
...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........❣..........
.......
Mendapat persetujuan dari sang istri, El pun langsung mengambil handphone nya dari atas meja nakas, ia kemudian membuka galeri yang sembilan puluh persen isinya adalah foto Lea.
Axcellemhastm
Disukai oleh Gisella dan 15.599 lainnya .
Axcellemhastm My Wife ❤
Davidgara Yang udah sah
Gisella Lalaa @Alleaala
Aynamhastm Cantiknya kakak ipar gue
Ruiatha Jangan lupa keluar kamar lo
Reynd Jagain adek gue
Axcellemhastm pasti @Reynd
Bellandra Ini pasti akunnya di hack orang...yakan Pak
Chachaa Fix patah hati berjamaah hari ini
Chyntia hatiku ...sakitnya
Dyshya Whatt...Pak El nikah sama karyawan sendiri
Elsyha Saya mewakili segenap hati para karyawan wanita dikantor Bapak yang sedang patah hati Pak .
" Yang..." panggil El setelah beberapa saat ia mem post foto Lea di akun sosial media pribadinya .
Bahkan beberapa komentar sudah bermunculan disana .
" Kenapa ? ." tanya Lea sembari mengelus rambut El, namun matanya asik membaca novel .
" Like post an aku ."
" Kan barusan aku post foto kamu ." pinta El sembari mengelus bibir Lea dengan ibu jarinya .
Dengan mudah El melakukan itu, ya gimana enggak, saat ini ia berbaring berbantalkan paha Lea .
" Iya sebentar ." Lea menghentikan acara berhalu ria karena novel yang ia baca .
Membuka akun sosial media dan mencari user name El .
Ia melihat ke arah El yang memandangnya .
" Oke..fotonya bagus ."
" Aku like nih ." Lea menyentuh love disana , lalu menjukkan hal itu kepada El .
" Udah kan ? ." tanya Lea .
" Makasih sayang ."
Muachh
El mengecup bibir Lea yan begitu menggodanya .
" Tenang El tenang ."
" Tunggu nanti malam ." El berusaha menguatkan diri sendiri .
" Mau di unboxing sekarang ngak mungkin ." batin El .
El meletakkan handphone nya ke tempat semula, hal itujuga dilakukan oleh Lea, setelah itu mengeratkan pelukannya kepada sang istri .
Kemudian mulai memejamkan mata menikmati tidur siang pertama sembari memeluk istri .
Eh ISTRI
Hari sudah semakin semakin sore, kedua osangan pengantin baru itu pun sudah terbangun sedari tadi.
Saat ini Lea sedang duduk di kursi yang dikelilingi orang - orang yang sedang membantunya mempercantik diri.
Ia juga sudah mengenakan gaun pengantin yang sangat cantik. gaun pertama yang akan ia kenakan.
El juga sudah siap dengan jas hitam yang membuat penampilannya semakin menawan.
El sedang berbaring di atas ranjang sembari memainkan ponselnya, memainkan game online yang ia biasa ia mainkan diwaktu senggang, sembari menunggu Lea siap dan akan segera membawanya menuju tempat resepsi.
Hari ini El dan Lea bak raja dan ratu di negeri dongeng.
Cklek
" Berapa lama lagi siapnya ? ." tanya Mami.
" Sebentar lagi Mi ." jawab Lea .
" Mami duluan ke ballroom ya ."
" Iya Mi ."
Tak lama kemudian.
" Sudah selesai ya kak ."
" Iya. " Lea
" Kami pamit undur diri. "
" Iya terimakasih ya ."
" Sama - sama kak ."
" Permisi. "
" Udah siap yang ? ." tanya El kepada sang istri , dengan pandangan yang memandang lekat Lea.
" Pengen gue kurung dikamar aja kalau gini ."
" Ngak rela gue , kalau Lea dilihat orang ." batin El.
Kan kan, jiwa posesif El sudah mulai muncul ke permukaan .
" Udah ."
" Yuk kebawah ." ajak Lea sembari beranjak dari kursi .
" Kita foto dulu ."
" Udah ditungguin fotografer nya ." ucap El .
El dan Lea pun keluar dari kamar hotel dengan El yang membantu mengangkat ekor gaun Lea yang lumayan panjang.
Sampai di tempat yang dituju, El dan Lea segera mengikuti intruksi fotografer foto pernikahan.
Ckrek
Ckrek
Ckrek
Ntah sudah berapa puluh foto yang terkena bidikan kamera.
Selesai dengan sesi foto, El dan Lea langsung menuju ballroom bagian belakang.
Tepat di belakang sebuah pintu.
Yang mana pintu itu akan terbuka dan mereka berdua akan berjalanan beriringan di altar pernikahan.
" Siap ? ." tanya El sembari menautkan tangan Lea tepat di lengannya .
Tautan tangan seperti ketika pengantin akan berjalan di altar.
" Heem ." anggukan Lea pertanda iya, di akhiri dengan senyuman manis Lea .
El pun memberi kode kepada pegawai, dan pintu pun terbuka.
Perlahan El dan Lea berjalan di atas altar, berjalan beriringan dengan senyum bahagia menghiasi wajah keduanya.
Disertai tepuk tangan meriah dari para tamu undangan.
Rasanya hari ini adalah hari paling membahagiakan untuk keduanya.
__ADS_1
Dimana keduanya membuka lembaran baru dalam ikatan sakral pernikahan.
Keduanya pun sampai di kursi singgasana. El membantu istrinya untuk duduk, setelahnya baru ia duduk di samping istri tercinta.
Raja dan ratu telah bersanding di singgasananya .
💚
Acara sungkeman atau meminta maaf beserta doa dari kedua orang tua pun dimulai.
El dan Lea meminta doa kepada Daniel dan Nadya terlebih dahulu.
Deraian air mata tak luput dari mata kedua pengantin yang sedang meminta restu itu.
El memeluk sang Mama sembari mengelus punggung mama dengan sayang, wanita yang sudah melahirkannya yang menyayanginya selama ini.
Lea juga melakukan hal yang sama setelah El.
Selanjutnya beralih kepada kedua orang tua Lea yaitu Kevin dan Vio.
" Papi percayakan putri Papi untuk bersamamu, jaga dia, sayangi dia, dan bahagiakan dia . jangan membuat air mata kesedihan menetes dari pelupuk mata indahnya. jikalau kamu sudah tidak mampu melakukan semua itu, maka kembalikan putri Papi dengan sebaik baiknya ." ucapan Kevin kepada menantunya.
Sebagai Papi dari seorang putri satu satunya, ia sangat berat melepaskan putrinya bersama orang lain.
Namun hal itu pasti akan terjadi, dimana ada seorang lelaki yang meminta sang putri padanya untuk menjadi pendamping hidup .
" El tidak bisa berjanji, tapi El akan buktikan jika El bisa menjaga, menyayangi dan membahagiakan putri Papi ." jawab El dengan kesungguhannya.
Kevin mengusap bahu El .
Leamemeluk Mami yang sudah berlinang air mata, sulit bagi ibu melepaskan putri kecilnya.
Tapi itu semua memang jalannya, putrinya akan membangun keluarga bersama dengan lelaki pilihannya.
Dan lelaki pilihan Lea adalah El .
Usai sudah acara sungkeman yang berlangsung hikmat penuh deraian air mata kebahagiaan.
Kini saatnya para tamu undangan satu persatu mengucapkan selamat dan doa kepada kedua pengantin.
" Selamat Lalaaa ." ucap Wellin yang sedang menyalami kedua pengantin di pelaminan.
" Makasih Lin ." jawab Lea .
" Semoga samawa Pak Bos ." giliran Gisell yang memberi selamat.
" Jagain sahabat aku yang satu ini ya ." pesan Giselle
" Pasti Gi " jawab El yakin .
" Gue pesan ponakan yang gemes pokoknya Sya. " Welin .
" Lo kira gue lagi jualan, pakai acara pesan - pesan. " jawab Lea, Lea ngak lagi buka restaurant ya saat ini.
" Ya anggap aja iya ."
" Pokoknya tetap mau ponakan ."
" Minimal dua ."
" Okeee." ucap Wellin sembari membuat tanda oke dengan jarinya.
Setelah itu Giselle dan Wellin pun turun dari pelaminan.
Kini bergantian sahabat - sahabat El yang memberi selamat.
" Selamat bro ."
" Semoga samawa ." ucap David sembari menyalami keduanya.
" Akhirnya nikah juga lo ." David menepuk pundak El
" Nih gue kasih hadiahnya ." David memasukkan sesuatu ke dalam saku jas El .
Yang Ek yakini adalah balon rasa - rasa , kalian pasti paham la ya .
Jangan pura - pura polos, tapi jangan Travelling kejauhaan juga, nanti baliknya susah .
" Mana tau berguna buat lo ." David.
" Semoga samawa ."
" First night nya semoga sukses. " ucap Rui sembari menarik turunkan alisnya sebelah sebagai kode.
" Cepet kasih kita - kita ponakan ."
" Aamiin ." jawab Lea sekenanya, bingung juga sebenarnya harus menjawab apa.
Setelah kedua sahabat lucnut nya turun dari pelaminan, El membuka genggaman tangannya.
Ia membuka sedikit kotak kecil yang diberikan Rui .
" Shitt..." umpat El pelan, jangan sampai di dengar Lea, bisa kena siraman rohani di pelaminan nanti.
" Dikira gue lemah apa, segala dikasih obat kuat. " batin El .
Ia segera memasukkan kotak kecil tersebut ke dalam saku jas bagian dalam.
Barusan mengumpat, eh malah hadiahnya dimasukkan kedalam jas.
" Nanti mau di pakai apa gimana El ."
El dan Lea menyalami satu persatu tamu undangan yang mengucapkan selamat serta lantunan doa untuk keduanya.
Undangan pernikahan El dan Lea hanya dihadiri keluarga, teman dekat dan beberapa relasi bisnis kedua keluarga .
Namun tetap saja tamu undangan jumlahnya yang mambuat tangan terasa kebas karena bersalaman, dikarenakan kedua keluarga merupakan keluarga besar dan relasi bisnisnya dipastikan juga tidak sedikit.
Acara resepsi berlangsung hingga pukul 23.00 malam.
El dan Lea pun sudah kembali ke kamar tepat pukul 23.35 wib.
El langsung memasuki kamar mandi, karena badannya sudah terasa lengket sedari tadi, berdiri dan menyalami banyak orang sungguh melelahkan, badannya terasa pegal dan gatal akibat keringat .
Lea segera melepas Hells yang ia pakai, Hells dengan tinggi lebih kurang sepuluh cm.
Ia sengaja memakai yang lumayan tinggi, agar tidak terlihat terlalu pendek di sebelah El .
Tak lama gemercik air terdengar di telinga Lea .
Lea menuju walk in closed, ia melepas mahkota yang sedari tadi berada di atas kepalanya .
Kemudian meletakkan mahkota ke dalam laci yang tersedia disana .
Setelah itu Lea keluar dari walk in closed.
Cklek
El keluar dari kamar mandi dengan handuk yang bertebgger manis di pinggangnya .
Ini kedua kalinya Lea melihat pemandangan El yang seperti sekarang .
" Bajunya udah aku siapin ." ucap Lea yang kemudian berlalu menuju meja rias.
El memasuki walk in closed, terlihat disana setelan piyama yang sudah Lea siapkan untuknya .
Senyum langsung terbit di wajah tampan El .
Ntah kenapa, Lea ingin memakai piyama couple dengan El.
Sesekali gpp lah ya , mana di malam pertama pula.
Sedangkan Lea sedang duduk di depan meja rias sembari membersihkan make up di wajahnya.
Ia harus segera membersihkan make up yang menempel cukup tebal di wajahnya, karena kulit wajahnya termasuk sensitif, kalau kelamaan takut jerawat akan muncul .
Tak lama wajahnya pun telah bersih tanpa lapisan make up yang sedari tadi melekat di wajahnya.
Kini saatnya ia untuk membersihkan diri, sementara El masih berada di dalam walk in closed .
Lea memasuki kamar mandi .
Mencoba membuka resleting gaunnya namun usahanya gagal berkali kali.
" Is, susah banget sih ." gerutu Lea kesal.
" Masa harus minta tolong El, tapikan gue malu, tapi kalau nga minta tolong gimana, yakali gue ngak mandi trus tidur masih kakak gaun ." ucap Lea sembari berfikir keras.
" Trus gimana coba ."
" Ah tapi bodoamat sama malu, yang penting gaunnya kebuka . " ucap Lea yang segera keluar dari kamar mandi.
Terlihat El yang sudah berbaring di tempat tidur sembari memainkan handphonenya.
Ntah apa yang dilihatnya hingga senyum manis terbit di bibirnya.
__ADS_1
" El " Panggil Lea. yang langsung membuat El menoleh ke arahnya.
" Iya sayang ." jawab El lembut.
" Bisa minta tolong ? ."
" Minta tolong apa yang ? ." El kemudian meletakkan handphonenya di atas nakas.
Lea kemudian melangkah lebih mendekat ke arah El .
" Bukain resleting gaunnya , daritadi aku coba ngak bisa - bisa. " adu Lea sembari menampilkan wajah memelasnya .
Yang mana itu semakin membuat El gemas .
El segera beranjak dari ranjang.
" Balik badan. "
Lea berbalik badan sesuai ucapan El .
Jari - jari El perlahan membuka resleting gaun itu. setelah gaun itu terbuka matanya langsung tersuguhkan oleh pemandangan punggung putih mulus sang istri . tangannya mengikuti insting lelakinya, mengelus punggung mulus itu.
Membuat Lea seketika bergidik akan perlakuan El .
" M Mas. " panggil Lea terbata bata karena sentuhan yang diberikan El .
" Yang...." ucap El dengan suara seraknya, gairahnya mulai menggebu.
" Hmmm. " Lea berusaha menahan suara ******* yang akan keluar dari mulutnya.
El masih setia mengelus punggung sang istri.
" Boleh ya. " pinta El dengan suara serak memohon. tangannya memeluk pinggang Lea dari belakang.
Permintaan El membuat Lea membeku seketika, ia bingung harus menjawab apa. haruskah ia meng iyakan permintaan El ? dosa ngak sih kalau istri menolak suami ? eh pasti dosa yakan. tapi dalam batin Lea masih merasa belum siap akan hal itu.
" Aku janji bakal pelan. " ucap El lagi, berusaha membuat Lea mengatakan iya.
" Aa...aku mandi dulu ." ucap Lea gugup.
Lea membalikkan badan menatap mata El.
" Mandi sebentar ya ."
" Aku janji ngak lama ." ucap Lea berusaha membujuk El .
Ngak mungkin mereka menikmati malam pertama dengan keadaan Lea yang belum mandi, ditambah Lea merasa badannya lengket sedari tadi.
Melayani suami harus dalam keadaan wangi bukan .
" Jangan lama ." pinta El masih dengan suara seraknya , ia berusaha untuk tidak menerkan Lea detik ini juga .
Salahkan Lea yang begitu menggoda saat ini .
Lea dengan cepat berlalu dari hadapan El dan memasuk kamar mandi.
El hanya dapat melihat punggung mulus sang istri yang semakin menjauh dan hilang memasuki kamar mandi.
Sepulih menit berlalu , Lea baru sjaa keluar dari kamar mandi berbalut kimono berwarna putih.
El yang mendengar suara pintu terbuka pun segera beranjak dari ranjang .
Melangkah cepat ke arah Lea.
Melingkarkan kembali tangannya di pinggang sang istri.
Menatap manik mata Lea dengan lekat .
" Boleh sekarang ? ." tanya El .
Lea pun mengangguk.
El segera menyambar bibir Lea yang menggoda imannya .
Sembari keduanya melangkah perlahan ke arah ranjang tanpa menyudahi penyatuan bibir keduanya.
Merebahkan Nesya diatas ranjang perlahan, Rafa mengukungnya Nesya dibawahnya.
Dengan bibir yang masih betautan, tangan El sudah bergerilya kemana mana .
Melepas handuk kimono yang ternyata di dalamnya menampakkan lingerie seksi berwarna merah menyala .
Semakin membuat El menggila .
Skip skip skip
Dibayangkan sendiri aja ya gimana kelanjutannya, Travelling nya masing - masing aja.
Silakan ber travelling ria ....hahaha
💚💚💚
Matahari mulai menyinari bumi, pertanda hari sudah pagi dan saatnya memulai rutinitas sehari hari.
Saat itu pula El membuka matanya yang masih terasa kantuk akibat ia baru menjelajahi mimpi pada pukul empat dini hari.
Ia semakin mengeratkan pelukannya pada istrinya yang masih tertidur lelap, saking lelahnya, Lea tidak terganggu sedikitpun akan pelukan El yang semakin erat.
" Sayang ." panggil El lembut sembari mengelus pipi sang istri.
Cup
Cup
Cup
" Emmm ." Gumaman Lea terdengar, akibat terusik karena kecupan El di pipinya .
" Udah pagi. "
" Sarapan dulu ."
" Nanti dilanjut tidur lagi ." ucap El .
" Eugg..." Lea malah semakin mengeratkan pelukan itu, mencari kenyamanan disana, didalam dekapan hangat El .
" Ayo bangun ."
" Bentar dulu Mi ."
" Badan Adek capek banget kayak habis marathon keliling komplek" ucap Lea yang belum sepenuhnya sadar akan keberadaan El saat ini.
" Gemes banget istri gue ."
" Bisa - bisanya suami sendiri dikira Mami ."
" Ngak sadar kalau udah nikah ." gumam El pelan.
El mendengar dengkuran halus dan nafas Nesya yang beraturan, pertanda gadis itu sudah kembali tertidur .
Ralat, bukan gadis, melainkan sudah berubah menjadi wanita milik El seutuhnya
" Masih ngantuk banget kayaknya. " ucap El pelan sembari menggeleng gelengkan kepalanya.
Wajar aja masih ngantuk, kan mereka tertidur dini hari tadi.
El pun menyusul Lea ke alam mimpi, mengabaikan matahari yang sudah menganggilnya untuk bangun .
Ia lebih memilih untuk tidur kembali, karena dirinya masih ngantuk berat sekaligus sedikit lelah .
Ya gimana ngak lelah, kan habis unboxing Lea semalaman .
Menikmati first night bersama istri tercinta
..........❣..........
...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...
...See You Next Chapter...
...Bye Byee...
.......
Rengat Barat
Sabtu , 29 April 2023
Pukul 23.17 Wib .
.......
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
...Lee Haechan...
__ADS_1