Madu Mantan Dulu

Madu Mantan Dulu
Bab 43 Keributan di dalam rumah


__ADS_3

Di ruang tengah rumah Nindi dan Rendra.


Gita dan lelaki itu sedang bersitegang. Karena Gita melarang lelaki itu masuk ke dalam rumah, tapi lelaki itu malah menerobos masuk ke dalam rumah. Ia pun menghiraukan ucapan Gita yang berusaha melarangnya masuk ke dalam rumah, untuk bertemu Rendra.


"Rendra sedang beristirahat, kamu jangan masuk ke sini," ucap Gita sambil menarik tangan lelaki itu.


"Ren, Rendra ... di mana kamu? Aku sudah ada di dalam rumahmu," lelaki itu berteriak memanggil nama Rendra, dan ia menghiraukan ucapan Gita, sambil melepaskan tangannya yang di pegang oleh Gita.


"Hey, kamu! Jangan teriak-teriak di rumah anakku, sudah ku bilang berkali-kali padamu. Kalau Rendra itu sedang mengalami hilang ingatan, kamu sebaiknya pergi dari sini!" Gita terus berusaha mengusir lelaki itu. Agar lelaki itu segera pergi dari rumah ini.


Lelaki itu tetap menghiraukan ucapan Gita, dan ia pun tetap dengan pendiriannya, yang ingin bertemu dengan Rendra. Ia pun melihat-lihat seisi rumah Rendra, berharap ia bisa bertemu dengan Rendra.


"Percuma kamu datang ke sini juga. Pasti Rendra tidak akan kenal kamu, apalagi mengingatmu," sambung Gita yang sangat geram pada seorang lelaki yang menerobos masuk ke dalam rumah ini, dan ia terus memaksa ingin bertemu dengan Rendra.


"Aku tidak percaya dengan ucapanmu. Cepat tunjukkan padaku! Di mana kamar Rendra? Karena aku ingin segera bertemu dengan Rendra, sudah lama aku tidak bertemu dengannya," ucapnya yang menyuruh Gita, untuk mempertemukan dirinya dengan Rendra.


"Jika kamu tidak mempertemukan aku dengan Rendra, aku sendiri yang akan mencari Rendra. Pasti kamar Rendra berada di lantai atas," sambungnya yang segera pergi ke lantai atas. Agar ia bisa bertemu dengan Rendra.


"Aku tidak akan membiarkan kamu bertemu dengan Rendra," ujar Gita yang berusaha mencegah kepergian lelaki itu. Karena ia tidak akan membiarkan lelaki itu bertemu dengan Rendra.


"Minggir! Jangan halangi jalanku, yang mau bertemu dengan Rendra," sahutnya yang geram dengan sikap Gita, yang menghalangi jalannya yang akan mencari Rendra di salah satu kamar yang berada di rumah Rendra.


Perdebatan Gita dan lelaki itu pun terjadi, membuat suasana rumah menjadi berisik. Karena mereka berdua tetap bersikeras dengan keinginan mereka berdua, Gita yang tidak mau lelaki itu bertemu dengan Rendra terus menghalangi jalannya. Sedangkan lelaki itu pun tetap dengan pendiriannya, yang ingin bertemu dengan Rendra. Meski Gita terus menghalangi jalannya.

__ADS_1


Rendra yang sedang di dalam kamar pun segera keluar. Karena ia tidak bisa beristirahat, sebab mendengar suara keributan di dalam rumahnya.


Saat Rendra akan datang menghampiri Gita, yang sedang berusaha mencegah lelaki itu yang ingin bertemu dengannya. Lelaki itu mendorong tubuh Gita ke samping, sehingga membuat dirinya bisa datang menghampiri Rendra dan langsung memeluknya.


"Kamu siapa? Jangan peluk aku seperti ini," tanya Rendra yang tidak mengenal orang yang berada di hadapannya. Karena ia mengalami hilang ingatan.


"Kamu jangan pura-pura lupa denganku, mentang-mentang kita sudah lama tidak bertemu. Kamu jadi melupakanku," jawabnya yang tidak mau melepaskan Rendra dalam pelukannya. Karena ia sangat merindukan Rendra.


"Aku benar tidak mengenalmu. Jadi tolong lepaskan pelukanmu," timpal Rendra yang tidak mau di peluk oleh lelaki itu.


"Jika kamu tidak ingat denganku, tidak apa-apa. Tapi biarkan aku memelukmu, aku merindukan kamu," ujar lelaki itu yang tidak mau melepaskan Rendra dalam pelukannya. Karena ia sangat merindukan Rendra.


Gita yang melihat itu, ia berusaha memisahkan lelaki itu yang sedang memeluk Rendra.


"Kamu jangan ikut campur!" ujar lelaki itu yang menyela ucapan Gita, sambil mendorong Gita hingga ia terjatuh ke lantai.


Bruk.


Rendra yang kesal dengan orang yang tiba-tiba saja memeluknya, ia pun mendorong balik lelaki itu. Karena ia mau membantu ibunya yang terjatuh ke bawah lantai. Akan tetapi, saat Rendra akan menghampiri Gita. Lelaki itu yang kesal dengan sikap Rendra, ia sengaja mengangkat satu kakinya. Hingga membuat kepala Rendra terbentur tembok rumahnya.


Dugh.


Suara keras, kepala Rendra yang terbentur tembok rumahnya membuat Rendra langsung pingsan.

__ADS_1


"Rendra ..." Gita histeris melihat Rendra tidak sadarkan diri. Saat lelaki itu dengan sengaja membuat Rendra terjatuh, hingga kepala Rendra terbentur tembok rumahnya.


"Kamu sudah membuat aku dan Rendra terluka seperti ini, sebentar lagi kamu akan kembali masuk ke dalam penjara. Sebab aku akan melaporkan kamu ke polisi, biar kamu mendekam di penjara selamanya."


Nindi terhenyak mendengar ucapan Gita, yang berbicara dengan lelaki itu. Karena ia sudah dari tadi berada di dalam rumahnya, sambil merekam semua kejadian yang terjadi di dalam rumahnya. Nindi melakukan itu, agar ia bisa mendapatkan bukti pembicaraan antara Gita dengan lelaki itu. Sebab di dalam rumahnya tidak ada rekaman cctv.


"Jadi lelaki itu pernah di penjara, tapi ada hubungan apa antara lelaki itu dengan Mas Rendra? Sampai membuat lelaki itu di penjara, dan lelaki itu terlihat merindukan Mas Rendra. Dan aku juga penasaran, ada masalah apa lelaki itu dengan Andre adikku, sampai ia mencoret foto adikku dengan darah seperti itu?" batin Nindi yang bertanya-tanya di dalam hatinya. Karena ia tidak mengetahui permasalahan adiknya dengan lelaki itu, dan hubungan lelaki itu dengan Rendra suaminya.


"Kamu tidak bisa melaporkan aku ke polisi. Karena di rumah ini tidak ada rekaman cctv, jadi kamu tidak memiliki bukti apapun. Hahaha..."


"Huuuh sial," gerutu Gita di dalam hatinya, yang kesel mendengar ucapan lelaki itu sambil mengepalkan tangannya. Karena ia baru menyadari, kalau di dalam rumah ini tidak memiliki rekaman cctv.


"Kenapa kamu, Git? Kok, wajahmu terlihat kesal seperti itu?" ucap lelaki itu yang bertanya pada Gita sambil menyunggingkan senyuman mengejek.


"Jangan banyak bicara kamu! Sebaiknya kamu tolong aku bawa Rendra ke rumah sakit, lihat gara-gara kamu anakku jadi pingsan seperti ini." Gita tidak menjawab pertanyaan lelaki itu, tapi ia menyuruh lelaki itu. Untuk mengantarnya membawa Rendra pergi ke rumah sakit.


"Apa aku tidak salah dengar? Kamu meminta bantuanku, tadi saja aku tidak di ijinkan masuk ke dalam rumah ini. Untuk bertemu Rendra, tapi sekarang kamu malah meminta bantuanku. Sorry yah, Git. Aku tidak bisa membantumu membawa Rendra pergi ke rumah sakit," sahutnya sambil berlalu meninggalkan Gita yang berada di dekat Rendra.


Gita yang terbawa emosi, ia segera mengambil vas bunga yang berada di atas meja, dan ia langsung melempar vas bunga ke arah lelaki itu yang akan pergi meninggalkan rumah.


Prang.


Terdengar suara pecahan vas bunga, yang tepat mengenai kepala lelaki itu.

__ADS_1


"Hahaha...." Gita tersenyum puas melihat kondisi lelaki itu, yang berlumuran darah di bagian kepalanya.


__ADS_2