MAHASTAMA

MAHASTAMA
Bab 25 . Menikmati Hari


__ADS_3

...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


Masa pingitan El dan Lea sudah berlangsung selama tiga hari .


Ini merupakan tiga hari mereka saling merindu, padahal biasanya ngak ketemu toga hari biasa aja, ntah kenapa karena tradisi pingitan, tga hari berasa setahun begi keduanya .


Karena keduanya merasa waktu berjalan begitu lamaa...


Memang , rindu itu berat, tapi lebih berat lagi nurunin berat badan, berat banget .


El sedang duduk di kursi balkon kamarnya, sembari menyesal secangkir americano dan memandang taman nan asri milik sang Mama dibawah sana .


Dan dengan laptop yang berada di atas meja tepat di hadapan El .


Ya, pagi ini El masih bekerja, namun dari rumah, work from home istilahnya .


Tetapi, sebelum bekerja ia menikmati pagi nya terlebih dahulu .


Sebelum sekitar setengah jam lagi ia akan memulai pekerjaannya, ya daripada ia hanya berdiam diri dirumah, lebih baik bekerja dari rumah.


Itung - itung ia dapat mengurangi pekerjaan yang menumpuk ketika selesai honeymoon .


Karena kemungkinan El dan Lea akan honeymoon sekitar dua minggu, tapi El sih maunya lebih .


Agar bibit unggulnya cepat tumbuh subur, itu lah yang ada dalam fikiran El .


Ia hanya berusaha mewujudkan keinginan Mama, untuk segera menimang cucu .


Padahal aslinya ya El ingin , udah ngak sabar lagi ...


Maafkan fikiran El yang sudah Travelling kemana mana, apalagi ia sudah diracuni oleh David dengan dikirimkan blue ray .


Ya Allah , ampunilah dosa hambamu ini.


💚💚💚


Setelah sarapan bersama, Papi dan Mama pergi keluar untuk mengecek persiapan pernikahan El dan Lea .


Menyisakan Lea dan Reynand yang berada di ruang keluarga .


Lea dengan segera merebahkan tubuhnya berbantal paha Reynand .


Tipe - tipe adek manja ya gini.


Tau abangnya lagi duduk santai pasti langsung merebahkan diri di kakinya.


Dan Reynand dengan secara naluriah langsung mengelus rambut lebat adiknya.


Lea mengulurkan tangannya mengambil remote TV dan menghidupkan TV di hadapan mereka.


Menekan nomor channel TV yang biasa ia tonton.


Yuppss


Nesya langsung menonton dua anak kembar yang tidak lulus - lulus TK, mana botak lagi, namun itu merupakan tayangan kesukaannya.


Udah dewasa, bentar lagi mau nikah, tapi kok ya tontonan nya anak TK. agak gimana gitu loh Lea .


Ya walaupun author juga tontonan nya itu...hahahaha


Berasa ngatain diri sendiri .


Reynand juga menonton TV yang menyala di hadapannya, mengikuti jejak adiknya walaupun terpaksa, karena ia sukanya naruto .


CEO sekelas Reynand sukanya naruto, ngak nyangka banget kan .


" Dek ."


" Hem ." jawab Lea .


" Bentar lagi nikah kan ? ." tanya Reynand, ini pertanyaan apa pernyataan coba, kan ia juga tahu kalau beberapa hari lagi Lea menikah .


" Heem ." jawab Lea malas, ini abangnya udah tau , pakai acara tanya lagi, heran deh .


" Bentar lagi kamu pindah berarti ."


" Ngak tau. " Lea . ya padahal ia tahu, jika dirinya pasti akan pindah, soalnya El sudah membeli rumah untuk mereka tinggali setelah menikah .


" Kok ngak tau, bukannya biasanya habis nikah itu langsung pindah ikut suami ya ." Reynand .


" Yakan biasanya ."


" Ini luar biasa ." ucap Lea .


" El ngak ada ngomong soal mau tinggal dimana habis nikah apa ? ."


" Ada ." jawab Lea yang matanya terfokus pada televisi di depannya.


" Kalau kamu pindah pasti rumah bakalan sepi ." ucap Rey dengan raut wajah lesu . ka sudah membayangkan bagaimana suasana rumah setelah adiknya menikah .


" Ngak ada yang diajak berantem ."


" Ngak ada yang manja - manja kayak gini lagi ."


" Ngak ada yang ngerengek minta beliin album sama photocard lagi. " celoteh Reynand .walaupun sebenarnya Reynand sudah ngak pantes buat berceloteh ria seperti ini .


" Bukannya senang ya karena ngak ada yang ngerusuhin abang sama ngabisin uang di ATM abang ." ucap Lea . karena kan selama ini ia sangat suka membuat ketebalan dompet Reynand sedikit berkurang .


" Senang banget lah...hahahahaha ." jawab Reyand dengan diakhiri tawa, senang banget .


" Uang di ATM aman ..." Reynand tersenyum sumringah .


Plak


Lea memukul lengan abangnya dengan tenaga full power, hingga meninggalkan cap lima jari disana.


" Udah bisa buka jasa tabok nih ." batin Lea .


Awww


" Ya Allah Dek kejam amat ."


" Ngak ber pri kemanusiaan banget jadi Adek ." ucap Reynand dengan sedikit ringisan.


" Panas banget tabokannya ." batin Reynand .


" Ya abang sih kenapa ngeselin banget jadi orang . "

__ADS_1


" Kan aku jadi gereget." Jawab Lea jujur ini, ngak bohong lo .


" Ya tapi ngak langsung di tabok sampai berbekas gini dek ."


" Lihat nih, cap lima jari ." ucap Reynand sembari mengelus tangannya yang sedikit panas akibat geplakkan tangan ajaib Lea .


" Ya maaf Bang refleks ."


" Hehehe ." ucap Lea sembari menyengir lebar .


Ekspresi orang tanpa rasa bersalah sekali ya Lea .


" Oke lanjutkan ." Author .


💚💚💚


Arghhh


El meregangkan tubuhnya setelah selesai mengerjakan pekerjaannya.


Mengambil handphone dan menghidupkannya untuk melihat sudah pukul berapa sekarang.


Ternyata jam sudah menunjukkan pukul setengah satu siang.


Pantas saja sedari tadi cacing - cacing di perutnya sudah berdemo ria. ternyata sudah siang, sudah waktunya mengisi perut, memberi makan cacing - cacing agar tumbuh subur .


El pun mencari kontak bibi dan mengklik call, karena ia terlalu mager untuk turun kebawah .


" Assalamualaikum Den ."


" Waalaikumsalam Bik ."


" Kenapa Den ? ."


" Bik, tolong buatkan ayam bakar, mie goreng dan telur setengah matang ya ."


" Minumnya jus tomat, wortel semangka, dicampur jadi satu ." pinta El kepada bibi yang berada di seberang telfon sana.


" Iya baik Den ."


" Bibi buatkan dulu ya ."


" Iya bi makasih ."


" Sama - sama Den . "


El meminta bibi untuk membuatkan ayam bakar, mie goreng komplit, ntah kenapa ia ingin makan semua itu siang ini.


Setelah mematikan sambungan telfon, El segera mematikan laptopnya dan segera masuk ke kamar, ia lalu memasuki kamar mandi untuk sekedar menuci muka agar fresh , selesai dengan itu, El berjalan menuju ranjang.


Merebahkan dirinya bersandar pada kepala ranjang , tangannya terulur mengambil handphone yang berada di atas meja balas tepat disamping ranjang .


Ia membuka akun media sosialnya, melihat akun milik Lea, ya sekedar melihat foto - foto gadis itu disana, agar bisa mengurangi sedikit rasa rindunya .


Walaupun nyatanya, itu tidak mengurangi rasa rindunya sama sekali.


Tiga puluh menit berlalu dengan El yang men scroll media sosialnya, melihat postingan teman - temannya .


Dan juga membaca komentar - komentar ketika ia mem post foto Lea beberapa waktu yang lalu.


Ternyata banyak yang penasaran siapakah gadis yang berada di dalam foto tersebut .


Ada juga yang bertanya tanya apakah gadis di dalam foto itu, sama dengan gadis yang berada di foto yang El pot beberapa tahun yang lalu .


" Ya sama , gue kan setia orangnya ." ucap El pelan, dengan refleks menjawab komentar itu, walaupun jawaban yang baru saja terlontar dari bibirnya tak dapat dilihat oleh orang yang bertanya itu .


💚💚💚


Lea sedang berada di rumah menikmati layanan home treatment yang sudah dipesan Mami khusus untuk nya .


Perawatan seluruh badan .


Persiapan buat servis suami agar memuaskan istilahnya, agar first night El dan Lea berjalan demgan lancar dan tak terlupakan untuk keduanya .


Ini otak author udah mulai abu - abu, bentar lagi travelling, lama kelamaan tambah jauh aja .


Tak terasa beberapa jam pun berlalu, dan jarum jam sudah menunjukkan pukul 17.10 wib.


Perawatan yang dilakukan Lea sudah selesai sekitar lima belas menit yang lalu


Dan pegawai home treatment pun baru saja berpamitan untuk undur diri.


Lea kembali ke kamar setelah tadi ia turun kebawah mengantarkan pegawai home treatment kedepan .


Merebahkan dirinya di atas ranjang miliknya yang empuk dan tentunya nyaman.


Tak lama ia pun terbang ke alam lain dengan tenang, eh salah alam mimpi bukan alam lain.


Kalau ke alam lain ya meninggal.


Lea menikmati waktu istirahatnya .


💚💚💚


Disaat Lea sudah berada di alam mimpi, lain halnya dengan El .


Ia masih duduk di dengan meja kerjanya, matanya masih terfokus pada laptop, melihat grafik - grafik disana, yang sungguh membuatnya pusing setiap hari .


Ya tapi gimana, ini kan pekerjaannya . sumber cuannya .


Jangan ditanya ia lelah atau tidak, sudah pasti ia sangat lelah.


Mengerjakan pekerjaan yang akan datang, berjuang demi cuti honeymoon.


Cieee yang mau honeymoon.


Semoga honeymoonnya sesuai ekspektasi ya, dan juga memuaskan .


Tanpa terasa waktu pun berjalan begitu cepat, jarum jam pun sudah menunjukkan pukul 19.00 wib.


El pun menyudahi pekerjaannya hari ini .


Mematikan laptop, dan menutupnya .


Ia beranjak dari kursi, berjalan dengan tubuh yang lelah memasuki kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya.


Lima belas menit pun berlalu, El lama amat ya dikamar mandi .


Hayoo...ngapain aja .


Cklek


Pintu kamar mandi terbuka, menampakkan El yang bertelanjang dada dengan handuk yang melilit pinggangnya.

__ADS_1


Ini lah pemandangan yang sebentar lagi menjadi pemandangan rutin Lea setiap El selesai mandi.


Pemandangan cuci mata bagi Lea ketika sudah menikah dengan El, ngak perlu cuci mata dengan melihat Haechan lagi di pagi hari.


Kan author jadi pengen gantiin posisi Lea, tapi besok pas udah nikah, lumayan soalnya pemandangan paginya .


El kemudian merebahkan diri di atas ranjang setelah selesai berpakaian, ia hanya memakai kaos hotam polos dan celana pendek, inilah pakaian tidur yang nyaman bagi El.


Disaat El sedang santai memainkan game online di ponselnya, tiba - tiba .


Cklek


Muncullah sosok dua manusia yang sudah biasa membuat rusuh dikamar El .


Siapa lagi kalau bukan David dan Rui, dua manusia yang minim akhlak .


Mungkin dulu waktu pembagian akhlak keduanya datang terlambat satu hari lamanya .


Dengan seenak jidat David dan Rui beserta masuk kedalam kamar Rafa, masuk seperti kamar sendiri .


Kan benar , ngak ada akhlaknya emang .


Keenan membawa sekotak jus dan sepiring nasi beserta lauknya, ini paling anti mainstream banget, udah bertamu, numpang makan pula .


Untung ngak sekalian bertamu sambil bawa koper, numpang nginep sekalian .


Sedangkan Rui membawa setoples besar yang berisi peyek teri yang sepertinya ia dapatkan dari meja makan .


Dan perlu kalian ketahui jika kedua orang tersebut pasti mendapat makanan dari dapur rumah El .


Kedua orang itu sudah menganggap rumah El seperti rumah sendiri, Mama El pun mereka panggil dengan sebutan Mama.


El yang berasa menjadi anak tiri jika ketiganya sedang bersama Mama .


Mereka sudah terbiasa dengan hal itu sedari dulu.


Bahkan orang tua mereka juga sudah saling mengenal dekat, karena orang tua mereka juga sahabatan sedari dulu.


Mama El berasa memiliki tiga anak lajang dirumah setiap akhir pekan. karena biasanya setiap akhir pekan mereka akan berkumpul .


Bahkan Mama juga sering pergi berbelanja dengan ditemani David, dan Rui .


Pernah sewaktu Rui mengantar Mama pergi arisan, teman Mama mengira Mama punya berondong simpanan karenanya melihat Rui.


David langsung mendudukkan diri di sofa kamar dan meletakkan piring di atas meja di hadapannya.


Tangannya langsung menyambar remote tv dan menyalakan televisi di depannya.


Rui juga sama, mereka langsung duduk di sofa, mereka seperti dua anak kembar.


Huhhh


El hanya menghela nafas dan mencoba bersabar menghadapi dua manusia ini, melihat kelakuan kedua sahabatnya yang akhlaknya mungkin sudah hilang tertelan bumi .


" Untung gue belum nikah ."


" Kalau udah nikah gue usir mereka berdua. "


" Yakali mereka masuk pas Lea ada dikamar, iya kalau Lea lagi di waktu yang tepat, kalau enggak kan gue yang rugi bagi - bagi rejeki . ucap El pelan sembari membayangkan hal itu yang membuatnya merutuk kesal .


Setelahnya El kembali memainkan game online di hanphonenya, mengabaikan dua manusia yang duduk di sofa.


💚💚💚


Hari ini adalah hari keempat masa pingitan, dimana El sudah merasa galau tingkat dewa.


" Rindu itu berat, efeknya bisa membuat badan lemah, lesu, tapi nyatanya timbangan badan lebih berat dan membuat stres tiba - tiba ."


Pagi ini setelah sarapan El menyempatkan diri untuk berolahraga.


Ia memilih olahraga dengan treatmill.


Berolahraga guna menyehatkan badan,tapi tidak untuk mengurangi rasa galau, apalagi rasa rindu yang sudah menggebu selama empat hari ini.


Sudah tiga puluh menit El berolahraga, keringat pun sudah mulai membasahi keningnya.


Tetapi ia masih akan melanjutkan olahraga nya hingga lima belas menit kedepan, karena biasanya ia akan berolahraga treatmill empat puluh lima menit.


El masih melangkahkan kakinya di atas treatmill.


Dan tak terasa lima belas menit pun berlalu, El mematikan treatmill kemudian melangkahkan kaki menuruni treadmill.


Tangannya langsung menyambar botol air mineral yang berada di atas meja kecil di ruangan olahraga.


Meminum airnya hingga tandas tak bersisa, menghilangkan rasa haus yang mendera tenggorokannya .


Lalu membuang botol kosong ke tong sampah.


Kemudian mengambil handuk dan langsung mengelap keringat di wajah , leher beserta tangannya.


Setelahnya mengambil secangkir americano yang baru saja di antar oleh bibi. dirumah El memang mempunyai mesin untuk membuat kopi, ia membeli khusus karena ia adalah pecinta kopi sedari dulu.


Ntah kenapa, meminum kopi itu terasa menenangkan untuknya .


Membawa secangkir americano ditangannya menuju balkon ruang olahraga .


Duduk di kursi sembari mengesap americano secara perlahan dengan di suguhi pemandangan taman hijau dan angin yang berhembus menerpa wajahnya , terasa dingin dan menyegarkan .


Menikmati suasana pagi yang cerah dengan langit blue sky yang indah dipandang .


Disaat El sedang menyehatkan badan dengan berolahraga pagi, lain halnya dengan Lea yang berjiwa mageran ketika hari libur.


Itung - itung ini Magetan sebelum menjadi istri dan sibuk ketika pagi .


Ia sedang berbaring diatas ranjang sembari membaca novel online dengan penuh penghayatan dan khayalan .


..........❣..........


...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...


...See You Next Chapter...


...Bye Byee...


.......


Rengat Barat


Selasa, 25 April 2023


Pukul 23.01 Wib .


.......

__ADS_1


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...


...Lee Haechan...


__ADS_2