
...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........❣..........
.......
Tanpa terasa hari pernikahan El dan Lea terhitung tinggal satu minggu lagi .
Hari dimana akan menjadi hari bersejarah bagi keduanya, yaitu hari dimana mereka akan mengikat janji sehidup se mati , dengan El yang mengucap ijab qobul di depan ayah Lea dan sanak saudara .
Dimana mereka akan terikat secara hukum dan agama , kemudian menjalani hari - hari bersama sebagai pasangan suami istri.
Dan disinilah Lea berada, di dalam kamarnya yang terasa begitu nyaman dan pastinya akan sukar untuk ia tinggalkan, dan pindah kerumah yang sudah El persiapkan untuk membangun keluarga bahagia, yang semoga saja dikaruniai oleh anak - anak mereka kelak .
Hari ini adalah hari pertama Lea cuti, dan hari ini pula adalah hari pertama dimana pasangan calon pengantin menjalani tradisi pingitan .
Tidak diperkenankan keluar rumah dan bertemu satu sama lain .
Bahkan handphone milik Lea pun Mami sita kartunya, wifi dirumah juga diganti kata sandi, Lea hanya bisa menggunakan laptop untuk menonton drama yang sudah ia download .
Setidaknya ada laptop yang bisa menemani Lea, dan tentunya para aktor yang menjadi penyegar mata .
Sedikit menghilangkan rasa rindunya terhadap El .
Walau sebenarnya ketika Lea sedang menonton aktor favorit nya, ia memang benar -benar melupakan El sejenak, ya gimana, aktor itu lebih menggoda daripada El .
Jujur ini, Lea jujur banget memang .
Karena terlaku jujur, kalau El sampai tahu, pasti langsung sakit hatinya, ya semoga saja El tidak tahu ...aamiin .
Bahkan saat ini pun Lea sedang membayangkan aktor yang berada dalam drama yang sedang Lea tonton menjadi calon suaminya .
Tingkat halu Lea sudah lumayan, lumayan mendekati gila .
" Yess...happy ending ." ucap Lea setelah drama yang ia tonton selesai .
" Mau nonton drama baru takut keterusan trus jadi marathon ."
" Emmm..."
Lea segera beranjak dari ranjang, meninggalkan lapton yang masih belum tertutup tergeletak di atas ranjang miliknya .
Ia keluar kamar dan
" Abang ." panggil Lea ketika ia sudah berada di depan pintu Reynand .
Tok tok tok
" Masuk La ." ucap Rey dari dalam kamar yang sedang memainkan game di komputer .
Cklek
Lea memasuki kamar Rey dan langsung
Brukk
Merebahkan diri secara kasar ke atas ranjang milik sang Abang .
Lea kalau sedang bersama Reynand akan menjadi sosok adik yang begitu manja, ya itulah Lea.
Lea memeluk guling Rey , lalu memejamkan mata .
" Kebiasaan ."
" Kesini cuma numpang tidur ." ucap Reynand sembari menggeleng gelengkan kepalanya melihat Lea yang sudah berada di atas ranjang miliknya .
Ntah kenapa, tidur dikamar Reynand punya rasa nyaman tersendiri, ya berasa ada yang jagain gitu kalo tidur .
Bukan berasa ada yang jagain, tapi memang dijagain sama Rey, berasa jadi satpam orang tidur .
Walaupun terkadang Rey juga ikut tidur di sebelah Lea .
Tak sampai lima menit, Lea sudah tertidur nyenyak, memulai mengarungi lautan mimpi, dan dia Lea sebelum tidur bukan hanya doa pada umumnya, namun ditambah dia lainnya .
Yaitu semoga iya tidak mimpi, atau paling tidak, kalau mimpi ya mimpi yang indah, udah itu aja cukup .
Dan Lea menghabiskan waktu siangnya hanya untuk tidur di kamar sang Abang .
Kamar Reynand sudah seperti penginapan bagi Lea, bahkan dikamar Rey terdapat rak berisi camilan Lea , rak itu sengaja Lea letakkan dikamar Rey, dan selalu ia isi dengan stok camilan favorit nya dan juga sang Abang .
💚💚💚
Hoammm
Lea terbangun dari tidurnya .
Ia menoleh ke kanan , terlihat disana Reynand sedang duduk menatap layar laptop .
Lea kemudian beranjak dari ranjang sembari mengucek matanya .
Berjalan dengan gontai menuju ke arah sang Abang .
Melingkarkan tangannya ke leher Rey dan menumpukan satunya ke pundak Rey . tanpa menyadari jika Reynand sedang melakukan rapat online dengan beberapa CEO perusahaan lain, yang tampak di latar laptopnya saat ini .
" Dek ." panggil Rey, dengan maksud menyadarkan Lea jika ia sedang rapat .
" Bang...kangen El ." ucap Lea sembari merengek bak anak kecil yang minta dibelikan kinder joy .
" Axcelle Mahastama nya Lea ." guna Lea lagi .
Tanpa Lea sadari, El mendengar ucapan Lea saat ini juga .
Ya gimana ngak dengar, orang El merupakan salah satu orang yang sedang rapat secara online bersama Reynand .
El langsung menyunggingkan senyum manisnya mendengar rengekan manja Lea, ia sungguh kangen terhadap gadis itu, ya gadisnya .belum menjadi wanitanya , sebentar lagi akan.
Reynand mencubit hidung Lea .
" Aww..." Lea membuka matanya , pendangannya kangusng tertuju pada layar laptop di hadapan Reynand .
Menampilkan layar laptop yang terbagi menjadi delapan, dan ntah kebetulan darimana, ia langsung melihat penampakan El disana .
Itu manusia Lea, bukan penampakan .setan dong .
Dengan cepat Lea melepas pelukannya di leher Rey dan melangkah pergi secepat kilat seperti menggunakan kekuatan teleportasi milik KAI .
Enam pasang mata, tidak termasuk Rey dan El , mereka terdiam, mencoba mencerna ucapan Lea yang terakhir, yang menyebut jika orang yang juga mengikuti rapat ini, yaitu Axcelle adalah kepunyaannya .
" Maaf, tadi itu adik saya ." ucap Reynand .
" Maaf, tadi itu calon istri saya ." ucap El setelah Reynand tentunya .
Mereka semua pun mengangguk, tanda iya .
Enam orang itupun jadi mengetahui wajah calon istri dari Axcelle Mahastama, CEO yang terkenal dingin dan tegas .
Sebelumnya, mereka hanya tahu bahwa Axcelle akan menikah karena mendapat undangan pernikahan, namun baru kali pertama ini mereka tahu rupa calon istri El yang ternyata sangat cantik .
Wajar sih calon istrinya El cantik, kan El nya juga ganteng, tipe idaman perempuan pula .
💚💚💚
Lea membuka pintu kamarnya dengan terburu buru, berlari menuju ranjang .
Bruk
__ADS_1
Ia menenggelamkan wajahnya di bantal .
" Malu banget ." itulah perasaan Lea saat ini .
Mana tadi ada El pula, Lea menjadi tambah malu .
Ia menenggelamkan kepalanya di bantal dan kembali mengangkatnya, itu ia ulangi beberapa kali .
Hingga lelah...eh enggak, cuma beberapa kali aja kok .
" Huaaa...malu banget guee ." teriak Lea .
Ia membayangkan bagaimana reaksi El mendengar ucapannya tadi, dan bagaimana rekan kerja Rey dan El menanggapi hal itu .
Bagaimana kedua laki - laki itu menjelaskan kepada rekan mereka atas perbuatan Lea .
Yang memalukan bagi Lea, namun itu menjadi hal sepele bagi keduanya laki - laki itu .
Malah terlihat menggemaskan dimata El pastinya, kan El bucin .
Setengah jam berlalu , dimana Lea sedari tadi memikirkan hal itu .
Cklek
" Dek ." panggil Rey sembari melangkah masuk ke kamar Lea .
Terlihat disana Lea yang sedang menenggelamkan wajahnya di bantal .
" Hmmm..." jawab Lea hanya dengan gumaman .
Lea mendudukan diri menghadap ke Reynand dengan menutup kedua wajahnya dengan telapak tangan .
Rey menyingkirkan telapak tangan Lea .
" Hahaha...hahahaha ." tawa Reynand pecah saat itu juga melihat wajah Lea yang jika malu akan memerah seperti udang rebus .
" Makanya Dek ."
" Bangun tidur itu cuci muka dulu ."
" Ini langsung peluk - peluk Abang ."
" Mana langsung bilang kangen lagi sama El ." ucap Reynand sembari mencubit kedua pipi adiknya yang menggemaskan ini .
" Tapi ucapan kangennya langsung sampai ke orangnya loh Dek ."
" Beneran deh ."
" Langsung ke Axcelle Mahastama yang kata kamu tadi ." ucap Reynand lagi .
Yang membuat Lea bertambah malu, padahal waktu tiga puluh menit tadi sudah Lea habiskan untuk mengikis rasa malunya, eh malah di tambahin malunya sama Abang nya ini yang jahil dan suka meledek adiknya .
💚💚💚
El yang sedang mengikuti rapat bersama enam orang lainnya, ditambah satu orang yang merupakan calon kakak iparnya .
Ia dikagetkan dengan kemunculan Lea yang memeluk leher Reynand dari belakang .
Pandangannya langsung terpaku melihat sang calon istri .
" Bang...kangen El ."
" Axcelle Mahastama nya Lea ."
Senyum langsung terbit di wajah El mendengar rengekan Lea, Lea yang berbicara tanpa membuka matanya .
Seperti anak bayi yang baru tidur dan merengek mencari mamanya.
Dimata El, Lea begitu menggemaskan .
Lea yang panik langsung berlalu dari sana, padahal kan El masih ingin melihatnya lebih lama .
"Maaf, tadi itu adik saya ." terdengar ucapan Reynand yang meminta maaf atas perbuatan adiknya barusan .
Dengan cepat El juga menambahi.
" Maaf, tadi itu calon istri saya ." ucap El tak mau kalah dari Reynand .
Karena tadi Lea begitu menggemaskan, El jadi khawatir jika dari keenam orang yang berada dalam rapat akan naksir dengan calon istrinya itu.
Padahal memang benar, tadi ada tiga pasang mata yang melihat Lea dengan penuh minat .
Ya siapa yang tidak terpesona melihat paras Lea yang menggemaskan .
Setelah keduanya berucap seperti itu, rapat pun berlanjut dengan semestinya.
💚💚💚
" Kasihan yang ngak boleh ketemu ayang ."
" Hahahahahaha ." tawa bahagia Ayna dengan diiringi nada ejekan yang tertuju untuk Abang satu satunya itu
" Hm ." El hanya menjawab dengan deheman, lagi galau pakai acara di giniin lagi . lengkap sudah penderitaan El .
" Cuma beberapa hari kok Bang ."
" Ngak usah galau ." ucap Mama.
" Mami bilang cuma , ngak cuma ini Ma ." El .
" Tiga hari Ma, tiga hari Mama bilang cuma. "
" Yakan cuma tiga hari Bang ." ucap Ayna .
" Sebentar itu ."
" Tiga hari itu lama bagi Abang Ma ."
" Sehari aja udah kangen ."
" Apalagi tiga hari ."
" Aishh. " El mendesis kesal .
" Kenapa harus ada acara pingitan segala sih Ma ." tanya El . kenapa ngak dihapus aja itu yang namanya pingitan .ngak kasihan apa sama calon pengantinnya.
" Itu tradisi Bang ."
" Kita kan orang jawa ."
" Tradisinya harus ada pingitan sebelum menikah ." Maam memberitahu ke El .
" Masih mending cuma beberapa hari ."
" Abang tau ngak ? ." tanya Mama ke El .
" Tau apa Ma ? ." tanya Ayna dengan rasa penasaran nya .
Ini yang ditanya El, yang kepo Ayna , gimana coba.
" Di zaman Mama, pingitan itu sebulan sampai dua bulan lamanya ."
" Serius Ma, beneran ? ." tanya Ayna dengan nada kaget nya . seperti tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar .
" Sebulan sampai dua bulan Ma ? ." Tanya El .
" Iya sebulan sampai dua bulan pingitannya dulu tu ."
__ADS_1
" Masih mending sekarang Abang cuma dipingit beberapa hari ."
" Jadi ya sabar aja. " ucap Mama sembari menepuk bahu El pelan .
" Hmmm iya Ma ." jawab El pasrah, ya mau gimana lagi .
" Abang usahain ."
" Nah gitu baru anak Mama ." ucap Mama sembari mengelus kepala sang putra.
El menaiki tangga menuju kamarnya setelah sedikit berbincang dengan Mama beserta adiknya.
Cklek
Memasuki kamar , menaruh handphonenya ke meja nakas dan segera melangkah memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri.
Tak lama El pun keluar kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggang nya dan wajah sedikit lebih fresh .
Ia segera menuju walk in closed untuk mengenakan pakaian.
Tak berselang lama El pun sudah keluar dari walk in closed dengan setelan kaus navy dan celana hitamnya.
Ia pun merebahkan diri di atas ranjang dan matanya perlahan terpejam dan mulai mengarungi lautan mimpi.
Tok tok tok
" Banggg."
" Cepetan turun ."
" Udah ditunggu buat makan malam ."
Teriak Ayna sembari mengetuk pintu kamar Abangnya itu.
" Iya Dek bentar ." jawab El dari dalam kamar.
" Tu anak bangunin orang udah kayak ngajak berantem ."
" Untung pintu sama gendang telinga gue masih kuat ."
" Untung Adek gue ."
El pun beranjak dari kasur dan melangkah keluar kamar.
Menapakkan kakinya di setiap anak tangga menuju anak tangga terakhir.
Dan beberapa langkah kemudian sampailah ia di meja makan yang sudah terdapat kedua orangtuanya beserta adik satu - satunya itu yang tadi berdemo di depan pintu kamarnya.
El pun segera menarik kursi dan duduk.
Di depannya sudah tersaji menu makan malam yang tentunya di persiapkan oleh sang nyonya rumah yaitu Mama.
Keluarga Dirgantara menikmati makan malam mereka dengan hikmat.
Tak berapa lama mereka pun selesai makan malam.
Tetapi masih duduk di meja makan.
" Bang, mau ambil cuti berapa lama ? ." Tanya Papa.
" Dua minggu mungkin Pa ."
" Oke, biar Papa yang handle kantor pas kamu cuti ."
" Abang cuti dua minggu emang mau honeymoon kemana ? ." tanya Ayna yang penasaran.
" Belum tau, ntar Abang tanya dulu ke Lea ."
" Cepetan ditanya Bang, tinggal beberapa hari lagi pergi honeymoonnya ." ucap Mama.
" Abang pergi honeymoon, Adek kan jadi pengen liburan juga ." Ayna .
" Kamu kan baru aja liburan Dek sama teman - teman kamu ke Sumba ." ucap El . adiknya itu baru juga pulang liburan, udah iri aja sama dirinya yang baru akan pergi berbulan madu .
Ngak ngak lucu kalau Ayna ikut El dan Lea yang sedang dalam perjalanan bulan madu, nanti bukannya bukan madu, malah liburan keluarga .
" Ya itukan aku liburan sama teman - teman juga karena diajak ." Ayna tak mau kalah, biasa lah kan cewek .
" Gagal liburan keluarga lagi ." ucap Ayna dengan wajah kesalnya.
" Setelah Abang pulang honeymoon kita liburan, kan udah tambah satu anggota satu lagi ." ucap Papa.
" Beneran ? ." Ayna .
" Heem ."
" Kalau bisa ya sekalian tambah dua anggota baru yakan Bang ." ucap Mama dengan mengedipkan sebelah matanya. Mama lagi main kode kode an ini .
Jangan kode - kode an Ma, anakmu ini cowok, yang suka ngak peka kalau cuma di kodein .
" Mana tau kan Mama langsung otw punya cucu ." nah Mama memperjelas ucapannya, tak hanya memakai kode .
Gini kan benar Ma .
" Adek punya ponakan ."
" Pesan ponakan yang ucul ya Bang ."
" Dua aja."
" Cowok sama cewek ." tambah Ayna, ini adik El satu - satunya malah pesan ponakan sudah seperti sedang pesan makan di restaurant .
" Abang mu belum aja nikah, usah dipesan ponakan aja ." ucap Papa .nah ini baru benar , Papa memang best deh .
" Papa juga pesan kalau gitu , udah pengen gendong cucu soalnya ." tambah Papa, ngak jadi best deh Pa, ucapan tadi di cancel aja .
" Anaknya belum akad aja udah dipesan macem - macem gini ." ucap El .
" Bentar lagi juga akad ." Mama.
" Harus mulai latihan buat akad ya Bang ."
" Biar ngak salah sebut nama trus ngulang pas akad ." ucap Papa , seakan memperingati El .
" Iya Pa iya ." El .
..........❣..........
...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...
...See You Next Chapter...
...Bye Byee...
.......
Rengat Barat
Senin , 24 April 2023
Pukul 22.12 Wib .
.......
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
...Lee Haechan...
__ADS_1