MAHASTAMA

MAHASTAMA
Bab 43 . Kode


__ADS_3

...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


Lea sedang duduk bersandar pada kepala ranjang, ia asik membaca novel online di handphonenya .


Cklek


Sosok manusia sedang menyugar rambut yang masih basah berjalan mendekat ke arah ranjang .


Naik ke atas ranjang dan mendekati Lea, El merebahkan kepalanya ke atas paha Lea yang nganggur, kan sayang kalau tidak dipergunakan dengan baik yakan .


Lea hanya melirik sekilas ke arah El, lalu kembali melanjutkan membaca novel .


Merasa diabaikan oleh sang istri, El mengulurkan tangannya mengambil handphone yang tadi ia letakkan di atas nakas samping ranjang.


" Cara mendapatkan perhatian istri ." ucap El sembari mengetik kan ucapan itu di pencarian .


Lea tersenyum tipis mendengar ucapan El, ada - ada saja memang suaminya ini .


" Satu ."


" Membuat sarapan ."


" Dua ."


" Kejutan makan malam ."


" Tiga ."


" Memberi hadiah ."


" Empat ."


" Berkata - kata manis ."


" Lima ."


" Berikan perhatian penuh ."


" Membuat sarapan, tapi ngak terlalu bisa masak ."


" Perasaan kata - kata manis gue tiap hari buat istri ."


" Perhatian penuh, kurang penuh apalagi ." ucap El sembari berfikir, segini susahnya ya memahami wanita .


" Jadi diri kamu sendiri ."


" Itu udah cukup buat aku ." ucap Lea menanggapi sembari mengelus rambut El dengan sayang .


Ia men skip novelnya sejenak, daripada suaminya nanti makin parah ngambeknya .


" Yangg..." rengek El, nah kan, jiwa manja El keluar ke permukaan .


Kalau di kantor aja jiwa bossy nya keluar .


" Iya sayangku ." jawab Lea sembari mengelus alis El yang hitam tebal, ia jadi gemes sendiri sama alis suaminya ini .


" Pengen dimanja ." pinta El yang kemudian menenggelamkan wajahnya ke perut Lea .


" Kan ini udah dimanja ."


El menggelengkan kepalanya, bukan manja ini yang ia maksud .


Ah, istrinya ini ngak peka deh .

__ADS_1


" Manja - manja versi yang lain ." beritahu El, semoga istrinya ini bisa peka karena ucapannya .


" Yang gimana ? ."


" Inikan udah dimanja ." tanya Lea, sebenarnya ia paham maksud suami tercintanya ini, tapi sesekali membuat El kesal tidak apa - apa yakan.


" Manja yang bisa menghasilkan manusia kecil versi aku sama kamu ." El memperjelas dengan kata - kata yang sangat sangat jelas .


" Pakai acara kode - kode segala ."


" Langsung bilang minta jatah aja kok susah ." ucap Lea, yakan tinggal langsung ke intinya aja juga bisa, sama istri sendiri ini .


" Yuk yang olahraga ." El melihat ke arah Lea dengan mata berbinar, seperti kucing yang mendapat snack dari babu tercintanya .


Ia langsung beranjak dari rebahan nya dan mendukung sang istri .


Kucing kalau dikasih ikan ya pasti dinikmati, ngak dapat dosa lagi, malah dapat pahala.


💚💚💚


" Yang jas aku yang warna merah mana ? ." tanya El sembari menampakkan kepalanya keluar pintu walk in closed.


" Kamu mana punya jas warna merah ." jawab Lea yang sedang fokus mengaplikasikan serum ke wajahnya .


" Ada yang ."


" Yang dua minggu lalu aku pakai ." beritahu El, beneran deh ia punya jas warna merah .


Lea beranjak dari kursi sembari mwndengua, suaminya ini lagi ngelindur atau gimana, jelas - jelas Lea paham semua pakaian El, dan diantara semua itu tidak ada jas berwarna merah .


Membuka lemari tempat jas - jas El tergantung dengan rapi .


" Hitam ."


" Navy ."


" Coklat ."


" Nah, ini jas merahnya yang ." El mengambil jas maroon yang terakhir Lea keluarkan .


" Maroon bukan merah ."


" Merah itu ya warna darah ."


" Beda ya suami ." Lea menghela nafasnya lagi, untung suami sendiri, kalau suami orang, ya Lea ngak berani ngomel lah .


Yakali ngomelin suami orang, bisa gampar istrinya .


" Ooh beda ya yang ."


" Aku taunya ini merah ." Jawab El dengan polos sembari memperhatikan lagi warna jas yang ia pegang .


Lea membuka laci meja kaca di hadapannya, mengambil salah satu jam koleksi El yang menurutnya cocok jika dipadu padankan dengan jas yang sedang El kenakan saat ini .


Memakaikan jam seharga rumah ke pergelangan tangan El, ini defenisi membawa rumah kemana mana .


" Dasinya yang ." pinta El sembari menunjuk ke arah lehernya .


Salah El salah, harusnya tunjuk ke arah dada, walaupun nyatanya dasi pasti dilingkarkan ke le kerah tepat di bawah leher .


Mengambil dasi di antara puluhan dasi, koleksi dasi El ngak main - main, namun warnanya hampir sama semua .


" Nunduk ." pinta Lea, ia tidak sampai jika El dalam posisi berdiri .


Ntah Lea yang terlalu pendek atau El yang ketinggian .


El yang ketinggian yakan, soalnya Lea ngak pendek - pendek amat perasaan, iya perasaan, karena perasaan cewek tidak pernah mau disalahkan.


" Kan gini ganteng ." puji Lea sembari melihat keseluruhan penampilan El pagi ini .

__ADS_1


" Trus kemarin - kemarin aku ngak ganteng ? ." tanya El .


" Lumayan lah ." jawab Lea dengan santai, padahal nyatanya dalam hati ia mengatakan jika El selalu terlihat ganteng walau dalam keadaan baru bangun tidur sekalipun .


Orang yang dasarnya ganteng, bangun tidur pun tetap ganteng .


Memang bibit bobot itu paling berpengaruh .


" Kata Mama aku ganteng lo yang. "


" Iya ganteng ."


" Kan kamu anak cowok mama satu - satunya ." ucap Lea sembari merapikan rambut El .


" Morning kissnya mana ? ." pinta El sembari mendekatkan wajahnya ke sang istri


" Tutup matanya ."


El menuruti ucapan sang istri, ia menutup kedua kelopak matanya .


Lea mendekatkan wajahnya, mengecup bibir El dan mengalungkan tangannya ke leher sang suami .


Lagi ingin morning kiss yang lama nih Lea hari ini, sesekali Lea yang memulai gpp yakan .


Mendapat perlakuan manis dari sang istri, tentunya El tidak akan menyia nyiakan kesempatan emas bukan .


Dan berlanjut kan adegan itu, tapi tidak sampai ke atas ranjang, karena keduanya harus berangkat ke kantor .


" Aa..." Lea menyuapkan sandwich yang tadi ia buat untuk ngemil di mobil .


El membuka mulutnya dengan senang hati, menerima suapan sandwich berukuran kecil dan mengunyahnya .


Perjalanan menuju kantor ditemani lagu korea yang selalu menjadi pilihan Lea .


Walaupun nyatanya El hanya mendengarkan nada - nada saja, tanpa tau apa artinya, yang ia tahu hanya beberapa kata saja, itupun karena ajaran Lea tentunya .


" Ini lagu baru yang ? ." tanya El ketika ia merasa asing dengan lagu yang baru saja ia dengar.


" Heem ." jawab Lea sembari mengunyah sandwichnya .


" Lagu baru peterpan aku ."


" Bagus kan ? ." tanya Lea pada El .


El hanya mengangguk saja, yang penting di iyakan, istrinya itu sudah senang .


" Tapi sayang comeback ini bear kesayangan ngak ikut promo ."


" Karena harus melaksanakan kewajibannya sebagai warga negara ." keluh Lea sembari menghela nafasnya.


Sebagai orang yang tidak tahu menahu tentang peterpan yang dimaksud Lea, El hanya menjadi pendengar yang baik .


Anggap aja lagi di dongeng in.


..........❣..........


...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...


...See You Next Chapter...


...Bye Byee...


Rengat Barat


Kamis, 29 Juni 2023


Pukul 21.36 Wib .


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...

__ADS_1


...Lee Haechan ❤...


__ADS_2