Madu Mantan Dulu

Madu Mantan Dulu
Bab 39 Menemukan Foto pernikahan


__ADS_3

"Kamu jangan menuduhku seperti itu, Yu. Aku tidak memiliki hubungan dengan Marsel lagi, kuakui kedua anakku memang mengenal Marsel dan juga anaknya. Tapi bukan berarti aku memiliki hubungan dengan Marsel, jadi kamu jangan menuduhku seperti itu," tegas Nindi yang tidak terima dengan ucapan Ayu yang menuduhnya memiliki hubungan dengan Marsel.


"Aku bukannya menuduh, Nin. Tapi aku itu cuman bertanya, kamu jangan salah paham dengan ucapanku yang menanyakan kedekatan kedua anakmu dengan Marsel," ucap Ayu yang menyesali ucapannya, yang sudah curiga dengan Nindi dan Marsel memiliki hubungan.


"Sudah-sudah, kalian berdua jangan ribut di sini. Malu di lihatin sama yang lain, " sahut Ira yang mencoba menengahi Nindi dan Ayu.


"Tapi pertanyaan Ayu itu seperti menuduhku, memiliki hubungan dengan Marsel. Aku tidak terima di tuduh seperti itu, biar aku jelaskan sekali lagi pada kalian semua. kalau aku dan kedua anakku kemarin tidak sengaja bertemu dengan Marsel dan anaknya di mall. Jadi dari situ kedua anakku mengenal Marsel dan juga anaknya, sekarang kalian semua sudah tahu semuanya. Jadi jangan menuduhku yang bukan-bukan," ujar Nindi yang menceritakan sedikit pertemuannya dan kedua anaknya dengan Marsel dan juga Alvin anaknya, sambil melepaskan tangannya yang masih di pegang oleh Ayu.


Ayu yang mendengar itu, ia langsung meminta maaf kepada Nindi.


"Maafkan aku, Nin."


Nindi menanggapi permintamaafan Ayu dengan menganggukkan kepalanya, kemudian ia berkata, "Permisi aku mau pergi menghampiri kedua anakku."


Setelah selesai mengatakan itu, Nindi segera pergi menghampiri kedua anaknya yang sedang bersama Marsel.


________


"Om Marsel kok ada di acara ulang tahun Felicia?" tanya Arsen yang penasaran dengan kedatangan Marsel, yang berada di acara ulang tahun Felicia.


"Kamu gimana sih, Ra. Pasti Om Marsel datang ke sini mau mengantar Alvin, iyakan Om?" timpal Arsen sambil menyenggol lengan Rara.


Marsel yang mau menjawab pertanyaan mereka berdua, tidak bisa langsung menjawabnya. Karena Rara langsung kembali bertanya kepadanya, sebab ia tidak melihat keberadaan Alvin di sekitar acara ulang tahun Felicia.


"Tapi aku tidak melihat Alvin di sini, Kak. Alvin nya mana Om?"


"Alvin sedang bersama Kakek dan neneknya di rumah, Om tidak mungkin mengajak Alvin ke sini. Karena Om sedang bekerja mengantar pesanan makanan mamanya Felicia," sahut Marsel menjelaskan pada Arsen dan Rara.


"Oh begitu, Om sudah selesai mengantar pesanan makanannya belum?" Rara kembali bertanya lagi pada Marsel.

__ADS_1


"Alhamdulillah, sudah selesai. Ini Om mau pulang," jawabnya sambil tersenyum manis.


Degh.


"Ja___jadi Marsel memang benar bekerja sebagai kurir," batin Nindi yang mendengar ucapan Marsel yang berbicara dengan kedua anaknya. Saat ia sudah berada di dekat mereka bertiga.


Rara dan Arsen yang melihat kedatangan Nindi, yang berada di belakang Marsel. Mereka berdua langsung memanggil Nindi.


"Bunda."


Marsel yang mendengar suara Arsen dan Rara yang memanggil Nindi, ia segera menengok ke arah Nindi yang datang menghampiri kedua anaknya yang sedang bersamanya. Nindi menyapa Marsel dengan senyuman manisnya, tanpa berbasa-basi dengan Marsel. Apalagi menanyakan keberadaan Marsel, yang datang ke acara ulang tahun Felicia.


"Anak-anak, yuk kita pulang. Acara pesta ulang tahunnya juga sebentar lagi selesai," ucap Nindi yang mengajak kedua anaknya pulang.


"Iya, Bun. Om Marsel, aku dan kak Arsen pamit pulang duluan." Rara berpamitan dengan Marsel. Sebelum ia pergi meninggalkan Marsel. Nindi yang mendengar Rara berpamitan dengan Marsel, ia pun ikut berpamitan juga.


"Iya hati-hati di jalannya," sahut Marsel.


_________


Sementara itu di kediaman rumah Nindi dan Rendra. Gita yang sudah selesai berbicara dengan Nindi di telepon, ia menghempaskan bokongnya di atas sofa sambil berpikir mencari cara. Agar Nindi dan kedua anaknya mau tinggal bersama Rendra, dan mau mengurus Rendra yang sedang mengalami hilang ingatan.


"Bagaimanapun caranya! Aku harus membuat Nindi dan kedua cucuku kembali tinggal di sini," batinnya.


"Bu, Ibu." Rendra berteriak memanggil Gita, yang tengah duduk di ruang tamu.


Gita yang mendengar suara teriakan Rendra, ia segera menimpali teriakan Rendra tanpa datang menghampirinya.


"Ibu sedang duduk di ruang tamu, kamu ke sini saja."

__ADS_1


"Iya, Bu." Rendra pun segera pergi menghampiri Gita.


"Kamu ada apa memanggil Ibu?" tanya Gita. Ketika Rendra baru datang menghampirinya.


"Kata Ibu istri aku cuman Nindi, tapi aku menemukan sebuah foto pernikahanku dengan Marsya, dan ada juga foto liburanku bersama Marsya dan Mawar di pulau Dewata Bali. Apakah Marsya juga istriku? Dan Mawar itu anakku?" jawab Rendra sambil menunjukkan sebuah foto pernikahan dirinya dengan Marsya kepada Gita.


Karena saat ia sedang berada di dalam kamar. Tiba-tiba saja ia ingin membuka tas kerjanya, dan dari situlah ia tidak sengaja menemukan foto pernikahan, dan juga foto dirinya yang sedang berliburan di pulau Dewata Bali bersama Mawar dan Marsya.


"Sudahlah, kamu tidak perlu menanyakan foto itu. Sekarang ini kamu harus membujuk Nindi dan kedua anakmu, agar mereka mau pulang ke rumah," ucap Gita yang tidak menjawab pertanyaan Rendra, ia malah menyuruh Rendra untuk membujuk Nindi dan kedua anaknya.


Rendra yang mendengar ucapan Gita ibunya, membuat dirinya heran dan tidak mengerti dengan ucapan ibunya.


"Sebenarnya, siapa istriku? Nindi apa Marsya? Atau jangan-jangan! Mereka berdua itu istriku?" batin Rendra yang bertanya-tanya di dalam hatinya, ia pun berusaha mengingat dengan jelas. Siapakah yang benar-benar menjadi istrinya.


"Aaakh ..." Rendra menjerit sambil memegang kepalanya dengan kedua tangannya. Karena usahanya, yang ingin mengetahui siapa istrinya. Membuat kepala Rendra menjadi sakit.


"Kamu kenapa, Ren?" tanya Gita yang mengkhawatirkan keadaan Rendra, yang tiba-tiba saja menjerit kesakitan di bagian kepalanya. Saat ia tidak menjawab pertanyaan Rendra, yang menunjukkan beberapa foto kepadanya.


Bi Narsih yang sedang di dapur pun segera pergi menghampiri Gita dan Rendra, yang berada di ruang tamu. Karena ia mendengar suara Rendra, yang menjerit di ruang tamu. Saat Bi Narsih sudah sampai di ruang tamu, ia mendengar suara bel. Bi Narsih pun memutuskan untuk membuka pintu terlebih dahulu, sebelum ia menghampiri Gita dan Rendra di ruang tamu.


"Bi, Papaku ada di dalam tidak?" tanya Mawar. Ketika Bi Narsih sudah membuka pintu rumah.


"A__ada," jawabnya.


"Tuh kan benar, apa yang Mawar bilang. Kalau Papa itu ada di rumah ini, Mah. Ayo, Mah. Kita masuk ke dalam, aku ingin bertemu dengan Papa," ucap Mawar sambil menarik tangan Marsya.


Mawar melakukan itu. Agar Marsya mau masuk ke dalam rumah, sebab saat Mawar mengajak Marsya ke rumah ini. Marsya menolak ajakan Mawar, tapi Mawar yang bersikeras ingin bertemu dengan Rendra, membuat Marsya akhirnya mengikuti ajakan Mawar. Meski di dalam hatinya, ia takut Gita akan memarahinya. Karena sudah mengajak Mawar datang ke rumah ini.


Mawar dan Marsya yang sudah masuk ke dalam rumah, ia melihat Rendra dan Gita berada di ruang tamu.

__ADS_1


"Papa," teriak Mawar yang memanggil Rendra.


"Huuuh, kenapa yang datang ke rumah ini malah Marsya dan Mawar," gerutu Gita di dalam hatinya, yang kesal melihat kedatangan Mawar dan Marsya ke rumah ini. Karena yang ia tunggu itu Nindi dan kedua anaknya.


__ADS_2