
...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........❣..........
.......
Tok tok tok
Too tok tok
" Abangggg ."
" Bangunnnn..." teriak Ayna di depan pint kamar El , teriakan nya sungguh menggelegar , seperti teriakan ibu kos yang lagi nagih uang bulanan .
" Eh ayam ayam ..." latah David yang baru saja terbangun dari tidurnya dengan kaget , untung ia tidak jatuh dari sofa yang ia tiduri .
" Siapa sih yang demo pagi - pagi. " gerutu Rui sembari berusaha duduk .
" Ayna ...udah pasti ayna ."
" Siapa lagi yang berani giniin gue selain ayna ." ucap El yang baru saja bersandar pada kepala ranjang, masih dengan rasa kantuk yang mendera.
Tok tok tok
" Abangg...bangunn ..." teriak Ayna untuk yang kedua kalinya , ini tenggorokan ayna apa ngak sakit ya , atau minimal suaramya jadi serak .
Soalnya kan dari tadi ia high note mulu .
" Iya Dek iyaa ." jawab El agar Ayna berhenti berteriak yang membuat telinganya sakit.
El beranjak dari ranjang dengan langkah cintai, ya mohon dimaklumi, habis begadang, bafu juga tidur beberapa jam, eh udah di demi oleh sang Adik.
" Untung adek gue. " batin El disela langkahnya menuju pintu.
Cklek
" Hmmm..."
" Kata Mama suruh kebawah buat sarapan ."
" Ngak pakai lama ." ucap Ayna tepat di hadapan El , kemudian langsung berlalu begitu saja tanpa rasa bersalah karena sudah demo di depan kamar nya .
El melangkah masuk kembali ke dalam kamar .
" Bangun lo berdua. "
" Disuruh kebawah sama Mama ." ucap El memberitahu kedua manusia yang berada di kamarnya ini .
" Ngapain ? ." tanya Rui.
" Sarapan ."
" Buruan kebawah ."
" Keburu di demo lagi kayak tadi ." Ucap El, yang kemudian berlalu memasuki kamar mandi.
Tak lama
El keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sedikit lebih segar .
Sedikit segar karena ia mencuci muka dan sikat gigi, tidak mandi tentunya.
Bukannya malas mandi atau jorok, tapi hemat air, mumpung ia tidak pergi ke kantor.
Sesekali boleh yakan.
Ketiga manusia bergender sama menuruni tangga dengan barisan memanjang.
Persis seperti anak kembar tapi tiga .
Mereka berjalan menuju meja makan, dan duduk di kursi yang tersedia disana .
" Mama masak nasi goreng komplit ."
" Ayo sarapan ."ucap Mama .
Enam orang yang berada di meja makan pun menikmati sarapan mereka , namun dengan tiga orang yang sarapan sembari menahan kantuk yang mendera .
" Begadang ya gitu, terusss ."
💚💚💚
Lea membuka handphone nya kemudian mem play cutime nya Rachel Goddard.
Meletakkan handphone nya bersandar pada toples kerupuk di depannya.
" Mari makan ."
Lea mulai menuapkan mie goreng ke mulutnya .
" Lo suka banget nontonin cutime ." ucap Giselle yang baru saja melirik sekilas ke layar handphone Lea.
" Pernah ikutan curhat ngak Sya ? ." tanya Wellin .
" Ya suka aja ."
" Curhatannya seru soalnya ."
" Tapi gue belum pernah ikutan curhat sih ."
" Harusnya kalian berdua yang ikutan curhat ."
" Kan kisah percintaan kalian pada miris tuh ." ucap Lea meledek keduanya , karena kisah percintaan mereka memang miris .
" Yee, enggak miris ya ." Wellin .
" Ngak miris darimana ."
" Miris banget iya ." ucap Lea, yakali dibilang ngak miris, ngak terima la Lea, kenyataannya beda.
" Ikutan cutime aja Lin ."
" Ceritain kisah percintaan lo yang beda ." Giselle .
" Beda apanya ? ." tanya Wellin yang belum connect .
" Beda alam ." ucap Giselle.
" Gue beda alam, la lo beda tuhan ." jawab Wellin, ia membalas perkataan Giselle .
" Percintaan kalian berdua emang beda, ngaj ada dua nya ." ucap Lea sembari geleng - geleng kepala.
" Heh sadar percintaan lo juga aneh ." Giselle
" Iya aneh bin ajaib ." Wellin .
" Mau nikah sama mantan ." Giselle .
" Mantan itu biasanya dibuang ."
" Eh ini dinikahin ."
" Calon suamiku mantanku ." ucap Wellin .
" Udah bisa tu dijadiin judul sinetron di channel ikan terbang ." Giselle
" Gih daftarin cerita lo disana. ". Wellin.
" Mana tau lo sama El bisa jadi pemerab utamanya juga ." Giselle.
" Nih gue jelasin ya wahai dua anak manusia yang ada di hadapan gue ." ucap Lea berusaha menjelaskan kepada dua orang manusia ini .
" El ya yang ngedeketin gue terus, habis itu malah langsung ngelamar kerumah lagi ." Lea memberikan penjelasan , namun ini masih lah judul besarnya.
" Ntah iya El ngekemar lo kerumah ? ." tanya Giselle yang seolah tak mempercayai ucapan Lea .
" Gue kok rada ngak percaya ya ." ucap Wellin mendukung Giselle tentunya .
Dua manusia ini kalau disuruh bergabung klop banget, musuhnya langsung ciut.
" El ngak lagi khilaf kan ? ." tanya Giselle .
" Heh ..beneran ya ."
" Enak aja lo bilang dia lagi khilaf pas ngelamar gue ." ucap Lea berusaha membela diri, walaupun sudah pasti kalah, kan satu lawan dua, ngak seimbang dong .
Merek bertiga makan sembari berdebat, emang cewek tanpa ribut itu ngak bisa, dan juga satu lagi, cewek kalau udah kumpul, mustahil jika tidak gibah .
" Gibah nambah dosa, tapi seru, gimana dong ."
" Ya lagian mau - mau an banget El sama cewek modelan kek lo ." ucap Giselle.
" Padahal banyak cewek yang pastinya mau sama Em, pada bening - bening juga ." ucap Wellin.
" Bahkan ya, gur pernah dengar kalau banyak artis sama model yang ngedeketin El ."
__ADS_1
" Tapi kalian tau la ya gimana El ."
" Bukannya dipacarin ."
" Mereka semua malah diusir sama El ."
" Gitu sih yang gue dengar ." ucap Giselle memberikan informasi yang ia ketahui.
" Heeh, bener banget, pasti pada mau juga sama Pak Rafa, gue yakin 99,9 % ." ucap Wellin dengan yakin .
" Tapikan Rafa maunya sama gue ." ucap Lea dengan wajah sombongnya, bangga dong ya sama diri sendiri.
" Mereka bisa apa ." ucapan Lea meng skak mat dua orang di depannya.
" Gue juga cantik."
" Baik dan tidak sombong ." ucap Lea membanggakan diri.
Ini Lea tingkat pedenya udah 101% sepertinya.
" Tambah satu lagi deh La ." ucap Giselle, yang membuat Lea berfikir sejenak .
" Cerewetnya jangan lupa ." ucap Giselle pada akhirnya.
" Gue ngak cerewet ya ."
" Gue itu manusia paling kalem di antara dita bertga tau ." ucap Lea, ini Lea lagi ngak sadar atau gimana , yakali bentukan Lea gini kalem , mustahil banget yakan.
Ucapan Lea membuat Giselle dan Wellin mengerutkan kening, menampilkan wajah julidnya, sebelah dua belas dengan wajah julidnya doyoung.
Giselle meletakkan telapak tangan nya dikening Lea .
" Ngak panas ." ucapnya, ia mengecek karena takutnya Lea demam, atau bisa jadi tanda - tanda kejiwaannya terganggu.
" Kalo yang kalem kayak lo gini ."
" Yang ngak kalemnya gimana ." ucap Wellin sembari menepuk jidat nya.
" Lelah, lelah aku lelah, nyerah deh ." batin Wellin, rasanya ia ingin sekali angkat tangan tanda menyerah
Perbincangan mereka bertiga pun berlanjut sampai piring yang berada di depan mata sudah dalam keadaan bersih dari makanan.
💚
El sedang memainkan ponselnya sembari duduk di ruang keluarga di sore hari .
Di depannya terdapat dua orang yang sedang memainkan play station dengan heboh.
Tak lain dan tak bukan kedua pria itu adalah ketiga sahabatnya yaitu Davis, dan Rui .
Kedua manusia berakhlak mulia, eh salah.
Kedua manusia yang akhlaknya kurang setengah , nah gini baru benar.
Mungkin dulu saat pembagian akhlak, mereka cuti .
" Siapa yang mau nemenin Mama belanja ." ucap Mama yang baru menginjakkan kaki di ruang keluarga.
" Rui Ma Rui ." jawab Rui semangat sembari mengangkat tangannya ."
" Ada yang mau ikut lagi ngak ? ." ucap Mama lagi.
" Enggak Ma ". jawab keduanya bersamaan, ini orang berdua sebelumnya udah di briefing dulu mungkin biar kompakan .
" Donat nya jangan lupa ya Ma ." ucap Rui sang pencinta makanan manis terutama donat.
" Kalau lupa nanti Rui ingetin ."
" Yakan kamu ikut Mama ."
" Gimana sih , pusing Mama punya anak bujang modelan kamu Ru ." ucap Mama sembari menepuk jidat nya sendiri.
" Kamu setiap Mama belanja nitipnya donat mulu ."
" Makanan manis terus yang dimakan ."
" Giginya sakit baru tahu rasa ." ucap Mama.
, mulai nih mulai siraman rohaninya.
" Ya kan enak ma....hehe ." ucap Rui sembari terkekeh, menyengir dengan gampang tak berdosa.
" Ini ada titipan ngak ? ."
" Wafer keju yang banyakkk ya Ma ." David memberitahukan titipannya, si penyuka keju ya gini.
" Apa lagi ?Vid Bang ? ." tanya Mama, mana tau ada titipan yang kelupaan .
" Yang gurih gurih Ma ." ucap David menambah pesanannya, membantu Mama menghabiskan uang Papa yang tujuh turunan dan satu tanjakan .. haha .
" Micin di dapur noh gurih ." ucap El. daripada David jauh - jauh cari yang guruh, mendingan ke dapur gadoin penyedap masakan .
" Gadoin aja itu micin di dapur ." Rui. ikut bersuara .
" Nanti Mama cariin yang gurih gurih ."
" Kalau ngak ada ya nanti Mama beliin micin aja yang banyak buat kamu " ucap Mami bercanda.
" Kamu nitip apa Bang ? ."
" Nitip rindu buat Lea aja Ma ." jawab El .
" Bucinnn ." ucap ketiga orang yang mendengar ucapan El barusan.
" Kan tadi disuruh nitip ."
" Ya ini kan nitip ." protes El yang tak mau kalah .
" Mama itu mau belanja, nitip nya seharusnya makanan ."
" Bukan nitip rindu ."
" Titip rindu aja ke burung merpati, pakai surat ."
" Titip rindunya sama Allah aja Bang. "
" Udah paling benar itu ." Saran mama memang luasr biasa.
" Mana tau sampai ke Lea ." ucap Mama. ini Mami terinspirasi dari drama Indoxxxx apa ya .
" Ini zaman modern Ma ."
" Yakali nitip surat ke burung ." jawab El kesal, yakali ia harus menggunakan cara zaman dulu.
" Nitip ke kang paket El, kan udah modern. " ucap David .
" Udah la ."
" Capek Mama Bang kalau kamu lagi mode kangen ayang ." ucap Mama yang lelah dengan kelakuan absurd putranya.
" Yuk Ru berangkat ."
" Yuk Ma otw belanja ." ucap amRui sembari mengambil kunci mobil dari dalam sakunya.
Tak lupa ia juga mengambil handphone daru atas meja.
Mama dan Rui pun berlalu dari ruang keluarga .
💚💚💚
Tok tok tok
" Dek ."
" Itu gaun buat besok udah datang. "
" Dicoba dulu sana ." ucap Mami sedikit berteriak karena jarak mereka lumayan jauh.
" Sekalian baju bridesmaid nya Giselle Sama Wellin juga itu ."
Lea dan kedua sahabatnya sedang duduk di pendopo samping kolam renang, sedangkan Mami berada di depan pintu keluar.
" Iya Mi bentar ."
" Yuk ke kamar ." ajak Lea
" Gue pengen coba baju buat bridesmaid nya ." ucap Giselle
" Gue pengen lihat gaun lo ." Wellin menambahi.
" Pasti cantik deh ."
" Soalnya biasanya gaun daru butik tante Anggun udah pasti cantik ." ucap Giselle
" Handmade juga ." Wellin .
" Dan pastinya mehong abiss ." Wellin menambahi.
__ADS_1
" Gue ngak tau mahal apa enggaknya ."
" Kan bukan gue yang bayar ." ucap Lea. karena memang urusan bayar membayar bukan urusannya, melainkan urusan sang calon suami yaitu El .
" Enak bener jadi lo ."
" Jadi pengen satu yang kayak El ."
" Kalau ngak ada yang kayak El ."
" Kayak Kun juga boleh ."
" Langsung bergelar istri sultan gue ." ucap Giselle.
" Harapan lo ketinggian ."
" Kalau jatuh sakit ."
" Tapi ya semoga gue juga dapet yang kayak bapak kapas kesayangan aeri juga boleh ."
" Nanti judulnya Mertuaku dosenku ."
" Kan calon mertua gue dosen tuh ." ucap Giselle sembari menghayal yang mendekati gila, semoga ngak gila beneran, kasihan RSJ kalau tambah pasien .
" Yeeee tadi lo bilang jangan menghayal ketinggian ."
" Halayalan lo aja tingginya melebihi gue ."
" Ngak sadar diri emang ." Wellin .
" Udahan debat nya. "
" Yuk ke kamar ." ucap Lea guna menghentikan perdebatan keduanya, kalau dibiarkan berdebat bisa berjam jam .
Ketiganya pun beranjak dari pendopo menuju kamar.
Cklek
Pint kamar Lea terbuka.
Ketiganya langsung menuju walk in closed, karena bisa dipastikan gaunnya pasti berada disana.
Giselle menggeser pintu walk in closed.
Langsung terlihat disana ada dua gaun dan satu kebaya.
" Gila cantik banget ." ucap Giselle tanpa mengerjapkan matanya .
" Wihhh...cantik benget serius deh ." Wellin juga mengeluarkan suaranya .
" Heeh memang cantik banget ."
" Ngak nyangka gue gaunnya bakalan secantik ini ."
" Soalnya kan pas fitting belum selesai 100 % gaunnya. "
" Itupun ada beberapa request an El." ucap Lea sembari memandang kagum gaun di depan matanya .
" Cobain dulu La ." Giselle .
" Yuk kami bantu lo nyoba gaunnya ."
Lea pun mengenakan gaun tersebut dengan dibantu oleh Giselle dan Wellin.
" Pas banget di badan lo ." komentar Giselle sembati mengamati gaun yang Lea kenakan saat ini.
" Kelihatan elegant tapi ngak terlalu seksi ."
" Soalnya belahan dadanya ngak terlalu terbuka ." Giselle mengomentari .
" Aslinya kemaren belahan dadanya terbuka banget ."
" Tapi karena hasil request an El yang ngak mau kelihatan terlalu seksi ya jadi gini ." ucap Lea . menjelaskan alasan kepada gaunnya menjadi seperti ini .
" Ooh gitu ."
" Tapi bagusan gini sih ."
" Ngak terlalu seksi ."
" Kalau seksi banget agak gimana gitu ."
" Kesannya bukannya elegant ."
" Tapi jadi kayak jual keseksian di pesta pernikahan kalau menurut gue ." ucap Giselle.
" Heeh ."
" Gue juga sukanya gaun pernikahan kayak gini. "
" Ngak terlalu terbuka tapi cantik ." ucap Wellin, ia jadi ingin gaun seperti milik Lea, namun sadar ngak punya doi.
" Besok kalau gue nikah pengen gaun yang kayak gini ."
" Trus warna blue campur putih gitu, ada gradasinya ."
" Kayaknya bakalan cantik banget ."ucap Wellin . membayangkan betapa cantiknya gaun impiannya.
" Sok sok an udah mikirin gaun buat nikah ."
" Move on dulu bestie ." ucap Giselle .
" Hooh move on dulu ." Lea ikut berkata.
" Gue udah move on ya ."
" Move on apaan , beberapa minggu lalu juga lo bilang masih belum bisa move on. " ucap Lea karena memang beberapa minggu lalu Wellin curhat mengenai percintaannya.
Saat Steven ketahuan selingkuh, tetapi Wellin yang juga yang belum bisa move on dari mantannya yang sudah beda alam.
" Cariin gue cowok biar gue bisa move on ." ucap Wellin, ya mana tau dengan di carikan jodoh oleh kedua sahabatnya ini, ia bisa move on.
" Kalau lo minta kita cariin yang modelan Kun ."
" Perlu ada kun fayakun kalau menurut gue ." ucap Giselle .
" Bener banget kata lo Gi. " Nesya ikut bersuara mendukung Giselle .
" Atau lo mau gue kenalin sama temennya El ."
" Ganteng - ganteng juge kalau menurut gue. "
" Tapi ya masih gantengan El . "
" Kenalin aja ke Wellin La ."
" Mana tau jodoh. " ucap Giselle .
" Kapan - kapan gue kenalin ."
" Lo mau sama Pak Rui ngak Lin ? ." tanya Lea .
" Ha lo mau ngak Lin ."
" Pak Rui ganteng ."
" Mapan juga ."
" CEO lagi sama kayak El ." ucap Giselle, berusaha membuat Wellin setuju akan usulan mereka berdua .
" Terserah kalian ."
" Gue nurut aja la lagi ." jawab Wellin, yang seketika membuat kedua sahabatnya berteriak girang .
YESSS
..........❣..........
...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...
...See You Next Chapter...
...Bye Byee...
.......
Rengat Barat
Kamis, 27 April 2023
Pukul 23.31 Wib .
.......
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
...Lee Haechan...
__ADS_1