MAHASTAMA

MAHASTAMA
Bab 39 . Alarm Satu Desa


__ADS_3

...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


Empat puluh menit berlalu, kini masakan Lea, dibantu dengan El, walaupun hanya membantu mengupas bawang dan cuci - cuci, namun masih dapat dikatakan ikut memasak, ikut aja, bukan masak, kalau El yang memasak ya sayang dapurnya, bisa - bisa habis terbakar tak bersisa .


Mulai dari cumi pete hingga ayam cabai hijau sudah tersaji di meja makan, juga dua piring nasi dan sekotak jus jeruk didampingi dua gelas kosong disana .


" Mas mau makan pakai lauk apa ? ." tanya Lea menawarkan kepada sang suami, iya suami tercinta.


" Pakai semuanya yang ." jawab El, ia akan memakan semua masakan sang istri, harus menghargai istri dong ya, udah capek - capek masak .


Walaupun nyatanya masakan Lea sudah terjamin rasanya, sesuai sekali dengan lidah El, membuat El lebih memilih makan dirumah daripada harus makan diluar .


Enaknya punya istri pintar masak ya gini, kalau punya istri yang baru belajar masak, lidah para suami akan menjadi bahan uji coba rasa.


Lea mengambilkan lauk ke piring El, dan meletakkan kembali ke hadapan sang suami.


" Silakan dicoba wahai suaminya Lea ."


"Jangan lupa tips nya ." ucap Lea diakhiri kekehannya.


" Dicoba dulu ya ."


" Kelihatannya enak ."


" Tapi jangan tertipu dengan tampilannya ."


" Harus di coba dulu rasanya ." ucap El, walaupun nyatanya ia sudah tahu jika rasa masakan Lea diatas standar SNI .


El menyendokkan nasi beserta lauk dan menyantapnya, mengunyahnya perlahan, menyesap cita rasa dari masakan istri tercinta.


" Gimana ? ." tanya Lea sembari memperhatikan El dengan intens .


" Emm..."


Lea masih menunggu jawaban yang akan keluar dari bibir El .


Dan akhirnya El menunjukkan ibu jarinya, membuat tanda mantap atau oke .


" Ngak ada obat rasanya yang ." ucap El dengan menggunakan istilahnya Nex Carlos jika rasa masakannya luar biasa .


" Lea gitu loh ."


" Sebelas dua belas sama rasa masakannya chef Renata. "


" Jangan lupa tips nya ya Bapak CEO yang terhormat. " ucap Lea sembari mengambil lauk untuk dirinya sendiri .


Keduanya menikmati masakan made in Lea dan ....El tentunya .


Selesai makan, keduanya pun membereskan peralatan makan bersama sama, dan kembali ke kamar .


" Mandi duluan sama Mas ."ucap Lea, ibu Negara sudah mengeluarkan perintah, perintah mutlak ini, tidak bisa diganggu gugat .


" Oke my wife ." jawab El yang kemudian melangkah memasuki kamar mandi .


Tiga menit berlalu .


" Yangg..." panggil El dari dalam kamar mandi dengan pintu yang sedikit terbuka .


" Ambilin handuk ." pintanya pada sang istri .


" Iya sebentar ." Lea pun beranjak dari ranjang menuju walk in closed untuk mengambil handuk milik El, tadi ia lupa menaruh handuk ke kamar mandi setelah ia mengambil handuk yang sudah dipakai beberapa hari dan mencuci nya .

__ADS_1


Mengambil handuk dan melangkah menuju pintu kamar mandi yang terbuka sedikit .


" Ini handuknya ." ucap Lea ketika ia sudah berada di dekat pintu .


Dan El pun mengulurkan tangannya mengambil handuk dari tangan Lea .


" Ehh..." teriak Lea ketika El menariknya untuk masuk ke kamar mandi .


El langsung mendekap Lea agar istrinya itu tidak keluar dari kamar mandi.


" Lepasin El ." pinta Lea, ia merasa sedikit kurang nyaman saat ini, ya gimana enggak, saat ini El sedang tidak mengenakan sehelai benang pun, El yang begini, kenapa Lea yang ngrogi ya .


" Mandi bareng yang ."


" Sambil menyenangkan suami ."


" Ya..yaa..." ucap El sembari mengeringkan matanya, buaya mode on .


Tanpa menunggu jawaban sang istri, El menggendong Lea ala bridal style dan memasuki bath up .


Dan ...... ehem...ehem


Silakan berminajinasi ria .....


💚💚💚


Lea keluar kamar mandi dengan menggerutu, diikuti El yang berjalan dibelakangnya sembari senyum - senyum sendiri, jadi takut kalau tiba - tiba El kesambet setan .


Ya gimana tidak menggerutu, orang di kamar mandi selama hampir satu setengah jam, mana kulit tangan jadi keriput semua lagi.


" Punya suami minta di ruqyah ."gerutu Lea kesal .


" Suami itu disayang, bukan di ruqyah ."


" Dikira gue kesetanan apa ya ." komentar El .


Selesai berpakaian, Lea merebahkan diri ke atas ranjang dan membungkus tubuhnya dengan selimut, waktunya istirahat, ia sungguh lelah, apalagi ditambah kelakuan El tadi, semakin lelah .


Keduanya terlelap menyusuri indahnya mimpi hingga sang mentari mulai menampakkan sinarnya.


Membuka mata dan mengerjapkannya beberapa kali, netranya langsung menangkap wajah sang istri, ntah kapan Lea membalikkan badannya menghadap El, ketika bangun sudah saling berhadapan .


Memandangi wajah sang istri yang masih terlelap dengan damai .


" Senyaman ini ternyata kalau udah punya guling versi bernyawa ." gumam El pelan, takut mengganggu tidur Lea .


" Kenapa ngak dari dulu aja gue pulang trus nikahil Al ."


" Eh...."


" Ngak boleh menyesali masa lalu ."


" Udah ke lewat juga ." El mengingatkan dirinya sendiri, karena tidak ada gunanya menyesali masa lalu, lebih baik masa lalu itu digunakan sebagai pelajaran agar kedepannya bisa lebih baik .


El melirik ke arah jam yang berada di atas nakas, sudah menunjukkan pukul lima pagi .


Il - eona...il - eonaa......


Bunyi alarm yang sudah dipastikan dengan sangat jika Lea yang menghidupkannya .


Lea langsung terbangun mendengar suara alarm lumba - lumba milik mochi - mochi zhong Chenle yang ada di kontak handphone milik Nana.


Ya gimana ngak langsung bangun, suaranya begitu menggelegar dengan sentuhan high note .


" Lain kali jangan pakai nada alarm ini lagi yang ."


" Kalau orang yang lagi disebelah kamu punya penyakit jantung ."

__ADS_1


" Bukannya bangun dari tidur ."


" Tapi malah tidur untuk selama lamanya ." ucap El sembari mengelus dadanya, ia juga kaget barusan .


" Hmm..."


" Eh..."


" Tapi ini nada alarm yang paling berfungsi tau ."


" Soalnya pasti bakalan bangun ."


" Kalau nada yang lemah lembut ."


" Bukannya bangun ."


" Malah buat tidur makin nyenyak ." ucap Lea yang merasa tidak terima dengan saran dari El .


" Alarm sebagus ini kok ." batin Lea .


" Iya iya bagus ."


" Bisa dipakai buat bangunin orang se rt ." El menambahi, beneran deh, kalau memakai toa masjid, bahkan satu desa pun bisa terbangun karena nya .


" Bahkan bisa buat bangun kucing tetangga ." bahkan, El ngadi - ngadi ini, yakali bangunin kucing tetangga .


Lea mendudukkan diri bersandar pada kepala ranjang, terdiam sejenak guna mengumpulkan nyawa yang masih berceceran ketika bangun tidur .


Tak lama, ia beranjak dari ranjang, mengambil jepit rambut dari dalam laci dan menjepitkannya di rambut agar terlihat rapi, kemudian melangkah memasuki kamar mandi untuk sekedar mencuci muka dan sikat gigi .


cklek


" Mas mandi dulu gih ."


" Aku mau buat sarapan ."


" Habis mandi langsung turun kebawah ." ucap Lea kepada El yang sedang duduk bersandar di ranjang, kemudian ia berlalu keluar dari kamar meninggalkan sang suami tanpa menunggu jawaban dari El .


" Malas banget gue mandi ."


" Mana buang - buang air lagi ."


" Kan sayang airnya ."


" Kita itu harus hemat air ."


" Tapi harus mandi ."


" Kalau ngak ya pasti kena siraman rohani dari istri ."ucap El, ini El pasti satu geng dengan Chenle deh, yang sukanya hemat air .


..........❣..........


...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...


...See You Next Chapter...


...Bye Byee...


.......


Rengat Barat


Selasa, 30 Mei 2023


Pukul 22.05 Wib .


.......

__ADS_1


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...


...Lee Haechan ❤...


__ADS_2