
...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........❣..........
.......
" Sayang ." panggil Lea .
El yang sedang duduk diatas ranjang sembari memangku laptop itupun seketika menoleh ke arah samping .
Ngak biasa biasanya nih istrinya memanggilnya dengan panggilan sayang .
Perlu diwaspadai, siaga satu .
" Iya yang ."
Lea bergelayut manja di lengan sang suami .
" Dua hari lagi ada reuni SMA ."
" Boleh datang ? ." tanya Lea sembari menampilkan senyum manisnya .
Jurus puppy eyes milik Lea sudah keluar , biasanya kalau udah gini El ngak akan bisa nolak .
" Siapa aja yang datang ? ." tanya El, mode waspada .
Takut - takut jika para cowok - cowok yang menyukai Lea semasa SMA akan hadir .
Harus waspada, karena biasanya reuni bukan sekedar reuni, bisa jadi reuni hati juga, hati yang dulu tak sampai bertautan, atau yang dulunya putus sekarang balikan lagi .
" Ngak tau ." jawab Lea, karena ia benar - benar tidak tahu .
Karena dalam reuni ini, tidak ada sesi absen siapa saja yang akan hadir .
" Dua hari lagi ya ."
" Aku cek jadwal dulu yang ." El segera menghubungi sekretarisnya untuk menanyakan jadwal kegiatannya dua hari lagi .
Sudah bisa dipastikan, bahwa El tidak akan membiarkan sang istri menghadiri reuni seorang diri .
El berbincang sejenak dengan sekretarisnya .
" Reuni nya jam berapa ? ." tanya El .
Walaupun El satu sekolah SMA dengan Lea, tapi El tidak masuk sebagai anggota grup .
Karena hanya beberapa orang saja yang mempunyai nomer telephone El, itupun hanya orang - orang terdekatnya .
Mohon dimaklumi kulkas kutub yang satu ini .
Semua tentang El seperti privasi jigeum nya Mark .
" Di pemberitahuannya jam lima sore sampai selesai ."
" Ngak tahu selesainya jam berapa ." jawab Lea sebagai sumber informasi.
" Dua hari lagi aku ada meeting dari jam lima sampai jam tujuh an ." ucap El memberitahukan jadwalnya .
" Jadi kamu ngak bisa datang ? ." tanya Lea memastikan .
" Ngak tahu ."
" Kamu mau datang yang ? ."
" Iya ."
" Kangen juga kumpul sama teman - teman SMA ." jawab Lea .
Jarang - jarang reuni yakan, sekedar berkumpul dan berbincang bincang apa salahnya .
Sembari mengenang masa - masa SMA dulu .
" Kamu datang sendiri dulu mau ? ."
" Nanti aku nyusul ." ucap El setelah berfikir sejanak .
" Heem ..." angguk Lea .
" Selesai meeting aku langsung kesana ." ucap El sembari mengelus sayang rambut sang istri yang saat ini masih bergelayut manja padanya .
" Okeyy ."
El pun lanjut mengecek email berisi berkas berkas penting di laptopnya .
" Jauhan dikit ya laptop ." ucap Lea sembari menggeser laptop di pangkuan El sedikit menjauh .
Dan ia pun merebahkan kepalanya ke atas paha El dan memeluk pinggang suaminya itu .
__ADS_1
" Jangan di ganggu ."
" Mau tidur buat mimpiin Chen Zheyuan ." ucap Lea memperingati agar El tidak mengganggunya .
" Iya sayang iya. "
" Selamat bermimpi ."
" Karena di dunia nyata ngak bakalan bisa jadi kenyataan ." ucap El agar Lea sadar .
Tapi yang namanya Lea, ia tidak akan sadar diri, lanjut mengahalu ria itu lebih baik .
Iyakan .
💚💚💚
Dua hari pun berlalu, dan tibalah hari dimana acara reuni di selenggarakan .
Dan saat El ini sedang meeting ketika jarum jam menunjukkan pukul lima sore, dimana seharusnya Lea sudah berada di tempat reuni diadakan .
" Pak Bos mana La ? ." tanya Giselle .
" Mencari rupiah buat istrinya ." jawab Lea .
" Oo...suami mencari rupiah ."
" Istrinya malah senang - senang di reuni ."
" Contoh istri yang baik ya gini. " ucap Giselle menambahi .
" Benar banget tu Gi ." Keysya menambahi sembari meledek Lea .
" Yoi ."
" Anda benar sekali ." jawab Lea dengan bernada .
" Beda sama Lucas ."
" Mencari rupiah buat diri sendiri ." Rui bersuara, sekalinya bersuara membuat Lucas kesal .
" Kayak lo enggak ."
" Pacar aja ngak ada ."
" Masih mending gue ."
Ini kenapa para lelaki ikutan suka debat ya, heran .
Saat ini setidaknya sudah ada dua puluh lima orang yang hadir di reuni saat ini .
Belum termasuk El tentunya, karena sampai jam enam pun El belum menampakkan batang hidungnya, pastinya El masih berada di ruang rapat .
" Baru jam enam ." gumam Lea setelah melihat jam di handphone nya .
" Kenapa La ? ." tanya Giselle yang duduk tepat di sebelah Lea .
" Gpp ."
" Cuma lihat jam aja ." jawab Lea
" El jadi datang ? ."
" Katanya sih nyusul habis rapat ."
" Tapi ngak tau jam berapa ."
" Kadang rapat suka maju mundur ."
Namun tiba - tiba, dari ujung sana, tampak batang hidung El yang sedang berjalan dengan gagahnya .
" Itu El La ." ucap Keysya, orang pertama yang melihat kemunculan El .
Lea pun melihat ke arah yang diberitahu oleh Keysya, dan tanpa sengaja netra mata keduanya saling bertemu .
" Kan, apa gue bilang ."
" Pasti si El dateng ."
" Orang pawang nya ada disini ." ucap Arvin .
Dan diangguki oleh mereka semua .
Dengan segera Giselle berpindah tempat duduk agar El bisa duduk bersebelahan dengan Lea .
Ntar kalau jauh dari pawang suka ngak ke kontrol soalnya .
Kalau ngamuk kan susah .
El pun duduk bersebelahan dengan sang istri, ia menyandarkan kepalanya ke bahu Lea .
__ADS_1
Nah, mode pengen disayang istri demi menghilangkan lelahnya bekerja .
" Mau makan apa ? ." tanya Lea sembari merapikan anak rambut El yang menutupi kening .
" Apa aja ."
Disaat keduanya sedang berbicara, disitu pula seluruh pasang mata melihat ke arah mereka .
" Mentang - mentang udah halal ." ucap Rui .
" Bucin aja terus ." Keysya .
" Lanjut ."
" Mama...pengen kawin ." Arvin .
" Kawin - kawin ."
" Nikah dulu baru kawin ." Lucas membenarkan ucapan Arvin .
💚💚💚
" Yang...dingin ." adu El yang baru saja menaiki ranjang dan memeluk Lea .
" Mandi air dingin lagi ? ."
" Heem ." angguk El .
" Makanya, kalau malam itu mandinya pakai air hangat ."
" Udah tau malam itu dingin ."
" Mandinya pakai air dingin ." omel Lea .
Suka heran sama El, tiap mandi malam selalu kedinginan, disuruh mandi pakai air hangat ngak pernah mau, maunya mandi pakai air dingin .
" Ngak enak yang kalau mandi pakai air hangat ."
" Berasa ngak mandi ."
" Ngak ada sensasi segar - segarnya ." jawab El, ini istrinya lagi ngomel pun dijawab .
" Tapi ujung - ujungnya kedinginan kayak gini kan ."
" Gpp kedinginan ."
" Kan sekarang ada yang bisa dipeluk buat ngangetin ." ucap El
Bisa aja suaminya Lea ini kalau ngomong .
" Iya lah iya ."
" Terserah kamu ." ucap Lea sembari menscroll sosial medianya .
Tak berapa lama, Lea mendengar deru nafas El yang beraturan, pertanda sang empu sudah menyelami alam mimpi yang semoga saja indah .
" Udah tidur aja ."
Lea mengusap kepala El dengan sayang .
" Bayi besar gue ." gumam Lea pelan .
" Kalau lagi tidur gini ngak kelihatan dinginnya ."
" Ngak kelihatan tegasnya. "
" Mana kelihatan imut lagi ." Lea sembari mengelus alis tebal El .
" Pengen deh punya anak cowok yang mirip kayak gini ."
Ya pasti mirip la kalau proses pembuatannya bersama El, ngak mungkin juga mirip tetangga .
" Pasti gemesin ." Lea jadi membayangkan bagaimana El versi kecil .
...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...
...See You Next Chapter...
...Bye Byee...
Rengat Barat
Kamis, 03 Agustus 2023
Pukul 17.51 Wib
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
...Lee Haechan...
__ADS_1