitar ruangan yang sangat berantakan akibat ulah gadis kecil itu.


Zahri perlahan berjalan ke arah Lala, ia berjongkok dihadapan gadis cilik yang masih menangis tersebut.


"Lala, aku ini ibu kandungmu. Bukan Dayana" ujarnya lembut penuh ketegasan.


"Dayana adalah wanita jahat yang mengambilmu dari bunda" ucapnya lagi


Lala mendongakkan kepalanya melihat wanita yang sama yang beberapa hari lalu mengajaknya makan es krim.


"Bunda Lala gak jahaaatt.. bunda Lala bunda terbaik diseluruh duniaaa" pekik Lala sambil mendorong tubuh Zahri jatuh.


"Kau...." Geram Zahri. Tapi sedetik kemudian dia tak melanjutkan kalimatnya, takut jika Lala semakin membencinya.


Beberapa bulan lalu, ibu kandung Zahri yang bernama Mitha tersebut pernah datang sekali ke sekolah Lala untuk memberitahunya bahwa Lala bukanlah anak kandung Dayana.


Mitha juga sudah menunjukkan wajah asli ibu kandung Lala. Sehingga ketika pertama kali Lala bertemu Zahr beberapa hari lalu, Lala begitu kaget dan terpukul.


Lala tak ingin bunda yang lain, Lala hanya ingin bunda Dayana. Meskipun Lala hanya seorang bocah kecil, tapi ia tidak bodoh, ia bisa melihat kemiripan wajahnya dengan Zahri.


Tapi Lala sama sekali tak ingin Zahri menjadi bundanya. Jika benar bunda Dayana nya jahat, tak mungkin selama ini Dayana merawatnya dengan penuh kasih sayang. Yang jahat adalah Zahri yang meninggalkannya ketika ia masih kecil.


Seperti itulah pemikiran Lala tentang statusnya saat ini. Lala memang tak mudah dipengaruhi karena yang ia rasakan didalam rumah bundanya, hanya ada kasih sayang.


"Bundaaa...hiksss Jemput Lala pulang.. Lala sakit bunda..hiks" desisnya terakhir kali sebelum Lala tak sadarkan diri.

__ADS_1


*apakah Lala akan dikembalikan ke keluarga Barata atau tetap dibawa oleh Zahri ya🤔. sepertinya Author butuh kopi biar lancar mikir cerita selanjutnya 😅


haiii semua... dukung karya aku ya dengan vote, like n komen. pintu kritik dan saran terbuka lebar gaaeess.. love u all 😘😘😘


__ADS_2