
Sehari setelah penandatanganan MOU antara perusahaan Barata dan Mike pemilik supermarket terbesar di Australia kini teman karib Mr. Mike yang bernama Tyson Smith juga ingin bergabung sebagai importir.
Mr. Tyson memiliki usaha Restoran Asia, hotel serta supermarket yang khusus menjual bahan - bahan makanan yang berasal dari 7 benua.
Ayah Jo datang ke Amerika menemui Mr. Tyson untuk memenuhi undangan kunjungan ke lokasi usaha miliknya.
Ayah Jo tidak pergi sendiri, ia membawa serta dua orang pengacara yang ia sewa serta seorang staff keuangan perusahaan Barata untuk mendampinginya.
Sedangkan Ronny menggantikan ayah Jo untuk menjalankan perusahaan. Dayana pun semakin sibuk mentraining beberapa kru bagian pengolahan bahan yang telah memperoleh kepercayaannya.
Perusahaan yang sejak 20 tahun lalu didirikan oleh Johan Barata saat ini sedang berada dipuncak kejayaannya.
Sejak luncurnya produk terobosan terbaru, perusahaan Barata tersebut belakangan ini sering mengadakan lembur dikarenakan lonjakan permintaan produk yang cukup tinggi.
Para karyawan pabrik bukannya mengeluh, tapi mereka bekerja semakin giat karena uang lembur yang diberikan oleh perusahaan mertua Dayana tersebut jumlahnya cukup besar.
Apa lagi mereka masing masing mendapat jatah makan malam serta akan diantar pulang menggunakan bus operasional perusahaan yang khusus digunakan untuk karyawan lembur yang tidak memiliki kendaraan.
Dengan ditambahnya mesin baru untuk memperbanyak produksi sesuai dengan permintaan outlet outlet yang bekerjasama, Perusahaan Barata kembali membuka lowongan besar besaran untuk karyawan pabrik.
Sejak viralnya produk terbaru ayam olahan probiotik yang diciptakan oleh Dayana, ia mendapat banyak tawaran untuk wawancara diberbagai media offline maupun online.
Hal ini memberikannya kesempatan untuk mempromosikan produk secara gratis.
Bukan hanya kalangan masyarakat biasa yang dihebohkan oleh produk ayam olahan probiotik, namun juga dikalangan ahli gizi banyak yang tertarik dengan produk yang perusahaan Barata pasarkan.
Hal ini membuat Zahri semakin berang. Tak sampai dua bulan, perusahaan Barata yang ketika itu diambang kebangkrutan malah meroket ke atas dalam waktu yang sangat singkat tersebut.
Zahri telah menyusun rencana lain untuk menjatuhkan perusahaan keluarga Barata. Namun, kali ini ia hanya harus sangat berhati hati dalam melangkah.
"Ibu, aku akan menyerang balik mereka segera" geram Zahri yang malam itu tak sengaja menonton iklan TV yang mempromosikan produk ayam olahan probiotik.
Zahri yang saat malam itu menonton acara reality show bersama dengan bu Mitha, Nisa serta putri kandungnya Lala diruang keluarga, tiba tiba menggeram marah ketika layar tipis yang lebarnya 50 inci tersebut menampilkan iklan perusahan saingannya yang ingin ia tumbangkan.
Lala bertingkah seperti biasa, pura pura tak peduli dengan pembicaraan mereka. Lala terlihat asyik memainkan boneka bersama Nisa baby sitternya, padahal ia sedang memasang telinganya untuk mendengarkan dan memahami setiap kalimat yang ibu kandungnya lontarkan.
"Apa yang kau rencanakan Zahri?" Tanya bu Mitha sedikit merinding dengan tatapan permusuhan putri tunggalnya.
"Aku masih menyusunnya bu. Aku mungkin akan membutuhkan bantuan ibu untuk melancarkannya" jelasnya memasang senyum sinis pada.
"Rencana apa lagi yang bakal tante kunti buat ya? Lala jadi penasaran 🤔"
Ucap Lala penasaran dalam hati dibalik wajah cerianya yang sedang bermain dengan babysitternya yang akhir akhir ini telah menjadi teman baiknya, Nisa.
Berdasarkan sifat Lala yang akan melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang ia inginkan, pasti Lala juga sedang memikirkan rencananya sendiri untuk menggagalkan kembali rencana licik dari ibu kandungnya Zahri, untuk melukai keluarga yang sangat Lala cintai.
__ADS_1
Sifat Lala yang satu ini memang turun dari ibu kandungnya. Bedanya, Lala akan melakukan segala cara untuk menghalau marabahaya yang akan menimpa keluarganya, sedangkan Zahri sebaliknya.
***
Dilain tempat, rumah keluarga Barata terlihat seorang bocah laki laki yang sedang murung duduk diruang makan hanya ditemani mbak Susi dan mbak Ita.
"Mas Danta, ayo donk makan" bujuk mbak Susi.
"Ini udah telat jam makan malam loh, nanti mas Danta sakit" imbuh mbak Ita
"Danta mau nunggu bunda, oma dan ayah pulang makan bersama" ucap Danta lirih.
Sudah pukul 9 malam, tapi majikan kecil mereka yang satu ini tak juga mau memulai makan malamnya.
"Mbak Ita, coba hubungi lagi donk non Dayana" pinta mbak Susi agar menginformasikan kepada nona muda mereka bahwa putranya tak kunjung memulai makan malamnya tanpa kehadiran mereka semua.
"Udah mau sampai" ujar mbak Ita singkat setelah berhasil menelepon bunda Lidya dari telepon rumah.
"Sebentar lagi ayah dan bunda mas Danta pulang tuh. Jangan sedih lagi ya mas ganteng" goda mbak Susi mencoba menghibur Danta.
Namun, Danta yang memiliki warna mata hazel mirip bundanya, tiba tiba berlinangan air mata.
"Eh loh...loh. mas Danta kenapa nangis sih" mbak Susi menjadi panik.
"Cup...cup sayang, cerita sama mbak Susi donk kenapa mas Danta nangis gini" mbak Susi berdiri dari tempatnya untuk duduk disamping Danta, bocah cilik yang sedang bersedih itu.
"Danta sedih, mbak..hiks..hiks"
"Sejak Lala diculik, Danta gak ada teman lagi di sekolah. Di rumah juga sepi gak ada Lala yang gangguin Danta..hiks..hiks"
"Bunda, ayah, oma dan opa juga jarang dirumah. Semua pergi ninggalin Danta sendiri...hiks..." Ungkap Danta di sela tangisnya.
"Bunda...ayah..hiks...oma, juga opa udah gak sayang Danta lagi" tangis Danta makin menjadi.
"Danta sayang, bunda, ayah, oma dan opa tuh saaaayaaaaang banget sama Danta" ucap seorang wanita dengan suara yang lembut dari balik dinding ruang makan.
Mereka bertiga menoleh ke asal suara tersebut, Dayana, Ronny serta omanya Danta mendengar semua curahan hati putra kecil keluarga Barata sesaat ketika mereka mendengar suara tangis Danta.
Dayana melangkah maju menuju tempat duduk putra kesayangannya. Disusul Ronny yang tersenyum getir mendengar pengakuan Danta, serta bunda Lidya yang sudah menahan isak tangisnya dengan menutup rapat rapat mulutnya menggunakan kedua tangannya.
"Kamu tau kan, perusahaan opa udah hampir bangkrut" tanya Dayana pada putranya yang memiliki sifat bijak seperti ayah mertuanya.
"Huu..um" balas Danta menganggukkan kepala kecilnya.
"Bunda dan oma pergi ke pabrik buat bantu ayah dan opa"
__ADS_1
"Kalau opa bangkrut, nanti kamu gak bisa bangun panti asuhan seperti cita cita kamu" Dayana membelai rambut hitam lebat milik putranya yang menatap sendu.
"Maaf ya sayang, kami terlalu sibuk untuk mencari Lala dan bekerja keras mewujudkan impian kita" sela Ronny memeluk putranya yang kehilangan kasih sayang beberapa waktu ini.
"Maafkan kami yang lalai memberi kasih sayang dan waktu untuk Danta" Ronny mengurai pelukannya.
"Ayah janji, gak lama lagi kita semua akan berkumpul bersama kayak dulu" Ronny tersenyum tulus pada putra kebanggaannya itu.
"Ayah janji?" Danta menyodorkan jari kelingkingnya yang kecil itu pada ayahnya.
"Ayah janji" ucap Ronny pasti sambil menautkan kelingkingnya pada jari kecil Danta.
Danta memeluk erat ayahnya bergantian dengan bundanya.
"Huaaaa....waa... Siapa yang ngiris bawang disini sih" mbak Susi mulai mendrama meskipun air matanya asli.
"Iisshhh...kamu ini. Bikin kaget aja" mbak Ita menjitak jidat rekan kerjanya itu.
"Aduuhh sakit loh mbak Ita" seru mbak Susi kesal.
"Lagian kamu sih, orang lagi serius gini malah bercanda" tegurnya
"Hatiku ini terlalu halus dan sensitif loh mbak Ita" sergah mbak Susi tak mau disalahkan.
"Apa sih...sok imut" ejek mbak Ita
"Eeh..ehh..udah udah. Kapan mulai makannya kalo kalian gelut terus disitu" kini gantian mereka berdua ditegur oleh majikan mereka, bunda Lidya.
"Hehehe..iya ya bu. Ini disuapin.. eh diasupin..eh aduh di isapin...eh salah disiapin" ucap mbak Ita latah karena pinggangnya dicubit mbak Susi.
Danta dan keluarganya pun tertawa terbahak bahak melihat mbak Ita kumat latahnya.
Kesedihan di hati mereka langsung saja hilang begitu saja menguap bersama pelukan hangat.
Dilain tempat, saat ini pun Lala merasakan hal yang sama. Rindu yang teramat dalam pada Danta kakak lain ibu. Mungkin inilah ikatan batin yang kuat antara Danta dan Lala. Dibesarkan bersama dengan kasih sayang yang sama oleh bunda yang sama.
Lala menangis dalam tidurnya, gadis kecil itu kini sedang berjuang sendiri menyelamatkan hidup keluarga tercintanya.
Gadis kecil yang harusnya bermain dan belajar bersama teman teman seusianya, saat ini nasibnya malah mengharuskannya untuk dewasa sebelum waktunya.
"Bunda, kak Danta...Lala rindu "
Lala mengigau dalam tidurnya yang didengar oleh Nisa yang masih bertelepon ria dengan pacarnya malam itu.
Nisa menatap sedih wajah sendu Lala yang masih tertidur pulas. Nisa banyak mendengar cerita dan hal hal baik mengenai keluarga Barata melalui cerita Lala.
__ADS_1
Hati Nisa begitu rumit untuk mengutarakan perasaannya. Ia pun menutup telepon mengakhiri pembicaraan dengan pacarnya lalu memeluk tubuh mungil Lala ikut tidur.
haiii semua... dukung karya aku ya dengan like n komen. pintu kritik dan saran terbuka lebar gaaeess.. love u all 😘😘😘