MAHASTAMA

MAHASTAMA
Bab 45 . Pawangnya Galak


__ADS_3

...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


...Suami orang ❤...


^^^Jangan dekat - dekat sama perempuan lain^^^


^^^Kalau ngak mau tidur diluar^^^


^^^Ditemenin sama Luna .^^^


Isi chat yang baru saja Lea kirimkan kepada sang suami tercinta .


Chat berisi kata - kata peringatan, tapi lebih berasa ancaman .


Mana disuruh tidur diluar sama boneka kucing yang bernama luna, soalnya mirip sama kucing milik Nana .


Ting


Suara notifikasi di handphone El .


Mendengar itu, El segera membuka handphone yang baru saja ia ambil dari dalam saku jas .


Membaca chat tersebut, kemudian melihat ke sekitar, mencari keberadaan sang istri tentunya .


Deg .


Netra mata keduanya bertemu, dengan pandangan tajam Lea yang setajam silet .


Seketika membuat El ketar ketir .


Sejauh ini, ini yang paling jauh .


Sampai CEO sedingin El aja ketar ketir bukan main, kalau berhadapan sama istri pasti kalah, walaupun bisa menang, tapi tetap harus mengalah .


" Kenapa lo ? ." tanya David yang merasa aneh dengan raut wajah El saat ini .


Tidak mendapat jawaban dari El, David melirik layar ponsel yang saat ini dipegang oleh el .


" Ngeri ." ucap David yang baru saja membaca chat di ponsel El .


" Apaan yang ngeri ? ." tanya perempuan itu penasaran .


" Macan nya El mulai mengaum ." jawab David .


David pun melihat ke sekitar, karena pasti istri sahabatnya itu berada tak jauh dari mereka .


Rui yang paham akan bahasa istilah - istilah David pun tau arti nya .


" Gue ngak ikut - ikut ." Rui bersuara .


" Apaan sih ? ." tanya perempuan itu semakin penasaran .


" Biasa la urusan pribadinya si El ."


" Ngak penting juga buat lo ." ucap Rui .


Benar yakan, ini adalah urusan pribadi El, orang luar tidak perlu tahu, apalagi ikut campur .


...Wife ❤...


Iya sayang


Tetap tidur sama kamu


Butuhnya kamu, bukan Luna


" Huhh ..." Lea mendengus setelah membaca chat balasan dari El .


Gini ya rasanya cemburu, ngak enak banget, serius deh .


" Gue duluan ." El beranjak dari duduknya .


Ia tidak bisa terus berlama lama disini, bisa - bisa beneran tidur diluar nanti malam .


" Jangan pergi dulu la ."


" Kita belum ngobrol banyak tau ." ucap perempuan itu, mencoba menghalau El yang akan pergi dari sana .


" Gue ada urusan ." balas El yang langsung melangkah pergi .


" Yahh ..." perempuan tersebut menghela nafasnya kecewa .


" El udah punya pawang ."

__ADS_1


" Ngak bakalan berpaling ke lo ." ucap Rui skak mat perempuan tersebut .


Membuat perempuan yang satu meja dengannya seketika terdiam .


Emang ya, Rui kalau ngomong suka pedes, ngalahin pedas nya cabe jalapeno .


" Pawangnya galak ."


" Tatapannya tajam ."


" Mana daritadi ngelihatin kesini lagi ." ucap David yang sedari tadi mengetahui jika Lea melihat ke meja mereka .


Tatapan itu berakhir ketika El beranjak pergi .


" Istrinya El ada disini ? ." perempuan tersebut semakin kepo menggebu gebu .


" Hm ." angguk David dan Rui bersamaan .


" Yang mana orangnya ? ."


" Lo ngak perlu tau ."


" Yang pasti dia cantik ."


" Sampai El bucin sebucin bucinnya ." balas David, yang tidak bisa memungkiri bagaimana cantiknya Lea .


Karena Lea itu tipe perempuan yang banyak disukai orang karena paras cantiknya .


" Gue duluan ." Ucap Rui yang beranjak dari duduknya .


" Gue juga ." David pun ikut beranjak dari kursinya .


Ia tidak mau jika harus duduk hanya berdua dengan perempuan itu, oh no .


Kedua lelaki itupun melangkah pergi, meninggalkan seorang perempuan yang tampak kesal .


Ya gimana ngak kesal, tiga laki - laki yang tadinya berada satu meja dengannya meninggalkannya seorang diri .


Kejadian itu tak luput dari netra Lea .


Membuat ia menahan senyumnya .


" Ditinggalin tiga cowok ."


" Malu banget gue kalau jadi tu cewek ." ucap Giselle sembari menahan tawanya .


" Soalnya tak terbayangkan sih ." balas Lea sembari menggelengkan kepalanya .


" Katanya syarat jadi pelakor itu ngak harus cantik. "


" Modal gatel aja udah cukup ."


" Tapi kayaknya itu ngak berlaku buat El, David sama Rui ." uca Giselle .


" Heeh ."


" Kalau menurut gue ya ."


" Cowok di usia mereka itu pasti cari nya cewek yang baik - baik. "


" Bukan lagi yang modal seksi sama gatel. "


" Atau sekedar cantik ."


" Karena mereka harus mengenalkan ke orang tua ."


" Jadi cari nya yang benar - benar baik ." ucap Lea dengan bijak, udah bisa ni jadi penasehat .


" Nah ."


" Bener banget kata lo ."


" Ngak mungkin juga kan mereka ngenalin perempuan yang ngak baik ke orang tua ."


" Se brengsek - brengseknya cowok ."


" Pasti carinya ya cewe baik - baik ."


" Ngak adil memang ."


" Tapi itu faktanya. " ucap Giselle menambahi ucapan Lea .


Obrolan mereka pun berlanjut hingga waktu makan siang sudah akan berakhir .


" Yuk ." ajak Lea yang kemudian beranjak dari kursinya .


" Yuk ." Giselle pun ikut beranjak .


💚💚💚

__ADS_1


Cklek


" Sia..." ucapan El berhenti ketika ia melihat sosok Lea lah yang masuk ke ruangannya .


Yang tadinya ingin marah karena ada seseorang yang masuk sembarangan, tapi melihat siapa gerangan yang masuk .


Rasa akan marah itu seketika melebur begitu saja.


Efek bucin memang se dahsyat itu .


Dengan santai nya Lea melangkah menuju sofa, ia langsung merebahkan dirinya di sofa .


" Tunggu bentar ya sayang ." ucap El yang sedang mengerjakan pekerjaannya.


" Hmm ." balas Lea, yang kemudian menutup matanya .


Ia lelah, rasanya ingin beristirahat walau sejenak .


Tak lama, El sudah menyelesaikan pekerjaannya .


Mematikan laptop di depannya dan menutupnya, kemudian beranjak dari kursi nan nyaman yang tentunya khusus diperuntukan untuknya.


" Sayang..." panggil El sembari mengelus pipi mulus sang istri .


Ini pipi kenapa bisa semulus ini, efek perawatan mahal sepertinya .


" Bangun yuk ." ucap El dengan lembut, ini mau bangunin orang apa mau buat tidur semakin nyenyak coba .


" Ehmmm.." Lea membuat kelopak matanya perlahan, efek masih ngantuk berat .


" Bangun dulu ."


" Kita harus pulang. "


" Apa mau nginap dikantor aja ? ." tawar El, yang langsung di jawab gelengan kepala oleh sang istri .


Dengan berat Lea beranjak dari sofa, tentunya El dengan sigap membantu .


Keduanya melangkah keluar dari ruangan milik El.


Memasuki lift khusus .


Lea menyandarkan kepalanya pada dada bidang El, dengan El yang merangkul pinggang Lea posesif .


Menahan sang istri agar tidak jatuh, karena biasanya kalau lagi ngantuk, tubuh gampang oleng .


Ting


Lift yang di naiki keduanya sudah sampai di lobi, mereka pun melangkah keluar .


" Emm ..."


" Jangan di kucek matanya ." cegah El sembari menahan tangan Lea yang akan mengucek mata .


Perli diingat ya, mengucek mata itu tidak dianjurkan .


" Tidur aja lagi ."


" Nanti aku gendong sampai kamar." ucap El ketika baru saja memasang kan seatbelt milik Lea .


Lea hanya menjawab dengan anggukan, kemudian memejamkan matanya lagi .


Sesi tidur kembali dimulai .


Selama perjalanan El hanya fokus pada jalan di depannya, dengan keadaan mobil yang sunyi bak kuburan .


Karena seseorang yang duduk di kursi penumpang sudah tertidur lelap .


Gini ni kalau punya istri yang *****, nempel langsung molor .


Tak lama, mobil yang dikemudikan El sudah terparkir rapi .


..........❣..........


...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...


...See You Next Chapter...


...Bye Byee...


Rengat Barat


Rabu, 19 Juli 2023


Pukul 22.27 Wib .


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...


...Lee Haechan ❤...

__ADS_1


__ADS_2