
...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........❣..........
.......
Tak terasa beberapa jam pun berlalu, Lea menempelkan telapak tangannya ke pipi El, guna mengecek suhu badan El saat ini .
" Udah lumayan turun ."
Perlakuan Lea tidak membuat El terusik sedikitpun .
Lea melihat jam yang tertera di layar handphone nya .
Terlihat disana sudah menunjukkan pukul setengah satu siang .
" Udah siang aja ."
Lea segera membuka aplikasi pesan makanan online, ia memesan ayam bakar dua porsi, beserta beberapa makanan pendamping lainnya .
Tak lupa ia juga memesan thai tea .
" Tinggal tunggu pesanannya datang ."
Sembari menunggu, Lea memainkan ponselnya kembali, karena biasanya ketika sibuk dengan ponsel, waktu akan terasa cepat .
Beberapa menit pun berlalu, tak lebih dari setengah jam .
Lea baru saja menerima panggilan dari pengiriman online, memberitahukan bahwa pesanannya sudah sampai di bawah .
Ia pun segera meminta tolong David untuk mengambilkan pesanannya tersebut .
Tak lama .
Tok tok
Cklek
" Si bos tidur apa belajar meninggal ."
" Ngak bangun - bangun daritadi ." ucap David setelah meletakkan paper bag berisi pesanan Lea .
" Lagi mode tak berdaya lebih tepatnya ." jawab Lea .
David hanya mengangguk saja, dan ia pun pamit keluar untuk melanjutkan pekerjaannya .
" Sayang ..." panggil Lea dengan lembut .
Lagi mode lembut ini, soalnya sedang menghadapi bayi besar yang lagi sakit .
__ADS_1
Kalau diteriakin terus nangis kan repot .
" Bangun dulu yuk ."
" Aku suapin makan siang ."
" Habis itu minum obat lagi ." bujuk Lea .
Dengan berat hati El pun membuka matanya, menyudahi tidur lelapnya .
" Duduk dulu ."
" Makan harus duduk ." pinta Lea, kalau makan sambil tidur berisiko tersedak .
El pun menurut, karena perintah nyonya tidak bisa dibantah .
Dengan segera Lea menyuapi El .
Satu demi satu suapan pun berhasil masuk ke mulut El .
" Kenyang yang ." ucap El pelan, sembari menampilkan wajah memelasnya .
" Satu suapan lagi ."
" Biar pas sepuluh ." Lea pun menyodorkan suapan terakhir itu .
Selesai menyuapi El, Lea kembali menyodorkan sendok ke arah mulut El .
Dengan terpaksa El meminum Syrup tersebut .
" Aku makan dulu ."
" Habis ini kita pulang ." ucap Lea .
" Aku ada meeting bentar lagi yang ."
" Habis meeting kita pulang ." balas El .
Ia masih memikirkan pekerjaannya disaat tubuhnya tidak mendukung .
" Lagi sakit gini juga ."
" Yakin bisa ikut meeting ? ." tanya Lea yang tampak tak yakin itu .
" Bisa ."
" Meeting nya cuma sebentar ." El meyakinkan san istri .
Ucapannya sih meyakinkan, berbanding terbalik dengan wajah yang keningnya masih tertempel bye bye fever .
" Yaudah kalau gitu ." Lea .
__ADS_1
Tak berapa lama .
Tok tok
Cklek
" Ikut meeting ngak Bos ? ." tanya David .
El menjawab dengan anggukan .
Ia pun melepas bye bye fever di keningnya, ngak mungkin kan seorang CEO seperti El meeting dengan keadaan kening tertempel penurun panas .
" Aku meeting dulu ." El pun segera berdiri dan melangkah pelan keluar ruangan .
Efek masih pusing ya gini .
Semoga saja ia tidak pingsan di ruang meeting .
" Lagi sakit maksain ikut meeting. "
" Semoga nanti ngak tambah sakit ajalah kalau gitu ." doa Lea .
Semoga doa istri yang baik seperti Lea ini terkabul ya .
Aamiin .
Sedangkan diruang meeting, El berusaha terlihat baik - baik saja .
Walau nyatanya ia semakin pusing .
Melihat itu David pun berkata dalam hati .
" Diluar gini kelihatan kuat ."
" Kalau lagi sama istri kelihatan lemah tak bedaya ." batin David .
...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...
...See You Next Chapter...
...Bye Byee...
Rengat Barat
Sabtu, 07 Oktober 2023
Pukul 23.10 Wib
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
...Lee Haechan...
__ADS_1