Madu Mantan Dulu

Madu Mantan Dulu
bab 31 Bertemu Mawar dan Marsya


__ADS_3

Sesampainya Nindi dan kedua anaknya di rumah sakit, mereka segera masuk ke dalam rumah sakit. Untuk menjenguk Rendra yang masih dirawat di rumah sakit.


Nindi pun segera membuka pintu kamar rawat Rendra. Karena kedua anaknya sudah tidak sabar, ingin bertemu dengan ayahnya. Akan tetapi, saat pintu di buka. Mereka melihat Mawar dan Marsya, yang berada di dekat Rendra.


"Kenapa sih? Harus ke duluan sama kak Mawar dan mamanya," gerutu Rara di dalam hatinya, yang kesal melihat Mawar dan Marsya di dalam kamar rawat ayahnya.


"Bun, kita pulang saja. Aku tidak jadi menjenguk Ayah,'' kata Arsen sambil menarik tangan Nindi, untuk tidak jadi masuk ke dalam kamar rawat ayahnya. Karena ia pun kesal melihat Mawar dan Marsya mamanya, yang berada di dekat ayahnya.


Marsya yang melihat kedatangan Nindi dan kedua anaknya, ia segera menjauh dari Rendra dan ia segera datang menghampiri mereka. Tapi Mawar menarik satu tangannya dan berkata, "Mama di sini saja, kita harus menemani Papa. Agar Papa bisa mengingat kita berdua."


"Tapi ..."


"Aku mau Mama tetap di sini, jangan pedulikan kedatangan mereka." Mawar menyela ucapan Marsya mamanya, dan ia menyuruh Marsya untuk tetap di sini.


Rara semakin kesal mendengar ucapan Mawar, ia pun ikut mengajak Nindi, untuk segera pergi dari rumah sakit.


"Ayo Bun, kita pergi dari sini."


Nindi yang mengerti dengan perasaan kedua anaknya, ia pun menuruti keinginan anaknya.


Akan tetapi, saat Nindi dan kedua anaknya akan menutup pintu kamar rawat Rendra, dari kejauhan Gita melihat kedatangan mereka.


"Aduh, kenapa jadi seperti ini sih? Pasti Nindi dan kedua cucuku melihatĀ  Mawar dan Marsya, aku harus mencegah kepergian Nindi dan kedua cucuku." Gita segera pergi menghampiri Nindi dan kedua cucunya, yang tidak jadi menjenguk Rendra.


"Jangan dulu pulang," teriak Gita sambil berlari menuju kamar rawat Rendra. Karena Nindi dan kedua anaknya akan pergi dari rumah sakit.

__ADS_1


Nindi dan kedua anaknya mendengar suara teriakan Gita, saat ia sudah menutup pintu kamar rawat Rendra. Nindi pun segera menengok ke arah Gita mertuanya, yang berteriak mencegahnya pulang. Karena Gita datang menghampirinya.


"Ibu jangan berlari seperti itu," ucap Nindi. Karena ia mengkhawatirkan keadaan Gita, yang berlari menghampirinya. Saat Gita sudah berada di dekatnya, Nindi segera bersalaman dengan Gita, dan kedua anaknya pun mengikuti Nindi yang bersalaman dengan Gita.


"Iya, tidak apa-apa kok, Nin." Gita mengatakan itu sambil mengatur nafasnya.


"Kalian mau kemana? Dari tadi Omah menunggu kedatangan kalian, kenapa baru datang sekarang?" sambung Gita yang bertanya pada Nindi dan kedua cucunya.


"Aku mau pulang saja, Omah. Soalnya di dalam kamar Ayah ada Mawar dan mamanya," jawab Arsen.


"Lebih baik kita pulang ke rumah, dari pada bertemu Ayah yang sedang bersama Mawar dan mamanya," timpal Rara yang melampiaskan kekesalannya di depan neneknya.


"Tuh, kan benar. Mereka melihat Mawar dan Marsya, seharusnya tadi itu aku menyuruh mereka berdua pulang. Jangan lama-lama di sini, kalau sudah begini. Aku harus bagaimana?" batin Gita yang bingung menjelaskan pada kedua cucunya, yang enggan menjenguk Rendra. Karena melihat Mawar dan Marsya, yang juga menjenguk Rendra.


"Cucu Omah yang cantik dan tampan ini, jangan marah seperti itu. Omah sedih mendengarnya, Ayah kalian juga pasti sedih. Jika mendengar ucapan kalian berdua, yang tidak mau menjenguk Ayah yang sedang sakit," ujar Gita dengan nada suara sedih.


Gita yang mendengar ucapan Rara, ia berjongkok sejajar dengan kedua cucunya, sambil memegang tangan Rara dan Arsen. Sebelum ia menimpali ucapan Rara.


"Meski sekarang ini Ayah belum mengingat dengan kita semua, pasti Ayah akan senang melihat kedatangan kalian. Jadi kalian berdua tetap di sini, jangan dulu pulang yah." Gita berharap dengan ucapannya itu, membuat kedua cucunya akan tetap di sini.


"Aku tidak mau di sini, aku mau pulang saja." Arsen menimpali ucapan Gita, sambil melepaskan tangannya yang di pegang oleh Gita neneknya.


"Kedatangan Mawar dan mamanya ke sini, cuman mau menjenguk Ayah kalian berdua saja. Kenapa kalian berdua jadi tidak mau menjenguk Ayah?" tanya Gita yang belum mengetahui. Kalau Arsen dan Rara sudah mengetahui tentang status Mawar dan Marsya.


"Omah pikir aku dan Rara tidak tahu! Kalau sebenarnya itu, Mawar anaknya Ayah," jelas Arsen yang memberitahukan pada Gita.

__ADS_1


Degh.


Gita terhenyak, mendengar ucapan Arsen cucunya.


"Aku kira Arsen dan Rara belum mengetahui semuanya, tapi ternyata dugaanku salah. Kedua cucuku sudah mengetahui semuanya. Pasti Nindi dan kedua orang tuanya, yang sudah memberitahukan semuanya pada kedua cucuku,'' batinnya.


"Maaf, Bu. Aku sudah memberitahukan tentang status Mawar dan Marsya, kedua anakku berhak mengetahui semuanya. Meski hal itu, menyakiti perasaan kedua anakku," ucap Nindi yang meminta maaf pada Gita.


Belum sempat Gita menimpali ucapan Nindi. Rara sudah berbicara lebih dulu.


"Ayo Bun, kita pulang saja. Aku tidak mau lama-lama di sini, apalagi melihat kedekatan Ayah dengan Mawar dan mamanya," ajak Rara pada Nindi.


"Kalian jangan dulu pulang ke rumah, nanti kita pulang ke rumahnya sama-sama. Karena hari ini Ayah boleh pulang ke rumah," tutur Gita yang tetap berusaha membujuk kedua cucunya untuk tetap di sini. Karena tadi itu, Gita pergi ke ruangan dokter Erdianto yang memberitahukan tentang kepulangan Rendra hari ini.


"Kalau begitu, kita bertemu di rumah saja Omah. Jadi aku bisa bertemu dengan Ayah, tanpa melihat Mawar dan mamanya," sahut Rara yang tetap dengan pendiriannya, yang tidak mau menjenguk ayahnya. Jika ada Mawar dan Marsya.


"Rara, Arsen. Kita pulang ke rumahnya sama-sama saja, yah. Mawar dan mamanya sebentar lagi juga pulang, jadi kalian bisa menjenguk Ayah dulu di sini. Sebelum kita pulang ke rumah," ujar Gita yang masih berusaha membujuk kedua cucunya. Karena ada hal yang mau ia bicarakan dengan Nindi.


"Maaf, Bu. Jangan terus memaksa kedua anakku, untuk tetap di sini. Sebaiknya, aku dan anak-anak pulang duluan saja, sekalian aku mau merapikan tempat tidur untuk Mas Rendra." Nindi mengucapkan maaf, dan berpamitan dengan Gita mertuanya. Karena ia mengerti dengan perasaan kedua anaknya, yang tidak mau menjenguk ayahnya. Sebab kehadiran Mawar dan Marsya, yang sudah lebih dulu datang menjenguk Rendra.


Gita menghela nafas, dan membuangnya secara kasar. Sebelum ia mengijinkan Nindi dan kedua cucunya pulang ke rumah.


"Ya sudah, kalian hati-hati di jalannya. Nanti Omah akan mengantar Ayah pulang ke rumah,"


"Iya, Omah. Aku pamit pulang duluan," balasnya.

__ADS_1


Saat Nindi dan kedua anaknya sudah pergi meninggalkan Gita. Ada orang yang datang menghampiri Gita, dan itu membuatnya kaget.


"Mau apa dia datang ke sini?" gerutu Gita di dalam hatinya.


__ADS_2