MAHASTAMA

MAHASTAMA
Bab 44 . Jealous


__ADS_3

...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


Beberapa menit kemudian, El sudah memarkirkan mobilnya di tempat parkir, tidak seperti biasa, yang parkir tepat di depan perusahaan .


Ia tidak ingin terkena siraman rohani pagi ini .


" Aku keluar duluan ."


" Sepuluh menit lagi Mas baru keluar ." peringat Lea yang hendak keluar dari dalam mobil .


" Loh kenapa yang ? ." tanya El sembari mengerutkan kening .


" Soalnya aku agak risih kalau dengar omongan orang pas kita jalan bareng ."


" Mau mode karyawan biasa aja ."


" Bukan karyawan merangkap istri Bos ." jawab Lea mengemukakan alasannya .


Ia merasa risih jika sedang berjalan dan me dengar bisik - bisik, yang sayangnya terdengar jelas di telinganya yang peka .


Belum sempat El menanggapi ucapan Lea, sang empu sudah keluar dari mobil dan melangkah menjauh .


" Sok- sok an mau jadi karyawan biasa ."


" Ntar gue di deketin dedek gemes baru tau rasa ." gumam El yang hanya di dengar olehnya .


Ya gimana enggak di dengar sendiri, kan ia memang sedang sendiri di dalam mobil saat ini .


Ia melihat ke arah jam tangannya .


" Oke gue tunggu sepuluh menit ." pasrah El, daripada ntar istrinya ngambek .


Bisa - bisa jatah malamnya berkurang, atau bahkan tidak ada sama sekali .


Kan kasihan masa depan nya kalau gini .


Tik tik tik tik


Setelah menunggu sepuluh menit lebih sedikit, Ek keluar dari mobilnya .


" Pagi Pak ."


" Pagi Pak El ."


Sapaan karyawan yang tanpa sengaja berpapasan dengan El ketika ia memasuki perusahaan .


Dan El hanya menjawab dengan anggukan kepala .


Cklek


El melangkah masuk ke ruangan yang setiap hari dikunjunginya, menemaninya untuk menambah pundi - pundi rupiah yang memenuhi rekeningnya .


Duduk di kursi kebesaran yang di atas nya sudah tersedia beberapa berkas .


Tanpa menyentuh berkas terlebih dahulu, El membuka handphone nya .


...Wife ❤...


^^^Keluar mobil dalam waktu sepuluh menit sudah dilaksanakan dengan baik nyonya .^^^


El mengetikkan pesan tersebut dan langsung mengirimkan ke sang istri .


Tak lupa ia memesan beberapa camilan yang akan langsung dikirim ke ruangan Lea .


Nyenengin istri dulu sebelum mulai kerja, biar berkah .


Setelah selesai dengan handphone nya, El memulai mengerjakan pekerjaannya hari ini .


Tentu diawali dengan Bismillah .


Sementara di sebuah ruangan, yang sama - sama berada di satu gedung dimana El berada .


Ting


...Suami Orang ❤...


Keluar mobil dalam waktu sepuluh menit sudah dilaksanakan dengan baik nyonya .


^^^Laporan diterima 👍^^^


Lea membalas chat El disela mengerjakan pekerjaannya, sebagai istri yang baik harus gini yakan .


Disaat kerja juga harus menanggapi chat suami, ngak bakalan ada yang akan menegurnya juga jika Lea melakukan hal itu .


Ya siapa yang berani menegur nyonya bos, mana lagi chat annya sama bos besar lagi .

__ADS_1


Cari mati sih kalau melakukannya .


Padahal jika Lea ditegur, ia akan memakluminya, tanpa merasa dirinya benar .


" Mbak Lea ."


" Ini ada titipan dari Pak El ." ucap seorang office girl sembari meletakkan paper bag ukuran sedang ke atas meja kerja Lea .


" Oiya, makasih ya ." ucap Lea sembari menampilkan senyumnya .


" Sama - sama Mbak ." office girl itupun berlalu .


" Camilan apa pagi ini ."


Lea mulai membuka paper bag tersebut .


" Mochi ."


" Thai Tea Matcha ."


" Lagi edisi Negaranya Chenle ternyata ." gumam Lea sembari membuka box mochi .


Ia menikmati camilannya sembari melanjutkan pekerjaannya .


Berasa lagi kerja dirumah kalau gini ya .


Berasa kantor milik sendiri, eh kan memang miliknya, karena pada prinsipnya, milik suami adalah milik istri .


Beberapa jam berlalu .


Krucuk krucuk


Perut Lea berbunyi, pertanda pasukan cacing sudah berdemo ria .


Dan karena tidak ada tanda - tanda El akan menemuinya atau mengajaknya makan siang, jadi ia memutuskan untuk mengajak Giselle .


" Makan siang bareng Giselle aja ya ."


Ia menelfon Giselle .


" Yuk makan siang dikantin ." ajak Lea .


" Otw nyamperin lo ." balas Giselle dari balik telephone .


Tak berapa lama .


" Yuk otw ."


" Yuk ." Lea beranjak dari kursinya sembari membawa handphone .


Keduanya berjalan menuju kantin, dimana tempat berbagai jenis makanan enak tersedia .


" Biar gue yang pesan ." ucap Lea ketika keduanya baru memasuki kantin .


" Gue pesan iga bakar ."


" Minumnya lemon tea ." Giselle memberitahukan pesanannya .


" Oke ." Lea pun melangkah menuju tempat pemesanan .


Sedangkan Giselle berjalan menuju meja yang masih belum terisi .


Lea memesan makanan untuk ia dan Giselle .


Setelah memesan, ia berjalan menuju meja dimana Giselle berada, namun manik matanya tanpa sengaja melihat El yang sedang duduk bersama tiga laki - laki dan seorang perempuan .


Seorang perempuan yang duduk tepat di depan El, inget ya di depan, bukan muhrim soalnya .


Dua dari tiga laki - laki yang Lea kenal, yaitu David dan Rui, serta satu orang laki - laki yang Lea pun tidak tahu siapa, ditambah seorang perempuan yang pastinya tidak Lea ketahui .


Mengabaikan keberadaan El, Lea kembali melangkah .


" Tumben lo ngak makan siang sama si Bos ."


" Kenapa ? ." tanya Giselle .


Karena biasanya Lea akan makan siang bersama El, pas pendekatan aja sering makan bareng .


" Gpp ." jawab Lea sekenanya .


Ya mau jawab apalagi memangnya .


" Tuh liat ke sebelah kanan ."


" Suami lo lagi makan siang sama David plus Rui ."


" Tapi yang dua nya gue ngak tau ."


" Mana dari tadi tu perempuan liatin suami lo nya gitu banget. "


" Intens banget tau ."

__ADS_1


" Kenapa jadi gue yang kesel ya ."


" Padahal yang istrinya kan lo ." cerocos Giselle bak burung beo yang sedang berkicau di pagi hari .


" Biarin aja ."


" Palingan cuma teman ." jawab Lea, tidak menutupi rasa cemburunya, ya gimana ngak cemburu coba .


Susah ya kalau punya suami ganteng plus kaya, banyak lalat yang mendekat .


" Oiya El ."


" Besok kumpul yuk di club ."


" Sekalian gue mau traktir kalian ."


" Kan besok ultah gue ." ucap perempuan itu dengan nada manja yang dibuat buat .


Sembari menatap El dengan tersenyum manja ala - ala dedek gemes yang sedang menggoda sugar Daddy .


Kalau Lea mendengarnya, pasti sudah di lakban mulut tu perempuan .


Mau goda - goda suami orang .


Lawan dulu pawangnya .


" Mana mau ni anak ke club lagi ." ucap David .


" Yoi ."


" Lebih pilih dirumah la dia sekarang ."


" Mana ada yang ngangetin ." Rui ikut bersuara .


" Nah, lo pada pasti paham ." El mengeluarkan suaranya sembari menggerakkan sebelah alisnya .


" Kenapa gitu ? ." tanya perempuan itu penuh penasaran .


" Nyonya nya nanti ngambek kalau El ke club ."


" Tidur diluar ntar dia. " jawab David, emang ya David paham banget deh .


" Yang udah ada istri emang beda ." Rui dengan nada menggoda nya, tapi lebih ke arah meledek sih .


" Emang Rafa udah nikah ? ." tanya perempuan itu dengan nada syok .


" Udah ."


" Masih pengantin baru juga ni anak ." David .


" Beneran Raf ? ." tanya perempuan itu lagi dengan rasa tak percaya akan ucapan David .


" Hm ."


" Sorry gue ngak bisa ikut ngumpul di ultah lo ."


" Gue udah nikah ."


" Club bukan lagi mainan gue ." jawab Rafa dengan tegas .


Sedangkan Lea yang sedari tadi makan sembari beberapa kali melirik ke arah El, hatinya sudah mulai panas .


" Awas kalau macam - macam ."


" Tidur diluar nanti malam ." gumam Lea, yang dapat didengar Giselle .


" Si Pak Bos pasti aman kok La ."


" Es balok itu susah buat cair ."


" Apalagi ini Es yang berasal dari kutub ." Giselle berusaha meredam rasa cemburu yang mbara di hati Lea .


" Yakin deh sama gue ."


..........❣..........


...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...


...See You Next Chapter...


...Bye Byee...


Rengat Barat


Minggu, 09 Juli 2023


Pukul 22.42 Wib .


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...


...Lee Haechan ❤...

__ADS_1


__ADS_2