Madu Mantan Dulu

Madu Mantan Dulu
Bab 25 Melarang Bertemu


__ADS_3

"Kak Kresna," lirih Nindi yang kaget melihat kakak iparnya, yang memanggilnya sambil datang menghampirinya.


"Kamu mau kemana, Nin?" tanya Kresna.


"Aku mau pulang," jawab Nindi singkat.


"Bukannya Rendra sedang dirawat di rumah sakit. Karena mengalami kecelakaan, kenapa kamu malah pulang dan tidak menemaninya?" tanyanya lagi.


Namira yang mendengar pertanyaan Kresna kakaknya Rendra, ia segera menjawabnya, "Nindi dan anak-anaknya sudah menjenguk Rendra, jadi sekarang ini. Nindi dan kedua anaknya akan pulang ke rumah, untuk masalah menemani Rendra di rumah sakit. Kan ada kamu keluarganya Rendra, jadi Nindi dan kedua anaknya lebih baik pulang ke rumah."


"Tapi Nindi itu ..."


"Ayo anak-anak kita masuk ke dalam mobil." Namira sengaja memotong ucapan Kresna. Karena Namira tidak mau mendengar ucapan Kresna, yang mau mengatakan bahwa Nindi itu masih istrinya Rendra. Sebab menurutnya, istri Rendra bukan cuman Nindi. Tapi ada Marsya yang merupakan istri siri Rendra yang kedua.


"Sebentar Nek, aku mau menitipkan pesan sama Om Kresna dulu," kata Arsen yang menolak ajakan Namira neneknya. Karena ia mau menitip pesan pada Kresna. Sebelum ia masuk ke dalam mobil.


Namira menghela nafas, sebelum ia mengagukkan kepalanya. Karena perkataan Arsen, yang mau menitipkan pesan pada Kresna.


"Om Kresna. Kalau mau menjenguk Ayah, tolong sampaikan sama Ayah. Aku dan Rara mau pulang dulu, nanti besok aku akan datang menjenguk Ayah lagi," sambungnya.


"Iya, Sayang. Nanti Om akan sampaikan sama Ayah kalian berdua," timpal Kresna.


"Terima kasih Om, aku pamit pulang dulu," ucap Arsen yang berpamitan dengan Kresna.


"Iya," balasnya singkat.


Saat Arsen dan Rara masuk ke dalam mobil. Kresna mencegah Nindi, yang akan masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"Bisakah aku berbicara sebentar denganmu, Nin. Soalnya, ada yang mau aku bicarakan denganmu," sambung Kresna yang ingin berbicara dengan Nindi.


"Tidak bisa, Nindi dan anaknya akan pulang sekarang juga," ujar Namira yang melarang Kresna berbicara dengan Nindi.


Karena Namira belum masuk ke dalam mobil, sebelum Kresna pergi menjauh dari mobilnya.


"Aku mohon Tante, ijinkan aku berbicara sebentar dengan Nindi." Kresna meminta ijin pada Namira. Agar mengijinkan Nindi berbicara dengannya, meski hanya sebentar.


"Mau apalagi, kamu berbicara dengan putriku Nindi? Adikmu dan keluargamu sudah membohongi putriku selama ini. Jadi tidak ada lagi, yang perlu kamu bicarakan dengan putriku. Ayo Nindi, kamu cepat masuk ke dalam mobil." Namira tetap dengan pendiriannya, yang melarang Nindi berbicara dengan Kresna, dan ia menyuruh Nindi untuk segera masuk ke dalam mobil.


Degh.


"Apa jangan-jangan! Nindi dan Tante Namira sudah mengetahui pernikahan Rendra dengan Marsya? Sehingga membuat Tante Namira melarang Nindi menemani Rendra, dan juga berbicara denganku," batin Kresna yang belum mengetahui. Kalau Nindi dan Namira, sudah mengetahui rahasia yang di tutupi oleh Rendra selama ini.


"Sebaiknya, kak Kresna cepat masuk ke dalam kamar rawat Mas Rendra. Karena saat ini, Mas Rendra mengalami hilang ingatan. Maaf, aku tidak bisa menemani Mas Rendra," kata Nindi yang menyuruh Kresna untuk masuk ke dalam kamar rawat Rendra, dan ia memberitahukan tentang Rendra yang mengalami hilang ingatan.


"Iya, Kak. Menurut penuturan dari Dokter Erdianto, benturan yang keras di bagian kepala Mas Rendra, membuatnya menjadi hilang ingatan," jelas Nindi.


Namira yang melihat Nindi berbicara dengan Kresna, ia segera menarik tangan Nindi sambil berkata, "Nindi cepat kamu masuk! Jangan berbicara dengannya apalagi keluarganya," geram Namira pada Nindi, yang tidak menuruti perintahnya.


"Iya Mah," sahut Nindi yang menuruti perintah dari Namira mamanya, dan ia pun segera masuk ke dalam mobil.


"Kamu kenapa masih di sini? Cepat sana pergi temui adikmu, yang sudah menyakiti perasaan putriku dan juga aku," ucap Namira yang mengusir Kresna, yang masih berdiam diri di dekat mobilnya.


"Iya Tante, aku akan pergi. Tapi sebelum aku pergi, aku mau meminta maaf atas nama keluargaku. Karena adikku dan juga keluargaku sudah ..."


"Cepat kamu pergi dari sini! Aku tidak mau mendengar ucapanmu." Namira menyela ucapan Kresna. Karena ia tidak mau mendengar ucapan Kresna, yang mau meminta maaf kepadanya.

__ADS_1


"Iya, Tante. Aku akan pergi," timpal Kresna, ia pun segera pergi meninggalkan Namira yang kesal dengan Rendra dan juga keluarganya. Karena sudah merahasiakan tentang pernikahan Rendra dengan Marsya selama 11 tahun lamanya.


Setelah melihat Kresna masuk ke dalam rumah sakit. Barulah Namira masuk ke dalam mobilnya, dan pergi meninggalkan rumah sakit.


Di dalam mobil, mereka semua tidak ada yang mengeluarkan sepatah katapun. Hingga akhirnya, mereka semua sampai di rumah kedua orang tuanya Nindi.


"Anak-anak, kalian berdua mandi dan ganti pakaian dulu. Setelah itu baru kita makan bersama," ucap Nindi yang menyuruh kedua anaknya, untuk mandi terlebih dahulu. Sebelum makan bersama.


"Iya Bun," sahutnya.


Arsen dan Rara pun menuruti perintah Nindi, dan setelah kepergian kedua anaknya Nindi. Darmawan datang menghampiri Nindi dan Namira istrinya.


"Kalian habis dari mana?" tanya Darmawan yang tidak mengetahui kepergian mereka semua, yang pergi ke rumah sakit. Untuk melihat kondisi Rendra yang mengalami kecelakaan.


"Maaf, Pah. Tadi Mama dan Nindi tidak pamit pergi ke rumah sakit, soalnya tadi itu Papa sedang tidur. Mama tidak mau mengganggu Papa yang sedang tidur, makannya Mama dan Nindi pergi ke rumah sakit tanpa berpamitan dulu sama Papa," jawab Namira yang meminta maaf pada Darmawan suaminya. Karena ia tidak meminta ijin terlebih dahulu pada Darmawan suaminya.


"Memangnya siapa yang sakit?" tanya Darmawan lagi.


"Mas Rendra mengalami kecelakaan, Pah. Sekarang ini, kondisi Mas Rendra mengalami hilang ingatan," jawab Nindi yang memberitahukan tentang Rendra pada Darmawan papanya.


"Belum sempat aku membalas perbuatan Rendra dan keluarganya, yang sudah menyakiti perasaan putriku. Tapi sekarang ini, Rendra sudah mengalami hasil dari perbuatannya," batin Darmawan yang senang mendengar kabar Rendra kecelakaan, sampai hilang ingatan.


"Papa harap, selama Rendra hilang ingatan, kamu dan kedua anakmu jangan menemuinya lagi. Biarkan dia tidak mengingat kalian, dan lanjutkan keputusan kamu yang mau menggugat Rendra," ucap Darmawan yang menyuruh Nindi dan kedua anaknya, tidak menemui Rendra lagi.


"Apakah keputusan, yang sudah aku pilih ini tepat? Di saat keadaan Mas Rendra seperti ini?" batin Nindi yang menjadi ragu mendengar ucapan Darmawan papanya, yang menyuruhnya melanjutkan kembali keputusan yang sudah ia pilih. Di saat keadaan Rendra hilang ingatan.


"Kenapa kamu diam saja, Nin? Apakah kamu jadi berubah pikiran? Setelah mendengar kabar Rendra hilang ingatan?" Darmawan kembali bertanya pada Nindi yang terdiam. Saat dirinya menyuruh Nindi dan kedua anaknya tidak menemui Rendra, dan melanjutkan keputusan yang sudah di pilih oleh Nindi.

__ADS_1


__ADS_2