
Saat Nindi mengajak kedua anaknya, dan Namira mamanya. Untuk pergi menjauh dari Merlin, yang mau memberitahukan semuanya pada kedua anaknya. Tapi Merlin malah mengikuti mereka, yang akan pergi ke kamar rawat Rendra. Nindi dan kedua anaknya tidak mengetahui tentang Merlin yang mengikutinya.
Sedangkan Namira, ia melihat Merlin yang pergi mengikutinya. Namira segera berbalik ke belakang, dan mendekati Merlin sambil menarik satu tangannya. Agar Merlin pergi menjauh, dan tidak mengikuti Nindi dan kedua anaknya. Sebab ia ingin berbicara dengan Merlin, tanpa Nindi dan kedua anaknya mengetahui pembicaraan antara dirinya dengan Merlin.
"Kamu itu siapa, sih? Kenapa kamu mau memberitahukan semuanya pada kedua cucuku?" tanya Namira yang tidak mengenal Merlin.
"Oh. Jadi wanita di hadapanku ini adalah ibunya Nindi," batin Merlin sambil memperhatikan penampilan Namira, yang sedang bertanya kepadanya.
"Hey, jangan diam saja! Siapa kamu?" Namira kembali bertanya sekali lagi pada Merlin, yang tidak menjawab pertanyaannya.
"Perkenalkan nama saya, Merlin. Saya ini adalah kakaknya Marsya istri siri Rendra menantumu," jawab Merlin yang memperkenalkan dirinya pada Namira, sambil tersenyum miring.
"Punya adik seorang pelakor saja bangga sekali," ketus Namira yang menyindir Merlin.
"Jangan kamu katakan adikku itu pelakor, anakmu saja yang mudah dibohongi. SampaiĀ tidak mengetahui pernikahan suaminya dengan adikku selama 11 tahun," ujar Merlin yang tidak kalah sengitnya.
"Wajar anakku tidak mengetahui itu. Karena kalian semua, yang menutupi perselingkuhan Rendra dengan adikmu sampai bertahun-tahun lamanya. Dan yang aku katakan soal adikmu itu memanglah benar, buktinya mau saja menikah dengan suami orang sampai bertahun-tahun lamanya. Kalau bukan pelakor, terus apa namanya?"
"Aku sudah bilang kalau ..."
"Kalau adikmu itu seorang pelakor, iyakan?" Namira yang kesal dengan Merlin, ia segera memotong ucapannya. Hingga terjadilah keributan di rumah sakit antara Namira dan Merlin.
Orang-orang yang berada di rumah sakit pun berusaha memisahkan Namira dan Merlin, tapi mereka berdua tetap saja saling adu mulut. Meski orang-orang sudah berusaha memisahkan mereka berdua, hingga akhirnya dua satpam rumah sakit pun datang. Untuk memisahkan mereka berdua, yang membuat keributan di rumah sakit.
"Kalau mau berantem itu jangan di sini, ini itu rumah sakit," ucap pak satpam. Ketika ia dan temanya berhasil memisahkan Merlin dan Namira, yang ribut di rumah sakit.
"Dia yang mulai duluan, Pak." Namira mengatakan itu sambil menunjuk ke arah Merlin.
__ADS_1
"Bukan aku, tapi dia duluan," sahut Merlin yang tidak mau di salahkan.
"Jangan menyalahkan aku, semua ini terjadi gara-gara kamu duluan yang mau memberitahukan semuanya pada kedua cucuku," timpal Namira yang geram pada Merlin, yang menuduh dirinya memulai keributan yang terjadi di rumah sakit.
"Kamu jangan menyalahkanku..."
"Sudah! Jangan saling menyalahkan. Karena kalian berdua itu sama-sama salah dan menganggu kenyamanan pasien, yang datang ke rumah sakit ini. Sebaiknya kalian berdua pergi dari rumah sakit ini," pak satpam yang geram, ia segera memotong ucapan Merlin.
Kedua satpam itu pun langsung mengusir Namira dan Merlin dari rumah sakit. Sehingga membuat mereka berdua tidak bisa masuk ke dalam rumah sakit lagi.
"Ini semua gara-gara kamu, aku jadi tidak bisa menjenguk Rendra," ucap Merlin yang kesal dengan Namira.
"Kenapa kamu jadi marah, cuman gara-gara tidak bisa menjenguk Rendra. Sebenarnya istri sirinya Rendra itu kamu atau adikmu?" tanya Namira yang heran dengan sikap Merlin, yang marah kepadanya. Karena Merlin tidak bisa menjenguk Rendra di dalam rumah sakit.
"Ya tentu saja adikku lah, masa aku. Sebagai kakak ipar yang baik, ya tentu saja aku ingin menjenguk Rendra. Karena aku ingin mengetahui keadaannya, yang mengalami kecelakaan," jawab Merlin.
"Kamu jadi orang, jangan sembarangan bicara. Hubunganku dengan Rendra, hanya sebatas kakak dan adik ipar tidak lebih dari itu," sahut Merlin yang membantah tuduhan Namira.
"Mana mungkin aku percaya dengan ucapanmu. Kalian semua itu tukang bohong," timpal Namira yang tidak percaya dengan ucapan Merlin.
"Terserah kamu saja, mau percaya atau tidak. Karena itu bukan urusanku," kata Merlin.
Setelah Merlin selesai mengatakan itu pada Namira, ia memutuskan untuk pergi menjauh dari Namira yang menuduhnya memiliki hubungan dengan Rendra.
"Aku yakin sekali. Kalau dia juga memiliki hubungan dengan Rendra, adik dan kakak sama-sama suka merebut suami orang," lirih Namira. Ketika ia melihat Merlin pergi menjauhinya.
Setelah kepergian Merlin, Namira memutuskan menghubungi nomor telepon Nindi. Untuk memberitahukan kepadanya, kalau dia tidak bisa masuk ke dalam rumah sakit lagi.
__ADS_1
_________
Di dalam rumah sakit.
Nindi dan kedua anaknya sudah sampai di depan pintu kamar rawat Rendra. Saat Nindi akan membuka pintu kamar rawat Rendra. Nindi menengok ke belakang terlebih dahulu, sebelum ia membuka pintu kamar rawat inap Rendra. Akan tetapi, ia tidak melihat keberadaan Namira mamanya.
"Ke mana perginya, Mama?" batinnya yang bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Karena ia tidak mengetahui tentang Namira, yang pergi meninggalkannya.
"Bun, kok Nenek tidak ada?" tanya Rara dan Arsen secara bersamaan. Karena mereka berdua juga tidak melihat keberadaan Namira neneknya.
"Bunda juga tidak tahu, mungkin saja Nenek pergi ke toilet dulu. Sebaiknya kita menunggu Nenek di dalam saja," jawab Nindi yang memutuskan mengajak kedua anaknya. Untuk masuk ke dalam kamar rawat Rendra, sambil menunggu kedatangan Namira mamanya yang ia kira pergi ke toilet.
"Iya Bun," sahut kedua anaknya Nindi.
Saat Nindi dan kedua anaknya masuk ke dalam kamar rawat Rendra, mereka bertiga melihat Rendra yang terbaring di atas tempat tidur.
"Kalian siapa?" tanya Rendra kepada Nindi dan kedua anaknya, yang masuk ke dalam kamar rawatnya. Karena dia tidak mengingat Nindi dan juga kedua anaknya.
"Ini aku Nindi istrimu, kalau ini Arsen dan Rara anak kita," jawab Nindi yang memberitahukan kepada Rendra tentang dirinya dan juga kedua anaknya. Karena ia berharap Rendra bisa mengingatnya dan juga kedua anaknya.
"Anak? Kapan kita menikahnya? Aku tidak ingat sama sekali," ucap Rendra yang kembali bertanya pada Nindi.
"Ternyata yang di katakan Dokter Erdianto benar, Mas Rendra tidak ingat denganku dan kedua anaknya," batin Nindi.
"Nindi, kenapa kamu diam saja? Apakah benar kita sudah menikah, dan memiliki dua anak?" cerca Rendra yang ingin memastikan kebenarannya pada Nindi.
"Iya benar, Mas. Kita sudah menikah selama 11 tahun, dan kedua anak ini adalah anak kita," jelas Nindi sambil mengagukkan kepalanya.
__ADS_1
"Ayah benar-benar lupa sama aku dan Rara?" lirih Arsen yang bersedih mendengar ucapan Rendra, yang tidak mengingat dirinya dan juga Rara adiknya.