MAHASTAMA

MAHASTAMA
Bab 41 . Perfect


__ADS_3

...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


" Waktu nya makan siang tai tai ." El menggunakan bahasa china hasil les privat dengan sang istri .


" Iya ae - in ." Jawab Lea sembari tersenyum manis, manis banget kalau kata El .


" Yuk ." ajak El sembari mengulurkan tangannya mengajak sang istri yang masih duduk dengan nyaman di kursinya .


" Yuk kantin ."


" Cacingnya udah pada demo ." Lea beranjak dari kursinya, namun tanpa menerima uluran tangan El,


" Kasihan nya tangan aku ."


" Dianggurin ."


" Mana sama istri sendiri ." gumam El disela langkahnya mengikuti Lea .


Dan gumaman El masih dapat di dengar oleh Lea .


Saat ini El persis seperti anak kecil yang mengikuti ibunya yang sedang marah, berjalan dibelakang .


Turut prihatin ya El, semoga hari - harimu menyenangkan .


Sesampainya di kantin, Lea mendudukkan diri ke kursi yang berada di dekat jendela .


" Seperti biasa yang ? ." tanya El yang masih berdiri di hadapan Lea .


" Heem ." Lea pun mengangguk .


El berlalu menuju tempat pemesanan makanan, seperti biasa, ia akan memesan ayam bakar, makanan favoritnya dan Lea sejak dulu .


Karena tak ingin menunggu, El kembali ke meja yang ditempati Lea .


Srekk


Menarik kursi dan duduk tepat di hadapan Lea .


" Sayang ..." rengek El sembari menampilkan wajah memelasnya, ini CEO satu kalau lagi sama istri kok gini ya, ngak ada kesan tegas tegasnya .


" Aww ..." ringis El karena cubitan bak kepiting dari sang istri tercinta .


" Jangan gitu. "


" Malu ah ." peringat Lea, ini El lagi ngak sadar apa kalau dilihatin banyak orang .


" Ngapain malu ."


" Pengen dimanja sama istri sendiri juga ." jawab El dengan santai, apa salahnya coba .


" Manja nya dirumah aja ."


" Jangan disini ." peringatan kedua yang keluar dari bibir Lea .


" Kalau dirumah manjanya beda ." El sembari mengerlingkan matanya nakal .


" Beda ? ." tanya El yang tidak paham dengan ucapan El barusan .


" Kalau dirumah manjanya bukan gini ."


" Tapi manja sambil saling menghangatkan ." nah, El memperjelas semuanya, jelas banget yakan El.


" Tanam saham berkali kali ." ucap El diakhiri senyuman smirk nya.


Lea yang sudah mengerti akan maksud El pun dibuat bergidik ngeri, ia sudah membayangkan bagaimana nasib pinggangnya esok hari .


" Silakan dinikmati Pak Bu ." ucap pelayan yang sedang menaruh makanan pesanan El ke atas meja.


" Makasih Mbak ." Lea sembari tersenyum, berbeda dengan El yang memasang wajah datarnya, kembali ke mode es balok .


" Bilang makasih gitu lo. "


"Jangan cuma diem pasang muka datar sama dingin. " omel Lea, jiwa emak - emaknya langsung mode on.

__ADS_1


" Kan udah diwakili kamu bilang terima kasih nya ." benar kan, udah diwakilkan istri, ngapain El harus berbicara lagi .


" Tapi tetap aja ."


" Ayo makan dulu ." putus Lea, soalnya ia sudah lapar, ngomel juga menguras tenaga.


Keduanya menikmati makan siang dengan hening, sibuk menikmati cita rasa yang menyentuh indra pengecapnya.


Tak berapa lama, piring di hadapan sudah bersih, hanya tersisa tulang .


" Emang ayam bakar ngak pernah salah. " gumam Lea sembari meminum jus terong belanda nya .


Dulu Lea tidak suka jus terong belanda, namun karena Abangnya sering memintanya mencicipi jus itu, akhirnya Lea jadi suka .


" Memang ngak pernah salah ."


" Dan hampir setiap kita makan bareng pesannya ayam bakar ." Sepertinya mereka berdua sudah cocok buka resto ayam bakar, karena sudah mencicipi berbagai rasa ayam bakar di setiap tempat .


" Lihat Pak El gue jadi pengen nikah ."


" Pak El punya kembaran ngak ya ."


" Mana manis banget kalau sama istrinya ."


" Daritadi Pak El senyum terus tau ."


" Fans kamu banyak banget El ." ucap Lea, karena ia juga mendengar ucapan - ucapan orang disekitar mereka.


" Aku bukan idol yang punya fans ." jawab El singkat dan jelas, kan ia hanya seorang CEO yang tidak perduli akan fans, ia hanya peduli pada naik turunnya saham.


" Tapi tetap aja ."


" Kalau kamu disandingkan sama idol ngak ada bedanya ."


" Tinggi ."


" Putih ."


" Dan aku akui kamu ganteng ."


" Perfect sih ."


El tersenyum mendengar ucapan Lea yang seperti pujian untuknya .


" Nah itu kamu tau kalau aku perfect ."


" Perlu bersyukur banyak - banyak karena bisa jadi istri aku ."


" Kan itu kalau dilihat dari luar ."


" Kalau yang udah kenal deket sama kamu ya pasti mereka banyak - banyak istigfar ."


" Sama rasanya pengen lempar sandal ."


" Saling keselnya. "


" Kayak aku gini contohnya ." Ini Lea lagi mengutarakan unek - unek sepertinya.


" Jangan gitu yang sama suami ."


" Sama suami itu harus nurut ."


" Suaminya disayang sayang selalu ."


" Biar makin disayang sama suami ."


" Ntar uang bulanan nya nambah ." ucap El diakhiri dengan kedipan sebelah matanya .


" Kan uang bulanan aku unlimited ."


" Ngak nambah ngak ngurang ."


" Bapak CEO suka lupa ni ."


" Bahaya banget punya CEO yang pelupa kayak kamu gini ." Sepertinya El melupakan jika ia tidak mematok yang bulanan pada istrinya, saking sayangnya sama istri ya gini .


" Udah terbukti ngak bahaya yang ."


" Karena harga saham naik terus ."

__ADS_1


" Ngak kayak sahamnya ... yang turun karena fans nya marah idol nya di diskriminasi ." ucap El, ia masih ingat jika baru - baru ini Lea curhat tentang saham suatu agensi yang turun karena perbuatan fans idolnya.


Obrolan mereka terus berlanjut .


" Ngapa yang ? ." tanya El ketika Lea menarik tangannya dan melihat ke arah jam di pergelangan tangannya .


" Waktu makan siang udah habis ."


" Saatnya kembali bekerja ." beritahu Lea ketika ia baru saja melihat jam .


Lea melihat ke sekelilingnya .


" Pantes kantin udah sepi ."


" Yuk balik ke ruangan. " ajak Lea sembari beranjak dari duduknya .


" Iya yuk sayang ." El berdiri dan melangkah mendekati Lea .


Melingkarkan tangannya di pinggang ramping sang istri, mumpung sepi, boleh la sweet sama istri.


Lea yang menyadari akan hal itu hanya diam saja, karena saat ini keadaan sekitar sedang sepi, jadi tidak masalah .


Yang akan melihat juga hanya beberapa orang saja, ngak canggung - canggung amat la kalau dilihat orang.


Keduanya berjalanan beriringan keluar kantin .


💚💚💚


Ting


Lea membuka handphone nya ketika mendengar notifikasi pesan masuk .


Suami orang


" Keruangan Mas dulu aja yang ."


" Mas masih ada kerjaan ." isi pesan El .


^^^Okey^^^


Lea membereskan mejanya terlebih dahulu, saat ini sudah waktunya pulang, bahkan di ruangannya hanya tinggal ia dan kak Devita .


Selesai membereskan meja kerjanya, Lea beranjak dari kursi dengan tas selempang kecil di bahunya .


" Duluan ya Kak ." pamit Lea berbasa basi dengan Devita yang masih belum beranjak untuk pulang .


" Iya ."


" Hati - hati Lea ."


" Iya Kak ."


" Byee ..."


Lea melangkah keluar ruangan menuju ruangan El, suaminya itu masih sibuk, maklum CEO memang mempunyai banyak pekerjaan, bahkan dulu sebelum menikah, El suka lembur.


Namun berbeda dengan sekarang, sebisa mungkin El tidak akan lembur, lembur nya dirumah bersama istri .


..........❣..........


...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...


...See You Next Chapter...


...Bye Byee...


.......


Rengat Barat


Selasa, 20 Juni 2023


Pukul 23.25Wib .


.......


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...


...Lee Haechan ❤...

__ADS_1


__ADS_2