
...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........❣..........
.......
Beberapa menit kemudian, El sudah memarkirkan mobilnya di tempat parkir, tidak seperti biasa, yang parkir tepat di depan perusahaan .
Ia tidak ingin terkena siraman rohani pagi ini .
" Aku keluar duluan ."
" Sepuluh menit lagi Mas baru keluar ." peringat Lea yang hendak keluar dari dalam mobil .
" Loh kenapa yang ? ." tanya El sembari mengerutkan kening .
" Soalnya aku agak risih kalau dengar omongan orang pas kita jalan bareng ."
" Mau mode karyawan biasa aja ."
" Bukan karyawan merangkap istri Bos ." jawab Lea mengemukakan alasannya .
Ia merasa risih jika sedang berjalan dan me dengar bisik - bisik, yang sayangnya terdengar jelas di telinganya yang peka .
Belum sempat El menanggapi ucapan Lea, sang empu sudah keluar dari mobil dan melangkah menjauh .
" Sok- sok an mau jadi karyawan biasa ."
" Ntar gue di deketin dedek gemes baru tau rasa ." gumam El yang hanya di dengar olehnya .
Ya gimana enggak di dengar sendiri, kan ia memang sedang sendiri di dalam mobil saat ini .
Ia melihat ke arah jam tangannya .
" Oke gue tunggu sepuluh menit ." pasrah El, daripada ntar istrinya ngambek .
Bisa - bisa jatah malamnya berkurang, atau bahkan tidak ada sama sekali .
Kan kasihan masa depan nya kalau gini .
Tik tik tik tik
Setelah menunggu sepuluh menit lebih sedikit, Ek keluar dari mobilnya .
" Pagi Pak ."
" Pagi Pak El ."
Sapaan karyawan yang tanpa sengaja berpapasan dengan El ketika ia memasuki perusahaan .
Dan El hanya menjawab dengan anggukan kepala .
Cklek
El melangkah masuk ke ruangan yang setiap hari dikunjunginya, menemaninya untuk menambah pundi - pundi rupiah yang memenuhi rekeningnya .
Duduk di kursi kebesaran yang di atas nya sudah tersedia beberapa berkas .
Tanpa menyentuh berkas terlebih dahulu, El membuka handphone nya .
...Wife ❤...
^^^Keluar mobil dalam waktu sepuluh menit sudah dilaksanakan dengan baik nyonya .^^^
El mengetikkan pesan tersebut dan langsung mengirimkan ke sang istri .
Tak lupa ia memesan beberapa camilan yang akan langsung dikirim ke ruangan Lea .
Nyenengin istri dulu sebelum mulai kerja, biar berkah .
Setelah selesai dengan handphone nya, El memulai mengerjakan pekerjaannya hari ini .
Tentu diawali dengan Bismillah .
Sementara di sebuah ruangan, yang sama - sama berada di satu gedung dimana El berada .
Ting
...Suami Orang ❤...
Keluar mobil dalam waktu sepuluh menit sudah dilaksanakan dengan baik nyonya .
^^^Laporan diterima 👍^^^
Lea membalas chat El disela mengerjakan pekerjaannya, sebagai istri yang baik harus gini yakan .
Disaat kerja juga harus menanggapi chat suami, ngak bakalan ada yang akan menegurnya juga jika Lea melakukan hal itu .
Ya siapa yang berani menegur nyonya bos, mana lagi chat annya sama bos besar lagi .
__ADS_1
Cari mati sih kalau melakukannya .
Padahal jika Lea ditegur, ia akan memakluminya, tanpa merasa dirinya benar .
" Mbak Lea ."
" Ini ada titipan dari Pak El ." ucap seorang office girl sembari meletakkan paper bag ukuran sedang ke atas meja kerja Lea .
" Oiya, makasih ya ." ucap Lea sembari menampilkan senyumnya .
" Sama - sama Mbak ." office girl itupun berlalu .
" Camilan apa pagi ini ."
Lea mulai membuka paper bag tersebut .
" Mochi ."
" Thai Tea Matcha ."
" Lagi edisi Negaranya Chenle ternyata ." gumam Lea sembari membuka box mochi .
Ia menikmati camilannya sembari melanjutkan pekerjaannya .
Berasa lagi kerja dirumah kalau gini ya .
Berasa kantor milik sendiri, eh kan memang miliknya, karena pada prinsipnya, milik suami adalah milik istri .
Beberapa jam berlalu .
Krucuk krucuk
Perut Lea berbunyi, pertanda pasukan cacing sudah berdemo ria .
Dan karena tidak ada tanda - tanda El akan menemuinya atau mengajaknya makan siang, jadi ia memutuskan untuk mengajak Giselle .
" Makan siang bareng Giselle aja ya ."
Ia menelfon Giselle .
" Yuk makan siang dikantin ." ajak Lea .
" Otw nyamperin lo ." balas Giselle dari balik telephone .
Tak berapa lama .
" Yuk otw ."
" Yuk ." Lea beranjak dari kursinya sembari membawa handphone .
Keduanya berjalan menuju kantin, dimana tempat berbagai jenis makanan enak tersedia .
" Biar gue yang pesan ." ucap Lea ketika keduanya baru memasuki kantin .
" Gue pesan iga bakar ."
" Minumnya lemon tea ." Giselle memberitahukan pesanannya .
" Oke ." Lea pun melangkah menuju tempat pemesanan .
Sedangkan Giselle berjalan menuju meja yang masih belum terisi .
Lea memesan makanan untuk ia dan Giselle .
Setelah memesan, ia berjalan menuju meja dimana Giselle berada, namun manik matanya tanpa sengaja melihat El yang sedang duduk bersama tiga laki - laki dan seorang perempuan .
Seorang perempuan yang duduk tepat di depan El, inget ya di depan, bukan muhrim soalnya .
Dua dari tiga laki - laki yang Lea kenal, yaitu David dan Rui, serta satu orang laki - laki yang Lea pun tidak tahu siapa, ditambah seorang perempuan yang pastinya tidak Lea ketahui .
Mengabaikan keberadaan El, Lea kembali melangkah .
" Tumben lo ngak makan siang sama si Bos ."
" Kenapa ? ." tanya Giselle .
Karena biasanya Lea akan makan siang bersama El, pas pendekatan aja sering makan bareng .
" Gpp ." jawab Lea sekenanya .
Ya mau jawab apalagi memangnya .
" Tuh liat ke sebelah kanan ."
" Suami lo lagi makan siang sama David plus Rui ."
" Tapi yang dua nya gue ngak tau ."
" Mana dari tadi tu perempuan liatin suami lo nya gitu banget. "
" Intens banget tau ."
__ADS_1
" Kenapa jadi gue yang kesel ya ."
" Padahal yang istrinya kan lo ." cerocos Giselle bak burung beo yang sedang berkicau di pagi hari .
" Biarin aja ."
" Palingan cuma teman ." jawab Lea, tidak menutupi rasa cemburunya, ya gimana ngak cemburu coba .
Susah ya kalau punya suami ganteng plus kaya, banyak lalat yang mendekat .
" Oiya El ."
" Besok kumpul yuk di club ."
" Sekalian gue mau traktir kalian ."
" Kan besok ultah gue ." ucap perempuan itu dengan nada manja yang dibuat buat .
Sembari menatap El dengan tersenyum manja ala - ala dedek gemes yang sedang menggoda sugar Daddy .
Kalau Lea mendengarnya, pasti sudah di lakban mulut tu perempuan .
Mau goda - goda suami orang .
Lawan dulu pawangnya .
" Mana mau ni anak ke club lagi ." ucap David .
" Yoi ."
" Lebih pilih dirumah la dia sekarang ."
" Mana ada yang ngangetin ." Rui ikut bersuara .
" Nah, lo pada pasti paham ." El mengeluarkan suaranya sembari menggerakkan sebelah alisnya .
" Kenapa gitu ? ." tanya perempuan itu penuh penasaran .
" Nyonya nya nanti ngambek kalau El ke club ."
" Tidur diluar ntar dia. " jawab David, emang ya David paham banget deh .
" Yang udah ada istri emang beda ." Rui dengan nada menggoda nya, tapi lebih ke arah meledek sih .
" Emang Rafa udah nikah ? ." tanya perempuan itu dengan nada syok .
" Udah ."
" Masih pengantin baru juga ni anak ." David .
" Beneran Raf ? ." tanya perempuan itu lagi dengan rasa tak percaya akan ucapan David .
" Hm ."
" Sorry gue ngak bisa ikut ngumpul di ultah lo ."
" Gue udah nikah ."
" Club bukan lagi mainan gue ." jawab Rafa dengan tegas .
Sedangkan Lea yang sedari tadi makan sembari beberapa kali melirik ke arah El, hatinya sudah mulai panas .
" Awas kalau macam - macam ."
" Tidur diluar nanti malam ." gumam Lea, yang dapat didengar Giselle .
" Si Pak Bos pasti aman kok La ."
" Es balok itu susah buat cair ."
" Apalagi ini Es yang berasal dari kutub ." Giselle berusaha meredam rasa cemburu yang mbara di hati Lea .
" Yakin deh sama gue ."
..........❣..........
...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...
...See You Next Chapter...
...Bye Byee...
Rengat Barat
Minggu, 09 Juli 2023
Pukul 22.42 Wib .
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
...Lee Haechan ❤...
__ADS_1