
...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........❣..........
.......
" Gimana ? kalian mau kan ? ."
" Boleh , kayaknya seru ." jawab Giselle mendukung game usulan Dinda .
Sedangkan El dan Davis hanya mengangguk setuju .
" Bentar ."
" Gue minta botol dulu ke pelayannya ."
" Sekalian beli isinya sekalian aja deh " ucap Dinda yang kemudian memanggil pelayan .
" Mas ."
" Pesan minuman vvv yang botol kaca ya ." pesan Dinda .
" Baik kak ."
" Ditunggu sebentar ." pelayan itu meninggalkan meja mereka .
" Semoga ngak aneh - aneh pertanyaannya ." doa Lea dalam hati .
" Siap - siap ya La ." ucap Giselle sedikit berbisik kepada Lea .
" Lo jangan aneh - aneh ya Gi ."
" Awas aja ." peringat Lea .
" Ya Allah, botol nya jangan sampai berhenti di aku ." Lea kembali berdoa .
Tak menunggu lama, pelayan membawakan botol kaca dengan minuman dengan isi yang masih full di dalamnya .
Dinda segera menuangkan isi minuman itu kedalam gelas yang disediakan .
" Kita mulai ." ucapnya .
" Gue dulu yang putar ya. " pinta Dinda .
Dinda memutar botol itu, ketika botol mulai berputar, semua mata tertuju ke botol yang sedang berputar, berharap tidak berhenti tepat menunjuk kearah mereka .
" Lo El ." ucap David ketika botol tepat menunjuk ke arah El .
" Truth or dare ? ." tanya Dinda .
" Karena gue cowok ."
" Gue pilih dare ." jawab El . ia harus gentle yakan .apalagi di depan temen - teman Lea.
" Cium Lea ." ucap Dinda memberikan perintah dare yang El pilih barusan .
Ucapan Dinda membuat semuanya terdiam, apalagi Lea, ia sampai melotot dengan mulut terbuka mendengar itu .
Sedetik kemudian Lea berusaha untuk se normal mungkin .
" Oke ." jawab El . kesempatan emas yakan, El harus berterima kasih pada permainan ini .
Ia menyampingkan duduknya dan mendekatkan wajah ke arah Lea .
Lea yang gugup pun memalingkan wajahnya ke samping .
Dan ...
Cup
Bibir keduanya bertemu .
Hanya kecupan singkat .
Membuat Lea lagi - lagi melotot dan merutuki dirinya yang tiba - tiba memalingkan wajah .
Ia segera menutup bibirnya dengan tangan, sudah pasti syok .
" Mami...bibir anak gadismu sudah tidak perawan lagi ...huaaaa ." teriaknya dalam hati .mau teriak disini ngak mungkin yakan .
Yang ada malah tambah membuat malu .
Giselle dan David berusaha menahan tawa mere mati - matian .karena kan keduanya tahu bagaimana hubungan dua orang yang baru saja berciuman di depan mata mereka .
" Uuuu so sweet ." ucap Dinda seraya iri melihat pasangan itu .
Padahal pasangan yang membuatnya iri itu hanyalah pasangan pura - pura yang berlatar belakang mantan kekasih .walaupun sepertinya masih saling cinta .
" Gantian gue ya ." Giselle meletakkan tangannya diatas botol .
Botol pun diputar .
Kelima pasang mata melihat botol yang berputar lagi dan lagi .
Sttt
Lagi - lagi botol itu mengarah ke arah El .ini El bisa dibilang lagi sial atau beruntung ya .
" Botolnya bucin El kayaknya ." ucap Giselle .
" Truth or dare ? ." tanya Giselle .
" Karena tadi gue udah pilih truth ."
" Sekarang gue pilih dare ." jawab El .
" Oke ." Giselle .
" Siapa yang mau tanya ? ." tanya Giselle, memberikan ketiga orang tersebut kesempatan untuk bertanya kepada El .
Itupun karena Giselle tidak tahu harus bertanya apa .
" Gue deh gue ." Dinda unjuk diri .
" Silakan ." El .
" Udah pacaran berapa lama sama Lea ? ." tanya Dinda .
" Emmm ." El harus memutar otaknya sekarang.
" Enam tahun ." jawab El pada akhirnya . anggap aja mereka tidak putus dari awal pacaran sampai sekarang, kan kurang lebih enam tahun tu .
" Enam tahun dalam mimpi ." Lea berkata dalam hati .
Ngak kasian apa ya El dengan Giselle dan David yang sedari tadi menahan tawa , dimulai dari kecupan dan sekarang kebohongan yang El buat .
" Woww ."
" Langgeng ya kalian ."
" Gue jadi iri ." ucap Dinda .
__ADS_1
Ngak tau aja kalau El lagi berbohong .
" Gantian gue sekarang ." Lea .
Botol kembali diputar .
" Lah kok guee ." rengek Lea .
Ia yang memutar, eh kok malah ia yang kena .
" Truth or dare ? ." Giselle .
" Truth ." Lea memilih kebenaran, kalau tantangan dirinya takut diberi tantangan yang aneh - aneh .
" Pilih El atau David ." tanya Giselle .
" Pertanyaan lo udah pasti jawabannya Gi ."
" Lo mah kasih pertanyaan ke Lea gampang banget ." proter Dinda .
Dia ngak tau aja kalau itu pertanyaan sulit bagi Lea .
" Kalau pilih David, ngak mungkin pilih David sedangkan disini ada Dinda ."
" Kalau pilih El, dia bakalan keegeran pasti ." Lea berkata dalam hati sembari berfikir sejenak .
" El ." jawab Lea pada akhirnya .
Jawaban itu membuat senyum seketika terbit di wajah El .
" Nah kan Gi ."
" Pasti Lea pilih pacarnya lah ." Dinda .
" Awas lo Gi ." ucap Lea dalam hati sembari melirik sinis ke arah Giselle .
Giliran tiba di tangan El .ia memutar botol tersebut .
Akhirnya botol itu tdak mengarah ke El maupun Lea .
Tetapi ke arah David .
" Truth or dare ? ." tanya Lea .
" Truth ." pilih David .
" Ada cewek yang lo suka disini ? ." tanya Lea . karena menurut instingnya, David menyukai Giselle .
" Ada ." jawab David jujur .setelah itumatanya melihat ke arah Giselle
" Mantap bro ."
" Harus jujur ." ucap El .sembari menepuk pindah David .
Sedangkan Giselle yang ditatap langsung memalingkan wajahnya malu .
" Disini cewek cuma kami bertiga ."
" Ngak mungki gue, karena kita baru juga ketemu ."
" Berarti antara Giselle atau Lea ." ucap Dinda menebak .
" Lo suka Lea ."
" Artinya lo berhadapan sama gue ." ucap El datar .yang memang meng klaim Lea adalah miliknya .
El tidak peka aja kalau David suka sama sahabat Lea .
" Udah udah." lerai Lea menginterupsi .
David pun memutar botol itu .
Dan ntah kenapa bisa - bisanya pas menunjuk ke arah Giselle .
" Truth or dare ? ." tanya Dinda .
" Dare ajalah Gi ."
" Dare pokoknya ."
" Barusan David truth ." Ucap Lea sedikit memaksa. ini kesempatan emas untuk balas dendam .
" Yaudah dare deh ." pasrah Giselle .
" Peluk David ."
" Trus bisikan tepat di telinganya. "
" Aku sayang kamu ." ucap Lea memberi tantangan yang mainstream .
" Selamat menikmati Gi ." ucap Lea dalam hati dan tersenyum penuh arti ke arah Giselle .
Mendengar ucapan Lea, sungguh rasanya Giselle ingin mengubur Lea hidup - hidup saat ini.
" Tantangannya boleh ganti ngak ? ."
" Yang lain aja gitu." tawar Giselle .
" Ngak bisa ganti ."
" Udah cepetan lakuin dare lo ."
" Kita semua nungguin Gi ." Lea . ia sudah tidak sabar ingin melihat adegan itu.
Akhirnya Giselle beranjak dari kursinya .
" Sorry Vid ." ucapnya .
Giselle memelluk David dari belakang dengan tangan yang melingkar di leher David .
Ini simulasi mencekik orang sepertinya, bukan romantis .
Mendapat perlakuan seperti itu membuat jantung David berdetak lebih cepat dari biasanya .
" Ini jantung lemah banget ."
" Baru dipeluk aja langsung disko " ucap David dalam hati .
Mendekatkan bibirnya ke telinga David .
" Aku sayang kamu ." bisiknya, yang masih bisa di dengar oleh ketiga orang dimeja itu .
Mendengar bisikan dari Giselle, seketika David merinding .
" Ini Giselle Vid , cewek yang lo suka ."
" Bukan setan ."
" Pakai acara merinding segala ."
Setelah mengatakan itu Giselle segera menjauhkan bibirnya dari telinga David dan melepas pelukan itu .
Ia segera duduk lagi di kursinya .
__ADS_1
" Huhh ." helaan nafas berat Giselle setelah duduk di kursinya .
Game pun selesai .
Keempatnya berbincang sejenak sebelum akhirnya pulang ke rumah masing - masing .
Tentunya dengan El yang menjadi atm pada acara kumpul - kumpul tak terduga kali ini .
Dan juga saat ini El sedang berada satu mobil dengan Lea yang sedang duduk tepat disampingnya .
Keduanya pulang bersama karena paksaan El pastinya , sudah biasa .
Sedangkan Giselle pulang sendiri mengendarai mobil merah kesayangan seorang Giselle .
Untung saja Lea lagi tidak membawa mobil hari ini, karena malas menyetir .
Menyetir adalah hal yang paling malas Lea lakukan .
" Aku udah chat bang Rey. "
" Kita makan malam dulu sebelum pulang ." ucap El yang baru saja meletakkan handphone nya di dasboard setelah mengabari Rey dan mendapat persetujuan dari Abang Lea, yaitu Reynand .
" Hmm ." balas Lea dengan deheman singkat .
" Ada tempat ayam bakar yang enak menurut aku ."
" Kita makan disana , mau ? ." tawar El .
" Heem ." Lea pun mengangguk .mana bisa ia menolak ayam bakar yang merupakan makanan favorit nya itu .
El kembali menutup bibirnya, fokus mengendarai mobil menuju tempat yang ia sebutkan tadi .
Tak berapa lama .
El mamarkirkan mobilnya di tempat penjual ayam bakar .
Keduanya keluar dari mobil dan berjalan beriringan memasuki tempat itu .
Lea duduk di kursi yang berhadapan, lebih baik berhadapan gini menurut Lea, daripada harus bersebelahan .
Sedangkan El, ia tidak duduk terlebih dahulu, melainkan menuju tempat pemesanan makanan .
" Ayam bakar nya dua ."
" Bagian sayap ."
" Nasinya dua ."
" Hati ample bakar nya empat ."
" Sate kulitnya enam ."
" Es teh manisnya dua ." ucap El memberitahukan pesanannya .
" Baik , ditunggu sebentar ." jawab pegawai yang melayani pemesanan .
Setelah selesai memesan, El berjalan menuju meja dimana Lea duduk .
Menarik kursi dan mendudukkan diri disana .
" Aku pesan ayam bakar, hati ampela sama kulit bakar ."
" Mau pesan yang lain lagi ngak ? ." tanya El menawarkan kepada Lea .
Ya mana tau Lea ingin memesan menu lainnya .
" Ngak ada ."
" Itu aja cukup ."jawab Lea .
Keduanya menunggu dengan diam .
Lea yang menaruh handphone nya diatas meja sembari men scroll bab per bab novel online .
Sedangkan El hanya diam memandangi sosok gadis di depannya ini .
Ntah la, rasanya ia ingin memiliki Lea untuk dirinya sendiri .
Namun apalah daya, Lea sepertinya belum memberikan kesempatan kedua untuk El .
Walaupun tanpa El sadari, Lea sudah mulai membiarkan El kembali masuk kedalam kehidupannya seperti dulu .
" Al ." panggil El .
" Heem " jawab Lea tanpa mengalihkan pandangan matanya dari layar handphone .bukannyaau bersikap ngak sopan, tapi karena Lea sedang membaca bab yang seru .
" Kamu tahu kenapa aku bilang kalau kita udah pacaran selama enam tahun ? ." ucap El .
" Enggak ." jawab Lea singkat .
" Drama apa lagi ini ya Allah ." batin Lea .
" Yang aku tahu, kamu bilang gitu ya karena lagi bohong aja, karena kan ada Dinda tadi ." ucap Lea .
Yakan benar, tadi El bilang gitu berarti bohong, mereka kan bukan sepasang kekasih, melainkan mantan .
" Bukan ."
" Kamu salah."
" Aku bilang gitu karena bagi aku kita nga pernah putus ." ucap El .yang membuat Lea mendongakkan kepalanya menatap El .
" Kita udah putus kalau kamu lupa ." ucap Lea mengingatkan akan kandas nya hubungan mereka, yanh hanya menyisakan kata mantan .
" Ngak bisa balikan gitu Al ? ." tanya El yang berusaha berbicara se santai mungkin .
" Malas pacaran ."
" Ngajak kok pacaran ."
" Nambah - nambah dosa aja. " ucap Lea .
" Langsung nikah aja yok Al ."
" Udah siap ni aku kalau suruh nikahin kamu ." ucap El .kalau disuruh nikahin Lea ya El langsung setuju, kalau perlu hari itu juga El meminta dinikahkan .
.........❣..........
...Jangan Lupa Like, Vote, Dan Comment Yaa...
...See You Next Chapter...
...Bye Byee...
.......
Rengat Barat
Kamis , 13 April 2023
Pukul 23.18 Wib.
.......
__ADS_1
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
...Lee Haechan ❤...