
...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........❣..........
.......
Pandangannya langsung tertuju pada sosok yang sedang berbaring dia atas ranjang, dengan mata terpejam dan tubuh yang terbungkus selimut hingga dada .
Sosok yang saat ini terlihat tak berdaya, membuat hati Lea terasa sedikit perih .
Kasihan sekali suaminya ini .
" Bangun dulu yuk ." ucap Lea pelan sembari mengelus alis tebal El .
Perlahan tapi pasti, El membuka matanya, ia pun perlahan mendudukkan diri bersandar pada kepala ranjang .
" Yangg ." Lea segera meletakkan mangkok berisi bubur bayi ke atas meja nakas .
Lalu mengambil beberapa lembar tisu untuk menyeka darah yang keluar dari hidung El .
Ya, El mimisan .
" Pusing banget pasti ini ."
" Makanya sampai mimisan ." gumam Lea dengan perasaan iba kepada suaminya itu .
" Habis ini dipijitin kepalanya mau ? ." tawar Lea .
El mengangguk meng iya kan sembari memejamkan mata .
Soalnya kalau buka mata makin - makin pusingnya .
" Ke dokter aja ya ."
" Mimisan kamu lumayan banyak ." pinta Lea, ia khawatir, karena mimisan El tak kunjung reda .
" Rumah sakit bau obat ."
" Ngak suka ." jawab El, manusia satu ini sebisa mungkin menjauhkan diri dari obat .
" Panggil dokter kerumah aja kalau gitu ."
__ADS_1
Lea mengambil handphone dengan tangan kirinya, mencari kontak dokter yang bisa diminta kerumah .
" Hallo dok ."
Hallo dok loh ini ya, bukan hallo dek yang ujung - ujungnya cuma jadi bahan gabut .
Setelah beberapa saat, akhirnya mimisan El pun berhenti .
Lea memijat kepala El yang berada di pangkuannya, memijat dengan minyak urut khas bapak - bapak .
Padahal El belum jadi bapak - bapak, tapi calon bapak dari anak nya Lea .
Tak lama, tapi lumayan lama .
Dokter yang tadi ditelfon Lea sudah berada di kamar El .
Memeriksa keadaan El dengan teliti .
" Jika sampai besok pagi panasnya tak kunjung turun . "
" Sebaiknya kerumah sakit ." ucap dokter yang baru saja memeriksa El .
" Baik dok ."
Setelah pemeriksaan yang dilakukan dokter, dan diberi resep obat .
" Udah tidur lagi ternyata ." gumam Lea pelan, sembari memandang lekat wajah El yang sedang tertidur .
El kalau lagi sakit memang mengusahakan diri untuk tidur terus, karena kalau tidur sakitnya ngak terlalu berasa katanya, kata El .
Tak terasa, malam pun sudah semakin larut,dan jarum jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam .
Lea tadi membangunkan El pukul tujuh hanya untuk makan malam, setelahnya sudah pasti El kembali tertidur .
" Kenapa panasnya tinggi lagi ya. "
" Ehmm..."
" Hmm..." El mengigau dalam tidurnya .
" Ngak bisa di biarin ini ."
" Udah hampir 40 derajat ." ucap Lea setelah memeriksa tinggi panas El dengan termometer .
__ADS_1
Lea segera mengambil handphone nya, menelfon supir pribadinya untuk menyiapkan mobil dan membantunya membawa El kerumah sakit .
" Tok tok tok ."
" Masuk ."
" Pak, tolong bantuin ya ." Lea .
" El ."
" Sayang ." panggil Lea berusaha membangunkan El .
" Mas ." Lea sembari menepuk pipi El pelan, kalau kasar ntar dikira ditampar .
Dengan berat El membuka matanya .
" Ayo kerumah sakit ."
" Ngak ada tapi - tapi an ." ucap Lea tanpa bantahan .
Lea dan Pak Imam pun memapah El keluar kamar, tubuh tegap El membutuhkan bantuan untuk selangkah .
Sekitar sepuluh menit perjalanan, tibalah mereka di rumah sakit .
El segera ditangani oleh dokter .
Sementara Lea menunggu diluar bersama Pak Imam, menunggu kabar dari dokter .
" Bagaimana keadaan suami saya Dok ? ." tanya Lea kepada dokter yang baru saja keluar dari ruangan penanganan .
...💚💚💚...
...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...
...See You Next Chapter...
...Bye Byee...
Rengat Barat
Sabtu, 21 Oktober 2023
Pukul 21.15 Wib
__ADS_1
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
...Lee Haechan ❤...