
...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........❣..........
.......
...Suami orang ❤...
^^^Jangan dekat - dekat sama perempuan lain^^^
^^^Kalau ngak mau tidur diluar^^^
^^^Ditemenin sama Luna .^^^
Isi chat yang baru saja Lea kirimkan kepada sang suami tercinta .
Chat berisi kata - kata peringatan, tapi lebih berasa ancaman .
Mana disuruh tidur diluar sama boneka kucing yang bernama luna, soalnya mirip sama kucing milik Nana .
Ting
Suara notifikasi di handphone El .
Mendengar itu, El segera membuka handphone yang baru saja ia ambil dari dalam saku jas .
Membaca chat tersebut, kemudian melihat ke sekitar, mencari keberadaan sang istri tentunya .
Deg .
Netra mata keduanya bertemu, dengan pandangan tajam Lea yang setajam silet .
Seketika membuat El ketar ketir .
Sejauh ini, ini yang paling jauh .
Sampai CEO sedingin El aja ketar ketir bukan main, kalau berhadapan sama istri pasti kalah, walaupun bisa menang, tapi tetap harus mengalah .
" Kenapa lo ? ." tanya David yang merasa aneh dengan raut wajah El saat ini .
Tidak mendapat jawaban dari El, David melirik layar ponsel yang saat ini dipegang oleh el .
" Ngeri ." ucap David yang baru saja membaca chat di ponsel El .
" Apaan yang ngeri ? ." tanya perempuan itu penasaran .
" Macan nya El mulai mengaum ." jawab David .
David pun melihat ke sekitar, karena pasti istri sahabatnya itu berada tak jauh dari mereka .
Rui yang paham akan bahasa istilah - istilah David pun tau arti nya .
" Gue ngak ikut - ikut ." Rui bersuara .
" Apaan sih ? ." tanya perempuan itu semakin penasaran .
" Biasa la urusan pribadinya si El ."
" Ngak penting juga buat lo ." ucap Rui .
Benar yakan, ini adalah urusan pribadi El, orang luar tidak perlu tahu, apalagi ikut campur .
...Wife ❤...
Iya sayang
Tetap tidur sama kamu
Butuhnya kamu, bukan Luna
" Huhh ..." Lea mendengus setelah membaca chat balasan dari El .
Gini ya rasanya cemburu, ngak enak banget, serius deh .
" Gue duluan ." El beranjak dari duduknya .
Ia tidak bisa terus berlama lama disini, bisa - bisa beneran tidur diluar nanti malam .
" Jangan pergi dulu la ."
" Kita belum ngobrol banyak tau ." ucap perempuan itu, mencoba menghalau El yang akan pergi dari sana .
" Gue ada urusan ." balas El yang langsung melangkah pergi .
" Yahh ..." perempuan tersebut menghela nafasnya kecewa .
" El udah punya pawang ."
__ADS_1
" Ngak bakalan berpaling ke lo ." ucap Rui skak mat perempuan tersebut .
Membuat perempuan yang satu meja dengannya seketika terdiam .
Emang ya, Rui kalau ngomong suka pedes, ngalahin pedas nya cabe jalapeno .
" Pawangnya galak ."
" Tatapannya tajam ."
" Mana daritadi ngelihatin kesini lagi ." ucap David yang sedari tadi mengetahui jika Lea melihat ke meja mereka .
Tatapan itu berakhir ketika El beranjak pergi .
" Istrinya El ada disini ? ." perempuan tersebut semakin kepo menggebu gebu .
" Hm ." angguk David dan Rui bersamaan .
" Yang mana orangnya ? ."
" Lo ngak perlu tau ."
" Yang pasti dia cantik ."
" Sampai El bucin sebucin bucinnya ." balas David, yang tidak bisa memungkiri bagaimana cantiknya Lea .
Karena Lea itu tipe perempuan yang banyak disukai orang karena paras cantiknya .
" Gue duluan ." Ucap Rui yang beranjak dari duduknya .
" Gue juga ." David pun ikut beranjak dari kursinya .
Ia tidak mau jika harus duduk hanya berdua dengan perempuan itu, oh no .
Kedua lelaki itupun melangkah pergi, meninggalkan seorang perempuan yang tampak kesal .
Ya gimana ngak kesal, tiga laki - laki yang tadinya berada satu meja dengannya meninggalkannya seorang diri .
Kejadian itu tak luput dari netra Lea .
Membuat ia menahan senyumnya .
" Ditinggalin tiga cowok ."
" Malu banget gue kalau jadi tu cewek ." ucap Giselle sembari menahan tawanya .
" Soalnya tak terbayangkan sih ." balas Lea sembari menggelengkan kepalanya .
" Katanya syarat jadi pelakor itu ngak harus cantik. "
" Modal gatel aja udah cukup ."
" Tapi kayaknya itu ngak berlaku buat El, David sama Rui ." uca Giselle .
" Heeh ."
" Kalau menurut gue ya ."
" Cowok di usia mereka itu pasti cari nya cewek yang baik - baik. "
" Bukan lagi yang modal seksi sama gatel. "
" Atau sekedar cantik ."
" Karena mereka harus mengenalkan ke orang tua ."
" Jadi cari nya yang benar - benar baik ." ucap Lea dengan bijak, udah bisa ni jadi penasehat .
" Nah ."
" Bener banget kata lo ."
" Ngak mungkin juga kan mereka ngenalin perempuan yang ngak baik ke orang tua ."
" Se brengsek - brengseknya cowok ."
" Pasti carinya ya cewe baik - baik ."
" Ngak adil memang ."
" Tapi itu faktanya. " ucap Giselle menambahi ucapan Lea .
Obrolan mereka pun berlanjut hingga waktu makan siang sudah akan berakhir .
" Yuk ." ajak Lea yang kemudian beranjak dari kursinya .
" Yuk ." Giselle pun ikut beranjak .
💚💚💚
__ADS_1
Cklek
" Sia..." ucapan El berhenti ketika ia melihat sosok Lea lah yang masuk ke ruangannya .
Yang tadinya ingin marah karena ada seseorang yang masuk sembarangan, tapi melihat siapa gerangan yang masuk .
Rasa akan marah itu seketika melebur begitu saja.
Efek bucin memang se dahsyat itu .
Dengan santai nya Lea melangkah menuju sofa, ia langsung merebahkan dirinya di sofa .
" Tunggu bentar ya sayang ." ucap El yang sedang mengerjakan pekerjaannya.
" Hmm ." balas Lea, yang kemudian menutup matanya .
Ia lelah, rasanya ingin beristirahat walau sejenak .
Tak lama, El sudah menyelesaikan pekerjaannya .
Mematikan laptop di depannya dan menutupnya, kemudian beranjak dari kursi nan nyaman yang tentunya khusus diperuntukan untuknya.
" Sayang..." panggil El sembari mengelus pipi mulus sang istri .
Ini pipi kenapa bisa semulus ini, efek perawatan mahal sepertinya .
" Bangun yuk ." ucap El dengan lembut, ini mau bangunin orang apa mau buat tidur semakin nyenyak coba .
" Ehmmm.." Lea membuat kelopak matanya perlahan, efek masih ngantuk berat .
" Bangun dulu ."
" Kita harus pulang. "
" Apa mau nginap dikantor aja ? ." tawar El, yang langsung di jawab gelengan kepala oleh sang istri .
Dengan berat Lea beranjak dari sofa, tentunya El dengan sigap membantu .
Keduanya melangkah keluar dari ruangan milik El.
Memasuki lift khusus .
Lea menyandarkan kepalanya pada dada bidang El, dengan El yang merangkul pinggang Lea posesif .
Menahan sang istri agar tidak jatuh, karena biasanya kalau lagi ngantuk, tubuh gampang oleng .
Ting
Lift yang di naiki keduanya sudah sampai di lobi, mereka pun melangkah keluar .
" Emm ..."
" Jangan di kucek matanya ." cegah El sembari menahan tangan Lea yang akan mengucek mata .
Perli diingat ya, mengucek mata itu tidak dianjurkan .
" Tidur aja lagi ."
" Nanti aku gendong sampai kamar." ucap El ketika baru saja memasang kan seatbelt milik Lea .
Lea hanya menjawab dengan anggukan, kemudian memejamkan matanya lagi .
Sesi tidur kembali dimulai .
Selama perjalanan El hanya fokus pada jalan di depannya, dengan keadaan mobil yang sunyi bak kuburan .
Karena seseorang yang duduk di kursi penumpang sudah tertidur lelap .
Gini ni kalau punya istri yang *****, nempel langsung molor .
Tak lama, mobil yang dikemudikan El sudah terparkir rapi .
..........❣..........
...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...
...See You Next Chapter...
...Bye Byee...
Rengat Barat
Rabu, 19 Juli 2023
Pukul 22.27 Wib .
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
...Lee Haechan ❤...
__ADS_1