Madu Mantan Dulu

Madu Mantan Dulu
Bab 6 Kedatangan Tamu Lagi


__ADS_3

Sementara itu.


Di dalam kamar rawat Marsya.


Rendra melihat suster yang sudah selesai mengecek keadaan Marsya dan kandungannya, ia segera pergi meninggalkan Marsya. Saat suster sudah pergi ke luar dari kamar rawat Marsya.


"Aku pergi ke kantor dulu, kamu baik-baik di sini," pamit Rendra kepada Marsya.


"Mas. Jangan dulu pergi, ada yang mau aku bicarakan denganmu." Marsya mencegah kepergian Rendra, yang akan pergi bekerja ke kantor.


"Ada apalagi Marsya? Aku mau pergi bekerja ke kantor, apa kamu belum puas bertemu denganku selama dua minggu kemarin?" tanya Rendra dengan nada marah, dan menatap tajam ke arah Marsya yang menghentikan langkahnya yang akan pergi ke kantor.


"Aku cuman mau memberitahukan kepadamu, Mas. Kalau kak Merlin baru sampai di Jakarta, dan sekarang ini dia lagi di perjalanan menuju rumahmu. Untuk menemui Mawar di sana," jawab Marsya yang memberitahukan kedatangan Merlin kakaknya, yang akan menemui Mawar putrinya di rumah Rendra.


"Apa! Merlin mau datang ke rumahku? Kenapa kamu mengijinkan dia pergi ke rumahku, tanpa memberitahukan kepadaku terlebih dahulu," ucap Rendra yang sangat kesal mendengar jawaban Marsya, yang baru memberitahukan kedatangan Merlin yang akan pergi ke rumahnya.


"Ma___maaf, Mas. Aku baru ingat sekarang, dan baru memberitahukan soal ini kepadamu. Aku juga sudah melarang kak Merlin, untuk tidak pergi ke rumah Mas. Tapi kak Merlin bersikeras ingin menemui Mawar di rumah Mas," sahut Marsya yang meminta maaf kepada Rendra. Karena ia tidak bisa melarang kepergian Merlin kakaknya, yang akan pergi ke rumah Rendra.


"Aaakh, kamu ini selalu membuat repot dan menyusahkanku saja," gerutu Rendra yang benar-benar kesal pada Marsya.


"Maaf." Marsya yang merasa bersalah, ia kembali mengatakan maaf pada Rendra. Karena terlambat memberitahukan pada Rendra, tentang kedatangan kakaknya yang akan pergi ke rumah Rendra.


"Kata maaf yang kamu ucapkan, tidak bisa mencegah kepergian kakakmu. Untuk apa kamu terus meminta maaf kepadaku? Tapi mencegah kakakmu pergi ke rumahku saja tidak bisa," ketus Rendra sambil menatap tajam ke arah Marsya.


"Jangan sampai kakakmu memberitahukan, tentang status Mawar kepada istriku! Kalau sampai itu terjadi, aku akan membuat hidupmu menderita," sambung Rendra yang memberi ancaman pada Marsya.


"Kamu tenang saja, Mas. Kak Merlin tidak mungkin memberitahukan pada istrimu, aku yakin itu," timpal Marsya yang berusaha meyakinkan Rendra.


Rendra yang kesal dengan Marsya, ia segera pergi meninggalkan Marsya di dalam kamar rawatnya tanpa berpamitan. Karena ia akan pulang ke rumahnya.


"Semoga saja. Merlin tidak memberitahukan kepada Nindi, tentang semua rahasiaku," batin Rendra sambil melangkah pergi menuju mobilnya, yang terparkir di rumah sakit.


_________


"Khmmmz," suara deheman Nindi membuat Mawar melepaskan pelukannya, yang sedang memeluk seorang wanita yang tidak Nindi kenal.


"Kamu ini siapanya Mawar?" tanya Nindi yang ingin mengetahui hubungan wanita yang sedang di peluk oleh Mawar.

__ADS_1


"Perkenalkan nama saya Merlin. Saya ini adalah tantenya Mawar, yang baru saja datang ke Jakarta. Karena mendengar kabar Marsya adikku, yang dirawat di rumah sakit," jawab Merlin yang memperkenalkan dirinya, dan ia mengarahkan tangannya ke arah Nindi.


Nindi pun menerima uluran tangan dari Merlin, sambil tersenyum tipis.


"Pasti kamu itu Nindi, istrinya Rendra?" sambung Merlin. Ketika Nindy sudah melepaskan uluran tangannya.


"Iya benar." Nindi membenarkan pertanyaan Merlin, yang mengetahui dirinya adalah istrinya Rendra.


"Jadi ini istrinya Rendra," gumam Merlin di dalam hatinya, sambil melihat Nindi yang berada di hadapannya. Merlin terus memperhatikan penampilan Nindi, dari atas sampai bawah.


"Kalau boleh tahu? Ada tujuan apa kamu datang ke sini?" tanya Nindi yang ingin mengetahui tujuan kedatangan Merlin kakaknya Marsya, yang datang ke rumahnya. Karena Nindi merasa risih, melihat Merlin yang terus memperhatikan dirinya.


"Kedatangan saya ke sini, tentu saja mau mengajak Mawar menjenguk mamanya, yang dirawat di rumah sakit. Karena saya juga belum menjenguknya," jawab Merlin yang memberitahukan tentang tujuan kedatangannya ke rumah Nindi.


"Tante Mer, beneran mau mengajak Mawar bertemu dengan Mama?" tanya Mawar yang mendengar jawaban Merlin, yang mau mengajaknya bertemu dengan Marsya mamanya.


"Ya tentu saja, Cantik. Kamu pamit dulu dengan Tante Nindi," ucap Merlin yang menyuruh Mawar, untuk berpamitan kepada Nindy. Sebelum ia mengajak Mawar pergi ke rumah sakit.


"Oke, Tante Mer." Mawar pun segera pergi menghampiri Nindi, dan ia pun berpamitan kepada Nindi.


"Tante, aku mau pergi menjenguk Mamaku dulu sama Tante Mer. Nanti tolong beritahu sama Papa yah, Tante."


"Hore ... aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Mama dan Dede bayi," sorak Mawar yang senang bisa menjenguk Marsya mamanya ke rumah sakit.


"Kamu tidak masalah dengan ucapan Mawar, yang memanggil suamimu dengan panggilan Papa?" tanya Merlin yang mendengar ucapan Mawar, yang memanggil Rendra dengan panggilan Papa.


"Tidak masalah, toh itu hanya panggilan saja. Banyak orang yang suka memanggil suamiku dengan panggilan pak, tapi bukan berarti suamiku itu bapaknya kan?" jawab Nindi yang menanggapi pertanyaan Merlin sambil tersenyum miring.


"Tapi bagaimana jika suamimu itu adalah ..."


"Assalamualaikum," ucap Rendra yang baru sampai, dan ia segera menyela ucapan Merlin.


"Waalaikumsalam. Mas kok jam segini sudah pulang ke rumah?" tanya Nindi yang melihat kedatangan Rendra suaminya, yang sudah pulang ke rumah.


"Tadi pagi Mas buru-buru mengantar anak-anak pergi ke sekolah, dan berangkat ke kantor. Sampai Mas lupa, tidak membawa berkas yang tertinggal di dalam kamar," jawab Rendra yang mencari alasan, dan berharap Nindi percaya dengan jawaban yang ia katakan.


"Oh begitu," timpal Nindi sambil tersenyum tipis.

__ADS_1


"Aku tahu Mas, itu hanya alasanmu saja. Karena aku melihat dengan mataku sendiri! Kalau kamu itu baru saja menjenguk Marsya," batin Nindi yang mengetahui jawaban Rendra, yang membohongi dirinya.


"Papa, aku sama Tante Mer mau pergi menjenguk Mama ke rumah sakit," ucap Mawar yang datang menghampiri Rendra.


"Ya sudah sana pergi, hati-hati di jalannya," sahut Rendra yang mengijinkan Mawar pergi bersama Merlin.


"Ayo Cantik, kita pergi menjenguk mamamu," ujar Merlin yang mengajak Mawar pergi, dan ia juga berpamitan kepada Nindi dan Rendra. Sebelum pergi meninggalkan rumah Nindi dan Rendra.


"Mas masuk ke dalam kamar dulu," pamit Rendra yang segera masuk ke dalam kamarnya, untuk mengambil berkas yang ada di dalam kamar. Setelah Merlin dan Mawar sudah pergi meninggalkan rumahnya.


Nindi yang penasaran dengan berkas, yang akan di bawa oleh Rendra. Ia pun mengikuti langkah Rendra, yang akan masuk ke dalam kamarnya.


Rendra yang melihat itu, ia segera mengambil berkas yang ada di dalam laci meja kamarnya.


"Mas sudah mengambil berkasnya, Mas pergi dulu ya Sayang," pamitnya.


"Iya Mas," balas Nindi sambil mengagukkan kepalanya.


Setelah Rendra ke luar dari dalam kamarnya, ia segera menghubungi nomor telepon Tomi.


"Ada apa lagi, kamu menghubungiku?" tanya Tomi yang sudah menerima panggilan telepon dari Nindi.


"Apakah kamu sudah pergi ke rumah sakit Kasih Ibu?" jawab Nindi yang menanyakan Tomin yang sudah pergi ke rumah sakit Kasih Ibu, tempat Marsya yang dirawat di sana.


"Ini aku lagi di jalan, mau ke rumah sakit," sahut Tomi sambil mengendarai mobilnya, menuju rumah sakit Kasih Ibu.


"Bagus, sebentar lagi akan ada Mawar dan Merlin yang akan menjenguk Marsya ke rumah sakit. Nanti kamu ..."


"Merlin itu siapa, Nin?" tanya Tomi yang menyela ucapan Nindy. Karena ia mendengar Nindy mengatakan nama Merlin.


"Aku juga tidak begitu kenal dengannya, tapi tadi dia datang ke rumahku dan mengaku sebagai kakaknya Marsya. Kamu harus membantuku, menyelidiki ini semua," jawab Nindi menjelaskan, dan ia meminta bantuan kepada Tomi.


"Iya, Nindi. Aku pasti akan membantumu, dan berusaha menyelidiki rahasia yang di sembunyikan oleh suamimu," timpal Tomi yang mau membantu Nindi dalam mengungkap rahasia Rendra.


"Iya, terima kasih Tom."


"Sama-sama," balasnya yang langsung mematikan panggilan telepon dari Nindi.

__ADS_1


"Semoga saja. Tomi berhasil mengungkap rahasia Mas Rendra, yang tidak aku ketahui selama ini," batin Nindi penuh harap.


__ADS_2