
...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........❣..........
.......
Tok tok tok
" Dek..." panggil Reynand setelah mengetuk pintu kamar adiknya .
" Ha ..bentar Bang. jawab Lea yang kemudian beranjak dari ranjang menuju pintu tang terkunci .
Cklek
" Kenapa Bang ? ."
" Lo cepetan dandan ."
" Habis itu turun kebawah ." perintah Reynand dengan nada yang tidak sedang ingin dibantah.
" Oo...oke ." jawab Lea yang tahu bahwa Abangnya sedang dalam mode serius .
Lea segera memasuki walk in closednya, ia memakai dress berwarna blue light .
Selesai berganti pakaian, Lea keluar dari walk in closed dan segera duduk di kursi meja riasnya .
Memoles wajah dengan tipis agar terkesan natural . walaupun sebenarnya tanpa polesan apapun Lea sudah cantik .
Tak lama Lea sudah selesai bersiap .
" Sumpah gue penasaran banget siapa yang dateng ."
" Sampai gue disuruh dandan begini. "
" Seumur - umur baru kali ini nih begini ." gumam Lea sembari berjalan keluar kamar .
" Ini tamunya siapa ya ." ucap Lea pelan sembari kedua kalinya mulai menapak satu persatu anak tangga yang akan membawanya menuju anak tangga terakhir .
Sayup - sayup terdengar suara beberapa orang di ruang tamu .
Ketika Lea sudah berada tak jauh dari sofa ruang tamu .
" Hah ..." Lea kaget bukan main .
" Kenapa El disini ."
" Itu kenapa bawa Papa Mama nya juga ."
" Jadi mereka bertiga tamunya ." gumam Lea. ia berhenti sejenak demi menetralkan degyo jantungya yang baru saja terkena serangan syok .
Setelah beberapa saat berdiri diam bak patung , Lea kembali mengayunkan kakinya melangkah menuju tempat beberapa orang yang sedang duduk sembari mengobrol ringan .
" Duduk Dek ." ucap Mami ketika menyadari kedatangan Lea .
" Malam semua ."
" Malam Om Tante ." sapa Lea kepada kedua orang tua El .
Lalu ia duduk di sebelah Reynand .
" Lea nya sudah ada disini ."
" Silakan nak El menyampaikan maksud dan tujuannya berkunjung ke sini ." ucap Papi .
Lea yang mendengar ucapan Papi pun bertanya tanya .
" Ini ada apa sih sebenarnya ." tanya Lea dalam hati .
" Baik Om ."
" Langsung saja saya menyampaikan maksud dan tujuan saya berkunjung kemari membawa kedua orang tua saya malam ini ."
" Saya berniat meminta anak gadis om untuk menjadi pendamping hidup saya ." ucap El tegas namun sopan .
Lea langsung kaget, matanya seketika melebar dengan mulut yang sedikit terbukax sedikit ya sedikit, untung ngak lebar bangetx bisa malu Lea .
" Saya tidak bisa mengambil keputusan menolak atau menerima kamu menjadi pendamping hidup putri saya ."
" Semua keputusan ada di tangan putri saya ."
" Silakan kamu bertanya ke Lea ." ucap Papi . karena ini sepenuhnya adalah hak Lea .ia tidak bisa mengambil keputusan .
" Al ..." panggi El sembari menatap manik mata Lea dalam .
" I..iya ." jawab Lea gugup .
Seumur umur Lea belum pernah segugup ini.
Ya iyalah belum pernah, kan baru kali ini ada seorang pria yang melamar Lea .
" Azallea ."
" Aku Axcelle Mahastama, meminta kamu menjadi pendamping hidupku, menjadi ibu dari anak - anakku dan menua bersamamu hingga tutup usia ."
" Aku sudah meminta kepada ayahmu ."
" Kini pada akhirnya aku harus meminta persetujuan darimu ."
" Apakah kamu bersedia untuk itu ? ." tanya El tanpa melepas pandangan mereka .
Sungguh Lea sangat bimbang saat ini apakah akan menjawab ya atau tidak kepada El .
" Hmmm ..."
__ADS_1
" Boleh kita bicara berdua dulu El ? ." tanya Lea dengan lembut ."
" Boleh ."
" Yuk ."
El segera berpamitan kepada kedua orang ta mereka .
El mengikuti langkah Lea yang berjalan di depannya menuju taman belakang rumah Lea .
Lea mendudukkan diri di kursi panjang yang bisa di duduki oleh dua orang .
El pun ikut duduk tepat di sebelah Lea .
" El ." panggil Lea .
" Iya Al ." jangan tanya bagaimana jantung El berdetak saat ini .
Karena tentunya jantung itu berdetak tanpa bisa dikendalikan kecepatannya .
Karena sang empu saat ini sedang harap - harap cemas akan jawaban Lea tentang menerima atau tidak lamaran nya tadi .
” Kamu serius dengan ucapanmu tadi ? ." tanya Lea .
Ini Lea gimana sih, El sampai bawa orang tuanya lo kesini, ngak mungkin cuma bercanda kan .
El ngak se bercanda itu Lea .
" Dengan aku datang kesini.membawa kedua orang tuaku ."
" Kamu masih mempertanyakan keseriusanku ? ." tanya El balik .
" Aku masih bingung El ."
" Boleh kasih aku waktu ? ." pinta Lea, ia masih bingung dengan perasaannya sekarang .
" Berapa lama ? ." tanya El .ya agar ia tahu harus menunggu berapa lama, ia tidak mau menunggu yang tak pasti .
" Satu minggu kurasa cukup ." ucap Lea .
" Oke ."
" Aku kasih kamu waktu satu minggu ." ucap El mengiyakan permintaan Lea .
" Tapi ."
" Tapi apa ? ." tanya Lea .
" Boleh ngak cincin ini aku pakaikan ke jari kamu lebih dulu ? ." tanya El sembari tangannya merogoh ke arah satu dan mengeluarkan kotak yang berisi cincin berlian yang sudah El pilih khusus untuk Lea .
" Kalau setelah seminggu kamu terima lamaran aku ."
" Jangan kamu lepas cincin ini ."
" Tapi kalau kamu tolak aku ."
Lea hanya mengangguk tanda ia mengerti akan ucapan El .
El membuka kotak beludru, ia mengambil cincin dari dalam kotak itu .
Lea mengulurkan tangannya ke hadapan El .
Dengan pelan El memasang kan cincin di jari manis Lea .
Setelah cincin terpasang sempurna, El mengelus permukaan cincin itu .
" Semoga kamu selalu berada di jari manis ini ." doanya dalam hati .
Lea yang mendapat perlakuan manis seperti itu oleh El hanya terdiam kaku .
" Yuk masuk kedalam ." ajak El setelahnya .
" Kasihan mereka nunggu kita ."
El menggenggam tangan Lea untuk mengajaknya beranjak dari kursi .
Lea beranjak dati kursi karena tangannya di tarik oleh El pelan agar membantu dirinya berdiri .
Keduanya berjalan memasuki rumah dengan tangan yang saling bertautan .
Pas dilamar minta waktu buat jawab .
Eh pas di gandeng masuk kerumah kok ngerasa nyaman .
Apalagi genggaman tangan El yang hangat, tambah nyaman la .
Keduanya kembali duduk ke kursi masing - masing .
El menyampaikan keputusan mereka berdua, ia memberitahukan permintaan Lea yang meminta waktu untuk menjawab .
Kedua keluarga memaklumi, karena memang suatu hal seperti ini harus difikirkan secara matang .
Karena menyangkut kehidupan mereka kedepanya, jika salah melangkah kan susah .
Kedua keluarga itu melanjutkan dengan mengobrol santai sebelum pada akhirnya El dan Papa Mama nya berpamitan untuk pulang .
Setelah El dan kedua orang tuanya pulang, tinggallah Lea, Papi, Mami dan Reynand .
Keempatnya masih duduk di ruang tamu .
Lea menyandarkan kepalanya di pundak Abang tercintanya itu , ya gimana ngak tercinta, Abangnya cuma satu .
" Kamu fikirkan baik - baik Dek ."
" Kalau Papi lihat El orangnya baik, ngak neko - neko juga ." ucap Papi
__ADS_1
" Mami pun setuju kalau punya mantu modelan El begitu ."
" Selain baik dan ngak neko - neko kata Papi ."
" Dia juga ganteng ."
" Kalau kamu sama El ."
" Pasti cucu Mami ganteng juga ." ucap Mami . anaknya baru juga dilamar, eh Mami udah mikir sampai cucu .mainnya jauh banget ya Mi .
" Akan Lea fikirkan baik - baik Mi Pi ."jawab Lea yang puncak kepalanya dibelai dengan sayang oleh Reynand .
" Apapun keputusan kamu ."
" Kami tetap dukung Dek ." kini gantian Reynand yang mengeluarkan suaranya .
💚💚💚
Pagi ini tampak berbeda dari biasanya .
Karena lagi ini Lea bangun dan pandangannya langsung tertuju ke arah cincin berlian yang terpasang di jari manisnya .
Walaupun status dari cincin itu masih abu - abu.
Ntah akan berubah putih atau hitam, waktu seminggu ini akan membuktikannya .
Lea memandangi cincin itu beberapa saat sebelum akhirnya ia beranjak dari ranjang dan melangkah memasuki kamar mandi.
Dua puluh menit berlalu, Lea sudah selesai bersiap untuk berangkat ke kantor .
Ia keluar dari kamarnya menuju ruang makan untuk sarapan bersama seperti biasanya .
Sedangkan di belahan bumi bagian lain, namun bukan dunia lain .
El masih terlelap tidur tanpa terusik sedikitpun oleh cahaya mantari yang menembus celah gorden abu - abu di kamarnya .
Ntah la .
Mungkin El sangat lelah hingga ia tidur dengan sangat nyenyak .
Atau mungkin El merasa lega karena semalam sudah menyampaikan niat baiknya pada Lea, maka dari itu ia terlelap dengan perasaan nyaman dan bahagia .
Akan lebih bahagia lagi kalau Lea menerima lamarannya .
💚💚💚
Lea sudah sampai di kantor dan baru saja duduk di kursinya .
Tampak di atas meja sebuket bunga mawar berwarna pink .
Ia mengambil buket itu dan membawa catatan disana .
" Aku menunggumu ." itulah tulisan yang tertera disana .
Setelah membaca tulisan itu sepeti biasa, Lea akan menaruh bunga itu ke dalam vas yang tersedia di meja nya, mengganti bunga lama dengan yang baru .
Skip kantin .
Giselle sedari tadi memperhatikan cincin yang ia pastikan itu adalah cincin berlian , yang tersemat di jari manis Lea .
Iya yakin jika itu cincin baru .
Karena sedikit banyaknya Giselle tahu beberapa model cincin milik Lea .
" Cincin baru La ? ." tanya Giselle to the point.
" Heeh ."
" Baru semalam ."jawab Lea .ya kan benar baru semalam ia mendapatkan cincin yang melingkar di jari manisnya ini .
" Gue lihat - lihat ."
" Kenapa cincinnya kayak model cincin lamaran ya ." ucap Giselle
" Emang iya Gi ? ."
" Iya ."
" Ada yang ngelamar lo atau gimana ? ."
" Jawab jujur La ." ucap Giselle .ia butun penjelasan saat ini .
" Gue emang dilamar ." jawab Lea .
" Hahhh ...." teriak Giselle yang syok akan Ucapan Lea barusan.
.........❣..........
...Jangan Lupa Like, Vote, Dan Comment Yaa...
...See You Next Chapter...
...Bye Byee...
.......
Rengat Barat
Jum'at , 14 April 2023
Pukul 23.24 Wib.
.......
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
__ADS_1
...Lee Haechan...