
...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........❣..........
Seminggu berlalu tanpa terasa, waktu berjalan begitu cepatnya .
Dan hari ini, hari dimana seharusnya Lea memberikan jawaban atas lamaran El seminggu yang lalu .
Pagi ini, Lea masuk kantor seperti biasa, sudah seminggu ini ia tidak makan siang bersama El, Lea hanya memesankan makanan untuk El, tanpa menemaninya makan .
" Nih ..."
" Titipan dari si bos ." Giselle meletakkan paper bag ke atas meja Lea .
" Apaan ? ." tanya Lea .
" Ngak tau gue ."
" Bom kali La ." jawab Giselle asal .
" Dibuka kek biar tahu ."
" Iya ini dibuka ."
" Jangan galak - galak dong Gi ."
" Lea yang gemesin tiada tara ini kan jadi takut ." ucap Lea dengan nada anak kecil .
Meliat itu, Giselle jadi bergidik ngeri sendiri, bukannya imut, malah aneh .
" Udah buruan buka ."
" Mana tau beneran isinya bom ." ucap Giselle .
Ini Lea suruh buka lama bener deh .
Lea membuka paper bag itu, ternyata di dalamnya ada sekotak coklat premium , ice cream dan juga sekotak donat .
" Wihh ..."
" Bagi dong La ."
" Gue juga mau ."
" Itung - itung biaya ongkir ."
" Ya kan yaaaa ." ucap Giselle yang tergiur dengan tiga jenis camilan itu .
" Iya iya Gi ."
" Sok sok an biaya ongkir ."
" Palingan lo cuma jadi kurir dari depan pitu ruangan ke meja gue ." tebak Lea .
Ya memang benar sih, tebakan Lea benar sekali, Lea bukan cenayang kan .
" Hehe..."
" Tau aja lo ." ucap Giselle sembari menyengir lebar , ngak lebar banget la, ngak sampai lalat terperangkap di mulutnya .
" Gue mau coklat sama donat nya ."
" Ice cream skip deh ."
" Takut gendut gue ." ucap Giselle, alasan yang sungguh tidak masuk akal sekali .
" Ambil piring di pantry Gi ."
" Buat naruh donat sama coklat yang lo mau ." perintah Lea .
Ya kan ngak mungkin Giselle membawa beberapa donat dan coklat hanya dengan kedua telapak tangannya .
Giselle segera berlalu dari hadapan Lea secepat kilat menuju pantry mengambil piring sekali pakai yang tersedia disana .
Mengambil dua piring dan segera kembali menuju meja Lea .
" Ini nyonya Mahastama ." ucap Giselle, menyebut Lea dengan embel - embelnama keluarga El .
" Heh..."
" Nama gue Lea , ngak usah main ganti sembarangan ." ucap Lea, yakan benar .
Walaupun mungkin sebentar lagi nama Lea akan berubah , berganti dari nama keluarganya menjadi nama keluarga El dibelakang namanya .
Mungkin loh ya
Mungkin
💚💚💚
El baru saja memasuki ruangan rapat petinggi perusahaan .
Rapat pagi yang rutin di adakan sebulan sekali .
Langkah tegasnya memasuki ruangan dan duduk di kursi kebesarannya .
Metanya melihat sekeliling, di kanan kiri meja terdapat beberapa orang yang saat ini masih terdiam sunyi .
Krik krik
Bahkan mungkin suara anak jangkrik bisa terdengar saat ini .
__ADS_1
Bagi El ini adalah rapat biasa, namun bagi pada petinggi yang berada di ruangan ini, rapat rutin sebulan sekali adalah musibah bagi mereka.
Karena pastinya si boss besar akan banyak mengutarakan kritik kepada merka, bahkan bisa sampai marah karena suatu hal yang tidak sesuai rencana .
Rapat pun dimulai .
Kali ini El tidah terlalu memperhatikan rapat , otaknya berkelana memikirkan Lea .
Bahkan beebrapa kali ia melirik jam di pergelangan tangannya .
Melihat sudah pukul berapa, karena semalam Lea memberitahu El lewat chat bahwa mereka akan bertemu sore ini sepulang kerja .
Maka dari itu, El beberapa kali melirik jam, berharap hari cepat sore .
Rapat pun berakhir dengan ucapan syukur dari dalam hati para petinggi yang baru sja rapat bersama El .
Mereka juga heran sebenarnya, ada apa dengan bosnya kali ini .
" Tadi beneran Pak El ? ."
" Kita perlu syukuran buat ngerayain rapat kali ini ."
" Potong tumpeng boleh la ."
Itulah perkataan beberapa orang yang masih berada di ruang rapat .
Lain halnya dengan El, ia baru saja mendudukkan kembali pantatnya di kursi kebesaran .
Huhhh ." menghela nafas terlebih dahulu sebelum memulai pekerjaan hari ini .
💚💚💚
El memasuki ruangan Lea .
Yang di dalamnya masih tampak beberapa orang yang belum pulang .
" Yuk pulang ." ajak El sembari menggenggam tangan Lea .
" Bentar - bentar. ".
" Dikit lagi kelar ."
" Kamu duduk aja dulu El ."
El yang mendengar ucapan Lea, ia menarik kursi yang tak jauh dari nya, meletakkannya tepat di samping kursi yang di duduki Lea.
El mendudukkan diri disana .
Kemudian menyandarkan kepalanya di bahu Lea ." kali ini Lea sudah bodo amat .
" Mau jadi bahan gosip karena ngegaet CEO juga terserah ."
" Ya mau gimana lagi ."
" Kalau dilarang nanti ngambek parah ."
" Al ." panggil El
" Kenapa ? ." tanya Lea sembari mengerjakan pekerjaannya yang hampir selesai.
" Yes or No ? ."
" Yes aja ya ."
" No nya udah aku buang nan jauh disana. " ucap El masih dengan posisi yang sama.
Temen - teman Lea yang ada di ruangan satu persatu, pada kabur karena tidaj sanggup melihat kulkas yang lagi mode bucin saat ini .
Kan mereka - mereka jadi pengen juga .
" Kamu maunya aku jawab apa ? ." tanya Lea balik sembari mematikan komputer di harapannya .
" Aku pengennya kamu bilang gini ."
" Yuk nikah El ."
" Otw KUA. " ucap El semangat .
" Hehh..."
" Yakali aku yang ngajak kamu nikah ."
" Gimana sih jadi cowok ." lah kok Lea malah ngomel .
" Salah gue dimana ya Allah ." batin Ek berkata .
" Ya kan aku udah lamar kamu
" Tinggal nunggu jawaban aja ini ." ucap El .ia mengingatkan Lea agar menjawab lamaran nya minggu lalu .
" Masa aku jawab lamaran nya disini ."
" Dikantor kamu lagi ."
" Ngak romantis banget ya El ." ucap Lea, ya iya ngak romantis, lebi mirip ke miris .
Perasaan uang El banyak, hotel juga punya .
Eh minta jawaban tentang lamaran nya seminggu yang kalu kok dikantor .
Emang ngak romantis apa ngirit.
Le menghadap ke arah El, menatap manik mata hitam kelam itu .
__ADS_1
Menatap beberapa saat sebelum Lea mendekatkan bibirnya ke dekat telinga El.
" Yes i do ." ucap Lea dengan sangat jelas.
Ek berfikir sejenak, otaknya mencernahkata - kata Lea yang baru saja ia dengar .
Ia menatap Lea, seolah memastikan jawaban Lea.
Lea yang ditatap pun mengangguk pelan .
Tanda iya setuju .
" Yesss ..."
" Makasih sayang ." El memeluk Lea erat .
Bahagianya tidak bisa di gambarkan hanya dengan kata - kata .
Teriakan El barusan membuat beberapa orang yang masih berada di ruangan kaget dan langsung melihat ke arah El dan Lea yang saat ini berpelukan erat layaknya Teletubbies .
" Yuk pulang ." ajak El setelah melepaskan Lea dari dekapannya .
" Mau ngatur buat acara lamaran resmi ." ucap El semangat .
" Semangat banget deh. " ucap Lea , ia beranjak dari kursinya .
" Kamu harus cepat - cepat di ikat ."
" Kalau ngak takut ke duluan orang ." jawab El, ya ini adalah salah satu ketakutan El, takut Lea diambil orang .
Karena hal itu pula, minggu semalam El berani kerumah Lea membawa kedua orangtuanya untuk melamar Lea .
" Iyain deh ."
" Yuk pulang ." kini gantian Lea yang mengajak El pulang .
Karena saat ini El masih dengan setia duduk di kursi yang lumayan empuk .
Maklum, kan kursi karyawan, bukan kursi bos yang sangat nyaman .
El berdiri, ia menggenggam tangan Lea dan keduanya berjalan keluar ruangan .
💚💚💚
El mengendarai mobilnya setelah mengantar Lea pulang, ia menyetir sembari menyalakan lagu cinta dan ia pun ikut bernyanyi .
Maklum, hari ini El sedang berbunga bunga .
Yes
" Kata yes dari Lea begitu spesial bagi El ."
" Spesial pakai telor ."
" Telornya dua lagi ."
" Jadi deh mata sapi ."
Beberapa menit berlalu, El memasuki pelataran rumah orang tuanya, ia segera memarkirkan mobil di garasi .
Mematikan mesin mobil dan segera keluar x El keluar masih dengan bernyanyi.
Bukannya terlihat seperti orang yangs sedang bahagia .
Tapi kenapa El terlihat seperti orang yang sedang stress ya .
" Assalamualaikum " Ucap El ketika memasuki rumah .
Tidak ada jawaban sama sekali .
Namun tiba - tiba hi Marni masuk ke dalam rumah .
" Den El sudah pulang ."
" Iya Bi ."
" Pada kemana ya Bi ."
" Kok sepi banget ."
" Padahal kan udah sore ." ucap El .tumben banget ini rumahnya sepi seperti pasar, eh salah, pasar kan malah rame yakan .
..........❣..........
...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...
...See You Next Chapter...
...Bye Byee...
.......
Rengat Barat
Senin, 17 April 2023
Pukul 23.27 Wib .
.......
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
...Lee Haechan ❤...
__ADS_1