MAHASTAMA

MAHASTAMA
Bab 50 . Tengah Malam


__ADS_3

...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


Pandangannya langsung tertuju pada sosok yang sedang berbaring dia atas ranjang, dengan mata terpejam dan tubuh yang terbungkus selimut hingga dada .


Sosok yang saat ini terlihat tak berdaya, membuat hati Lea terasa sedikit perih .


Kasihan sekali suaminya ini .


" Bangun dulu yuk ." ucap Lea pelan sembari mengelus alis tebal El .


Perlahan tapi pasti, El membuka matanya, ia pun perlahan mendudukkan diri bersandar pada kepala ranjang .


" Yangg ." Lea segera meletakkan mangkok berisi bubur bayi ke atas meja nakas .


Lalu mengambil beberapa lembar tisu untuk menyeka darah yang keluar dari hidung El .


Ya, El mimisan .


" Pusing banget pasti ini ."


" Makanya sampai mimisan ." gumam Lea dengan perasaan iba kepada suaminya itu .


" Habis ini dipijitin kepalanya mau ? ." tawar Lea .


El mengangguk meng iya kan sembari memejamkan mata .


Soalnya kalau buka mata makin - makin pusingnya .


" Ke dokter aja ya ."


" Mimisan kamu lumayan banyak ." pinta Lea, ia khawatir, karena mimisan El tak kunjung reda .


" Rumah sakit bau obat ."


" Ngak suka ." jawab El, manusia satu ini sebisa mungkin menjauhkan diri dari obat .


" Panggil dokter kerumah aja kalau gitu ."

__ADS_1


Lea mengambil handphone dengan tangan kirinya, mencari kontak dokter yang bisa diminta kerumah .


" Hallo dok ."


Hallo dok loh ini ya, bukan hallo dek yang ujung - ujungnya cuma jadi bahan gabut .


Setelah beberapa saat, akhirnya mimisan El pun berhenti .


Lea memijat kepala El yang berada di pangkuannya, memijat dengan minyak urut khas bapak - bapak .


Padahal El belum jadi bapak - bapak, tapi calon bapak dari anak nya Lea .


Tak lama, tapi lumayan lama .


Dokter yang tadi ditelfon Lea sudah berada di kamar El .


Memeriksa keadaan El dengan teliti .


" Jika sampai besok pagi panasnya tak kunjung turun . "


" Sebaiknya kerumah sakit ." ucap dokter yang baru saja memeriksa El .


" Baik dok ."


Setelah pemeriksaan yang dilakukan dokter, dan diberi resep obat .


" Udah tidur lagi ternyata ." gumam Lea pelan, sembari memandang lekat wajah El yang sedang tertidur .


El kalau lagi sakit memang mengusahakan diri untuk tidur terus, karena kalau tidur sakitnya ngak terlalu berasa katanya, kata El .


Tak terasa, malam pun sudah semakin larut,dan jarum jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam .


Lea tadi membangunkan El pukul tujuh hanya untuk makan malam, setelahnya sudah pasti El kembali tertidur .


" Kenapa panasnya tinggi lagi ya. "


" Ehmm..."


" Hmm..." El mengigau dalam tidurnya .


" Ngak bisa di biarin ini ."


" Udah hampir 40 derajat ." ucap Lea setelah memeriksa tinggi panas El dengan termometer .

__ADS_1


Lea segera mengambil handphone nya, menelfon supir pribadinya untuk menyiapkan mobil dan membantunya membawa El kerumah sakit .


" Tok tok tok ."


" Masuk ."


" Pak, tolong bantuin ya ." Lea .


" El ."


" Sayang ." panggil Lea berusaha membangunkan El .


" Mas ." Lea sembari menepuk pipi El pelan, kalau kasar ntar dikira ditampar .


Dengan berat El membuka matanya .


" Ayo kerumah sakit ."


" Ngak ada tapi - tapi an ." ucap Lea tanpa bantahan .


Lea dan Pak Imam pun memapah El keluar kamar, tubuh tegap El membutuhkan bantuan untuk selangkah .


Sekitar sepuluh menit perjalanan, tibalah mereka di rumah sakit .


El segera ditangani oleh dokter .


Sementara Lea menunggu diluar bersama Pak Imam, menunggu kabar dari dokter .


" Bagaimana keadaan suami saya Dok ? ." tanya Lea kepada dokter yang baru saja keluar dari ruangan penanganan .


...💚💚💚...


...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...


...See You Next Chapter...


...Bye Byee...


Rengat Barat


Sabtu, 21 Oktober 2023


Pukul 21.15 Wib

__ADS_1


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...


...Lee Haechan ❤...


__ADS_2