MAHASTAMA

MAHASTAMA
Bab 10. Pangeran Berkuda Putih


__ADS_3

...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


" Ting..."


Chat masuk dari Giselle .


" Tenang ."


" Nanti gue siapin pangeran berkuda putih buat lo ."


" Dia bakalan jemput lo di depan rumah jam 7 malam ." itulah balasan Giselle .


" Sok - sok an banget nyiapin pangeran berkuda putih ."


" Awas aja kalau bohong ."


" Jangan sampai yang dateng pangeran berkuda belang - belang ." gumam Lea .


Dan tanpa sepengetahuan Lea, Giselle sudah memberitahukan hal itu kepada El beberapa hari yang lalu .


Hal itu jugalah yang membuat El semakin berusaha keras untuk bisa berjalan yang menemani Lea datang ke pernikahan temannya itu .


Dan saat ini Giselle tersenyum senyum sendiri membayangkan bagaimana Lea yang kaget melihat El sudah menjemputnya di depan pintu rumah.


" Selamat bersenang - senang Lea ." batin Giselle tertawa jahat karena ide nya itu .


Sedangkan Lea yang tidak tahu apa - apa hanya fokus dengan pekerjaannya saat ini .


💚💚💚


Seorang lelaki sedang melihat penampilannya di depan kaca, melihat dari ujung rambut hingga ujung kaki .


Hari ini ia ingin tampil se perfect mungkin .


Bahkan spesial untuk hari ini, ia membeli setelan jas baru .


Memotong rambutnya agar rapi .


Dengan hasil akhir seperti ini, ya tampan dan menawan .


Seorang laki - laki dengan setelan jas berwarna navy, dilengkapi dasi dan sepatu yang mengkilap .


Tak lupa disempurnakan oleh jam tangan mahal yang melingkar di tangannya .


Jam tangan yang harganya seimbang dengan rumah, jadi kesannya seperti membawa rumah di pergelangan tangan .


Dan sosok yang sekarang di depan kaca adalah El, Axelle Mahastama .


Malam ini ia akan menjemput Lea, sang mantan pacar untuk menghadiri undangan pernikahan dari teman sekantor Lea yang dulu .


Ya walaupun El tidak kenal dengan pengantin, namun ia tetap akan menemani Lea .


Itupun karena Giselle yang memberitahu dan menciptakan drama .


Hingga Lea sendiri bahkan sampai sekarang belum tahu siapa yang akan menjemput dan menemaninya ke undangan pernikahan temannya yang diselenggarakan malam ini di hotel Mahastama .


💚💚💚


Lea yang sejak pukul lima sore sudah mulai mempersiapkan pakaian beserta yang lainnya .


Dan saat ini sudah jam enam sore, Lea sudah selesai berpakaian dan baru saja duduk di kursi meja riasnya .


Kali ini ia akan memoles wajahnya sedikit lebih tebal, ia akan menggunakan foundation dan teman - temannya , karena kan ini ke acara pesta pernikahan, ngak mungkin juga ia hanya memoles wajah dengan bedak tipis dan lipbalm .


Ia berdandan sesuai situasi dan kondisi .


Lea memulai memoles foundation dengan spatula yanh memang sedang tren saat ini .


Dan berlanjut dengan step bye step setelahnya .


Dua puluh menit berlalu, Lea baru selesai dengan satu alisnya, masih harus satu lagi yang harus ia poles .


Memang membuat alis adalah hal yang paling sulit, begitu pula bagi Lea .


" Hah...satu lagi ."


" Semangat Lea ." ia menyemangati diri, kemudian mulai menggerakkan pensil alisnya lagi.


Sepuluh menit pun berlalu tak terasa bagi Lea, karena ia terlalu fokus dengan alisnya .


" Udah jam setengah tujuh aja ."


" Dan gue baru selesai ngalis, belum ngurus rambut lagi ." ucap Lea sembari memoles bibirnya dengan lipstick yang ia buat ombre. agar warnanya tidak terlalu mencolok dan tidak pucat .


" Ba ba ba. " Lea memainkan bibirnya ketika mengaplikasikan lipstik .


" Oke udah oke banget ." ucapnya setelah sesi memoles wajah selesai dengan hasil yang memuaskan .


Ya anggap aja memuaskan, walaupun Lea sangat jarang make up lengkap seperti ini .


Ia segera menghidupkan catokan rambut menunggus sebentar hingga panas, dan mulai mencatok rambutnya sedikit demi sedikit hingga lurus di bagian atas dan Curly di bagian bawah.


Dan semua itu cukup memakan waktu selama kurang lebih sepuluh menit, dengan step akhir adalah hair spray yang ia semprotkan agar rambutnya tetap dalam keadaan rapi seperti sekarang .


Tepat jam enam lewat empat puluh menit, Lea sudah selesai bersiap .


Dan jika sesuai dengan apa yang Giselle janjikan, pukul tujuh nanti akan ada seorang pria yang menjemputnya dan menemaninya ke pesta .

__ADS_1


" Semoga tu cowok ngak malu maluin buat dibawa ke pesta ." ucap Lea berdoa, semoga bukan cowok cupu dan berkacamata aja yang disiapkan Giselle untuknya .


Dan semoga juga bukan cowok dari aplikasi pencarian jodoh .


Karena terkadang Giselle suka iseng orangnya .


Ting


" Lo kebawah sekarang ."


" Pangeran berkuda putih yang gue siapim udah stanbye di depan rumah lo ."


" Buruan ."


" Keburu berubah lagi jadi kuda hitam atau tikus got ." itulah isi chat dari Giselle yang baru saja Lea terima .


" Dia kira lagi di negeri dongeng bisa berubah jadi tikus ."


" Emang suka ngada - ngada tu anak n" ucap Lea setelah membaca chat tersebut.


Le beranjak dari kursi meja riasnya,berjalan memasuki walk in closed, menuju lemari kaca yang berisi koleksi sepatu dan tasnya .


Mengambil sepasang hells dan satu buah tas kecil yang cocok untuk ke pesta dan cocok dengan setelan pakaiannya saat ini .


Dan saat ini Lea memakai dress berwarna navy, namun ini beda model dengan yang ia pakai ketika menghadiri acara pertunangan beberapa bulan lalu .


Ntah kenapa Lea suka aja dengan baju berwarna navy .


Ia memiliki beberapa dress dengan warna itu .


Lea langsung memakai Hells nya, ia berdiri dan menenteng tas kecilnya .


Keluar dari walk in closed .


Tak lupa mengambil handphone yang tadi ia taruh di atas ranjang .


Berdiri sejenak sembafi berfikir , mengingat ngingat kembali mana tau ada yang tertinggal .


Namun beberapa saat kemudian ia memastikan tidak ada yang tertinggal .


Dengan segera Lea keliar dari kamarnya , menurut perkiraannya, mungkin pria yang menunggunya dibawah sudah menunggunya sekitar sepuluh menitan .waktu yang sebentar bukan untuk menunggu seorang perempuan .


Lea menuruni satu persatu anak tangga dengan pelan, kalau lari - lari pastinya ia akan tergelincir kebawah dan berguling guling . bisa - bisa ia akan menyaingi babi guling, maka dari itu Lea berhati - hati .


Ketika sampai di pantai bawah, hal pertama yang harus ia lakukan adalah menuju ruang keluarga yang kemungkinan besar Papa Mama nya berada disana sebelum sebentar lagi adalah jam makan malam keluarga .


Setelah berjalan dan sekarang Lea memasuki ruang keluarga .


Ia dibuat heran .


" Kok ada El disini ." batinnya bertanya .


" Pi Mi ." panggil Lea, dan panggilan Lea menginterupsi ketiga manusia yang sedang bercengkrama di sofa .


" Lama banget turunnya Dek ."


" Maklum Pi ."


" Kan cewek ." jawab Lea sembari menampilkan senyuman manis nya .


Mohon dimaklumi ya kalai cewek dandan lama, karena harus poles sana sini, belum lagi pilih - pilih baju yang pas .


Terkadang bingung sendiri karena merasa tak ada yang cocok dan tidak ada baju , walaupun bajunya memenuhi seluruh ruang di dalam lemari , full .


" Yaudah sana berangkat ." Papi .


" Nanti kemalaman kalau kelamaan " Mami ."


" El sama Lea pamit ya Om Tan ." pamit El, ya ia harus pamit, kan mau membawa anak gadis orang .malam - malam lagi .


" Adek pergi ." pamit Lea .


" Hati - hati dijalan ." ucap Mami kepada keduanya.


" Jangan pulang kemaleman ."


" Jangan anak gadis Papi ya El ." ucap Papi, Papi satu ini memang sedikit protektf kepada anak gadis satu - satunya .


" Sipp Om ."


" Kami pergi dulu ."


" Assalamualaikum ."


Keduanya melangkah keluar dari rumah .


Di depan rumah sudah terparkir mobil El yang berwarna silver, yang harganya jangan ditanya lagi .


El membukakan pintu untuk Lea, dengan segera Lea masuk dan duduk di kursi samping kemudi .


El kemudian memutari mobil dan duduk di kursi kemudi .


Tanpa kata apapun, El segera mengemudikan mobilnya menyusuri jalanan di malam ini yang dipenuhi gemerlap lampu dan bintang - bintang yang bertebaran di langit, langit pun seakan mendukung hari bahagia El karena bisa bersama Lea seperti sekarang ini .


Dua puluh menit berlalu, mobil yang dikendarai El memasuki hotel Mahastama, hotel yang merupakan milik keluarganya .


Dan pastinya akan diwariskan kepada El kelak . sekarang pun El yang mengurus segala sesuatu hotel itu .


Karyawan disini sudah sangat mengenal siapa Axelle Mahastama .


El memarkirkan mobilnya di depan lobi hotel .


Ia keluar dan memutari mobil, membukakan pintu untuk Lea .

__ADS_1


Lea yang dibukakan pintu pun segera keluar dari dalam mobil dengan perlahan , takut tiba - tiba terjatuh, kan ngak lucu .tapi malunya seumur hidup .


" Kenapa ngak parkir di tempatnya El ." tanya Lea, El malah memarkirkan mobilnya di lobi .


" Kayak hotel punya sendiri aja ." batin Lea .


Namun beberapa detik kemudian ia tersadar .


" Eh iya kan hotel ini punya dia. "


" Salah ngomong gue ." Lea kembali berkata dalam hati . meralat ucapannya tadi .


" Malas ketempat parkir ." jawab El dengan santai .


" Untung yang parkir di lobi pemilik hotel, kalau bukan daritadi udah di usir ." ucap Lea sembari melihat sekeliling, melihat beberapa penjaga disana yang hanya diam membiarkan El yang memarkirkan mobilnya sembarangan .


Ya kali mereka mengusir, bisa dipecat saat ini juga sama bos dingin namun kejam yang sedang berdiri di sebelahnya ini .


" Mana berani mereka usir aku ."ucap El sombong, sesekali sombong gpp lah ya .


" Ya iya ngak berani ."


" Mereka tau siapa kamu ."


" Ngusir kamu sama dengan mengorbankan pekerjaan namanya ." ucap Lea, memang menghadapi El butuh kesabaran .


" Udah ngak usah marah - marah sayang "


" Yuk masuk ." ajak El, ia kudiam membawa tangan Lea untuk melingkar di lengan nya.


Le hanya menghela nafas pasrah .


Keduanya berjalan memasuki hotel, setelah sebelumnya El memberikan kunci mobilnya kepada pegawai di depan untuk memarkirkan mobilnya .


" Gue udah deg - deg an daritadi gara - gara penasaran gimana bentukannya kuda putih yang Giselle bilang."


" Udah takut kalau yang dateng bakalan kuda hitam atau belang - belang ."


" Dan ternyata yang dateng El ."


" Kalau tau El kan gue ngak perlu khawatir bakalan malu - maluin dibawa ke undangan ."


" Gue akui malam ini el ganteng banget ."


" Ini efek udah jadi mantan apa gimana ." ucap Lea di dalam hati selama keduanya berjalan .


Tak lama , keduanya memasuki ruangan ballroom pesta pernikahan Vina dan Aldo .


Terlihat di pelaminan Vina dan Aldo yang sedang berdiri berdampingan sembari menyalami satu persatu tamu undangan .


" Mau ke pengantinnya dulu apa duduk dulu ? ." tanya El .


" Ke pengantinnya dulu aja deh ."


" Mumpung lumayan sepi yang salaman ."


" Takutnya nanti antri lagi ." jawab Lea .


Keduanya berjalan menuju pelaminan, semoga sebentar lagi keduanya yang berada di pelaminan .aamiin .


" El ." panggil Lea disela langkah kaki keduanya. "


" Kenapa ? ." tanya El pelan sembari melihat ke arah Lea .


" Pura - pura jadi pacar aku ya nanti di depan mereka ."


" Sekali ini aja ."


" Ya ya ." pinta Lea dengan menampilkan pupoy eyes nya x memohon dengan sangat .


" Heem ."


" Jadi pacar pura - pura aja gue senang "


" Lebih senang lagi kalau jadi pacar beneran lo Al ." ucap El dalam hatinya .


El melingkarkan tangannya di pinggang Lea, terkesan seperti pasangan yang posesif, keduanya menaiki tangga menuju pelaminan .


Sebelum menyapa Vina, Lea berbisik ke telinga El .


" Lepas dulu tangannya ."


El dengan berat hati menuruti perkataan Lea .


" Selamat ya Vin ." ucap Lea ketika sudah dua langkah lagi dari tempat dimana Vina berdiri .


..........❣..........


...Jangan Lupa Like, Vote, Dan Comment Yaa...


...See You Next Chapter...


...Bye Byee...


.......


Rengat Barat


Senin, 10 April 2023


Pukul 22.59 Wib.


.......

__ADS_1


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...


...Lee Haechan ❤...


__ADS_2