MAHASTAMA

MAHASTAMA
Bab 48 . Tak Berdaya


__ADS_3

...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


Tak terasa beberapa jam pun berlalu, Lea menempelkan telapak tangannya ke pipi El, guna mengecek suhu badan El saat ini .


" Udah lumayan turun ."


Perlakuan Lea tidak membuat El terusik sedikitpun .


Lea melihat jam yang tertera di layar handphone nya .


Terlihat disana sudah menunjukkan pukul setengah satu siang .


" Udah siang aja ."


Lea segera membuka aplikasi pesan makanan online, ia memesan ayam bakar dua porsi, beserta beberapa makanan pendamping lainnya .


Tak lupa ia juga memesan thai tea .


" Tinggal tunggu pesanannya datang ."


Sembari menunggu, Lea memainkan ponselnya kembali, karena biasanya ketika sibuk dengan ponsel, waktu akan terasa cepat .


Beberapa menit pun berlalu, tak lebih dari setengah jam .


Lea baru saja menerima panggilan dari pengiriman online, memberitahukan bahwa pesanannya sudah sampai di bawah .


Ia pun segera meminta tolong David untuk mengambilkan pesanannya tersebut .


Tak lama .


Tok tok


Cklek


" Si bos tidur apa belajar meninggal ."


" Ngak bangun - bangun daritadi ." ucap David setelah meletakkan paper bag berisi pesanan Lea .


" Lagi mode tak berdaya lebih tepatnya ." jawab Lea .


David hanya mengangguk saja, dan ia pun pamit keluar untuk melanjutkan pekerjaannya .


" Sayang ..." panggil Lea dengan lembut .


Lagi mode lembut ini, soalnya sedang menghadapi bayi besar yang lagi sakit .

__ADS_1


Kalau diteriakin terus nangis kan repot .


" Bangun dulu yuk ."


" Aku suapin makan siang ."


" Habis itu minum obat lagi ." bujuk Lea .


Dengan berat hati El pun membuka matanya, menyudahi tidur lelapnya .


" Duduk dulu ."


" Makan harus duduk ." pinta Lea, kalau makan sambil tidur berisiko tersedak .


El pun menurut, karena perintah nyonya tidak bisa dibantah .


Dengan segera Lea menyuapi El .


Satu demi satu suapan pun berhasil masuk ke mulut El .


" Kenyang yang ." ucap El pelan, sembari menampilkan wajah memelasnya .


" Satu suapan lagi ."


" Biar pas sepuluh ." Lea pun menyodorkan suapan terakhir itu .


Selesai menyuapi El, Lea kembali menyodorkan sendok ke arah mulut El .


Dengan terpaksa El meminum Syrup tersebut .


" Aku makan dulu ."


" Habis ini kita pulang ." ucap Lea .


" Aku ada meeting bentar lagi yang ."


" Habis meeting kita pulang ." balas El .


Ia masih memikirkan pekerjaannya disaat tubuhnya tidak mendukung .


" Lagi sakit gini juga ."


" Yakin bisa ikut meeting ? ." tanya Lea yang tampak tak yakin itu .


" Bisa ."


" Meeting nya cuma sebentar ." El meyakinkan san istri .


Ucapannya sih meyakinkan, berbanding terbalik dengan wajah yang keningnya masih tertempel bye bye fever .


" Yaudah kalau gitu ." Lea .

__ADS_1


Tak berapa lama .


Tok tok


Cklek


" Ikut meeting ngak Bos ? ." tanya David .


El menjawab dengan anggukan .


Ia pun melepas bye bye fever di keningnya, ngak mungkin kan seorang CEO seperti El meeting dengan keadaan kening tertempel penurun panas .


" Aku meeting dulu ." El pun segera berdiri dan melangkah pelan keluar ruangan .


Efek masih pusing ya gini .


Semoga saja ia tidak pingsan di ruang meeting .


" Lagi sakit maksain ikut meeting. "


" Semoga nanti ngak tambah sakit ajalah kalau gitu ." doa Lea .


Semoga doa istri yang baik seperti Lea ini terkabul ya .


Aamiin .


Sedangkan diruang meeting, El berusaha terlihat baik - baik saja .


Walau nyatanya ia semakin pusing .


Melihat itu David pun berkata dalam hati .


" Diluar gini kelihatan kuat ."


" Kalau lagi sama istri kelihatan lemah tak bedaya ." batin David .


...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...


...See You Next Chapter...


...Bye Byee...


Rengat Barat


Sabtu, 07 Oktober 2023


Pukul 23.10 Wib


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...


...Lee Haechan...

__ADS_1


__ADS_2