Madu Mantan Dulu

Madu Mantan Dulu
Bab 7 Mendapatkan Informasi


__ADS_3

Rendra yang sudah berada di dalam mobilnya, ia menghembuskan nafas lega. Karena ia bisa ke luar dari rumahnya, tanpa mendapat pertanyaan dari Nindi, yang tidak menanyakan tentang kedatangan Merlin yang mengajak Mawar pergi ke rumah sakit. Dan Nindi juga tidak menanyakan ucapan Merlin, yang mau memberitahukan rahasia Rendra kepada Nindi.


"Meski tadi itu, aku sempat terjebak macet. Tapi aku beruntung, bisa datang tepat waktu. Sehingga aku bisa menyela ucapan Merlin, yang mau memberitahukan tentang rahasiaku kepada Nindi. Awas kau Merlin! Aku akan memberi pelajaran kepadamu, yang berani datang ke rumahku, dan mau memberitahukan semua rahasiaku pada Nindi," batin Rendra yang geram pada Merlin, dan ia segera pergi menuju rumah sakit Kasih Ibu lagi. Karena Rendra mau berbicara dengan Merlin dan Marsya serta Mawar, yang memberitahu Nindi tempat Marsya yang dirawat di rumah sakit kasih ibu.


Rendra yang sudah sampai di rumah sakit. Ia segera masuk ke dalam kamar rawat Marsya, dan melihat Merlin dan Mawar yang sedang menjenguk Marsya.


"Kamu berani sekali menginjakkan kakimu ke rumahku!" ucap Rendra sambil menunjuk ke arah Merlin, yang berada di dekat Marsya dan Mawar.


"Kamu baru datang langsung marah-marah, dan nunjuk aku seperti itu. Memangnya kenapa sih? Kalau aku datang ke rumahmu? Aku itu hanya ingin bertemu dengan Mawar keponakanku, masa tidak boleh?" sahut Merlin sambil melipat kedua tangannya.


"Jangan jadikan Mawar sebagai alasan. Agar kamu bisa datang ke rumahku, kamu pikir aku tidak tahu tujuanmu datang ke rumahku. Jika tadi, aku terlambat pulang ke rumah. Pasti kamu sudah memberitahukan kepada Nindi tentang status Mawar, iyakan?" Rendra menatap tajam ke arah Merlin, yang  terdiam dan tidak langsung menjawab pertanyaannya.


"Kenapa kamu diam saja? Jawab pertanyaanku!" sambungnya.


"Ya memang benar, itu tujuan kedatanganku ke rumahmu. Istrimu harus mengetahui semua rahasiamu, dan tidak perlu di tutupi seperti ini terus. Sampai kapan kamu mau menutupi semua ini darinya? Adikku juga istrimu dan Mawar adalah anakmu," jawab Merlin yang membenarkan pertanyaan Rendra.  Karena ia ingin Nindi mengetahui hubungan antara Rendra dengan Marsya adiknya.


Rendra yang geram mendengar jawaban Merlin, ia segera mengangkat tangannya untuk menampar pipi Merlin.


"Mas. Jangan sakiti kak Merlin," teriak Marsya mencegah Rendra, yang akan menampar pipi kakaknya.


"Di sini ada Mawar, Mas. Jangan sampai Mawar melihat itu," sambung Marsya, yang berusaha meredam amarah Rendra yang kesal dengan Merlin kakaknya.


Rendra yang tidak jadi menampar pipi Merlin, ia mengepalkan tangannya di atas udara.


"Jangan senang dulu, Merlin. Meski tanganku tidak bisa menampar pipimu sekarang ini, tapi ada tangan orang lain yang akan melakukan itu. Tunggu saja pembalasanku," batin Rendra sambil menyunggingkan senyuman.

__ADS_1


Kini Rendra beralih pada Mawar yang berada di dekat Marsya. Karena ia ingin bertanya kepada Mawar.


"Mawar. Apakah tadi itu kamu berbicara dengan Tante Nindi? Dan memberitahukan tentang Mama yang di rawat di sini?" tanya Rendra yang ingin memastikan kebenarannya.


"Iya benar, Pah."


"Ternyata dugaanku itu benar, Mawar yang memberitahukan kepada Nindi," batin Rendra yang mendengar jawaban Mawar sambil mengepalkan tangannya.


"Memangnya Mawar tidak boleh memberitahukan kepada Tante Nindi, Pah?" tanya Mawar pada Rendra. Karena ia melihat Rendra, yang seperti kesal kepadanya.


"Iya boleh, Nak." Rendra menyembunyikan rasa kesalnya pada Mawar, sambil memaksakan sedikit senyuman.


"Beneran? Papa tidak marah sama Mawar?" tanyanya lagi.


"Iya Pah," balasnya.


Rendra segera menarik tangan Merlin, dan mengajaknya pergi ke luar kamar rawat Marsya.


Bruk.


Merlin terjatuh ke bawah lantai. Karena Rendra melepaskan tangannya yang memegang tangan Merlin, dan mendorong Merlin sampai terjatuh ke bawah lantai.


"Kamu urus Mawar, dan ajak dia tinggal bersamamu. Selama Marsya dirawat di rumah sakit, jadi aku tidak perlu mengajak Mawar tinggal bersamaku lagi," ucap Rendra yang menyuruh Merlin mengajak Mawar tinggal bersamanya.


"Kenapa kamu tidak mau mengurus Mawar? Dan mengajaknya tinggal bersamamu, dia itu anakmu juga." Merlin menimpali ucapan Rendra, yang tidak mau mengurus Mawar.

__ADS_1


"Aku tidak mau Mawar tinggal bersamaku lagi, itu bisa membuat Nindi curiga kepadaku. Dan kamu harus ingat dengan ucapanku! Jangan menginjakkan kakimu ke rumahku. Apalagi sampai memberitahu hubunganku dengan Marsya kepada Nindi istriku, jika sampai itu terjadi! Aku tidak segan-segan menyuruh orang untuk menyakitimu,'' kata Rendra yang memberi ancaman pada Merlin, dan ia segera pergi meninggalkan Merlin. Setelah mengatakan itu semua pada Merlin.


"Sampai kapan kamu mau merahasiakan hubunganmu dengan Marsya pada Nindi istrimu?" tanya Merlin yang mencegah kepergian Rendra.


"Sampai aku mati. Karena aku tidak mau sampai Nindi mengetahui hubunganku dengan Marsya, dan aku harap! Kamu bisa menjaga rahasia ini," jawabnya.


"Aku dan Marsya bisa saja menjaga rahasiamu selamanya. Asalkan! Kamu bisa berperilaku adil terhadap dua istrimu," ucap Merlin yang meminta Rendra. Untuk berperilaku adil terhadap Marsya adiknya, yang tidak pernah mendapat perhatian dari Rendra.


"Kamu memintaaku untuk berlaku adil pada kedua istriku? Marsya saja tidak keberatan, aku jarang menemuinya. Jadi kamu jangan ikut campur dengan urusan rumah tanggaku," sahut Rendra yang tidak suka dengan ucapan Merlin, yang memintanya berlaku adil terhadap dua istrinya.


"Aku berhak ikut campur. Karena Marsya itu adikku, ini sudah sebelas tahun lamanya Rendra. Tapi kamu tidak pernah memperlakukan Marsya selayaknya seorang istri yang kamu cintai, aku hanya meminta kamu untuk berlaku adil terhadap kedua istrimu. Kalau permintaanku tidak kamu turuti, aku akan memberitahukan semuanya pada Nindi istrimu," timpal Merlin yang kesal dengan sikap Rendra pada Marsya adiknya, yang tidak mendapatkan perhatian dari Rendra. Selama sebelas tahun pernikahan mereka berdua.


"Bukannya kamu dan Marsya sudah tahu dari dulu, wanita yang aku cintai cuman Nindi istriku. Jangan coba-coba mengancamku! Itu tidak akan bisa," kata Rendra sambil tersenyum miring.


"Hahaha ... kamu itu lucu sekali Rendra. Bilangnya cuman cinta sama Nindi istrimu, tapi nyatanya kamu malah menduakannya dari awal pernikahan sampai sebelas tahun lamanya. Bahkan sekarang ini, Marsya tengah mengandung anak keduamu." Merlin mentertawakan perkataan, yang baru saja di katakan oleh Rendra. Bahkan ia tidak takut dengan ancaman Rendra, yang memberi ancaman kepadanya.


"Kamu jangan mengatakan kejadian sebelas tahun yang lalu, aku tidak mau mendengarnya. Karena itu semua terjadi bukan kemauanku, masih untung aku bertanggung jawab pada adikmu sampai sekarang ini. Jangan pernah ikut campur dengan urusanku, apalagi memintaaku untuk berlaku adil pada kedua istriku." Rendra menjeda sebentar ucapannya, yang belum selesai berbicara dengan Merlin.


"Asal kamu tahu! Saat itu, aku terpaksa menikah siri dengan adikmu, yang saat itu sedang hamil Mawar. Aku tegaskan sekali lagi kepadamu! Jangan ikut campur dengan rumah tanggaku, apalagi urusan pribadiku. Aku akan menyuruh orang untuk mengawasimu, dan aku tidak segan-segan menyakitimu. Tugasmu sekarang ini cuman mengurus Mawar, dan jangan sampai kamu memberitahukan rahasiaku kepada Nindi. Ingat itu Merlin!" sambung Rendra yang memberi ancaman pada Merlin lagi. Agar tidak ikut campur dengan urusan pribadinya.


"Iya Rendra, kamu tenang saja. Aku tidak akan memberitahukan semua itu kepada Nindi. Tapi aku minta uang, selama aku mengurus Mawar. Karena itu semuanya tidak gratis," ucap Merlin yang meminta uang kepada Rendra.


"Aku sudah bisa menebak, kalau ujung-ujungnya Merlin datang ke Jakarta hanya meminta uangku," batin Rendra yang kesal dengan Merlin, tapi ia terpaksa memberikan uang kepada Merlin. Agar Merlin mau mengurus Mawar, dan tidak memberitahukan rahasianya kepada Nindi istrinya.


"Ini uang untukmu." Rendra memberikan sejumlah uang kepada Merlin. Setelah memberikan itu, ia segera pergi meninggalkan Merlin. Karena ia akan pergi bekerja ke kantor.

__ADS_1


__ADS_2