
Nindi yang sudah selesai makan bersama dengan anak-anaknya dan kedua orang tuanya, deringan ponsel miliknya menghentikan aktivitasnya yang mau membersihkan piring yang kotor.
Saat Nindi mengambil handphonenya, ia melihat panggilan telepon dari Gita mertuanya.
"Mau apa Ibu menghubungiku?" batinnya.
"Nin, itu handphone kamu berdering terus. Kenapa tidak kamu angkat?" tanya Namira yang heran dengan sikap Nindi, sebab Nindi tidak langsung menerima panggilan telepon dari orang yang menghubunginya.
"Iya, Mah. Ini mau Nindi angkat kok," jawab Nindi yang segera menjauh dari tempat makan, dan ia tidak jadi membersihkan piring yang kotor.
Nindi sengaja tidak langsung menerima panggilan telepon dari Gita, di depan anak dan kedua orang tuanya. Karena ia tidak mau anak dan kedua orang tuanya, mendengar pembicaraannya dengan Gita. Nindi pun memutuskan pergi meninggalkan anak dan kedua orang tuanya di meja makan, sebelum ia menerima panggilan telepon dari Gita ibu mertuanya.
Handphone Nindi kembali berdering lagi, sebab Nindi masih belum menerima panggilan telepon dari Gita mertuanya.
Saat Nindi sudah berada di dalam kamarnya, ia baru menerima panggilan telepon dari Gita.
"Halo, Bu. Ada apa?" tanyanya.
"Kamu kemana saja, Nin? Dari tadi ibu menghubungimu terus, tapi baru di angkat sekarang," jawab Gita yang bertanya balik pada Nindi. Karena Nindi tidak langsung menerima panggilan telepon darinya, yang sudah beberapa kali menghubunginya.
"Maaf, Bu. Aku telat menerima panggilan telepon dari Ibu, soalnya tadi itu aku dan anak-anak sedang makan bersama," sahut Nindi. Tapi ia tidak memberitahukan pada Gita, tentang dirinya dan kedua anaknya yang makan bersama dengan kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Oh begitu, maaf Ibu jadi menganggu waktu kamu dan anak-anak yang sedang makan," timpal Gita yang ikut meminta maaf pada Nindi.
"Iya, tidak apa-apa kok, Bu. Oh, iya! Ada apa Ibu menghubungiku?" Nindi kembali bertanya lagi pada Gita mertuanya, yang dari tadi terus menghubunginya.
"Apakah kamu sudah mengetahui kabar Rendra yang kecelakaan? Dan sekarang ini, kondisi Rendra mengalami hilang ingatan?" Gita sengaja mengatakan itu, meski ia tahu Nindi sudah mengetahuinya. Karena Gita berharap Nindi akan prihatin melihat kondisi Rendra putranya, yang mengalami hilang ingatan.
"Iya, Bu. Nindi sudah tahu hal itu, tapi maaf Nindi tidak bisa menemani Mas Rendra. Karena Nindi harus menemani Rara dan Arsen," sahut Nindi yang meminta maaf lagi pada Gita. Karena ia tidak bisa menemani Rendra, yang sedang dirawat di rumah sakit.
"Kamu tidak perlu meminta maaf sama ibu, Nin. Ibu mengerti, kok. Oh iya, bisakah besok kamu datang ke rumah sakit? Soalnya ada yang mau ibu bicarakan denganmu," ucap Gita yang langsung berbicara dengan inti tujuannya, yang ingin mengajak Nindi berbicara dengannya.
"Mau apa Ibu mengajakku berbicara di rumah sakit?" batin Nindi yang bertanya-tanya pada dirinya sendiri, tentang ajakan Gita mertuanya yang ingin berbicara dengannya.
"Bagaimana, Nin? Bisakah kamu besok datang ke rumah sakit?" sambung Gita yang kembali bertanya pada Nindi. Sebab Nindi tidak langsung menjawab ajakannya, yang ingin berbicara dengan Nindi di rumah sakit.
"Iya, Bu. Nanti Nindi dan anak-anak akan pergi ke rumah sakit, untuk menjenguk Mas Rendra,"
"Ibu tunggu kedatanganmu dan kedua cucu Ibu di rumah sakit," timpalnya. Sebelum mematikan panggilan teleponnya.
Setelah selesai berbicara dengan Gita mertuanya, handphone Nindi kembali berdering. Nindi pun segera menerima panggilan telepon dari Tomi.
"Ada apa, Tom?" tanyanya.
__ADS_1
"Aku mau memberitahukan kepadamu. Kalau aku sudah berhasil, mengetahui tempat tinggalnya Mawar dan Marsya," jawab Tomi yang memberitahukan pada Nindi tentang hasil penyelidikannya, yang mencari tahu tempat tinggalnya Mawar dan Marsya.
"Aku sudah tahu rumahnya, Tom. Maaf aku tidak sempat memberitahukan soal itu kepadamu," sahut Nindi yang meminta maaf. Karena ia tidak menghubungi Tomi, saat ia sudah mengetahui tempat tinggalnya Mawar dan Marsya.
"Kalau kamu sudah tahu rumahnya, kenapa kamu menyuruhku untuk mencari tahu tempat tinggalnya? Buang-buang waktuku saja," gerutu Tomi yang kembali bertanya, dengan nada sedikit kesal pada Nindi. Karena usahanya yang mencari tahu tempat tinggalnya Mawar dan Marsya hanya sia-sia saja.
"Maaf, Tom. Kamu jangan marah sama aku, seperti itu dong. Waktu aku menyuruh kamu mencari tahu tempat tinggalnya Mawar dan Marsya, aku tidak sengaja melihat Mawar dan Merlin berada di depan rumah yang jaraknya tidak jauh dari rumah mertuaku. Aku sengaja berhenti sebentar, untuk memastikan apa yang aku lihat itu. Apakah benar-benar Mawar dan Merlin? Dan ternyata itu benar mereka berdua. Saat aku akan pergi dari rumah itu, tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depan rumah itu. Wanita yang keluar dari mobil adalah Marsya, dan dari situlah aku mulai menyelidiki sendiri. Tentang rumah itu, yang merupakan tempat tinggal mereka berdua selama ini. Sekali lagi aku minta maaf yah, Tom." Nindi menjelaskan semuanya pada Tomi, dan ia pun kembali meminta maaf lagi pada Tomi.
"Oh begitu, ya sudah tidak apa-apa Nin. Aku memaafkan kamu, kok. Oh iya, Nin. Aku rasa kamu belum tahu semuanya deh, soalnya aku mendapatkan informasi dari tetangga yang berada di dekat rumah Marsya. Katanya, rumah itu baru beberapa tahun terakhir ini, mereka berdua tinggal di sana," timpal Tomi yang memberitahukan informasi yang ia dapatkan. Saat ia menyelidiki rumah Marsya dan Mawar.
"Terima kasih atas informasinya, Tom. Aku akan mengirimkan uangnya ke nomor rekening kamu," ucap Nindi.
"Tidak usah ..."
"Pokoknya kamu harus menerimanya, Tom. Karena aku sudah menyuruh kamu, dan kamu juga sudah berusaha mencari tahu informasinya. Meski aku juga sudah mengetahuinya, walaupun tidak semuanya. Jadi kamu harus menerimanya, yah." Nindi menyela ucapan Tomi, dan ia memaksa Tomi untuk menerima uang yang akan ia transfer ke rekening Tomi.
"Ya sudahlah, terserah kamu saja. Aku ucapkan terima kasih, dan jika kamu butuh bantuanku lagi. Jangan sungkan-sungkan, untuk menghubungiku," sahutnya.
"Iya sama-sama, Tom. Berkat bantuanmu, aku jadi mengetahui semua rahasia yang di tutupi oleh Mas Rendra selama ini. Tapi ... kondisi Mas Rendra sekarang ini, dia mengalami hilang ingatan." Nindi pun memberitahukan tentang keadaan Rendra yang hilang ingatan pada Tomi.
"Apa! Rendra hilang ingatan? Bagaimana bisa? Apa jangan-jangan! Dia itu hanya berpura-pura hilang ingatan. Karena kamu kan, sudah mengetahui rahasianya." Tomi kaget mendengar ucapan Nindi, dan ia jadi berprasangka buruk pada Rendra.
__ADS_1
"Mas Rendra mengalami kecelakaan, Tom. Sehingga membuat Mas Rendra, jadi hilang ingatan. Karena tadi siang itu, Papa dan Mamaku mengusir Mas Rendra dari rumah..."
"Jadi Ayah mengalami kecelakaan. Karena di usir sama Kakek dan Nenek, Bun?" Arsen memotong ucapan Nindi, yang sedang berbicara dengan Tomi di telepon.