
...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........❣..........
.......
Giselle sedari tadi memperhatikan cincin yang ia pastikan itu adalah cincin berlian , yang tersemat di jari manis Lea .
Iya yakin jika itu cincin baru .
Karena sedikit banyaknya Giselle tahu beberapa model cincin milik Lea .
" Cincin baru La ? ." tanya Giselle to the point.
" Heeh ."
" Baru semalam ."jawab Lea .ya kan benar baru semalam ia mendapatkan cincin yang melingkar di jari manisnya ini .
" Gue lihat - lihat ."
" Kenapa cincinnya kayak model cincin lamaran ya ." ucap Giselle
" Emang iya Gi ? ."
" Iya ."
" Ada yang ngelamar lo atau gimana ? ."
" Jawab jujur La ." ucap Giselle .ia butuh ucapan juju saat ini, bukan candaan .
" Gue emang dilamar ." jawab Lea .
" Hahhh ...." teriak Giselle yang syok akan Ucapan Lea barusan.
" Di...di lamar ? ." ucap Giselle tergagap .
" Lo dilamar sama siapa ? ."
" Ngak usah ngada - ngada deh ."
" Pacar aja ngak punya ."
" Yakali dilamar sama orang yang lewat depan rumah. " cerocos Giselle . kalau Lea punya pacar barulah Giselle percaya . lah ini kan lago jomblox eh salah single .
" Lo mah ngak percayaan jadi orang ."
" Beneran lo ini ."
" Lo ngak mau tanya gitu siapa yang ngelamar gue ? ." ucap Lea .sengaja mengompori agar Giselle bertanya . kan nanti kalau Lea jawab siapa orangnya, Giselle pasti syok berkali kali lipat lagi .
Seru tahu liat Giselle syok gitu, apalagi lihat mukanya yang meme able banget kalau lagi syok .
" Hah ..iya ."
" Siapa yang ngelamar lo ? ."
" Orang mana dia ? ."
" Gue kenal sama tu orang ? ."
" Gimana latar belakang keluarganya ? ."
" Orangnya baik ngak ? ."
" Ganteng ngak ? ."
" Lo udah kenal dia dari kapan ? ."
" Kok tiba - tiba dia ngelamar lo ."
" Alasannya apaan ? ."
" Dan kenapa gue baru tahu pas lo udah dilamar ."
" Itupun gara - gara gue lihat cincin lo barusan ." Giselle berbicara dengan kecepatan 1000 km per jam .
Giselle udah cocok translator 34 bujang dan satu suami orang kesayangan Lea, yang kalau bicara dengan kecepatan awan dan berbagai macam bahasa yang digabungkan .
" Lo kalau tanya satu - satu ."
" Pusing gue jawabnya ."
" Berasa diserbu pertanyaan bertubi tubi Gi ." ucap Lea sembari memijat pelipisnya pelan .
" Ha ..yaudah ."
" Gue tanya satu - satu ."
" Siapa gerangan cowok yang udah ngelamar lo ? ." tanya Giselle .oke ini pertanyaannya udah satu - satu .
" Tarik nafas dulu Gi ."
" Lalu buang ."
Giselle mengikuti ucapan Lea tanpa sadar, berasa di hipnotis ya .
" Jangan kaget berlebihan lo ."
" Kita lagi dikantin ." peringat Lea .kan malu kalau tba - tiba semua mata tertuju ke arah mereka .
" Oke oke ."
" Yang ngelamar gue itu ...." Lea menggantungkan kata - katanya .
" Siapa ? ." tanya Giselle yang sudah tak sabar,jiwa keponya sudah berkobar dengan sangat besar .
" Axcelle Mahastama ." ucap Lea menyebutkan nama lengkap El .ya takutnya kan Giselle salah mengira jika ia menyebutkan El doang .
" Oohh ...Axcelle ." Giselle masih belum menyadari itu siapa .
" Hah..." teriak Giselle .
" Ya Allah, kenapa gue punya bestie modelan begini, kalau teriak sungguh menggelegar memecah keheningan ." ucap Lea dalam hati .
" Axcelle ."
" Maksud lo El ? ." tanya Giselle memastikan pendengarannya .ya mana tau tadi pendengarannya lagi bermasalah .
" Barusan gue bilang nama lengkapnya Gi ."
" Yakali Axcelle Mahastama punya kembaran yang namanya sama ." ucap Lea dengan malas , ia jadi gereget sendiri menghadapi Giselle.
" Untung sahabat, kalau enggak udah gue open BO lo di club sama mami mami ." batin Lea pusing sendiri .
" Iya sih, El kan ngak punya kembaran ."
" Beneran lo dilamar El ? ."
" Kok bisa ? ." tanya Giselle lagi .
" Ya beneran ."
" Nih buktinya ." Lea memperlihatkan tangannya yang sudah dihiasi cincin berlian pemberian El tepat dimata Giselle, agar Giselle percaya .
" Eh tapi belum resmi dilamar sih ."
" Loh kenapa ? ." Giselle .
" Soalnya gue belum jawab ."
" Gue minta waktu dulu buat mikir ."jawab Lea .
" Lo mikir apalagi ? ."
" El udah pasti bucin banget sama lo ."
" Udah ngak diragukan lagi sayangnya dia ke lo ."
" Keuangan El pastinya udah stabil banget ."
" Kalau masalah wajah ya jangan ditanya ."
" Sekelas Liu Te gitu ." ucap Giselle , kalau cowok sekelas El yang melamar nya, Giselle pasti langsung say yes .
" Ya gue tau gimana El ."
" Tapikan perlu mikir juga Gi ."
" Kalau gue terima lamaran nya ."
__ADS_1
" Berarti kan bakalan lanjut ke jenjang pernikahan ."
" Nikah kan seumur hidup ."
" Makanya gue harus fikir benar - benar dulu Gi ." Lea menjelaskan .
" Iya juga sih ."
" Tapi lo mikirnya jangan kelamaan ."
" Keburu El dapat yang lain ."
" Nyesel lo ntar ." ucap Giselle mengingatkan . cowok sekelas El gitu kan sayang banget kalau sampai di gaet orang .
" Seminggu Gi ."
" Gue minta waktu seminggu sama El ."
" Ooo...oke lah kalau seminggu ."
" Masih terhitung bentar ." Giselle .
💚💚💚
" Semoga jawaban kamu sesuai harapan aku Al ." ucap El sembari melihat keluar jendela ruangannya, ia sengaja memutar kursinya untuk melihat pemandangan gedung - gedung pencakar langit yang berjajar .
Pemandangan kota yang terlihat begitu sibuk, tidak damai seperti di pedesaan dengan suasana udara yang masih asri .
Sebenarnya ia sungguh - sungguh nekad, datang kerumah Lea dengan membawa orang tuanya dan langsung melamar gadis itu .
Ya mau gimana lagi, kalau nunggu Lea luluh banget kan lama ya .
El ngak kuat selama itu, ia maunya Lea segera menjadi miliknya .
Agar ia tidak merasa was - was takut Lea diambil orang .
Walaupun sebenarnya pada kenyataanya, pasangan yang sudah terikat dengan janji suci sehidup semati pun bisa terpisah karena orang ketiga .
Siang ini Lea tak kunjung datang ke ruangan El seperti biasanya .
Ya seperti biasanya , Lea akan datang untung makan siang bersama El .
Yah, mungkin Lea sedang berusaha menghindari El .
Atau Lea memerlukan waktu untuk berfikir sebelum menemui El seminggu lagi .
Tok tok tok
" Masuk ." jawab El dari dalam ruangan .
Ia memutar kursinya menghadap ke tempat semula .
Cklek
" Permisi Pak ."
David memasuki ruangan bos nya itu .
" Ini berkas yang perlu Bapak tanda tangani ." David meletakan berkas itu di meja El .
El segera membuka berkas itu, membacanya lagi takut - takut terdapat kesalahan disana .
Walaupun sebenarnya David pasti sudah memeriksa berkas itu untuknya.
Ya antisipasi aja El tuh .
Setelah memeriksa beberapa saat, El menandatangin berkas itu .
Ia menyerahkan kembali kepada David .
" Terima kasih Pak "
" Saya permisi ." David pun berlalu dari ruangan El .
Tok tok tok
Pintu ruangan El kembali diketuk .
" Masuk ."
David kembali masuk .
" Ini ada titipan buat Bapak ." ucap David yang kemudian meletakan paper bag itu diatas meja El .
" Dari siapa ? ." tanya El heran, jarang - jarang lo dia mendapat titipan seperti ini, bisanya ia hanya mendapat titipan dari Mama, kalau Mama pasti tidak dalam paper bag seperti ini, melainkan tas kotak bekal .
" Dari Lea ." jawab David, ia menyebut Lea hanya dengan nama . udah kebiasaan soalnya .
" O.ooh ."
" Makasih kalo gitu Vid ." ucap El santai, nada bicaranya seperti tidak sedang mode kerja .kan lagi ngak dalam situasi membahas kerjaan .
" Sama - sama ."
David kembali berlalu dari ruangan El .
Setelah David keluar, El membuka paper bag di atas mejanya .
Terlihat disana dua kotak makanan yang di atas nya terdapat merk restauran yang kerap dikunjungi El dulu .
Tentunya dulu ia berkunjung kesana bersama Lea .
Dan kalian sudah tahu bukan, apa makanan yang berada di dalamnya .
Yupss ...
Ayam bakar
" Kamu masih ingat ternyata ." ucap El yang kemudian menyunggingkan senyum di bibirnya yang kiss able itu .
El mengambil handphone yang ia letakkan di atas mejanya .
Membuka room chat dengan Lea .
" Makasih makan siangnya ."
" Aku suka menunya ."
" Jadi ingat kalau dulu kita sering kesana bareng ." ketik El lalu mengirimkannya .
Setelah chat terkirim dengan tanda ceklis dua, namun masih abu - abu, yang berarti belum terbaca .
El memulai makan siangnya dengan semangat .
Baru juga dikirimin makan siang menu favorit, udah bahagia banget aja .
Nanti kalau udah sah , jangan sampai pingsan ya El karena saking bahagianya .
💚💚💚
Ting
Ting
Ting
Bunyi notifikasi chat di handphone Lea .
Lea yang saat ini sedang berdiri di pantry sembari menyeduh matcha pun mengambil handphone yang ia letakkan di meja pantry ruangannya.
Ternyata chat dari El .
Yang berarti El sudah menerima kiriman makan siang darinya .
Tadi setelah makan siang, Lea baru teringat akan El .
Maklum la ya, kan sebagai manusia kadang Lea lupa .
Efek lagi laper jugakan tadi , sehingga Lea cepat ke kantin bersama Giselle .
Jadi Lea memesankan makanan untuk El dari restauran yang dulu sering mereka kunjungi .
Bukan maksud apa - apa kok .
Cuma lagi pengen aja, lagipula El tentu suka makanan itu . selera makanan seseorang tidak mudah berubah bukan .
Terbukti dengan chat dari El yang baru saja Lea terima .
El menyukai makanan yang ia kirim .
💚💚💚
__ADS_1
" Bang ." panggil Lea yang sedang duduk di ruang tamu dengan kepala bersandar pada pundak Rey .
Enaknya punya abang ya gini, ketika butuh sandaran , ada bahu yang nyaman .
Tapi ngak enaknya adalah, ketika jiwa posesifnya muncul, bukan posesif sebenarnya, hanya menjaga adik perempuan tercinta .
" Hemm ." jawab Rey yang sedang fokus memainkan game online di handphone nya, CEO seperti Rey juga butuh hiburan bukan, ngak sibuk kerja mulu .
Bukannya tambah kaya, tambah stress yang ada kalau terus terusan kerja tanpa ada hiburan .
" Menurut Abang , El orangnya gimana ? ." tanya Lea .
" El orang ya bertanggung jawab menurut Abang ."
" Dimata sesama cowok ."
" El kelihatan sayang banget sama kamu ." ucap El memberikan pendapat mengenai El . cowok yanh sudah ia kenal lama, yang juga merupakan mantan kekasih Lea, dan juga cowok yang semalam datang kerumah membawa kedua orangtuanya untuk melamar sang adik .
Rey sebenarnya juga kaget semalam, tiba - tiba El datang kerumah dengan niat melamar Lea .
Karena setahunya sang adik dan El belum kembali menjalin hubungan sejauh yang ia ketahui .
Ngak mungkin juga Lea ngak cerita padanya jika mereka kembali bersama .
Kan Lea tipe adik yang cerewet, ya kalau sama Rey doang .
" Beneran Bang ? ."
" Benar Dek ." jawab Rey lembut .
Reynand ini tipe cowok idaman banget , sebelas dua belas sama El .
Pantes aja Kak Ica bisa tahan pacaran selama empat tahun sama Rey .
Ya Clarissa Allyscha, atau biasa dipanggil Ica .
Gadis cantik yang lemah lembut .
Lea sudah mengenalnya dan dekat juga, berasa punya kakak cewek Lea kalau lagi jalan berdua sama Kak Ica .
" Jadi Lea terima aja lamaran dari El ."
"Menurut Abang gimana ? ." tanya Lea, ia ingin mendengar pendapat dari Abangnya itu .
" Ya gpp kamu terima lamaran El ."
" Abang setuju ."
" El ngak mungkin nyakitin kamu juga ."
" Pasti dia akan berusaha semaksimal mungkin buat bahagia in kamu kedepannya ."
" Kalau masalah mencukupi kebutuhan kamu ."
" El pasti sanggup, Abang yakin ."
" Karena penghasilan El kemungkinan sama seperti Abang. "
" Itu yang abang tahu ."
" Kamu ngak mungkin kekurangan materi kalau sama El ." ucap Rey, yakan ia harus memastikan bagaimana El .
Dari semua aspek, terutama materix karena ia tidak ingin adiknya kekurangan akan hal itu .
Yang gimana itu adalah hal penting, bukan matre, tapi realistis aja lah ya sebagai manusia yang membutuhkan yang namanya materi setiap saatnya .
" Kalau nanti El selingkuh gimana ? ."
" Dulu kan kami putus karena itu ."
" Ya walaupun itu semua ngak ebnat terjadi ." nah kan Lea , ia lumayan trauma akan hal itu , makanya jadi ragu mau terima El apa enggak .
Mau terima tapi takut, ngak diterima nanti menyesal .
" Kalau El sampai selingkuh ."
" Abang yang turun tangan langsung ."
" Karena ngak boleh ada satu orang pun yang boleh nyakitin kamu ." ucap Rey yang kemudian mengecup puncak kenapa Lea .
Rey memang begitu sayang pada adiknya ini .
Walaupun sebenarnya ia tidak rela adiknya di miliki oleh El, namun inikan kehidupan, ngak mungkin juga adiknya tidak menikah sampai tua .
Ia juga pasti akan menikah, mungkin satu tahun lagi, menunggu Ica selesai dengan pendidikan S3 nya .
Ya, kekasih Rey adalah seorang dosen muda yang sedang mengeyam pendidikan S3 di belanda .
Dan saat ini mereka sedang LDR, tapi keduanya saling percaya satu sama lain .
Jadi ya aman - aman aja, walaupun terkadang ada fikiran negatif yang hinggap .
" Jadi Adek terima El aja ? ." tanya Lea lagi .
" Ya itu terserah kamu ."
" Semua keputusan ada di kamu sendiri ."
" Dan juga kan kedepannya kamu yang menjalaninya ."
" Abang sama Papi terima semua keputusan dari kamu ." ucap Rey . ini Rey bicara bijak sembari main game, fokusnya bisa terbagi dua gini ya , hebat bukan .
" El baik sih ."
" Walaupun dulu pernah ngak baik ."
" Ya tapi kan itu ngak benar ."
" Tapi kalau terima lamaran nya ."
" Adek bakalan nikah ngak lama lagi kan Bang ." Lea .
" Cepat atau lambat kamu juga bakalan nikah Dek ."
" Ntah itu sama El atau yang lain ." ucap Rey menanggapi ucapan sang adik .
" Tapi ntah kenapa Adek ngak rela ya mau ngelepas cincin ini ." ucap Lea sembari mengusap cincin pemberian El yang tersemat dijari manisnya itu .
" Kalau ngak rela ya jangan dilepas ." saran Rey .
" Biarin aja disitu ."
" Tapi yakinkan diri kamu dulu, mau jawab apa ke El ."
" Jangan gegabah Dek ." Rey mengingatkan Lea agar berfikir matang - matang .
" Heemm ." Lea .
Lea merebahkan dirinya berbantal paha Rey, sementara Rey terlihat biasa saja, karena kan Lea sudah biasa seperti ini .
Lea memejamkan mata , ia sebenarnya mengantuk, tapi malas untuk menaiki tangga ke kamar .
Kalau ia tidur disini kan otomatis Abangnya ini akan menggendongnya ke kamar .
Ia tidak perlu repot - repot jalan .
Reynand melihat Lea memejamkan mata .
" Kebiasaan ." gerutunya . sudah di pasti kan ia akan menggendong Lea ke kamar nanti .
.........❣..........
...Jangan Lupa Like, Vote, Dan Comment Yaa...
...See You Next Chapter...
...Bye Byee...
.......
Rengat Barat
Minggu, 16 April 2023
Pukul 20.43 Wib.
.......
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
...Lee Haechan...
__ADS_1