
...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........❣..........
.......
Setelah semalam Lea menghadiri acara pertunangan Vina dan Aldo .
Lea jadi pusing sendiri, pasti jika ia datang tanpa membawa pasangan seperti semalam, banyak sekali yang bertanya akibat perkataan Giselle yang menyatakan dirinya memiliki pacar yang pacar able banget .
" Aishh..."
" Giselle harus tanggung jawab ini ." ucap Lea menggerutu kesal .
Pagi - pagi fikiran nya sudah pusing tujuh keliling .
Apalagi hari ini ia harus berangkat kerja .
💚💚💚
Sesampainya ia dikantor, disaat memasuki lift, dan pintu lift akan tertutup rapat .
" Tunggu ." sebuah suara wanita menginterupsi orang di dalam lift .mereka membuka kembali pintu lift .
Dan tampak lah Giselle berdiri disana dengan nafas memburu .
Ia segera memasuki lift dan berdiri di samping Lea .
" Lo darimana Gi ? ." tanya Lea .
" Dari beli Boba ." jawab Giselle sembari nyengir .
" Cuma karena beli boba lo sampai mau telat ."
" Demi boba ." ucap Lea sembari meletakkan tangannya di kening Giselle .
" Ngak panas ." ucapnya .
" Ya iyalah ngak panas ."
" Gue ngak lagi demam Lea sayang ." jawab Giselle .
Iya lagi ngak demam, cuma sedikit gila aja .
" Ngak usah sayang - sayang ."
" Sadar gender woy ." ucap Lea .
" Iya deh ngak sayang - sayang lo ."
" Kan udah ada Pak El yabg sayang sama lo ." bisik Giselle, agar tidak ada yang mendengar selain mereka berdua .
" Au ah ." jawab Lea .
Tingg
Lift terbuka .
Lea segera keluar dari sana dan berjalan menuju ruangannya .
Duduk di kursinya, di hadapannya sudah ada sebuket bunga yang sudah biasa Lea dapat .
Memulai rutunitas paginya, yaitu mengganti bunga yang berada di dalam pit dengan bunga yang baru .
Setelah selesai dengan itu, barulah Lea memulai pekerjaannya .
💚💚💚
Tak terasa, waktu berlalu dengan cepat .
Saat ini jarum jam sudah menunjukkan pukul 16.00 sore, Lea segera membereskan mejanya .
Lalu ia mengambil tas dan beranjak dari ruangannya .
Ting
Lift yang dinaiki Lea sudah sampai di lantai bawah .
Ia keluar dari lift dan segera menuju parkir , masuk ke mobilnya dan mulai melajukannya ke jalanan menuju rumah .
Dan tanpa Lea sadari, sedari tadi El mengikutinya dari belakang , ia harus memastikan gadisnya sampai dirumah dengan selamat .
Lihatlah, betapa perhatiannya seorang El .
Beberapa puluh menit berlalu, tak sampai setengah jam mobil yang dikendarai Lea memasuki halaman rumahnya .
Ketika mobil Lea memasuki gerbang rumah, barulah El menyuruh sang sopir untuk memutar arah menuju rumahnya .
Lea memarkirkan mobilnya di garasi, ia tidak memarkirkan mobil di halaman rumah karena ia tidak berniat untuk keluar lagi setelah ini .
Keluar dari mobil sembari membawa tas selempangnya, dengan beralas kaki sandal jepit .
Karena tadi Lea mengganti Hells nya dengan sandal yang memang ia taruh di dalam mobilnya .
Memasuki rumah .
" Assalamualaikum ." ucapnya menyapa penghuni rumah, namun tenyata rumah dalam keadaan sepi .
" Pada kemana ini ." gumam Lea .
Ia pun melangkah dan menaiki satu persatu anak tangga dengan enggan untuk menuju kamarnya .
Cklek
Lea memasuki kamarnya, ia menaruh tasnya di meja , kemudian melangkah memasuki kamar mandi untu membersihkan diri .
Limas belas menit berlalu .
Lea baru saja keluar dari kamar mandi .
Ia segera memasuki walk in closed untuk berpakaian .
Mengambil satu stel baju tidur, kemudian mengenakannya .
Setelah selesai berpakaian, ia keluar walk in closed .
Berjalan menuju meja rias, duduk di menghadap kaca .
Kali ini jadwalnya untuk menggunakan masker wajah, yang biasanya ia pakai tiga kali seminggu, itupun kalau lagi mau .
Mengoleskan masker di wajahnya, setelah selesai, ia beranjak dari kursi .
Berjalan ke arah ranjang, sebelumnya Lea mengambil handphone di atas meja malas, kemudian ia merebahkan diri di atas ranjang .
Kepalanya bersandar pada kepala ranjang sembari tangannya dengan lihat men scroll bab novel yang sedang ia baca .
Salah satu hobi Lea adalah membaca novel, dengan hobi lain yaitu menonton drama, hingga mem bucin idol .
Itulah hobi yang membuatnya merasa senang dan menghilangkan stress sepanjang hari ini .
Daripada menghilangkan stress dengan pergi ke psikiater, mendingan ngebucin, modal kuota aja stress sudah langsung terbang menjauh .
Apalagi kalau lihat Haechan, langsung bahagia pastinya, wajahnya mengalihkan dunia Lea , apalagi kelakuan konyol nya .
Sepuluh menit berlalu, masker wajah lea pun sudah mengering .
Ia menaruh handphone nya di ranjang, beranjak dari ranjang menuju meja rias .
Lea mengelupas masker wajahnya hingga bersih .
Kemudian ia menuju kamar mandi untuk mencuci muka .
Setelah beberapa saat, dan Lea pun sudah selesai memakai serum wajah, ia kembali merebahkan diri di atas ranjang melanjutkan membaca novelnya .
💚💚💚
Dua bulan berlalu tanpa terasa, ntah kenapa waktu berlalu begitu cepat .
__ADS_1
Pagi ini, El dengan gagah memasuki kantor tanpa tongkat , ia berjalan menggunakan kedua kakinya .
El kembali seperti beberapa bulan yang lalu, ia sudah bisa berjalan menggunakan kedua kakinya sendiri .
Ini semua berkat usaha keras El selama dua bulan .
Bisik - bisik pada karyawan pun terdengar .
" Pak El udah sembuh guys ."
" Makin ganteng aja dimata gue ."
" Aura nya makin hari makin buat deg deg an ."
" Makin buat gue sering doa agar Pak El jadi jodoh gue ."
" Yang saya maksud seperti ini Ya Allah ." doa salah satu karyawan wanita .
" Yang kayak Pak El gini ."
" Kalau ngak ada ya Pak El nya aja gpp ."
" Semoga Pak El jodoh gue ."
" Kalau bukan ya jodohin ya Allah ."
" Dan kalau ngak berjodoh juga ."
" Tolong ya Allah diusahakan Pak El jadi jodohku ."
Itulah ucapan beberapa karyawan wanita yang melihat El melangkah dengan aura kepemimpinan yang menyeruak, dengan wajah datar namun memikat .
Aura El memang ngak main - main .aura tuan muda banget pokoknya .sebelas dua belas sama Oh Sehun atau Zhong Chenle .
💚💚💚
Lea yang baru saja duduk di meja kerjanya di kaget nya oleh Giselle .
" La la la ." panggilnya heboh .
" Apaan Gi ."
" Heboh banget perasaan ."
" Habis menang judi apa gimana ? ." ucap Lea .
" Yakali memang judi ."
" Ngak boleh judi Lea ."
" Dosa ." jawab Giselle .
" Ya trus kenapa lo heboh banget ." tanya Lea .
" Lo tau ngak ! ."
" Ya ngak tau lah." jawab Lea . yakan benar Lea ngak tau kenapa Giselle heboh begini .
" Pak El ke kantor tanpa tongkat ." ucap Giselle memberitahu .
" Ohh...dia pakai kursi roda kan ? ." tanya Lea yang masih belum paham maksud Giselle .
" Bukan Leaa ."
" Pak El ke kantor jalan pakai dua kakinya ."
" Dia udah sembuh ." beritahu Giselle .
" Hah..."
" Beneran ? ."
" Beneran la ."
" Tadi gue dengar dari karyawan lain ."
Setelah mendengar itu, Lea langsung beranjak dari duduknya .
Tujuannya hanya satu .
Yaitu ruangan El .
Ia harus membuktikan kebenaran berita itu .
Tok tok tok
" Masuk ."
Cklek
Lea memasuki ruangan El dengan tergesa gesa .
" El ." panggilnya ketika melihat El yang fokus dengan layar di hadapannya .
Merasa dipanggil, El mendongakkan kepalanya .
" Iya sayang ." jawabnya .
Lea yang lagi - lagi dipanggil sayang oleh El hanya mendengus kesal .
" Coba berdiri ." perintahnya, ini ceritanya karyawan memerintah bosnya .
Namun bosnya hanya menuruti, ya gimana, orang sayang .
Terkadang dikala bucin, polos sama goblok beda tipis .
Upss...keceplosan ....mianhae
Nathan berdiri dengan kedua kakinya tanpa bantuan tongkat .
" Coba jalan kesini ." perintahnya lagi .
El pun melangkah mendekati Lea .
Lea memperhatikan setiap langkah El .
" Benar ."
" El sudah bisa berjalan seperti sedia kala ." ucapnya dalam hati .
" Kok ngelamun ? ." tanya El yang saat ini sudah berada di hadapan Lea .
" E..eh ."
" Kamu udah bisa jalan ? ."
" Yang kamu lihat barusan itu nyata sayang ." ucap El lembut .
" Beneran ? ."
" Coba cubit aku ." pinta Lea . karena ia masih belum mempercayai apa yang barusan ia lihat .
El mencubit hidung Lea dengan gemas .
" Aww ."
" Sakit Ell ."
" Tuh sakit kan ."
" Berarti nyata El ." ucap El menyadarkan Lea .
" Sejak kapan kami bisa jalan ? ." tanya Lea mengintrogasi .
" Dua hari lalu ."
" Tapi baru hari ini aku ke kantor tanpa tongkat ." jawab El jujur .
Ya memang dari semalam iya sudah bisa berjalan seperti sedia kala, namun masih belum lancar menurutnya, maka dari itu, semalaman El belajar berjalan dengan keras .
__ADS_1
Hingga akhirnya langkahnya sudah lancar hari ini ketika memasuki kantor .
" Ngak mau ngucapin selamat nih ? ." tanya El sembari mengeringkan sebelah matanya .
" Selamat bisa berjalan kembali seperti dulu El ." ucap Lea sembari tersenyum lembut .
" Ah ...selamat nya ngak spesial ."
" Mau yang spesial dong Al ."
" Tiga bulan lo ini ." ucap El merajuk .
" Yaudah..."
" Mau apa ? ." tawar Lea .
" Semoga ngak minta macem - macem ." batin Lea berharap .
" Kalau hadiahnya balikan gimana Al ? ." tanya El mengajukan penawaran .
Ini bukan pasar El, yang pakai acara tawar menawar .
" Kasih aku waktu lagi kalau itu ." jawab Lea .
" Iya deh iya ."
" Mau peluk aja Al ."
" Boleh ? ." tanya El .
Tanpa menjawab, Lea memeluk El dan melingkarkan tangannya di leher El .
Dengan kepalanya yang bertumpu pada pun dah El .
Lea memeluk El sembari sedikit berjinjit walaupun ia sudah memakai Hells .
" Bukan Lea yang kependekan, El nya aja yang ketinggian ." Lea .
Ya pasal satu perempuan selalu benar, kalau salah ya kembali ke pasal satu .
El yang dipeluk pun melingkarkan tangannya di pinggang ramping Lea .
Pelukan ini ...
Pelukan yang sudah sekian lama tidak dirasakan keduanya ...
Pelukan hangat yang nyatanya tidak asing bagi mereka walaupun sudah beberapa tahun tak mereka lakukan .
Intinya hanya satu
Pelukan ini terasa sangat nyaman bagi keduanya .
Beberapa menit keduanya saling berpelukan .
Lea melepaskan pelukan itu .
" U..udah kan ? ." tanya Lea tergagap .ia nervous banget saat ini .
" Kalau aku jawab belum ."
" Ya harus jawab udah ." jawab Lea .
" Pelukan kamu nyaman banget ."
" Sampai aku ingin terus ." ucap El jujur, pelukan ini terlalu nyaman untuk diakhiri .
💚💚💚
Lea kembali ke ruangannya dengan riang, ntah kenapa mengetahui El bisa berjalan kembali, Lea begitu senang .
Mungkin karena sebab El tidakbisa berjalan adalah karenanya .
Karena menyelamatkannya .
Ting ting ting
Ponsel Lea berbunyi notifikasi pesan yang terus menerus .
Lea pun membuka handphonenya .
Ternyata pesan dari grup, mereka janjian untuk datang ke acara pernikahan Vina dan Aldo nanti malam di hotel Mahastama .
Dari namanya sudah bisa dipastikan itu adalah hotel milik keluarga El .
" Kenapa cepat banget sih nikahnya ."
" Mana gue belum punya patner undangan lagi ." gumam Lea .
" Giselle ."
" Saatnya minta pertanggung jawaban Gisell ."
Lea pun mengetikkan pesan kepada Giselle .
" Lo harus cariin gue partner buat undangan nanti malem ."
" Gara - gara lo gue ngak mungkin undangan ngak bawa partner ."
" Lo harus tanggung jawab ya Gi ." itulah chat Lea ke Giselle .
Udah seperti pacar yang hamil dan minta pertanggung jawaban aja Lea ini.
Tak lama
" Ting..."
Chat masuk dari Giselle .
" Tenang ."
" Nanti gue siapin pangeran berkuda putih buat lo ."
" Dia bakalan jemput lo di depan rumah jam 7 malam ." itulah balasan Giselle .
" Sok - sok an banget nyiapin pangeran berkuda putih ."
" Awas aja kalau bohong ."
" Jangan sampai yang dateng pangeran berkuda belang - belang ." gumam Lea .
Dan tanpa sepengetahuan Lea, Giselle sudah memberitahukan hal itu kepada El beberapa hari yang lalu .
Hal itu jugalah yang membuat El semakin berusaha keras untuk bisa berjalan yang menemani Lea datang ke pernikahan temannya itu .
Dan saat ini Giselle tersenyum senyum sendiri membayangkan bagaimana Lea yang kaget melihat El sudah menjemputnya di depan pintu rumah.
" Selamat bersenang - senang Lea ." batin Giselle tertawa jahat karena ide nya itu .
Sedangkan Lea yang tidak tahu apa - apa hanya fokus dengan pekerjaannya .
..........❣..........
...Jangan Lupa Like, Vote, Dan Comment Yaa...
...See You Next Chapter...
...Bye Byee...
.......
Rengat Barat
Minggu, 09 April 2023
Pukul 22.08 Wib.
.......
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
__ADS_1
...Lee Haechan ❤...