Madu Manis Milik Suamiku

Madu Manis Milik Suamiku
Episode 36


__ADS_3

Keesokan paginya, Danta bangun lebih cepat dan ceria dibandingkan hari hari belakangan ini. Bagaimana tidak, ayah serta bundanya menemaninya tidur sepanjang malam.


"Pagi ayah "


"Pagi bunda" sapa lembut Danta membangunkan kedua orang tuanya.


"Pagi juga sayang" sahut sang ayah sembari memberi pelukan pagi pada putranya.


"Hoooaammm... Jam berapa ini? " Dayana bertanya seraya menguap lebar merasa baru saja tertidur.


"Jam 5 pagi, bunda" jawab Danta.


"Kamu satu jam lebih cepat bangunnya" ujar Dayana yang masih memejamkan mata sejenak dengan suara sumbang.


"Nanti Danta terlambat ke sekolah donk, bunda" ucapnya polos.


"Kamu gak akan terlambat sayang, udah bubuq aja lagi" pinta bundanya sembari menarik tangan kecil putranya.


"Gak mau, hari ini ada pelajaran sejarah, bunda" tolak Danta


"Ayo bunda, banguuunnn" desak Danta menggoyang goyangkan lengan Dayana.


"Danta, sejarah itu masa lalu. Jangan diungkit ungkit masa lalu, nak. Yang lalu biarlah berlalu" tambah Ronny ikut memejamkan matanya kembali.


"Ayah...bunda. kenapa jadi malas gini sih kayak Lala" Danta terdengar kesal pada ayah bundanya.


"Ya udah kalau gitu Danta ke sekolah sendirian aja 😤 " ancam Danta sambil melipat kedua tangannya diperut, ngambek.


"Kamu nanti memang bakal sendirian di sekolah Danta sayang" ucap Ronny membalikkan tubuhnya ke arah Danta yang berada ditengah antara dirinya dan istri tercintanya.


"Hmmm ?? 🧐 " Danta berguman heran menyelidik maksud kalimat ayahnya.


"Kamu bakal sendirian datang ke sekolah. Karena murid yang lain gak akan datang" ayahnya berkata kembali penuh arti.


Danta yang tak mengerti sama sekali perkataan ayahnya memandang dalam wajah Ronny yang sedang berbicara padanya sambil menutup mata.


"Ini kan hari libur sayang, cuman kamu murid yang masuk sekolah pas hari libur" bunda Danta pun kembali bersuara menahan geli dengan sifat putranya yang sangat gemar belajar.


"Hmmmpp..." Ronny pun berusaha menahan tawa agar putranya tersebut tak terlalu malu.

__ADS_1


Danta yang memang sudah terlanjur malu langsung menyembunyikan dirinya kembali masuk ke dalam selimut. Membenamkan kepala kecilnya, tak lama kemudian ia pun tertidur kembali.


Keluarga kecil itu benar benar menikmati jam tidur yang sangat berharga bagi mereka. Setelah seharian sibuk mengurus perusahaan.


Danta sebenarnya memiliki ingatan yang kuat soal pelajaran atau hal lainnya. Tapi tidak dengan hari maupun tanggal.


Lain hal dengan Lala yang memiliki ingatan kuat dengan hari libur yang merupakan hari kemerdekaannya untuk tidur sampai siang.


Ingatan Lala untuk hari libur, film dan makananan enak serta alamat memang dapat di ancungi jempol, tapi jika soal pelajaran, jika bukan Danta yang mengajarinya dengan sabar, maka Lala bisa saja tinggal kelas.


Sifat Lala yang ceria dan selalu rame dimana saja, membuat ia cepat bosan didalam kelas yang mengharuskan para murid untuk diam memperhatikan pelajaran yang diterangkan oleh guru.


Oleh karena itu, timbul kebiasaan Lala yang suka tidur dikelas, sehingga sering ketinggalan dalam pelajaran.


Pelajaran sekolah yang tak akan membuat Lala bosan tertidur hanya pelajaran seni dan olah raga. Selain itu jangan harap Lala akan duduk manis mendengarkan guru.


Beruntung Lala mempunyai Danta yang sekelas dengannya untuk membantunya belajar sehingga tidak tinggal kelas.


Hari sudah menjelang siang, hari ini adalah libur perayaan besar. Perusahaan Barata juga meliburkan karyawannya setelah beberapa waktu lembur untuk memenuhi stok permintaan outlet.


Tapi tidak dengan perusahaan Zahri. Divisi produksi tetap berjalan seperti biasanya, meskipun permintaan barang berkurang drastis. Saat ini Zahri dalam perjalanan keluar kota bersama Gilang untuk menemui seorang pembisnis eksport impor.


Lala yang mengetahui hal ini memiliki permintaan khusus pada babysitternya yang telah menjadi sahabat satu satunya saat itu, Untuk membawanya pergi bertemu dengan bunda dan Danta.


"Mbak Nisa takut loh non. Entar kita ketauan gimana?" Ujar Nisa berkata jujur


"Mbak Nisa gak kasian sama Lala.. mbak Nisa gak mau lihat Lala bahagia kan... hiks" mata Lala kini berkaca kaca, mewek.


" Bukan begitu... Tapi..." Kalimat Nisa terpotong


"Huaaaa...aaaa..huu...aaa..." Lala menangis histeris seketika


"Lala... Ada apa ini Nisa. Kenapa Lala menangis kencang gitu sih? " Tanya bu Mitha ngos-ngosan karena baru saja berlari sangkin terkejutnya mendengar Lala menangis kencang.


Bu Mitha merangkul tubuh Lala yang sedang duduk di bangku meja belajarnya. Ia mengusap lembut rambut hitam Lala yang dipotong sebahu.


"Lala, kenapa kamu nangis sayang ...hmmm?" Tanya bu Mitha penuh perhatian.


"Lala bosan dirumah nek, Lala pengen jalan jalan di taman bermain" ungkap Lala dalam derai air matanya.

__ADS_1


"Tapi nanti kita semua kena marah sama ibu kamu, sayang. Nanti aja ya nunggu ibu kamu pulang" bujuk bu Mitha pada cucu semata wayangnya.


"Tante kun...eh tante Zahri kan pulangnya bakal malam nek. Lala janji gak Sampe sore kok " pintanya dengan mata berkaca kaca.


"Pliiizzzz...." Bola mata Lala kian membesar memasang wajah prihatinnya.


"Duuuhhh ... Imutnya cucu nenek" bu Mitha mencubit gemes pipi tembam Lala.


"Ya udah, kita siap siap ya. Nenek mau mandi bentar" ucap bu Mitha menyerah.


" Kamu juga cepetan mandi " titah bu Mitha pada Lala.


"Horeee..... Makasi nenek " Lala refleks berdiri di bangkunya mencium pipi kedua pipi nenek Lala.


"Oke.. oke.. sudah cukup. Lala turun ya nanti jatuh " bu Mitha memegang tangan Lala agar cucunya turun.


"Nenek ke kamar dulu ya" ucap bu Mitha kemudian.


"Lihat kan mbak, tangisan Kunti Lala berhasil 😏 " ujarnya sombong pada babysitternya.


Nisa hanya tepuk jidat menanggapi kelakuan absurd nona kecilnya. Ia langsung menyadari bahwa baru saja dirinya dikerjain oleh Lala yang bersandiwara dalam drama tangisan anak kunti.


"mbak, pinjam ponselnya donk" Lala kembali memasang wajah menggemaskannya.


"untuk apa ?" tanya Nisa heran.


"iiihh... galfok nih mbak Nisa " gerutu Lala


"apa sih??" mbak Nisa makin heran.


"duuhh... gimana bisa ketemu bunda kalo gak dihubungi jumpa dimanaaaaaa gitu.. " kata Lala mengajari Nisa.


"heee.. he.. iya juga yak. kok gak kepikiran ya" aku Nisa polos.


"ya udah, Lala mandi duluan ya. mbak Nisa nanti yang kirim pesan aja " terang Nisa sambil berjalan ke nakas ranjang Lala untuk mengambil ponselnya.


"ok, untuk urusan yang satu itu. Lala serahkan pada mbak Nisa" gaya Lala sok bijak.


"iya baweelll ..." ejek Nisa

__ADS_1


Setelah berfikir sejenak, Nisa kemudian mengetikkan pesan dan mengirimkannya ke nomer Dayana yang telah disimpan Lala di hape Nisa.


Lalu ia pun menyiapkan pakaian ganti untuk Lala juga untuk dirinya sendiri. setengah jam kemudian ketiganya sudah siap untuk jalan jalan menghabiskan waktu menyenangkan bersama.


__ADS_2