
...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........❣..........
.......
Setelah rapat berakhir, El dengan segera beranjak dari kursinya, berjalan cepat sembari memijat kedua pelipisnya guna sedikit meredakan rasa pusing yang mendera .
Cklek
Ia masuk kedalam ruangan dan langsung menghampiri sang istri yang sedang duduk sembari menonton TV .
" Udah selesai rapatnya ? ." tanya Lea sembari menangkap wajah El dengan kedua telapak tangannya .
El pun menjawabnya dengan anggukan kepala .
" Yuk pulang ."
Lea segera berdiri dan menarik tangan El .
Keduanya melangkah pelan keluar ruangan, Lea takut El tambah pusing kalau berjalan cepat, padahal nyatanya tadi sewaktu dari ruang meeting, El berjalan seperti orang yang sedang berlari .
" Biar aku yang nyetir. " ucap Lea ketika mereka sudah berada di dekat mobil .
El pun hanya mengangguk saja, ia tidak mempunyai energi untuk membantah ucapan istri .
Walau nyatanya ia pun tidak mempunyai keberanian untuk membantah, yakali ngelawan macan disaat dirinya bagaikan seekor kucing abu - abu .
Persentase kalahnya 99,9 % .
Lea menghentikan mobilnya di depan apotek, ia segera turun guna membeli stok bye bye fever .
Tak lupa ia juga ke toko sebelahnya untuk membeli dua kotak bubur bayi, iya bubur bayi, rasa kacang merah lagi .
__ADS_1
Jika ditanya untuk apa .
Tentu saja jawabannya adalah untuk menyuapi El .
Karena El kalau sakit itu mintanya ditungguinx di elus - elus dan disayang .
Jadi ngak ada waktu untuk membuatkannya bubur .
Ditambah lagi El memang suka bubur bayi, karena dulu Lea suka menyuapinya bubur bayi yang merupakan cemilan sehat kalau kata Lea .
Jadi ya lama - lama El ikutan suka .
Memang nyatanya, suka karena terbiasa itu memang ada .
El dan bubur bayi salah satu contohnya .
Ntar kalau punya anak, jadi nyuapin bubur buat dua bayi .
Satunya bayi beneran, satunya bayi besar yang sudah bisa buat bayi .
Tak berselang lama .
Mobil yang dikendarai Lea sudah terparkir di pelataran rumah .
" Langsung masuk ke kamar ."
" Aku buatin kamu bubur bentar ." perintah mutlak dari sang nyonya besar .
El pun menurut, ia melangkahkan kakinya menaiki satu persatu anak tangga menuju kamar nya .
Sedangkan Lea berjalan menuju dapur dengan membawa dua kantong plastik berisi beberapa barang .
Sesampainya di dapur, Lea terlebih dahulu memasukkan bye bye fever kedalam kulkas agar dingin .
Kemudian ia mulai membuat bubur bayi untuk sang suami, agak aneh memang ketika membuat bubur bayi, tapi buat suami .
__ADS_1
Lebih aneh lagi ketika melihat sosok El, tapi kalau sakit makannya bubur bayi .
Penampakannya sungguh bertolak belakang sekali .
Untung ngak ada yang tahu selain orang - orang terdekatnya, kalau sampai tersebar kemana mana, bisa turun image seorang El .
Selesai membuat bubur, Lea pun melangkah menuju kamarnya dengan membawa nampan berisi bubur, segelas air putih dan tentunya obat beserta bye bye fever yang tadi sudah ia diamkan sebentar di kulkas .
Cklek
Pandangannya langsung tertuju pada sosok yang sedang berbaring dia atas ranjang, dengan mata terpejam dan tubuh yang terbungkus selimut hingga dada .
Sosok yang saat ini terlihat tak berdaya, membuat hati Lea terasa sedikit perih .
Kasihan sekali suaminya ini .
" Bangun dulu yuk ." ucap Lea pelan sembari mengelus alis tebal El .
Perlahan tapi pasti, El membuka matanya, ia pun perlahan mendudukkan diri bersandar pada kepala ranjang .
" Yangg ...."
...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...
...See You Next Chapter...
...Bye Byee...
Rengat Barat
Jum'at, 13 Oktober 2023
Pukul 22.56 Wib
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
__ADS_1
...Lee Haechan...