MAHASTAMA

MAHASTAMA
Bab 15 . Yes Or No


__ADS_3

...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


Tok tok tok


" Dek..." panggil Reynand setelah mengetuk pintu kamar adiknya .


" Ha ..bentar Bang. jawab Lea yang kemudian beranjak dari ranjang menuju pintu tang terkunci .


Cklek


" Kenapa Bang ? ."


" Lo cepetan dandan ."


" Habis itu turun kebawah ." perintah Reynand dengan nada yang tidak sedang ingin dibantah.


" Oo...oke ." jawab Lea yang tahu bahwa Abangnya sedang dalam mode serius .


Lea segera memasuki walk in closednya, ia memakai dress berwarna blue light .


Selesai berganti pakaian, Lea keluar dari walk in closed dan segera duduk di kursi meja riasnya .


Memoles wajah dengan tipis agar terkesan natural . walaupun sebenarnya tanpa polesan apapun Lea sudah cantik .


Tak lama Lea sudah selesai bersiap .


" Sumpah gue penasaran banget siapa yang dateng ."


" Sampai gue disuruh dandan begini. "


" Seumur - umur baru kali ini nih begini ." gumam Lea sembari berjalan keluar kamar .


" Ini tamunya siapa ya ." ucap Lea pelan sembari kedua kalinya mulai menapak satu persatu anak tangga yang akan membawanya menuju anak tangga terakhir .


Sayup - sayup terdengar suara beberapa orang di ruang tamu .


Ketika Lea sudah berada tak jauh dari sofa ruang tamu .


" Hah ..." Lea kaget bukan main .


" Kenapa El disini ."


" Itu kenapa bawa Papa Mama nya juga ."


" Jadi mereka bertiga tamunya ." gumam Lea. ia berhenti sejenak demi menetralkan degyo jantungya yang baru saja terkena serangan syok .


Setelah beberapa saat berdiri diam bak patung , Lea kembali mengayunkan kakinya melangkah menuju tempat beberapa orang yang sedang duduk sembari mengobrol ringan .


" Duduk Dek ." ucap Mami ketika menyadari kedatangan Lea .


" Malam semua ."


" Malam Om Tante ." sapa Lea kepada kedua orang tua El .


Lalu ia duduk di sebelah Reynand .


" Lea nya sudah ada disini ."


" Silakan nak El menyampaikan maksud dan tujuannya berkunjung ke sini ." ucap Papi .


Lea yang mendengar ucapan Papi pun bertanya tanya .


" Ini ada apa sih sebenarnya ." tanya Lea dalam hati .


" Baik Om ."


" Langsung saja saya menyampaikan maksud dan tujuan saya berkunjung kemari membawa kedua orang tua saya malam ini ."


" Saya berniat meminta anak gadis om untuk menjadi pendamping hidup saya ." ucap El tegas namun sopan .


Lea langsung kaget, matanya seketika melebar dengan mulut yang sedikit terbukax sedikit ya sedikit, untung ngak lebar bangetx bisa malu Lea .


" Saya tidak bisa mengambil keputusan menolak atau menerima kamu menjadi pendamping hidup putri saya ."


" Semua keputusan ada di tangan putri saya ."


" Silakan kamu bertanya ke Lea ." ucap Papi . karena ini sepenuhnya adalah hak Lea .ia tidak bisa mengambil keputusan .


" Al ..." panggi El sembari menatap manik mata Lea dalam .


" I..iya ." jawab Lea gugup .


Seumur umur Lea belum pernah segugup ini.


Ya iyalah belum pernah, kan baru kali ini ada seorang pria yang melamar Lea .


" Azallea ."


" Aku Axcelle Mahastama, meminta kamu menjadi pendamping hidupku, menjadi ibu dari anak - anakku dan menua bersamamu hingga tutup usia ."


" Aku sudah meminta kepada ayahmu ."


" Kini pada akhirnya aku harus meminta persetujuan darimu ."


" Apakah kamu bersedia untuk itu ? ." tanya El tanpa melepas pandangan mereka .


Sungguh Lea sangat bimbang saat ini apakah akan menjawab ya atau tidak kepada El .


" Hmmm ..."

__ADS_1


" Boleh kita bicara berdua dulu El ? ." tanya Lea dengan lembut ."


" Boleh ."


" Yuk ."


El segera berpamitan kepada kedua orang ta mereka .


El mengikuti langkah Lea yang berjalan di depannya menuju taman belakang rumah Lea .


Lea mendudukkan diri di kursi panjang yang bisa di duduki oleh dua orang .


El pun ikut duduk tepat di sebelah Lea .


" El ." panggil Lea .


" Iya Al ." jangan tanya bagaimana jantung El berdetak saat ini .


Karena tentunya jantung itu berdetak tanpa bisa dikendalikan kecepatannya .


Karena sang empu saat ini sedang harap - harap cemas akan jawaban Lea tentang menerima atau tidak lamaran nya tadi .


” Kamu serius dengan ucapanmu tadi ? ." tanya Lea .


Ini Lea gimana sih, El sampai bawa orang tuanya lo kesini, ngak mungkin cuma bercanda kan .


El ngak se bercanda itu Lea .


" Dengan aku datang kesini.membawa kedua orang tuaku ."


" Kamu masih mempertanyakan keseriusanku ? ." tanya El balik .


" Aku masih bingung El ."


" Boleh kasih aku waktu ? ." pinta Lea, ia masih bingung dengan perasaannya sekarang .


" Berapa lama ? ." tanya El .ya agar ia tahu harus menunggu berapa lama, ia tidak mau menunggu yang tak pasti .


" Satu minggu kurasa cukup ." ucap Lea .


" Oke ."


" Aku kasih kamu waktu satu minggu ." ucap El mengiyakan permintaan Lea .


" Tapi ."


" Tapi apa ? ." tanya Lea .


" Boleh ngak cincin ini aku pakaikan ke jari kamu lebih dulu ? ." tanya El sembari tangannya merogoh ke arah satu dan mengeluarkan kotak yang berisi cincin berlian yang sudah El pilih khusus untuk Lea .


" Kalau setelah seminggu kamu terima lamaran aku ."


" Jangan kamu lepas cincin ini ."


" Tapi kalau kamu tolak aku ."


Lea hanya mengangguk tanda ia mengerti akan ucapan El .


El membuka kotak beludru, ia mengambil cincin dari dalam kotak itu .


Lea mengulurkan tangannya ke hadapan El .


Dengan pelan El memasang kan cincin di jari manis Lea .


Setelah cincin terpasang sempurna, El mengelus permukaan cincin itu .


" Semoga kamu selalu berada di jari manis ini ." doanya dalam hati .


Lea yang mendapat perlakuan manis seperti itu oleh El hanya terdiam kaku .


" Yuk masuk kedalam ." ajak El setelahnya .


" Kasihan mereka nunggu kita ."


El menggenggam tangan Lea untuk mengajaknya beranjak dari kursi .


Lea beranjak dati kursi karena tangannya di tarik oleh El pelan agar membantu dirinya berdiri .


Keduanya berjalan memasuki rumah dengan tangan yang saling bertautan .


Pas dilamar minta waktu buat jawab .


Eh pas di gandeng masuk kerumah kok ngerasa nyaman .


Apalagi genggaman tangan El yang hangat, tambah nyaman la .


Keduanya kembali duduk ke kursi masing - masing .


El menyampaikan keputusan mereka berdua, ia memberitahukan permintaan Lea yang meminta waktu untuk menjawab .


Kedua keluarga memaklumi, karena memang suatu hal seperti ini harus difikirkan secara matang .


Karena menyangkut kehidupan mereka kedepanya, jika salah melangkah kan susah .


Kedua keluarga itu melanjutkan dengan mengobrol santai sebelum pada akhirnya El dan Papa Mama nya berpamitan untuk pulang .


Setelah El dan kedua orang tuanya pulang, tinggallah Lea, Papi, Mami dan Reynand .


Keempatnya masih duduk di ruang tamu .


Lea menyandarkan kepalanya di pundak Abang tercintanya itu , ya gimana ngak tercinta, Abangnya cuma satu .


" Kamu fikirkan baik - baik Dek ."


" Kalau Papi lihat El orangnya baik, ngak neko - neko juga ." ucap Papi

__ADS_1


" Mami pun setuju kalau punya mantu modelan El begitu ."


" Selain baik dan ngak neko - neko kata Papi ."


" Dia juga ganteng ."


" Kalau kamu sama El ."


" Pasti cucu Mami ganteng juga ." ucap Mami . anaknya baru juga dilamar, eh Mami udah mikir sampai cucu .mainnya jauh banget ya Mi .


" Akan Lea fikirkan baik - baik Mi Pi ."jawab Lea yang puncak kepalanya dibelai dengan sayang oleh Reynand .


" Apapun keputusan kamu ."


" Kami tetap dukung Dek ." kini gantian Reynand yang mengeluarkan suaranya .


💚💚💚


Pagi ini tampak berbeda dari biasanya .


Karena lagi ini Lea bangun dan pandangannya langsung tertuju ke arah cincin berlian yang terpasang di jari manisnya .


Walaupun status dari cincin itu masih abu - abu.


Ntah akan berubah putih atau hitam, waktu seminggu ini akan membuktikannya .


Lea memandangi cincin itu beberapa saat sebelum akhirnya ia beranjak dari ranjang dan melangkah memasuki kamar mandi.


Dua puluh menit berlalu, Lea sudah selesai bersiap untuk berangkat ke kantor .


Ia keluar dari kamarnya menuju ruang makan untuk sarapan bersama seperti biasanya .


Sedangkan di belahan bumi bagian lain, namun bukan dunia lain .


El masih terlelap tidur tanpa terusik sedikitpun oleh cahaya mantari yang menembus celah gorden abu - abu di kamarnya .


Ntah la .


Mungkin El sangat lelah hingga ia tidur dengan sangat nyenyak .


Atau mungkin El merasa lega karena semalam sudah menyampaikan niat baiknya pada Lea, maka dari itu ia terlelap dengan perasaan nyaman dan bahagia .


Akan lebih bahagia lagi kalau Lea menerima lamarannya .


💚💚💚


Lea sudah sampai di kantor dan baru saja duduk di kursinya .


Tampak di atas meja sebuket bunga mawar berwarna pink .


Ia mengambil buket itu dan membawa catatan disana .


" Aku menunggumu ." itulah tulisan yang tertera disana .


Setelah membaca tulisan itu sepeti biasa, Lea akan menaruh bunga itu ke dalam vas yang tersedia di meja nya, mengganti bunga lama dengan yang baru .


Skip kantin .


Giselle sedari tadi memperhatikan cincin yang ia pastikan itu adalah cincin berlian , yang tersemat di jari manis Lea .


Iya yakin jika itu cincin baru .


Karena sedikit banyaknya Giselle tahu beberapa model cincin milik Lea .


" Cincin baru La ? ." tanya Giselle to the point.


" Heeh ."


" Baru semalam ."jawab Lea .ya kan benar baru semalam ia mendapatkan cincin yang melingkar di jari manisnya ini .


" Gue lihat - lihat ."


" Kenapa cincinnya kayak model cincin lamaran ya ." ucap Giselle


" Emang iya Gi ? ."


" Iya ."


" Ada yang ngelamar lo atau gimana ? ."


" Jawab jujur La ." ucap Giselle .ia butun penjelasan saat ini .


" Gue emang dilamar ." jawab Lea .


" Hahhh ...." teriak Giselle yang syok akan Ucapan Lea barusan.


.........❣..........


...Jangan Lupa Like, Vote, Dan Comment Yaa...


...See You Next Chapter...


...Bye Byee...


.......


Rengat Barat


Jum'at , 14 April 2023


Pukul 23.24 Wib.


.......


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...

__ADS_1


...Lee Haechan...


__ADS_2