MAHASTAMA

MAHASTAMA
Bab 31 . Pro


__ADS_3

...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


Saat ini pasangan suami istri itu sedang asik bergelung selimut diatas ranjang .


Dengan El yang bergelayut manja kepada istrinya . El mode manja ini .


Nempel terossss .......masih anget - anget nya ini.


Maklum , pengantin baru .


Maunya dikamar terus .


Dan Lea yang sedang asik membaca novel sembari satu tangannya mengelus rambut El dengan lembut, dalam kamus Lea tiada hari tanpa membaca novel, karena rasanya ada yang kurang jika tidak melakukan hal itu .


Karena gemas dengan tingkah El


Lea pun membuka aplikasi kamera di handphonenya.


Alleaala



Disukai oleh Wellraa dan 12.999 lainnya .


Alleaala ❤


Gisella Wihh...akhirnya upload juga lo La


Andrewjy Baru mau pedekate, udah pupus aja harapan gue


Ranggaade Sebelum gue tau siapa suaminya gue tetap maju Sya


Wellraa dia suaminya @Axcellemhastm masih mau maju lo ? berani ? @Ranggaade


Bryan Mundur teratur, eh gue maju terusss, mana tau masih ada peluang .


Gisella peluang lo 0,000 % @Bryan


Lea sengaja mem post foto dengan caption seperti itu, untuk memberitahukan bahwa ia sudah tidak single lagi, agar dikemudian hari tidak ada salah paham antara ia dan El . takutnya orang - orang mengira ia masih single dan berusaha mendekatinya dengan maksud menjadikan pelabuhan hati .


Bahkan ketika ia sudah mempost seperti itu masih saja mereka maju untuk mendapatkan hatinya .


💚💚💚


Saat ini jarum jam menunjukkan pukul 06.00 wib, dan kedua pasangan pengantin yang baru menikah dua hari lalu itu masih bergelung selimut diatas ranjang.


Terasa sangat nyaman untuk berselancar di alam mimpi karena didukung dengan cuaca yang mendukung gerimis rintik rintik .


Lea membuka matanya, melepaskan pelukan El di pinggangnya perlahan, tangannya bergerak mengambil handphone diatas meja nakas .


" Udah jam 6 lewat ." gumamnya melihat jam di layar handphonenya.


Ia segera beranjak dari ranjang, duduk di meja rias yang sudah disediakan El di rumah baru mereka, Lea menyisir rambut dan menjepitnya .


Lalu segera memasuki kamar mandi untuk mengikat gigi dan mencuci muka. agar rasa kantuknya menghilang .


Segera ia berjalan menuju dapur, membuka kulkas.


" Gini ya isi kulkas laki - laki ."


" Isinya cuma air mineral, telur sama roti ."


" Ngak ada buah atau sayuran sama sekali ." gumam Lea .


Lea lupa apa gimana, kan ini rumah batu, bahkan El baru menempatinya dua minggu sebelum keduanya menikah .


Lea mengeluarkan telur dan roti , ia berniat membuat toast untuk sarapan mereka. mungkin nanti ia akan mengajak El berbelanja untuk mengisi kulkas .


Beberapa menit Lea berkutat dengan peralatan dapur guna membuat sarapan perdana untuk sang suami.


" Selesai ." ucap Lea yang kemudian menyajikan dua piring berisi toast ke atas meja.


Ia lalu mengambil air mineral dari dalam kulkas dan membuatkan kopi americano empat shot menggunakan mesin kopi yang tersedia disana.


Setelah menyajikan sarapan diatas meja, Lea kembali melangkah menuju kamar guna membangunkan sang suami . kegiatan ini akan menjadi kegiatan rutinnya dikemudian hari .


" Mas ." panggil Lea .


" Bangun ." Sembari menggoyangkan lengan El perlahan .


" Heem ."


" Ayo bangun ."


El pun membuka matanya perlahan, memaksa kelopak matanya untuk terbuka.


" Iya sayang ."


" Ayo sarapan ." Lea menarik tangan El agar beranjak dari ranjang .


Keduanya berjalan dengan El yang mengikuti langkah Lea tepat dibelakang wanita itu, dan dengan tangan yang ditarik oleh sang istri .


Pak CEO mode balita yang dipaksa ibunya untuk bangun, ngak sadar umur apa gimana ya Pak , di kantor galak nya minta ampun, dingin lagi, kok dirumah gini ya .


El ngak lagi kesambet setan kan, atau mungkin habis di ruqyah sama Lea .


" Eh kamu belum cuci muka sama sikat gigi lo Mas ."


" Sampai lupa kan ."


" Cuci muka sama sikat gigi dulu sana Mas ."


" Eh , sekalian mandi juga ."


" Ngak boleh sarapan kalau belum mandi ." perintah nyonya Mahastama, perintah yang mutlak .


El langsung memutar balik badannya dan melangkah memasuki kamar mandi untuk melakukan perintah nyonya besarnya .


Lea menunggu El sembari membuka handphonenya dan mengecek sosial media nya.


Bucinin bujang bujang kesayangan sebentar jadi lah ya, mumpung lagi nyantai menunggu El .


Lima belas menit berlalu .


Cklek.


" Udah ? ." tanya Lea ketika melihat El sampai di meja makan ."


" Udah yang ."


" Udah seger ini ."


" Baju aku udah ganti, yakali belum mandi yang ."


" Udah sikat gigi juga ."


" Iiii ." El meringis menunjukkan deretan gigi putihnya.


El laporan kepada nyonya besar pemilik hatinya saat ini .


" Iya iya udah."


" Yuk sarapan ." ajak Lea kemudian beranjak dari ranjang .


Keduanya mendudukkan diri di kursi meja makan dengan posisi saling berhadapan .


" Sarapannya cuma toast ."


" Soalnya kulkas kosong ."


" Adanya cuma roti sama telur ." ucap Lea .


" Gpp sayang ."


" Apa aja yang jamu buat aku makan. "


" Makasih ya sarapannya ." jawab El


Keduanya memulai memakan sarapan mereka .


Setelah beberapa saat, El dan Lea selesai sarapan .


Lea membereskan semuanya, hingga semuanya tampak bersih dan rapi kembali .


" Temenin belanja ya ." pinta Lea .


" Sipp yang ." jawab El .


" Aku mandi dulu ."


" Habis itu kita otw belanja ." ucap Lea, ia kemudian berlalu meninggalkan El yang masih duduk di meja makan sembari mengesap kopi di pagi hari, kopi buatan istri lagi , terasa lebih enak di lidah El .


" Perasaan tadi gue ngak boleh sarapan kalau belum mandi ."


" Nyatanya dia sarapan tapi belum mandi ."


" Benar kata pepatah ."

__ADS_1


" Perempuan selalu benar ." ucap El , ia menggeleng gelengkan kepalanya karena tingkah sang istri .


Tak lama


" Yuk belanja ." ajak Lea yang sudah berganti baju dan memoles wajahnya dengan bedak tipis beserta lipt tint .


" Bentar ."


" Ambil dompet sama kunci mobil ." ucap El, lalu beranjak dari kursinya menuju kamar .


Sembari menunggu El , Lea duduk di sofa ruang keluarga, memainkan handphone nya .


Biasa, lagi mainin game perkebunan, Lea jadi pengen deh punya perkebunan yang isinya berbagai macam sayuran dan buah, tapi ngak mai ada hewan ternaknya seperti di game, nanti bau .


" Yok yang ."ajak El sembari memutar kunci mobil di jarinya .


Lea pun menyudahi game yang ia mainkan, lalu beranjak dari sofa .


Keduanya berjalan keluar rumah .


El menuju garasi untuk mengambil mobil , saat ini di garasi hanya terparkir satu mobil berwarna merah milik El .


El hanya membawa satu mobilnya kerumah ini, sedangkan beberapa mobil lainnya masih ia tinggal dirumah Papa .


Ya, setidaknya El memiliki lima mobil ,yang merupakan kegemarannya .


Ada mobil keluaran baru, kalai ia suka, ya pasti dibeli, itulah El .


Selagi ia sanggup, pasti dibeli .


Padahal ia sudah beberapa kali terkena omelan Mama karena suka mengoleksi mobil dan berganti ganti .


El mengeluarkan mobil dari garasi .Lea yang melihat itu langsung menghampiri dan masuk kedalam mobil yang dikendarai El .


" Mau belanja dimana ? ." tanya El setelah mobil yang dikendarainya baru saja keluar dari pagar rumah .


" Supermarket terdekat aja ."


" Kalau ngak salah sepuluh menit dari sini deh. " jawab Lea sembari berusaha membuka keripik kentang yang memang disediakan El dimobilnya .


Keripik kentang kesukaan Lea, jadi El menyetok nya di mobil .


" Susah banget sih ." gerutu Lea karena bungkus keripik kentang nya tak kunjung terbuka .


El menepikan mobilnya .


" Sini ." pinta El .


Lea memberikan bungkus keripik kentang, beserta isinya loh ya, kan belum kebuka daritadi .


Srekk


" Jangan berantakan makannya ." ucap El sembari memberikan bungkus keripik kentang yang sudah terbuka .


" Dikira anak kecil apa , yang makannya berantakan ." gerutu Lea .


El kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju supermarket .


Sesampainya di supermarket, dan El sudah memarkirkan mobilnya .


Keduanya keluar .


Dengan peka, El mengambil troli yang di sediakan di depan, dan ia mengikuti Lea yang berjalan di depannya .


Pertama tama Lea menuju tempat buah buahan, eh buah beneran .


Ia memasukkan strawberry, jeruk, buah naga, melon .


Memasukkan dua box strawberry untuk dirinya sendiri, karena yang ia tahu, El tidak suka strawberry , mungkin El kembaran nya Jaemin yang ngak suka strawberry dan olahan yang mengandung strawberry .


Tak ketinggalan, Lea juga memasukkan buah salak, buah favoritnya si julid Doy .


El tidak berkomentar apa - apa mengenai buah - buahan yang di masukkan Lea kedalam troli.


Lea pasti sudah paham apa saja yang harus dibeli, dan juga apa yang El suka .


Selesai dengan area per buah - buahan, Lea menuju ke areh sayur - sayuran .


Dari mulai brokoli, wortel, buncis, timun, pakcoy, selada, kenyang, terong, bayam dan kangkung, semua sayuran itu Lea masukkan ke dalam troli.


Sayur - sayuran yang Lea masukkan ke dalam troli adalah sayuran kesukaan ia dan El .


Bawang dan cabai juga tak lea lupakan .


Tak lupa Lea menuju ke arah per rempah - rempahan.


Mulak dari ketumbar, kunyit, jahe, merica, lengkuas, sereh, kapulaga, bunga lawang, jinten, kayu manis, cengkeh dan aneka rempah lainnya Lea masukkan kedalam troli, untuk stock di kulkas .


Lalu kemudian menuju ke area daging dan ikan, memasukkan beberapa kedalam troli.


Hingga saat ini dalah bagian akhir .


Yaitu membeli keperluan mencuci dan bersih - bersih rumah .


Setelah dirasa semuanya sudah komplit .


" Yuk ke kasir ." ajak Lea kepada El yanh sedari tadi hanya mendorong troli dan melihat sang istri memasukkan barang - barang kedalam troli .


Terlihat sekali di mata nya, bahwa Lea merupakan seorang perempuan yang suka memasak dan berbelanja keperluan dapur , karena Lea sangat lihat , bahkan bumbu dapur ia paham , sedabgkan El , membedakan merica dan ketumbar saja ia bingung, soalnya sama - sama bulat .


" Udah semua yang ? ." tanya El , akhirnya El membuka suara .


" Udah deh kayaknya ." jawab Lea .


" Yaudah yuk ke kasir ." El mendorong troli yang sudah penuh dengan belanjaan itu menuju kasir.


Membayar belanjaan mereka menggunakan kartu hitam miliknya, namun di dompet El terselip kartu hitam satu lagi, yang akan ia berikan kepada sang istri .


Setelah pulang belanja dan menyusun belanjaan mereka kedalam toples dan memasukkannya kedalam kulkas .


Dan saat ini keduanya asik merebahkan diri setelah beberapa saat yang lalu mereka makan malam diluar, diluar kompek maksudnya, ditempat ayam bakar, yang merupakan makanan favorit keduanya .


Dengan El yang bersandar di sandaran ranjang dan Lea yang berbantalkan dada bidang milik El dibarengi dengan usapan lembut yang berasal dari tangan El, mengusap pucuk kepala Lea dan sesekali mencubit hidung dan pipi Lea dengan gemas .


Keduanya benar - benar menikmati waktu berdua. tanpa memegang handphone masing - masing .


" Sayang ." panggil El .


" Heem ."


" Kamu mau punya anak berapa ? ." Wih pak CEO udah bahas anak aja, udah ngebet banget kayaknya buat punya bocil , sabar Pak, baru juga dua hari nikah .


Bocilnya butuh proses, kalau bisa di proses setiap hari, atau tiap jam, biar cepat jadi .


" Dua aja cukup ." jawab Lea. mengikuti aturan pemerintah , kan anak pemerintahan yakan .


Lea tidak menganut paham yang berkata " banyak anak banyak rezeki ."


Baginya, dua anak cukup, asalkan bisa tercukupi segala kebutuhannya.


Daripada anak banyak tapi terabaikan, kan kasihan.


" Tiga aja ya yang ."


" Kalau dua kurang, ngak ramai ." pinta El sembari mengungkapkan alasannya .


Ia ingin punya anak banyak, gemes aja gitu, pas pulang kerja disambut dengan tawa riang mereka, pun rumah pasti akan ramai .


Membayangkannya saja sudah membuat El bahagia.


" Kalau mau ramai ya sana kepasar ."


" Dijamin ramai ." Jawab Lea .


" Tiga ya ya ya ." pinta El sembari merayu Lea agar menuruti permintaannya ."


" Yaudah se dikasih nya aja ."


" Satu aja belum ada ."


" Udah request mau tiga ." Lea .


" Bentar lagi juga pasti jadi satu yang ."


" Pede banget ngomongnya ." jawab Lea, El ini kelewat pede jadi orang ,Lea aja heran .


" Ya jelas, suamimu yang tampan rupawan ini kan pro kalau masalah gituan ." jawab El . menyombongkan diri .


" Hah..." kaget Lea , barusan El bilang apa, Lea ngak salah dengar kan.


" Pro."


" Sebelumnya mas sering jajan apa gimana ? ." tanya Lea dengan nada kak Ros yang akan mengeluarkan amarahnya .


" Atau sering ke klub trus bungkus bawa ke hotel ."


" Ehhh ."


" Sumpah yang , Mas ngak pernah jajan ."


" Trus tadi kenapa bilang kalau udah pro ? ." cecar Lea kembali , dengan mata yang sudah memandang El dengan aura galak nya.


" Kan pro ngak harus praktek yang ."

__ADS_1


" Gunanya situs biru buat apa ."


" Buat belajar sebelum praktek ." ucap El gamblang , El sudah dewasa, jadi bisa dibilang wajar yakan .


" Jadi Mas suka nontonin gituan ? " Tanya Lea penuh rasa penasaran .


" Jarang, kalau lagi pengen aja ." CEO satu jujur amat ya kalau ngomong, untung ngomongnya sama istri .


Ya gimana, mau bohong sama istri, takut dosa, belum lagi kalai ketahuan bohong, bisa diamuk saat ini juga oleh Lea .


" Awas aja kalau nonton kayak gituan lagi ." ancam Lea , ia mewanti wanti suaminya itu, mencegah bertambahnya dosa , walaupun pastinya disa El sudah banyak .


Ya namanya manusia , pasti dosanya sudah menumpuk .


" Ngak nonton lagi kok ."


" Kan udah bisa praktek langsung ."


" Ngapain harus nonton coba ."


" Yakan yang ." ucap El dengan kerlingan mata jahionya, lalu mencubit hidung Lea pelan karena gemas dengan pertanyaan - pertanyaan istrinya .


" Ngak nyangka aku kamu bisa gitu ." ucap Lea .


" Kan aku cowok ."


" Wajar la ."


" Kamu kan punya abang , aku jamin pasti gitu juga ."


" Cowok kalau udah seumuran aku pasti suka nonton gituan ."


" Apalagi kalai belum nikah ." ucap El yakin , karena pada kenyataannya memang begitu, contohnya ya seperti El dan teman - temannya .


" Tapi aku kan ngak pernah tau ." elak Lea, benar, Lea tidak tahu itu .


" Ya mana mungkin ngasih tau kamu yang ."


" Ngak mungkin banget Bang Reynand bilang ke kamu ."


" Itu namanya buka aib sendiri. "


" Gimana sih istriku ini ." El menguyel uyel pipi Lea gemas .


" Tapi barusan kamu bilang ke aku. "


" Itu namanya buka aib sendiri kan ." ucap Lea .


" Buka aib ke istri gpp ."


" Lagian aku juga udah buka - bukaan bareng kamu. " ucap El , ngapain malu buka aib, buka baju beserta celana di depan Lea saja El tidak malu .


"Ishh ." Lea


" Sayang ."


" Kamu jangan kb ya ." pinta El, karena ia takut istrinya akan kb, ya mantau Lea ingin menikmati menjadi wanita karier terlebih dahulu.


" Enggak kok ." jawab Lea, ngapain juga ia kb, hamil juga ngak masalah, ia memiliki suami.


Kecuali kalau ia belum menikah, trus hamil, itu baru masalah .


💚💚💚


Eughhh


Lea bergumam dengan mata yang masih tertutup . enggan membuka mata namun semakin mendekatkan tubuh dengan El guna menambah kenyamanan .


El yang melihat tingkah sang istri hanya terkekeh geli .


" Gemes banget istri gue ." ucap El pelan .


Ide jahil El timbul ke permukaan melalui otak cerdasnya .


Ia mengelus pelan pipi sang istri, kemudian mencubit hidung Lea .


Membuat sang empu kesulitan bernafas dan seketika terbangun .


" Ihhh susah nafas tau ." gerutu Lea kesal sembari berusaha melepaskan jemari tangan El dari hidungnya .


Lea menampilkan wajah kesal dan ingin meledakkan emosi .


Dan dengan terpaksa El melepaskan tangannya yang menjepit hidung Lea . ia takut sang istri semakin mengeluarkan taringnya pagi - pagi .


El langsung memeluk pinggang sang istri . meletakkan kepalanya di ceruk leher istrinya itu.


" Udah pagi sayang ."


" Udah jam 7 pagi ."


" Bangun yuk, kita sarapan dulu ." ucap El pelan. berusaha bersikap semanis mungkin agar tidak menerima siraman rohani .


" Masih ngantuk ." adu Lea masih dengan suara serak bangun tidur .


" Mau tidur lagi ? ."


" Heem ." Le pun kembali menyelami alam mimpi.


Ya gimana ngak masih ngantuk, ia semalaman begadang bersama El , tau la ya begadang ngapain aja .


Ngak polos - polos amat yakan .


Pasti tahu maksud begadang yang dilakukan sepasang pengantin baru.


" Tidur yang nyenyak sayang. " ucap El sembari mengelus rambut Lea .


" Ikutan tidur boleh la ya ." El mengeratkan pelukannya kepada sang istri , lalu memejamkan mata menyusul Lea ke alam mimpi .


Mana tau ia akan mimpi indah, ya semoga aja, soalnya kan El adalah manusia yang jarang mimpi, ntah la, ia pun tak tahu mengapa bisa seperti itu.


Dua jam berlalu, El membuka matanya , Namum Lea yang berada di dek apa nya masih tertidur nyenyak .


Ini Lea lagi dalam moda kebo apa gimana .


El melepaskan pelukan mereka denga perlahan .


Memeluk Lea tepat di bagian perut .


Cup


Cup


Cup


El menciumi perut rata sang istri, ntah apa tujuannya .


" Mas ngapain cium - cium perut aku ? ." tanya Lea yangbafu saja terusik karena ulah El, heran . pasalnya ia bingung dengan tingkah sang suami .


" Lagi cium anak aku lah ."


" Anak ? ." tanya Lea heran, masih dengan suara seraknya yang baru bangun tidur .


" Heeh ...baby junior made in El ." El terkekeh.


" Baru aja nikah ."


" Ngak mungkin langsung hamil ." elak Lea iyakan baru aja nikah seminggu yakali langsung hamil .


" Bisa ya sayang ."


" Bibit kecebong punyaku itu premium tau yang ."


" Perlu bukti ? ."


" Coba aja buktiin kalau bisa ." tantang Lea .


" Liat aja ntar ."


" Sebulan lagi pasti bakalan ada anak aku disini ." ucap El sembari mengelus elus perut rata sang istri .


" Iyain , semoga berhasil Bapak CEO yang terhormat ."


..........❣..........


...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...


...See You Next Chapter...


...Bye Byee...


.......


Rengat Barat


Minggu, 30 April 2023


Pukul 23.57 Wib .


.......


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...


...Lee Haechan...

__ADS_1


__ADS_2