
"Tadi Tante Ayu datang menghampiriku dan Rara, dia menanyakan Bunda sama kita berdua. Yuk, Bun. Kita masuk lagi ke dalam, acaranya kan belum selesai," jawab Arsen yang mengajak Nindi masuk ke dalam acara ulang tahun Felicia.
"Iya, Sayang." Nindi menanggapi jawaban Arsen sambil mengagukkan kepalanya, dan mereka pun segera masuk ke dalam acara ulang tahun Felicia.
Saat Nindi dan kedua anaknya masuk ke dalam acara ulang tahun Felicia, ia melihat Ayu dan teman-temannya melambaikan tangan ke arahnya. Nindi menanggapi lambaian tangan dari Ayu dan teman-temannya, dengan mengagukkan kepalanya sambil tersenyum manis. Nindi memutuskan berpamitan dulu dengan kedua anaknya, sebelum ia pergi menghampiri Ayu dan teman-teman yang lainnya.
Nindi melakukan itu. Karena ia tidak mau membuat Arsen dan Rara mencari keberadaannya, seperti saat Nindi keluar dari acara ulang tahun. Untuk menerima panggilan telepon dari Gita mertuanya.
"Sayang, Bunda mau menghampiri Tante Ayu dulu di sana," ucap Nindi sambil menunjuk ke arah Ayu, yang sedang berkumpul dengan teman-temannya.
"Iya, Bun. Aku dan Rara mau lihat badut," sahut Arsen sambil menunjuk ke arah badut, yang sedang beraksi menghibur anak-anak yang datang ke acara ulang tahun Felicia.
"Happy fun, Sayang."
Nindi mengatakan itu, sambil melambaikan tangannya ke arah Rara dan Arsen. Setelah itu barulah ia pergi menghampiri Ayu, yang sedang berkumpul dengan teman-teman yang lainnya. Nindi bercipika-cipiki dengan teman-teman yang lainnya yang baru ia temui, dan ia pun berbasa-basi menanyakan kabar teman-temannya. Sebelum ia menghampiri Ayu, yang mencari keberadaannya pada kedua anaknya.
Belum sempat Nindi bertanya pada Ayu, tapi Ayu sudah lebih dulu bertanya kepadanya.
"Tadi itu kamu pergi kemana, Nin? Soalnya, saat aku datang menghampiri kedua anakmu, mereka berdua juga tidak tahu kamu pergi ke mana?"
__ADS_1
"Sorry. Tadi itu aku keluar sebentar, soalnya aku mau menerima panggilan telepon," jawabnya.
"Oh, begitu. Aku kira, kamu sedang berbicara dengan Marsel mantan kekasihmu itu, yang sekarang ini menjadi seorang kurir," celetuk Vanya temannya Nindi yang mendengar pembicaraan Nindi dengan Ayu, sambil menutup mulut dengan tangannya. Agar Nindi tidak mengetahui, tentang dirinya yang sedang tertawa mengejek Marsel.
Sedangkan Nindi yang melihat itu, ia tidak memperdulikan sikap Vanya yang seperti itu. Tapi mendengar ucapan Vanya, membuat Nindi mengkerutkan keningnya. Karena saat kemarin ia bertemu dengan Marsel, ia tidak sempat menanyakan pekerjaannya Marsel. Jadi Nindi tidak mengetahui pekerjaan Marsel, yang menurut teman-temannya bekerja sebagai seorang kurir.
Nindi yang penasaran, ia pun memberanikan diri untuk bertanya pada Ayu dan Vanya serta teman-teman yang lainnya.
"Kamu kata siapa? Kalau Marsel itu bekerja sebagai seorang kurir?"
"Kamu kan tadi habis di luar, masa kamu tidak melihat Marsel yang membawa semua makanan yang aku pesan," jawab Ayu sambil menggelengkan kepalanya, dan kemudian di iringi suara gelak tawa dari Ayu dan teman-teman yang lainnya juga.
"Hahaha..."
"Jika memang Marsel ada di sini? Di mana dia sekarang?" tanya Nindi yang tidak yakin dengan jawaban Ayu dan teman-temannya, yang mengatakan melihat kedatangan Marsel ke acara ulang tahun Felicia sebagai seorang kurir.
Di saat Nindi menanyakan keberadaan Marsel, tidak lama kemudian Marsel keluar. Setelah ia sudah selesai menaruh pesanan makanan, yang di pesan oleh Ayu. Vanya yang lebih dulu melihat Marsel, ia segera memberitahukan kepada Nindi.
"Tuh, dia." Vanya menunjuk ke arah Marsel yang akan pergi dari acara ulang tahun Felicia.
__ADS_1
Nindi terhenyak melihat Marsel, yang di tunjuk oleh Vanya.
"Ternyata Marsel memang benar ada di acara ulang tahun Felicia. Tapi penampilan Marsel menurutku tidak seperti seorang kurir, pakaian yang dikenakannya pun pakaian santai," batin Nindi yang melihat penampilan Marsel yang menggunakan baju kaos dan celana jeans, yang menurutnya tidak seperti seorang kurir yang di katakan oleh teman-temannya.
"Beruntung kamu menikah dengan Rendra, Nin. Kalau kamu jadi menikah dengan Marsel, pasti kamu jadi ibu kurir. Hahaha," ucap Vanya sambil tertawa, dan teman-teman yang lainnya pun juga ikut tertawa.
"Yang kamu katakan benar, Vanya. Kedua orang tuanya Nindi, memang tidak salah memilih suami untuk Nindi. Rendra memang suami yang terbaik untukmu, Nin." Ayu pun menimpali ucapan Vanya sambil tersenyum senang, dan kemudian ia merangkul Nindi dalam pelukannya.
"Kalian semua tidak tahu saja, tentang pernikahanku dengan Mas Rendra yang tidak baik-baik saja. Karena Mas Rendra selama ini sudah merahasiakan pernikahannya dengan Marsya, dan keluarganya pun ikut merahasiakan semua itu dariku." Nindi hanya mampu, mengatakan semua itu di dalam hatinya. Sebab ia tidak mau memberitahukan pada teman-temannya, tentang hubungannya dengan Rendra yang sedang tidak baik-baik saja.
Di tengah pembicaraan mereka semua, yang sedang membicarakan Marsel. Tiba-tiba Ira temannya Nindi melihat kedua anaknya Nindi, yang berlari menghampiri Marsel sambil berteriak memanggil namanya.
"Om Marsel," teriak kedua anaknya Nindi yang memanggil Marsel, sambil berlari menghampirinya.
"Nin, itu kedua anakmu memanggil Marsel? Emangnya mereka kenal dengan Marsel?" tanya Ira temannya Nindi sambil menunjuk ke arah kedua anaknya Nindi. Sebab ia melihat dan mendengar kedua anaknya Nindi, yang memanggil Marsel. Saat Marsel akan pergi dari acara ulang tahun Felicia.
Sebelum Nindi menjawab pertanyaan Ira, ia menengok ke arah suara teriakan kedua anaknya terlebih dahulu. Saat Nindi akan menjawab pertanyaan Ira. Vanya pun malah ikut bertanya, "Kok kedua anakmu kenal dengan Marsel?"
"Kamu jangan diam saja, Nin. Jawab dong pertanyaanku dan Vanya, memangnya kedua anakmu kenal dengan Marsel?" timpal Ira yang kembali bertanya sekali lagi pada Nindi. Sebab ia penasaran, dan ingin mengetahui semua itu dari Nindi.
__ADS_1
Nindi menjawab pertanyaan Ira dan Vanya, dengan mengagukkan kepalanya. Ia pun memutuskan, untuk segera pergi menghampiri kedua anaknya tanpa berpamitan dengan teman-temannya. Sebab ia tidak mau mendengar pertanyaan dari teman-temannya, yang pastinya akan menanyakan semua itu lebih lanjut lagi. Akan tetapi, saat Nindi akan pergi menghampiri kedua anaknya, yang sedang bersama Marsel. Ayu mencegah kepergian Nindi, dengan cara menarik satu tangan Nindi.
"Sejak kapan kedua anakmu mengenal Marsel? Apa jangan-jangan! Kamu dan Marsel kembali dekat, saat dia kembali tinggal di kota ini?" Ayu pun ikut bertanya pada Nindi. Karena ia curiga Nindi dan Marsel memiliki hubungan, sebab ia melihat kedekatan Rara dan Arsen yang sekarang ini berada di dekat Marsel.