MAHASTAMA

MAHASTAMA
Bab 12 . Truth Or Dare


__ADS_3

...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


El berjalan memasuki toko bunga , yang ketika memasuki toko itu, semerbak harum berbagai jenis varian bunga langsung tercium .


" Satu buket dengan dua puluh tangkai mawar putih premium ." ucap El memberitahukan pesanan buketnya kepada pegawai yang berada disitu .


" Baik, ditunggu sebentar ya ."


El membalas dengan anggukan .


Ia menunggu sembari berkeliling melihat bunga yang ditata berjajar disana .


Ntah kenapa, matanya tiba - tiba terfokus melihat anggrek biru yang menurutnya cantik .


" Saya mau buket anggrek ini satu ." ucap El sembari menunjuk anggrek yang ia maksud .


Tak lama, dua buket bunga sudah berada di tangan El , ia segera keluar dari toko setelah melakukan pembayaran .


Berjalan menuju mobil , ia meletakkan buket di kursi belakang, kemudian barulah ia duduk di kursi kemudi .


Menghidupkan mobil dan mulai mengemudikannya menuju kantor .


El sampai di kantor agak siang, todak seperti biasanya .


Jadilah ia membuat beberapa karyawan penasaran akan sosoknya yang datang ke kantor dengan membawa dua buket bunga .


Karena bisanya ia memesan bunga dan ada kurir yang mengantarkannya, jadi tak ada yang pernah melihatnya membawa buket bunga memasuki kantor .


Hingga hari ini, sang bos besar membawa buket secara pribadi .


Pertanyaan - pertanyaan pun muncul dari beberapa karyawannya .


" Pak El bawa buket bunga ke kantor ."


" Gue ngak salah lihat kan ."


" Kira - kira itu buket buat siapa ya ."


" Jadi penasaran banget ."


" Betapa beruntungnya cewek yang dapet bunga dari Pak El ."


" Pak El romantis banget kayaknya ."


" Ingin rasanya gue jadi oenguntit Pak El sekarang ."


" Kepo banget tu buket dikasih ke siapa ."


" Jadi sasaeng Pak El sekalian apa ya ."


Itulah beberapa ucapan yang keluar dari bibir pada karyawan di kantor xxx .


El berjalan membawa buket memasuki lift, ia menekan tombol lantai ruangan dimana Lea berada .


Jangan tanyakan dimanakah donat yang tadinya ingin El beli .


Karena El lupa, mohon dimaklumi ya . efek bucin mungkin gini, jadi pelupa .


Dan pada akhirnya El memesan donat dan bubble tea melalui aplikasi pesan antar .


Mungkin sebentar lagi pesanannya akan datang .


Ting


Langkah kaki jenjangnya membawanya keluar dari lift, berjalan penuh semangat menuju kubikel dimana Lea duduk .


Ia meletakkan dua buket di meja Lea, yang seketika membuat meja itu penuh .


" Aku ganti varian bunganya ."


" Mana tau kamu bosan ." ucap El setelahnya .


" Bukan bosan sama varian bunganya ."


" Tapi aku jadi berasa makam yang kamu kunjungi setiap hari sambil taruh bunga di atasnya ." jawab Lea sembari melihat ke arah ria buket yang memenuhi mejanya .


Sedangkan beberapa orang yang berada di ruangan itu hanya diam, mereka sudah biasa melihat kejadian yang sedang mereka lihat dan nikmati sekarang .


Jarang - jarang lo, atau mungkin langka, ketika melihat bos mereka yang terkenal dingin dan tegas, sedang bucin begini .


Bahkan ia tidak marah sedikitpun jika Lea mengatakan kata - kata yang kurang mengenakkan , bahkan jika Lea sedang mengomelinya, ia hanya pasrah saja seperti anak ayam yang dimarahi induknya .


" Kalau gini terus, aku bisa buat taman bunga di ruangan ini El ." ucap Lea lagi .


Ya gimana enggak, bunga yang El kirim itu bisa tahan sekitar seminggu, jadi Lea menaruhnya di beberapa vas di ruangan ini .


Ia meletakkan vas bunga di beberapa spot ruangan .


Hanya bunga di mejanya yang ia ganti setiap hari .


" Silakan aja kalau mau buat taman bunga. "


" Ada aku yang bakalan stock bunganya setiap hari ."


" Free buat kamu ." ucap El, ini Lea lagi marah, tapi El malah gini .


" Bentar lagi ada kiriman buat kamu ."


" Semoga suka ."


" Bye sayang ." ucap El yang kemudian mengacak rambut Lea dan segera berlalu dari sana dengan kecepatan kilat .takut - takut kena amuk Lea .


" Ngeselin banget jadi orang ." ucap Lea kesal dengan tingkah El . ya gimana enggak kesal, ia susah - susah menata rambutnya, tapi di acak acak oleh El sesuka hati .


Tak lama setelah El berlalu dari harapannya.


Ada seorang office girl datang ke ruangan Lea .


" Permisi ."


" Mbak Lea yang mana ya ." tanya office girl tersebut .


Lea menganggat tangannya .

__ADS_1


" Saya ." ucapnya .


Office girl tersebut berjalan ke arah Lea .


" Ini ada titipan untuk mbak Lea ." office girl tersebut memberikan paper bag ukuran cukup besar kepada Lea .


" Makasih ." ucap Lea, karena ia tdak perlu bertanya mengenai siapa yang menitipkan ini untuknya .


Sudah pasti El, karena tadi manusia berbentuk rupawan itu sudah mengatakan kepada Lea .


Lea membuka paper bag itu .


Ia mengeluarkan dua kotak berisi donat dan satu cup bubble tea .


" Nah gini kan enak ."


" Kirim camilan ."


" Bukan bunga terus yang dikirim ."


" Kenyang enggak, pusing iya kerran bau bunga mulu ." ucap Lea, ia membuka kotak donat itu .


" Tau aja kesukaan gue ." gumam Lea ketika melihat topping donat kesukaannya .


Tak lupa, ia menawarkan donat kepada teman - teman satu ruangannya itu .


Lea menikmati sekotak donat sendirian , ditemani bubble tea . menikmati camilan manis tanpa memikirkan berat badan, untuk sekarang, ntah nanti ketika ia menimbang berat badan, dan ketiga timbangan itu berputar ke kanan beberapa kg, dirinya langsung stress dan berusaha diet semaksimal mungkin .


Ting


Bunyi notifikasi chat handphone Lea .


Ia segera membuka kunci handphone nya dan membuka aplikasi chatting .


" Aku kirim camilan ."


" Biar ngak kayak makam yang tiap hari cuma dikasih bunga ." itulah pesan dari El .


" Makasih camilannya ." itulah balasan untuk Rafa yang Lea ketik dan langsung ia kirimkan .


" Bener deh ."


" Kemarin - kemarin gue berasa makan beneran ." gumam Lea .


Untung El tiap hari memberinya bunga tulip,bukan bunga kantil, jadi ngak berasa dianggap makam banget lah ya .


Tulip kuning, mengingatkan Lea kepada Bapak kapas nya Aeri .


💚💚💚


Setelah pulang kerja, Lea dan Giselle saat ini sedang menikmati waktu sore dengan duduk di cafe yang tak jauh dari kantornya .


Menikmati segelas minuman dan waffle .


" Lea ." Panggil Dinda yang sedang berjalan menuju meja dimana keduanya berada .


" Eh ..lo Din ."


" Kebetulan banget kita ketemu disini ."


" Gue gabung kalian ya ."


" Gabung sama kita aja Din ." ucap Lea mempersilakan walaupun di dalam hati ia enggan .


Dinda dan Giselle mengobrol, sementara Lea hanya sesekali menanggapi obrolan mereka .


Lea lebih suka duduk menikmati pemandangan orang berlalu lalang daripada harus mengobrol dengan seseorang .


" Eh , itu pacar lo kan La ? ." ucap Dinda yang tak sengaja melihat El dam David yang memasuki cafe tempat mereka berada sekarang .


Lea segera melihat ke arah yang di lihat oleh Dinda .


Dan ya...


El bersama David baru saja memasuki cafe .


" Pacarnya Lea ." panggil Dinda .


Ini dinda kenapa panggilnya gitu, lupa namanya atau gimana.


El yang mendengar ucapan seseorang dan nama Lea di akhir kalimatnya pun mencari asal suara tersebut .


Dan pandangannya pun melihat ke arah dimana Lea sedang duduk bersama Giselle dan satu temannya .


" Lea disini ." ucap Dinda lagi dengan nada sedikit berteriak .


Ucapan itu dihiraukan saja oleh El, ia ingin melihat bagaimana Lea akan bersikap .


Karena ia tahu Dinda, kan ia pernah bertemu Giselle saat menghadiri undangan pernikahan bersama Lea .


" Ajak kesini pacar lo La ."


" Sekalian kumpul bareng kita ." ucap Dinda .


" Samperin La ."


" Trus ajak duduk bareng kita ." kini gantian Giselle yang mengeluarkan suara , ia dengan sengaja menjalankan ide jahilnya .


Dengan terpaksa Lea beranjak dati duduknya .


Ini semua karena Giselle dan Dinda.


Ingin rasanya ia menjambak Giselle saat ini .


Dinda yang tahunya El adalah pacar Lea , pasti baginya mengajak El berkumpul bersama mereka adalah hal yang wajar .


Demi agar sandiwaranya kemarin tidak terbongkar, yang ia mengenalkan El sebagai pacarnya .


Lea pun beranjak dari duduknya, ia berjalan mendekati El yang baru akan duduk di kursi .


" El ." panggil Lea .


" Hemm ."jawab El dengan gumaman.


" Bantuin aku lagi ya ."


" Pliss ." pinta Lea .


" Bantu apa ? ." tanya El yang masih berdiri .

__ADS_1


" Jadi pacar pura - pura aku lagi sebentar ."


" Bentar aja ."


" Ngak sampai dua jam ." ucap Lea dengan wajah memohon .


" Malas Al ."


" Ngak ada untungnya juga buat aku. " jawab El, sengaja memancing, ia harus mendapat keuntungan kali ini .


" Kamu mau apa ? ."


" Aku turutin deh ."


" Tapi pliss bantu aku kali ini ."


" Cuma bentar kok ."


" Ya ya ." Nah ini kesempatan emas buat El mencari keuntungan untuk dirinya.


" Turutin apa aja ? ." tanya El .


" Apa aja terserah kamu ."


" Asal aku bisa ya aku iyain ." balas Lea .


" Oke ..."


Mendengar persetujuan El, Lea dengan berani menggandeng El dan mengajaknya menuju tempat Giselle dan Dinda berada .


Tak lupa David juga mengikuti mereka .


David persis seperti penguntit, ngikut El kemana mana .


Selain hubungan antara bos dan sekretaris, dua pria itu juga adalah sahabat .


Bestie banget la .


Meja yang awalnya di tempat oleh tiga orang, kini bertambah dua orang lainnya .


Yaitu El dan David .


" Kenalin , gue Dinda ." dinda mengulurkan tangannya kepada David .mengajak David kenalan, soalnya ia tertarik dengan sosok David yang tak kalah jauh dari El .


" David. " ucap David sembari menjabat tangan Dinda .


Disaat Dinda dan David berkenalan, disaat itulah Lea berbisik ke telinga El .


" Tangan kamu ." peringat Lea, karena tangan El Dengan santai nya melingkar di pinggang Lea .


Didukung oleh posisi tempat duduk mereka yang bersebelahan dan jarak yang hanya beberapa cm saja .


" Harus totalitas kalai jadi pacar pura - pura nya ."


" Biar teman kamu ngak curiga ." ucap El .


Setelah berkata seperti itu, El memanggil pelayan dan memesan berapa camilan untuk mereka tak lupa sepotong red velvet untuk Lea .


Lea suka itu, kue kesukaan Lea sejak dulu .


El bersikap natural sekali ya ketika diminta Lea menjadi pacar pura - pura nya .


Dan terlihat menikmati .


Mereka berlima mengobrol sejenak , sebelum ...


" Kita main truth or dare yuk ." ajak Dinda .


" Gimana ? kalian mau kan ? ."


" Boleh , kayaknya seru ." jawab Giselle mendukung game usulan Dinda .


Sedangkan El dan Davis hanya mengangguk setuju .


" Bentar ."


" Gue minta botol dulu ke pelayannya ."


" Sekalian beli isinya sekalian aja deh " ucap Dinda yang kemudian memanggil pelayan .


" Mas ."


" Pesan minuman vvv yang botol kaca ya ." pesan Dinda .


" Baik kak ."


" Ditunggu sebentar ." pelayan itu meninggalkan meja mereka .


" Semoga ngak aneh - aneh pertanyaannya ." doa Lea dalam hati .


" Siap - siap ya La ." ucap Giselle sedikit berbisik kepada Lea .


" Lo jangan aneh - aneh ya Gi ."


" Awas aja ." peringat Lea .


" Ya Allah, botol nya jangan sampai berhenti di aku ." Lea kembali berdoa .


.........❣..........


...Jangan Lupa Like, Vote, Dan Comment Yaa...


...See You Next Chapter...


...Bye Byee...


.......


Rengat Barat


Rabu , 12 April 2023


Pukul 22.23 Wib.


.......


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...


...Lee Haechan ❤...

__ADS_1


__ADS_2