Madu Manis Milik Suamiku

Madu Manis Milik Suamiku
Episode 34


__ADS_3

"tante kunti, jangan salahkan Lala gak punya perasaan, siapa suruh tante kunti kejam mau nyakitin bunda Lala 😏" gumam Lala tertawa nakal.


Sudah sejak dua minggu setelah kejahilan Lala yang menyebabkan Zahri, ibu kandung Lala kehilangan investor asing untuk menanam modal yang cukup besar di perusahaannya.


Jika saja saat itu tidak ada hambatan yang Zahri alami, maka saat ini perusahaan Zahri akan naik melampaui perusahaan Barata yang sudah sejak lama bergelut di bisnis ayam olahan tersebut.


Siang itu saat Zahri sedang berada dikantor menyaksikan berita siang di TV saat Dayana dan keluarganya mengumumkan secara resmi kerjasamanya dengan investor asing yang sebelumnya akan digandeng oleh Zahri.


Zahri menggeretakkan giginya geram. Saat ini Dayana secara terang terangan mengajak perang Zahri melalui kemunculannya di media.


Di stasiun TV swasta yang saat itu mewancarai keluarga Barata, menampilkan beberapa bukti serta oknum yang bekerjasama dengan sebuah perusahaan untuk mencuri resep milik keluarga Barata sebelumnya.


Spontan, aksi berani Dayana yang menantang langsung seseorang yang dimaksud membuat Zahri seakan kehilangan kewarasannya.


Zahri membanting TV dan semua perkakas kantor yang ada di mejanya. Ia berteriak histeris tidak menerima kekalahannya.


Gilang yang saat itu bersama dengan Zahri hanya mengamati tingkah laku Zahri yang sangat jauh berbeda seperti yang dulu.


Gilang menghela nafas berat kemudian menelepon ke ruang cleaning service untuk membersihkan kekacauan yang Zahri buat.


Di lain tempat, rumah Zahri. Saat itu bu Mitha, Nisa dan Lala juga sedang menonton acara yang sama.


Lala menahan tawa dan rasa bangganya kepada sang bunda, Dayana. Ia berpura-pura memainkan boneka yang ada ditangannya, tapi telinganya mendengar seluruh kata dalam berita tersebut.


"Lihat kan, tante kunti bakal kalah telak dengan bunda Lala. Ini belum apa apa tante. Lala akan terus awasi tante kunti" Sorak Lala dalam hati


( author : Lala, jangan durhaka ya. itu kan emak kandung Lala 🤭 )


Bu Mitha dengan wajah kesal mematikan TV di hadapannya saat itu. Bu Mitha mengomel tak jelas tentang keluarga Baraya.


Nisa yang tak paham apa yang terjadi sebelumnya memilih bersikap netral. Tak berkomentar apapun tentang hal tersebut. Sikap Nisa yang seperti itulah membuat Lala senang bermain dengan Nisa sebagai babysitternya.


Maka dari itu, Nisa tak pernah masuk ke ranjau yang dibuat oleh si kancil licik Lala.

__ADS_1


***


Wawancara siaran langsung yang diadakan di sebuah hotel yang cukup mewah tersebut telah selesai sepenuhnya. Kini tinggal Dayana dan keluarganya yang masih berada diruangan khusus tersebut.


Dayana terlihat sangat elegan dengan tampilan busana midi dress yang membentuk tubuh moleknya.


Bunda memperhatikan gerak gerik menantu hebatnya itu dari meja tamu saat mengobrol dengan kolega yang terakhir pulang, bersama Ronny dan kepala keluarga mereka Johan Barata.


Bunda tidak ikut dalam wawancara tesebut, ia duduk disana dengan rasa bangga dengan beberapa petinggi kantor yang turut hadir memeriahkan suasana.


Beberapa menit kemudian, Ronny dan ayah Jo mengantar koleganya yang datang sebagai tamu ke depan pintu masuk hotel. Sedangkan Dayana kembali duduk bersama bunda Lidya.


"Dayana, bunda baaaaaaangggaaaaa banget sama kamu" ungkap bunda Lidya pada menantu tercintanya.


"Kamu harus ingat, kali ini jangan mengalah lagi, okeyy?" Pinta bunda Lidya sungguh sungguh.


Dayana menjawab dengan senyuman haru dan pelukan hangat pada sang ibu mertua. Seakan menyiratkan makna agar bundanya yakin dalam peperangan kali ini bahwa dirinya dan seluruh keluarganya akan baik-baik saja.


"Ron, bunda mau bicara sama kamu sebentar" sela bunda Lidya.


"Bicara apa bun?" Ronny ikut duduk bersama ke dua wanita kuat dalam hidupnya.


"Bunda mau tanya tentang perkembangan hak asuh Lala. Udah sampai mana?" Tanya bunda Lidya terlihat khawatir.


"Bunda tenang aja. Minggu depan berkas sudah komplit dan siap diajukan kepengadilan" terang Ronny.


"Lalu, bagaimana dengan Zahri?" Bunda langsung to the point.


Ronny terdiam mendengar pertanyaan bundanya, Dayana dan bunda Lidya menelisik raut wajah Ronny yang serba salah.


"Kenapa kamu diam?" Desak bunda Lidya.


"Bun, sejak saat Zahri memutuskan untuk pergi dengan cara seperti itu, sejak itu pula Zahri bukan lagi istri Ronny" ujarnya sendu

__ADS_1


"Secara hukum kalian belum bercerai. Lalu bagaimana jika wanita jahat itu meminta hak nya" bunda Lidya semakin gusar dengan pikirannya sendiri.


"Bun, Zahri yang memilih pergi dengan cara yang salah. Ia gak akan dapat apa apa. Ditambah lagi memalsukan kematian, kasus pencurian resep, membawa Lala tanpa izin" detailnya


"Bahkan Ronny juga udah minta pihak Rumah sakit untuk memberi keterangan, karena membawa nama baik rumah sakit untuk memalsukan surat kematian. Zahri hanya akan berakhir di penjara" lanjut Ronny


"Bunda harap, kali ini kamu pegang omonganmu, kalo kamu CLBK lagi sama Zahri, maka nama kamu akan dicoret dari daftar nama keluarga Barata " ancam bunda penuh penegasan.


"Bun..." Ronny menggenggam tangan bundanya yang bergetar menahan marah.


"Ronny janji akan menjadi anak dan suami yang bertanggungjawab untuk keluarga ini. Meskipun nyawa Ronny yang dipertaruhkan, Ronny ikhlas untuk membersihkan dosa atas kesalahan yang Ronny lakukan dulu" aku Ronny lirih untuk meyakinkan bundanya.


Bunda Lidya menatap dalam mata Ronny yang berkaca - kaca itu, memohon sekali lagi agar diberi kesempatan untuk menebus kesalahannya yang lalu.


Kesalahan terbesar dalam hidupnya, yang membuat marwahnya di dalam keluarga jatuh sejatuh jatuhnya.


Bunda Lidya menghela nafas lega setelah mendengar pengakuan dari putra semata wayangnya.


Beberapa tahun belakangan, sejak peristiwa berat yang dialami keluarga Barata waktu itu, Ronny tampak berubah menjadi lebih dewasa dan berfikir lebih bijak saat mengambil keputusan. Seperti mengajak keluarganya bermusyawarah agar ia tak salah langkah lagi.


Bunda Lidya memeluk Ronny dengan penuh kasih sayangnya. Air mata Ronny tertumpah membasahi pundak bunda Lidya yang mulai rapuh namun tetap hangat itu.


Dayana pun turut menangis haru melihat suami dan mertuanya telah benar benar saling memaafkan. Dayana berharap keharmonisan keluarga mereka akan berlanjut ke anak cucu mereka.


"Bunda, udah lama banget Ronny gak merasakan kehangatan ini dari bunda. Terimakasih bunda mau mau maafin Ronny. Terimakasih bunda selalu ada bersama kami, mohon untuk tetap sehat bunda. Ronny janji akan membahagiakan bunda sampai habis nyawa ini" seru Ronny dalam hati dibalik tangis harunya.


"loh, kalian masih disini semua"


"ayah udah dari tadi nunggu di depan sampai keriting nih kaki ayah" keluh ayah Jo


"ayo, pulang. acara tangis tangisannya lanjut dirumah aja" goda ayah Jo yang sebenarnya telah mendengar semua pembicaraan anak dan istrinya tersebut.


haiii semua... dukung karya aku ya dengan vote, like n komen. pintu kritik dan saran terbuka lebar gaaeess.. love u all 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2