MAHASTAMA

MAHASTAMA
Bab 9 . Seperti Dulu


__ADS_3

...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


Setelah semalam Lea menghadiri acara pertunangan Vina dan Aldo .


Lea jadi pusing sendiri, pasti jika ia datang tanpa membawa pasangan seperti semalam, banyak sekali yang bertanya akibat perkataan Giselle yang menyatakan dirinya memiliki pacar yang pacar able banget .


" Aishh..."


" Giselle harus tanggung jawab ini ." ucap Lea menggerutu kesal .


Pagi - pagi fikiran nya sudah pusing tujuh keliling .


Apalagi hari ini ia harus berangkat kerja .


💚💚💚


Sesampainya ia dikantor, disaat memasuki lift, dan pintu lift akan tertutup rapat .


" Tunggu ." sebuah suara wanita menginterupsi orang di dalam lift .mereka membuka kembali pintu lift .


Dan tampak lah Giselle berdiri disana dengan nafas memburu .


Ia segera memasuki lift dan berdiri di samping Lea .


" Lo darimana Gi ? ." tanya Lea .


" Dari beli Boba ." jawab Giselle sembari nyengir .


" Cuma karena beli boba lo sampai mau telat ."


" Demi boba ." ucap Lea sembari meletakkan tangannya di kening Giselle .


" Ngak panas ." ucapnya .


" Ya iyalah ngak panas ."


" Gue ngak lagi demam Lea sayang ." jawab Giselle .


Iya lagi ngak demam, cuma sedikit gila aja .


" Ngak usah sayang - sayang ."


" Sadar gender woy ." ucap Lea .


" Iya deh ngak sayang - sayang lo ."


" Kan udah ada Pak El yabg sayang sama lo ." bisik Giselle, agar tidak ada yang mendengar selain mereka berdua .


" Au ah ." jawab Lea .


Tingg


Lift terbuka .


Lea segera keluar dari sana dan berjalan menuju ruangannya .


Duduk di kursinya, di hadapannya sudah ada sebuket bunga yang sudah biasa Lea dapat .


Memulai rutunitas paginya, yaitu mengganti bunga yang berada di dalam pit dengan bunga yang baru .


Setelah selesai dengan itu, barulah Lea memulai pekerjaannya .


💚💚💚


Tak terasa, waktu berlalu dengan cepat .


Saat ini jarum jam sudah menunjukkan pukul 16.00 sore, Lea segera membereskan mejanya .


Lalu ia mengambil tas dan beranjak dari ruangannya .


Ting


Lift yang dinaiki Lea sudah sampai di lantai bawah .


Ia keluar dari lift dan segera menuju parkir , masuk ke mobilnya dan mulai melajukannya ke jalanan menuju rumah .


Dan tanpa Lea sadari, sedari tadi El mengikutinya dari belakang , ia harus memastikan gadisnya sampai dirumah dengan selamat .


Lihatlah, betapa perhatiannya seorang El .


Beberapa puluh menit berlalu, tak sampai setengah jam mobil yang dikendarai Lea memasuki halaman rumahnya .


Ketika mobil Lea memasuki gerbang rumah, barulah El menyuruh sang sopir untuk memutar arah menuju rumahnya .


Lea memarkirkan mobilnya di garasi, ia tidak memarkirkan mobil di halaman rumah karena ia tidak berniat untuk keluar lagi setelah ini .


Keluar dari mobil sembari membawa tas selempangnya, dengan beralas kaki sandal jepit .


Karena tadi Lea mengganti Hells nya dengan sandal yang memang ia taruh di dalam mobilnya .


Memasuki rumah .


" Assalamualaikum ." ucapnya menyapa penghuni rumah, namun tenyata rumah dalam keadaan sepi .


" Pada kemana ini ." gumam Lea .


Ia pun melangkah dan menaiki satu persatu anak tangga dengan enggan untuk menuju kamarnya .


Cklek


Lea memasuki kamarnya, ia menaruh tasnya di meja , kemudian melangkah memasuki kamar mandi untu membersihkan diri .


Limas belas menit berlalu .


Lea baru saja keluar dari kamar mandi .


Ia segera memasuki walk in closed untuk berpakaian .


Mengambil satu stel baju tidur, kemudian mengenakannya .


Setelah selesai berpakaian, ia keluar walk in closed .


Berjalan menuju meja rias, duduk di menghadap kaca .


Kali ini jadwalnya untuk menggunakan masker wajah, yang biasanya ia pakai tiga kali seminggu, itupun kalau lagi mau .


Mengoleskan masker di wajahnya, setelah selesai, ia beranjak dari kursi .


Berjalan ke arah ranjang, sebelumnya Lea mengambil handphone di atas meja malas, kemudian ia merebahkan diri di atas ranjang .


Kepalanya bersandar pada kepala ranjang sembari tangannya dengan lihat men scroll bab novel yang sedang ia baca .


Salah satu hobi Lea adalah membaca novel, dengan hobi lain yaitu menonton drama, hingga mem bucin idol .


Itulah hobi yang membuatnya merasa senang dan menghilangkan stress sepanjang hari ini .


Daripada menghilangkan stress dengan pergi ke psikiater, mendingan ngebucin, modal kuota aja stress sudah langsung terbang menjauh .


Apalagi kalau lihat Haechan, langsung bahagia pastinya, wajahnya mengalihkan dunia Lea , apalagi kelakuan konyol nya .


Sepuluh menit berlalu, masker wajah lea pun sudah mengering .


Ia menaruh handphone nya di ranjang, beranjak dari ranjang menuju meja rias .


Lea mengelupas masker wajahnya hingga bersih .


Kemudian ia menuju kamar mandi untuk mencuci muka .


Setelah beberapa saat, dan Lea pun sudah selesai memakai serum wajah, ia kembali merebahkan diri di atas ranjang melanjutkan membaca novelnya .


💚💚💚


Dua bulan berlalu tanpa terasa, ntah kenapa waktu berlalu begitu cepat .

__ADS_1


Pagi ini, El dengan gagah memasuki kantor tanpa tongkat , ia berjalan menggunakan kedua kakinya .


El kembali seperti beberapa bulan yang lalu, ia sudah bisa berjalan menggunakan kedua kakinya sendiri .


Ini semua berkat usaha keras El selama dua bulan .


Bisik - bisik pada karyawan pun terdengar .


" Pak El udah sembuh guys ."


" Makin ganteng aja dimata gue ."


" Aura nya makin hari makin buat deg deg an ."


" Makin buat gue sering doa agar Pak El jadi jodoh gue ."


" Yang saya maksud seperti ini Ya Allah ." doa salah satu karyawan wanita .


" Yang kayak Pak El gini ."


" Kalau ngak ada ya Pak El nya aja gpp ."


" Semoga Pak El jodoh gue ."


" Kalau bukan ya jodohin ya Allah ."


" Dan kalau ngak berjodoh juga ."


" Tolong ya Allah diusahakan Pak El jadi jodohku ."


Itulah ucapan beberapa karyawan wanita yang melihat El melangkah dengan aura kepemimpinan yang menyeruak, dengan wajah datar namun memikat .


Aura El memang ngak main - main .aura tuan muda banget pokoknya .sebelas dua belas sama Oh Sehun atau Zhong Chenle .


💚💚💚


Lea yang baru saja duduk di meja kerjanya di kaget nya oleh Giselle .


" La la la ." panggilnya heboh .


" Apaan Gi ."


" Heboh banget perasaan ."


" Habis menang judi apa gimana ? ." ucap Lea .


" Yakali memang judi ."


" Ngak boleh judi Lea ."


" Dosa ." jawab Giselle .


" Ya trus kenapa lo heboh banget ." tanya Lea .


" Lo tau ngak ! ."


" Ya ngak tau lah." jawab Lea . yakan benar Lea ngak tau kenapa Giselle heboh begini .


" Pak El ke kantor tanpa tongkat ." ucap Giselle memberitahu .


" Ohh...dia pakai kursi roda kan ? ." tanya Lea yang masih belum paham maksud Giselle .


" Bukan Leaa ."


" Pak El ke kantor jalan pakai dua kakinya ."


" Dia udah sembuh ." beritahu Giselle .


" Hah..."


" Beneran ? ."


" Beneran la ."


" Tadi gue dengar dari karyawan lain ."


Setelah mendengar itu, Lea langsung beranjak dari duduknya .


Tujuannya hanya satu .


Yaitu ruangan El .


Ia harus membuktikan kebenaran berita itu .


Tok tok tok


" Masuk ."


Cklek


Lea memasuki ruangan El dengan tergesa gesa .


" El ." panggilnya ketika melihat El yang fokus dengan layar di hadapannya .


Merasa dipanggil, El mendongakkan kepalanya .


" Iya sayang ." jawabnya .


Lea yang lagi - lagi dipanggil sayang oleh El hanya mendengus kesal .


" Coba berdiri ." perintahnya, ini ceritanya karyawan memerintah bosnya .


Namun bosnya hanya menuruti, ya gimana, orang sayang .


Terkadang dikala bucin, polos sama goblok beda tipis .


Upss...keceplosan ....mianhae


Nathan berdiri dengan kedua kakinya tanpa bantuan tongkat .


" Coba jalan kesini ." perintahnya lagi .


El pun melangkah mendekati Lea .


Lea memperhatikan setiap langkah El .


" Benar ."


" El sudah bisa berjalan seperti sedia kala ." ucapnya dalam hati .


" Kok ngelamun ? ." tanya El yang saat ini sudah berada di hadapan Lea .


" E..eh ."


" Kamu udah bisa jalan ? ."


" Yang kamu lihat barusan itu nyata sayang ." ucap El lembut .


" Beneran ? ."


" Coba cubit aku ." pinta Lea . karena ia masih belum mempercayai apa yang barusan ia lihat .


El mencubit hidung Lea dengan gemas .


" Aww ."


" Sakit Ell ."


" Tuh sakit kan ."


" Berarti nyata El ." ucap El menyadarkan Lea .


" Sejak kapan kami bisa jalan ? ." tanya Lea mengintrogasi .


" Dua hari lalu ."


" Tapi baru hari ini aku ke kantor tanpa tongkat ." jawab El jujur .


Ya memang dari semalam iya sudah bisa berjalan seperti sedia kala, namun masih belum lancar menurutnya, maka dari itu, semalaman El belajar berjalan dengan keras .

__ADS_1


Hingga akhirnya langkahnya sudah lancar hari ini ketika memasuki kantor .


" Ngak mau ngucapin selamat nih ? ." tanya El sembari mengeringkan sebelah matanya .


" Selamat bisa berjalan kembali seperti dulu El ." ucap Lea sembari tersenyum lembut .


" Ah ...selamat nya ngak spesial ."


" Mau yang spesial dong Al ."


" Tiga bulan lo ini ." ucap El merajuk .


" Yaudah..."


" Mau apa ? ." tawar Lea .


" Semoga ngak minta macem - macem ." batin Lea berharap .


" Kalau hadiahnya balikan gimana Al ? ." tanya El mengajukan penawaran .


Ini bukan pasar El, yang pakai acara tawar menawar .


" Kasih aku waktu lagi kalau itu ." jawab Lea .


" Iya deh iya ."


" Mau peluk aja Al ."


" Boleh ? ." tanya El .


Tanpa menjawab, Lea memeluk El dan melingkarkan tangannya di leher El .


Dengan kepalanya yang bertumpu pada pun dah El .


Lea memeluk El sembari sedikit berjinjit walaupun ia sudah memakai Hells .


" Bukan Lea yang kependekan, El nya aja yang ketinggian ." Lea .


Ya pasal satu perempuan selalu benar, kalau salah ya kembali ke pasal satu .


El yang dipeluk pun melingkarkan tangannya di pinggang ramping Lea .


Pelukan ini ...


Pelukan yang sudah sekian lama tidak dirasakan keduanya ...


Pelukan hangat yang nyatanya tidak asing bagi mereka walaupun sudah beberapa tahun tak mereka lakukan .


Intinya hanya satu


Pelukan ini terasa sangat nyaman bagi keduanya .


Beberapa menit keduanya saling berpelukan .


Lea melepaskan pelukan itu .


" U..udah kan ? ." tanya Lea tergagap .ia nervous banget saat ini .


" Kalau aku jawab belum ."


" Ya harus jawab udah ." jawab Lea .


" Pelukan kamu nyaman banget ."


" Sampai aku ingin terus ." ucap El jujur, pelukan ini terlalu nyaman untuk diakhiri .


💚💚💚


Lea kembali ke ruangannya dengan riang, ntah kenapa mengetahui El bisa berjalan kembali, Lea begitu senang .


Mungkin karena sebab El tidakbisa berjalan adalah karenanya .


Karena menyelamatkannya .


Ting ting ting


Ponsel Lea berbunyi notifikasi pesan yang terus menerus .


Lea pun membuka handphonenya .


Ternyata pesan dari grup, mereka janjian untuk datang ke acara pernikahan Vina dan Aldo nanti malam di hotel Mahastama .


Dari namanya sudah bisa dipastikan itu adalah hotel milik keluarga El .


" Kenapa cepat banget sih nikahnya ."


" Mana gue belum punya patner undangan lagi ." gumam Lea .


" Giselle ."


" Saatnya minta pertanggung jawaban Gisell ."


Lea pun mengetikkan pesan kepada Giselle .


" Lo harus cariin gue partner buat undangan nanti malem ."


" Gara - gara lo gue ngak mungkin undangan ngak bawa partner ."


" Lo harus tanggung jawab ya Gi ." itulah chat Lea ke Giselle .


Udah seperti pacar yang hamil dan minta pertanggung jawaban aja Lea ini.


Tak lama


" Ting..."


Chat masuk dari Giselle .


" Tenang ."


" Nanti gue siapin pangeran berkuda putih buat lo ."


" Dia bakalan jemput lo di depan rumah jam 7 malam ." itulah balasan Giselle .


" Sok - sok an banget nyiapin pangeran berkuda putih ."


" Awas aja kalau bohong ."


" Jangan sampai yang dateng pangeran berkuda belang - belang ." gumam Lea .


Dan tanpa sepengetahuan Lea, Giselle sudah memberitahukan hal itu kepada El beberapa hari yang lalu .


Hal itu jugalah yang membuat El semakin berusaha keras untuk bisa berjalan yang menemani Lea datang ke pernikahan temannya itu .


Dan saat ini Giselle tersenyum senyum sendiri membayangkan bagaimana Lea yang kaget melihat El sudah menjemputnya di depan pintu rumah.


" Selamat bersenang - senang Lea ." batin Giselle tertawa jahat karena ide nya itu .


Sedangkan Lea yang tidak tahu apa - apa hanya fokus dengan pekerjaannya .


..........❣..........


...Jangan Lupa Like, Vote, Dan Comment Yaa...


...See You Next Chapter...


...Bye Byee...


.......


Rengat Barat


Minggu, 09 April 2023


Pukul 22.08 Wib.


.......


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...

__ADS_1


...Lee Haechan ❤...


__ADS_2