
...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........❣..........
.......
Tanpa terasa, satu minggu berlalu dengan begitu cepat .
Pada hari ini , adalah hari dimana El akan melakukan control kesehatannya, sekaligus mengontrol bagaimana kondisi kakinya yang sudah dipasang pen .
Sejak pagi tadi El sudah menelfon Lea untuk menemaninya ke rumah sakit siang nanti .
Walaupun El juga dapat memberi tahu nya dikantor, namun itulah El .mencari alasan untuk sekedar menelfon Lea .
Dan disinilah keduanya sekarang .
Baru saja turun dadi mobil, dengan El yanh dibantu oleh David menduduki kursi rodanya .
Kemudian Lea mendorong kursi roda itu memasuki rumah sakit guna menuju ruangan untuk control kesehatan El .
Setelah beberapa saat menemui dokter untuk cek kesehatan, keduanya lalu keluar dari ruangan dokter .
Kesehatan El meningkat dengan pesat, dan untuk masalah kaki, mungkin bulan depan ia akan memilai belajar berjalan .
Meningkatnya kesehatan El apakah ini efek di perhatikan setiap hari oleh Lea ? .ntah la , hanya Allah yang tahu bagaimana kebenarannya .
Keduanya kembali memasuki mobil untuk kembali ke kantor .melanjutkan pekerjaan setelah jam makan siang mereka gunakan untuk ke rumah sakit menemui dokter yang sejak beberapa hari lalu sudah ada janji temu .
" Saya turun di halte dekat kantor Pak David ."ucap Lea kepada sekretaris El yang sedang menyetir .
" Langsung kedepan lobi aja Vid ." sekarang gantian El yang berbicara .
" Di halte aja Pak ."
" Depan kantor aja Al ." bujuk El .
" Enggak ."
" Bisa di demo fans kamu kalau sampai mereka tau aku keluar dari mobil kamu ." jawab Lea .Lea merinding membayangkan hal itu .
" Aku ngak punya fans ." jawab El .
" Kamu nya aja yang ngak tau ."
" Kalau hampir seluruh karyawan wanita di perusahaan itu fans setia seorang El ." beritahu Lea . ya beberapa minggu ini Lea bekerja di kantor xxx, ia sudah tahu bahwa fans El sebanyak itu .
" Mereka fans setia, tapi aku setianya sama kamu ."
" Mereka bisa apa ." jawab El . semua itu tergantung El yakan .
" Mereka bisa demo rame - rame ." jawab Lea kesal .
" Pokoknya aku turun di halte depan kantor ."
" Ngak terima penolakan ." ucap Lea final .
" Kalau aku nolak gimana ? ." El mode menjahili Lea.
" Aku marah sama kamu ."
" Ngak mau temenin makan siang setiap hari ."
" Trus ngak akan mau kalau disuruh temanin cek up ." ancam Lea .
" Ya jangan gitu sayang ."
" Iya iya turun di halte depan ." akhirnya El kalah telak .
Ya gimana, ancaman El begitu menyeramkan dan pastinya membuat El pusing tujuh keliling, capek deh .
Tak lama David memberhentikan mobilnya di depan halte, Lea segera turun .
" Hati - hati sayang ." ucap El setelah Lea keluar mobil .
Lea hanya mendengus mendengar ucapan El .
Mobil El pun berlalu dari hadapannya .
Lea dengan segera melangkah menyebrangi jalan menuju kantornya, kali ini ia menyebrang jalan dengan sangat hati - hati, mungkin efek trauma .
Setelah beberapa puluh langkah, akhirnya Lea memasuki kantornya, segera memasuki lift menuju ruangannya .
" Ah capeknya ." keluh Lea setelah memasuki lift .
Bisik - bisik karyawan wanita terdengar ditelinga Lea .
" Tadi ada cewek cari Pak El ."
" Dia ngakunya sebagai pacarnya Pak El ."
" Karena dia bilangnya gitu ."
" Disuruh langsung ke ruangan Pak El ." ucap seorang wanita .
" Lo yakin tu cewek pacarnya Pak El ? ." tanya karyawan yang lain .
" Gue ngak tau ."
" Karena kan emang Pak El ngak pernah sekalipun bawa wanita ke kantor ."
" Trus cewek itu dimana sekarang ? ."
" Gue ngak tau, mungkin masih diruangan Pak El ."
" Kan gue juga taunya dari wina , karena dia resepsionist di depan ."
Percakapan tersebut membuat Lea bertanya tanya , siapakah perempuan yang mencari El dan mengaku sebagai Pacar dari seorang El .
Ting
Lift pun terbuka .
Lea tak kunjung keluar dari lift itu, ia kembali menekan tombol lantai dimana ruangan El berada .
Lift pun kembali membawanya naik keatas .
Ting
Sampailah ia di lantai ruangan El .
Dengan langkah cepat Lea menuju ruangan El . ia bertemu David yang berada di meja depan ruangan El .
" Mbak Lea ." sapa David kepada pujaan hati bosnya itu .
" El di ruangan ? ." tanya Lea cepat .
" I.iya Mbak ." jawab David .dalam hati ia berdoa semoga tidak ada kejadian pertengkaran ketika Lea memasuki ruangan bosnya itu .
Cklek
Lea membuka pintu ruangan El perlahan .ia ingin mendengarkan lebih dahulu .
" Tapi aku cinta kamu El ." ucap seorang wanita .
" Aku cintanya Lea ."
" Bukan kamu ." jawab El tegas .
__ADS_1
" Tapi Lea ngak cinta kamu ."
" Dan pasti dia ngak akan terima kamu dalam keadaan yang seperti sekarang ." ucap wanita itu lagi .
" Lea bakalan cinta lagi sama aku."
" Aku percaya itu."
" Ngak usah terlalu percaya diri El."
" Lea udah benci sama kamu ." ucap Jessica sembari tersenyum smirk .
" Dan itu semua karena lo Jes ."
" Lo yang buat Lea benci dari gue tiga tahun lalu ." ucap El .
" Hahahahaha...."
" Dan aku akan buat Lea semakin benci sama kamu ."
" Ngak ada yang boleh milikin kamu selain aku ."
" Terserah ..." El .
" Lo keluar dari ruangan gue ****** ." teriak El . amarahnya terpancing karena wanita di hadapannya ini .
Wanita yang sudah menghancurkan hubungannya dengan Lea .
Lea yang mendengar teriakan El pun terkejut .seumur umur ia belum pernah mendengar El berteriak sekencang itu dengan amarah yang memuncak .
" Aku tunggu kamu jadi milik aku ya sayang ."
" Bye El ..." ucap wanita itu dengan nada dibuat semanja mungkin .
Namun El tidak memperdulikan itu .
Lea menutup kembali pintu ruangan El, ia berlari menyembunyikan diri agar tidak terlihat oleh wanita yang akan keluar dari ruangan El .
Cklek
Wanita dengan baju terbuka dan Hells tinggi keluar dari ruangan El .
" Bye sekretarisnya pacar ." ucapnya melewati meja David .
Membuat bulu kuduk David merinding, baru saja iya syok karena teriakan El yang terdengar hingga luar ruangan karena pintu yang sedikit dibuka oleh Lea .
Setelah wanita itu pergi menjauh, barulah Lea keluar dari persembunyiannya .
Cklek
" Saya bilang keluar dari ruangan saya ." teriak El . ia mengira bahwa Jessica kembali memasuki ruangan nya .
El menunduk memijat kepalanya yang terasa berdenyut .
Baru sjaa ia ingin memperbaiki hubungannya dengan Lea, namun sudah ada pengganggu yang menyapa .
Le melangkah mendekati El .
" El ." panggilnya pelan .
" Al ." El mendongakkan kepalanya dan melihat Lea yang sudah berdiri di depannya .
Lea berjalan dan berdiri di belakang El, memeluk leher laki - laki itu .
" Jangan teriak ."
" Engga sayang ." jawab El lembut, ia kembali menjadi seorang El yang selalu lembut kepada Lea .
Ntah kenapa kehadiran Lea mampu menghempaskan amarah El seketika .
Ya karena Lea pawangnya El .sudah pasti itu.
💚💚💚
Lea sedang melamun sembari memeluk boneka beruang nya yang ia beri nama Daegal .
Tentunya melamunkan kejadian tadi sore di ruangan El .
Dimana seorang wanita di masa lalu yang menghancurkan hubungannya dengan El datang kembali .
Datang dengan maksud menginginkan El seperti dulu .
Namun ucapan El menjawab wanita itu hingga kini terus mengusik hati dan fikiran nya .
El dengan tegas menolak wanita itu dan memilihnya.
Memilih seseorang yang perasaannya masih abu - abu terhadapnya .
Seseorang dengan hati yang belum pulih sepenuhnya dari luka masa lalu yang tertoreh dari sosok laki - laki tersebut .
Namun dengan yakinnya El memilihnya dan berusaha mendapatkan hatinya kembali .
Dan di kamar yang juga bernuansa putih abu - abu, warna yang sama namun ditempat yang berbeda .
Orang yang berbeda dan juga perasaan yang berbeda pula .
Namun memikirkan satu hal yang sama .
💚💚💚
Tok tok tok
" La, buka pintunya ."
" Ini gue ." teriak Giselle dari balik pintu kamar Lea .
Lea beranjak dari ranjang dengan enggan .
Ia melangkah menuju pintu dan membukanya .
Giselle dengan cepat masuk ke dalam kamar .
Bruk
" Anggap aja rumah sendiri Gi ." ucap Lea yang melihat Giselle sudah berbaring di ranjangnya .
" Oke, bentar lagu gue lelang ni rumah ."
" Kan rumah sendiri ." jawab Giselle .
" Terserah lo deh Gi ."
" Terserah ."
" Udah pusing, makin pusing yang ada ." ucap Lea sembari memijat pelipisnya .
" Eh ..lo pusing La ? ." tanya Giselle dengan wajah tanpa beban .
" Banget, apalagi sejak lo masuk ke sini, tambah pusing gue." jawab Lea ketus .
" Keluar yok La ."
" Gue ada liat toko ice cream baru ."
" Kabar - kabarnya sih enak ."
" Yuk la yuk ." ajak Giselle membujuk sahabat nya untuk jalan - jalan keluar .
" Beneran enak ngak ice cream nya ? ." tanya Lea yang mulai tergoda, karena ia adalah manusia yang sangat suka ice cream .
__ADS_1
" Gue jamin enak ."
" Udah banyak yang review disana ."
" Dan semuanya bilang enak ." ucap Giselle yakin .
" Yaudah yuk la otw ." Lea pun luluh .
" Eh bentar ."
" Gue ganti celana panjang dulu ."karena saat ini Lea hanya mengenakan hot pants .
Lea segera memasuki walk in closed miliknya .
Tak lama, Lea sudah keluar dengan pakaian yang berbeda, niatnya cuma ganti celana, tapi ujung - ujungnya ganti baju juga .
Keduanya keluar dari kamar Lea .
Melangkah menuruni tangga secara bersamaan .
" Lea keluar beli ice cream sama Giselle Mi ." ucap Lea dari pintu dapur yang dapat terlibat disana sang Mami sedang sibuk di dalamnya .
" Iya..."
" Hati - hati ."
" Pulangnya jangan kemalaman ." pesan Mami .
" Okee Mi ."
" Kami pamit ."
" Bye byee ." ucap Lea dam Giselle bersamaan .persis seperti anak kembar .
Lea dan Giselle segera memasuki mobil milik Giselle .
Mereka meluncur menuju tempat ice cream yang dibicarakan oleh Giselle .
Tak sampai dua puluh menit mereka sampai disana .
Keduanya dengan segera keluar mobil dan memasuki tempat penjual ice cream yang sedang tren itu .
Mereka memesan beberapa varian rasa ice cream .
Setelah selesai memesan, keduanya melangkah menuju meja yang masih kosong di sudut ruangan dan duduk di kursi yang lumayan empuk .
" Tempatnya enak banget buat nongkrong sore - sore gini ." ucap Lea mengutarakan pendapatnya mengenai tempat mereka berada sekarang .
" Heeh ...."
" Enak banget buat santai ."
" Jadi pengen sering - sering kesini lagi ." ucap Giselle .
" Kalau nanti ice cream nya enak ."
" Kita sering - sering kesini juga gue mau ."
" Lumayan nongkrong sambil nenangin fikiran ." Lea .
Obrolan mereka pun berlanjut, hingga seorang pelayan mengantarkan pesanan ice cream keduanya .
Mengambil sesendok ice cream dan memasukkannya kedalam mulut .
Merasakan rasa dingin dan manis yang bersatu .
" Seriusan ini enak Gi ." ucap Lea setelah satu suapan ice cream masuk ke mulutnya .
" Iya La ."
" Pilihan gue emang de best yakan ."
" Minggu depan kita kesini lagi ." ucap Giselle mengajak untuk mengunjungi tempat ini lagi minggu depan .
" Oke.."
Keduanya menikmati ice cream dengan begitu tenang .
Memang kalau makan enak pasti tidak banyak bicara .
Karena sibuk merasakan cita rasa makanan itu .
💚💚💚
Pagi ini Lea sudah bersiap untuk berangkat kerja .
Dengan setelah tapi dan polesan bedak tipis beserta lip tint .
Ia keluar kamar dan menuju lantai bawah .
Berpamitan dengan Mami, Papi dan Abangnya terlebih dahulu .
Kali ini Lea todak sarapan dirumah, karena semalam Giselle mengajaknya sarapan di tempat mie ayam langganan mereka .
Disaat Lea sedang banyak fikiran seperti ini, makanan adalah sahabat terbaik nya .
Dan siap - siaplah lemak mulai menyambangi beberaoa bagian tubuhnya .
Lea yang hobi makan ya pasti menyetujuinya, apalagi ini tentang mie ayam yang merupakan makanan favorit nya .
Ia mengeluarkan mobilnya yang sudah selesai di servis dari dalam garasi .
Mengemudikannya menuju rumah Giselle yang letaknya masih satu komplek dengan rumahnya .
Komplek perumahan Sweet Dream .
Tak sampai lima menit Lea sudah sampai di depan rumah Giselle .
Ia membunyikan klakson mobilnya, dan tak lama terlihat Giselle keluar dari rumah .
Giselle langsung memasuki mobil Lea .
Dan keduanya menuju tempat dimana mereka akan sarapan .
Disepanjang perjalanan, untuk menghilangkan rasa bosan dan membuat semangat di pagi hari .
Keduanya karaokean bersama . mobil terasa seperti pasar karena suara keduanya yang tidak dapat dikatakan bagus .
..........❣..........
...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...
...See You Next Chapter...
...Bye Byee...
.......
Rengat Barat
Jum'at, 07 April 2023
Pukul 23.53 Wib.
.......
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
...Lee Haechan ❤...
__ADS_1