
Sementara itu.
Rendra yang sudah pergi dari rumah Nindi, ia memutuskan pergi ke rumah Marsya terlebih dahulu. Sebelum ia pergi ke rumah orang tuanya.
Brak.
Rendra membuka pintu rumah Marsya secara kasar, ia segera masuk ke dalam rumah tanpa menutup kembali pintunya.
"Mas kamu kenapa?" tanya Marsya.
Ketika ia sudah keluar dari dalam kamarnya. Karena ia mendengar suara pintu yang terbuka, dan ia melihat Rendra masuk ke dalam rumahnya dengan raut wajah menahan amarah.
Rendra duduk terlebih dahulu. Sebelum menjawab pertanyaan dari Marsya.
"Sekarang ini. Nindi dan kedua orang tuanya sudah mengetahui semua rahasiaku, dan dia juga mengetahui rumah ini," jawab Rendra sambil meraup wajahnya dengan kasar.
"Bagaimana bisa Nindi dan kedua orang tuanya mengetahui rahasiamu, Mas? Aku tidak merasa memberitahukan semuanya pada Nindi," sahut Marsya yang kembali bertanya. Karena ia tidak mau sampai Rendra menyalahkan dirinya, tentang Nindi dan kedua orang tuanya yang sudah mengetahui semuanya.
"Aku yang memberitahukan semuanya pada Nindi, itupun aku terpaksa. Karena Nindi mendapat rekaman suara pembicaraanku dengan Merlin di depan pintu kamar rawatmu."Rendra menjeda sebentar ucapannya, ia menarik nafas panjang. Sebelum kembali menceritakan semuanya pada Marsya.
"Tadi saat aku dan anak-anak sedang di rumah ibuku, kedua orang tuanya Nindi menghubungiku. Karena mereka berdua sudah berada di rumahku, awalnya kedatangan kedua mertuaku ingin bertemu dengan kedua anakku. Tapi saat kedua anakku masuk ke dalam kamar. Tiba-tiba saja, kedua orang tuanya Nindi menanyakan tentang rumah ini ..."
"Kenapa bisa kedua orang tuanya Nindi menanyakan tentang rumah ini, Mas? Aku tidak sama sekali bertemu dengan orang tuanya Nindi, apalagi memberitahukan semuanya." Marsya memotong ucapan Rendra. Karena ia merasa heran dengan kedua orang tuanya Nindi, yang bisa mengetahui tempat tinggalnya.
"Dengarkan ucapanku dulu, jangan di potong," ucap Rendra yang kesal dengan Marsya, yang memotong ucapannya.
"Iya Maaf, Mas." Marsya meminta maaf pada Rendra sambil menundukkan kepalanya. Sebab ia takut Rendra akan memarahinya.
__ADS_1
"Kemarin malam itu, aku menginap di sini, dan kedua mertuaku tidak sengaja melihatku masuk ke dalam rumah ini. Mereka berdua menanyakan tentang rumah ini kepadaku. Belum sempat aku menjawab pertanyaan kedua mertuaku. Nindi sudah lebih dulu menjawab, dan mengetahui tentang rumah ini. Nindi bisa mengetahui tentang rumah ini. Karena dia melihat Mawar dan kak Merlin berada di depan rumah ini. Sehingga aku terpaksa, harus memberitahukan semuanya pada kedua orang tuanya Nindi. Karena Nindi menginginkan kedua orang tuanya, mengetahui semua rahasia yang aku tutupi selama ini," kata Rendra yang menceritakan semuanya pada Marsya.
"Bagus dong, memang seharusnya dari dulu istri dan mertuamu itu mengetahui semuanya," timpal Merlin yang baru datang menghampiri mereka berdua, yang sedang duduk di ruang tamu.
Rendra yang mendengar suara Merlin, ia bangun dari tempat duduknya. Kemudian ia menunjuk ke arah Merlin dan berkata, "Diam kau! Sudah aku bilang, jangan ikut campur dengan urusanku. Gara-gara kamu mengajak Mawar bermain di luar rumah, Nindi bisa mengetahui rumah ini. Sebaiknya kamu cepat pergi dari rumah ini,"
"Kamu kenapa mengusirku dari rumah ini? Padahal aku sudah menuruti perintah kamu untuk menjaga Mawar, dan untuk masalah Nindi yang melihatku dan Mawar. Itu bukan salahku, jadi kamu jangan mengusirku dari rumah adikku sendiri," sahut Merlin yang tidak terima di usir oleh Rendra.
"Kata siapa ini rumah milik adikmu? Rumah ini aku yang beli, dan rumah ini masih atas namaku. Jadi aku berhak mengusir siapapun yang masuk ke dalam rumahku ini, termasuk kamu!" Rendra mengatakan itu sambil menyunggingkan senyuman mengejek ke arah Merlin.
"Huuuh, sial. Aku kira rumah ini sudah menjadi milik Marsya, ternyata belum," gerutu Merlin di dalam hatinya sambil menghentakkan kakinya.
"Kenapa kamu masih diam saja? Cepat pergi dari sini! Sebelum aku mengusir kamu dengan cara tidak baik," sambung Rendra yang menyuruh Merlin segera pergi dari rumahnya.
"Mas Rendra, aku mohon. Jangan usir kak Merlin. Aku baru saja pulang dari rumah sakit, dan aku membutuhkan kak Merlin untuk tetap berada di sini," ucap Marsya yang berusaha mencegah kepergian Merlin, yang di usir oleh Rendra.
"Baiklah, aku juga akan pergi dari sini," timpal Marsya yang geram dengan sikap Rendra, yang berani mengusirnya dan juga Merlin kakaknya. Padahal dirinya tengah mengandung anak keduanya.
"Silahkan, itu lebih bagus. Tapi kamu harus ingat! Hanya kamu dan kakakmu yang pergi dari sini, Mawar akan tetap tinggal di sini bersamaku," ucap Rendra. Karena ia menyayangi Mawar, tapi tidak dengan Marsya.
"Tidak bisa seperti itu, Mas. Jika aku pergi dari rumah ini, Mawar juga harus ikut denganku. Kamu tidak bisa mengurus Mawar, apalagi saat kamu pergi bekerja ke kantor," sahut Marsya yang ingin mengajak Mawar ikut pergi bersamanya, untuk pergi meninggalkan rumah ini.
"Kamu tidak perlu memikirkan itu, aku bisa menitipkan Mawar ke rumah orang tuaku. Jadi ... jika kamu mau pergi dari rumah ini, ya pergi saja. Tapi jangan mengajak Mawar," timpal Rendra sambil tersenyum miring.
"Sudah kamu dan Mawar di sini saja, biar kakak yang pergi dari sini," ujar Merlin yang berbisik di telinga Marsya. Sebab ia tidak mau sampai Marsya pergi dari rumah ini, apalagi sampai Marsya bercerai dengan Rendra.
"Tapi ..."
__ADS_1
"Sudah kamu nurut saja. Kakak mau ambil tas dulu di dalam kamar," pamit Merlin yang segera masuk ke dalam kamar, untuk mengambil tasnya.
Marsya yang melihat Merlin sudah masuk ke dalam kamar, ia pun mengikuti Merlin ke dalam kamar.
"Maafkan aku, Kak. Karena aku tidak bisa mencegah kepergian kak Merlin," lirih Marsya yang meminta maaf pada Merlin. Ketika ia dan Merlin sudah berada di dalam kamar.
"Iya tidak apa-apa, Sya. Kakak mengerti, kok. Kamu harus bisa menjaga kesehatanmu dan juga kandunganmu, dan jaga Mawar dengan baik ya," ucap Merlin yang berpamitan pergi meninggalkan Marsya.
"Iya kak," balasnya.
Marsya dan Merlin pun keluar dari dalam kamar secara bersamaan.
"Kenapa kamu tidak mengemasi pakaianmu?" tanya Rendra pada Marsya.
"Marsya akan tetap tinggal di rumah ini, aku yang akan pergi dari rumah ini." Merlin yang menjawab pertanyaan Rendra.
"Tolong kamu jaga adikku dan keponakanku dengan baik. Apalagi kandungan Marsya kali ini lemah, aku pamit pergi," sambungnya lagi, yang meminta tolong pada Rendra. Untuk menjaga Marsya dan anaknya dengan baik. Sebelum ia pergi meninggalkan rumah ini.
Rendra tidak menanggapi ucapan Merlin, dan ia membiarkan Merlin pergi dari rumahnya.
Setelah kepergian Merlin, Rendra segera pergi meninggalkan Marsya tanpa berpamitan kepadanya.
"Mas, kamu mau pergi kemana?" tanya Marsya yang mencegah kepergian Rendra, yang mau keluar dari rumahnya.
"Aku mau ke rumah orang tuaku dulu, nanti malam aku kembali ke sini," jawabnya.
Rendra pun segera masuk ke dalam mobilnya, untuk pergi ke rumah orang tuanya. Saat perjalanan menuju rumah orang tuanya, tiba-tiba saja rem mobil Rendra blong. Saat sebuah motor dari arah berlawanan, hampir mengenai mobilnya. Rendra yang panik, membuat mobil yang dikendarainya menabrak tiang listrik.
__ADS_1