MAHASTAMA

MAHASTAMA
Bab 13 . Nikah Aja


__ADS_3

...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


" Gimana ? kalian mau kan ? ."


" Boleh , kayaknya seru ." jawab Giselle mendukung game usulan Dinda .


Sedangkan El dan Davis hanya mengangguk setuju .


" Bentar ."


" Gue minta botol dulu ke pelayannya ."


" Sekalian beli isinya sekalian aja deh " ucap Dinda yang kemudian memanggil pelayan .


" Mas ."


" Pesan minuman vvv yang botol kaca ya ." pesan Dinda .


" Baik kak ."


" Ditunggu sebentar ." pelayan itu meninggalkan meja mereka .


" Semoga ngak aneh - aneh pertanyaannya ." doa Lea dalam hati .


" Siap - siap ya La ." ucap Giselle sedikit berbisik kepada Lea .


" Lo jangan aneh - aneh ya Gi ."


" Awas aja ." peringat Lea .


" Ya Allah, botol nya jangan sampai berhenti di aku ." Lea kembali berdoa .


Tak menunggu lama, pelayan membawakan botol kaca dengan minuman dengan isi yang masih full di dalamnya .


Dinda segera menuangkan isi minuman itu kedalam gelas yang disediakan .


" Kita mulai ." ucapnya .


" Gue dulu yang putar ya. " pinta Dinda .


Dinda memutar botol itu, ketika botol mulai berputar, semua mata tertuju ke botol yang sedang berputar, berharap tidak berhenti tepat menunjuk kearah mereka .


" Lo El ." ucap David ketika botol tepat menunjuk ke arah El .


" Truth or dare ? ." tanya Dinda .


" Karena gue cowok ."


" Gue pilih dare ." jawab El . ia harus gentle yakan .apalagi di depan temen - teman Lea.


" Cium Lea ." ucap Dinda memberikan perintah dare yang El pilih barusan .


Ucapan Dinda membuat semuanya terdiam, apalagi Lea, ia sampai melotot dengan mulut terbuka mendengar itu .


Sedetik kemudian Lea berusaha untuk se normal mungkin .


" Oke ." jawab El . kesempatan emas yakan, El harus berterima kasih pada permainan ini .


Ia menyampingkan duduknya dan mendekatkan wajah ke arah Lea .


Lea yang gugup pun memalingkan wajahnya ke samping .


Dan ...


Cup


Bibir keduanya bertemu .


Hanya kecupan singkat .


Membuat Lea lagi - lagi melotot dan merutuki dirinya yang tiba - tiba memalingkan wajah .


Ia segera menutup bibirnya dengan tangan, sudah pasti syok .


" Mami...bibir anak gadismu sudah tidak perawan lagi ...huaaaa ." teriaknya dalam hati .mau teriak disini ngak mungkin yakan .


Yang ada malah tambah membuat malu .


Giselle dan David berusaha menahan tawa mere mati - matian .karena kan keduanya tahu bagaimana hubungan dua orang yang baru saja berciuman di depan mata mereka .


" Uuuu so sweet ." ucap Dinda seraya iri melihat pasangan itu .


Padahal pasangan yang membuatnya iri itu hanyalah pasangan pura - pura yang berlatar belakang mantan kekasih .walaupun sepertinya masih saling cinta .


" Gantian gue ya ." Giselle meletakkan tangannya diatas botol .


Botol pun diputar .


Kelima pasang mata melihat botol yang berputar lagi dan lagi .


Sttt


Lagi - lagi botol itu mengarah ke arah El .ini El bisa dibilang lagi sial atau beruntung ya .


" Botolnya bucin El kayaknya ." ucap Giselle .


" Truth or dare ? ." tanya Giselle .


" Karena tadi gue udah pilih truth ."


" Sekarang gue pilih dare ." jawab El .


" Oke ." Giselle .


" Siapa yang mau tanya ? ." tanya Giselle, memberikan ketiga orang tersebut kesempatan untuk bertanya kepada El .


Itupun karena Giselle tidak tahu harus bertanya apa .


" Gue deh gue ." Dinda unjuk diri .


" Silakan ." El .


" Udah pacaran berapa lama sama Lea ? ." tanya Dinda .


" Emmm ." El harus memutar otaknya sekarang.


" Enam tahun ." jawab El pada akhirnya . anggap aja mereka tidak putus dari awal pacaran sampai sekarang, kan kurang lebih enam tahun tu .


" Enam tahun dalam mimpi ." Lea berkata dalam hati .


Ngak kasian apa ya El dengan Giselle dan David yang sedari tadi menahan tawa , dimulai dari kecupan dan sekarang kebohongan yang El buat .


" Woww ."


" Langgeng ya kalian ."


" Gue jadi iri ." ucap Dinda .

__ADS_1


Ngak tau aja kalau El lagi berbohong .


" Gantian gue sekarang ." Lea .


Botol kembali diputar .


" Lah kok guee ." rengek Lea .


Ia yang memutar, eh kok malah ia yang kena .


" Truth or dare ? ." Giselle .


" Truth ." Lea memilih kebenaran, kalau tantangan dirinya takut diberi tantangan yang aneh - aneh .


" Pilih El atau David ." tanya Giselle .


" Pertanyaan lo udah pasti jawabannya Gi ."


" Lo mah kasih pertanyaan ke Lea gampang banget ." proter Dinda .


Dia ngak tau aja kalau itu pertanyaan sulit bagi Lea .


" Kalau pilih David, ngak mungkin pilih David sedangkan disini ada Dinda ."


" Kalau pilih El, dia bakalan keegeran pasti ." Lea berkata dalam hati sembari berfikir sejenak .


" El ." jawab Lea pada akhirnya .


Jawaban itu membuat senyum seketika terbit di wajah El .


" Nah kan Gi ."


" Pasti Lea pilih pacarnya lah ." Dinda .


" Awas lo Gi ." ucap Lea dalam hati sembari melirik sinis ke arah Giselle .


Giliran tiba di tangan El .ia memutar botol tersebut .


Akhirnya botol itu tdak mengarah ke El maupun Lea .


Tetapi ke arah David .


" Truth or dare ? ." tanya Lea .


" Truth ." pilih David .


" Ada cewek yang lo suka disini ? ." tanya Lea . karena menurut instingnya, David menyukai Giselle .


" Ada ." jawab David jujur .setelah itumatanya melihat ke arah Giselle


" Mantap bro ."


" Harus jujur ." ucap El .sembari menepuk pindah David .


Sedangkan Giselle yang ditatap langsung memalingkan wajahnya malu .


" Disini cewek cuma kami bertiga ."


" Ngak mungki gue, karena kita baru juga ketemu ."


" Berarti antara Giselle atau Lea ." ucap Dinda menebak .


" Lo suka Lea ."


" Artinya lo berhadapan sama gue ." ucap El datar .yang memang meng klaim Lea adalah miliknya .


El tidak peka aja kalau David suka sama sahabat Lea .


" Udah udah." lerai Lea menginterupsi .


David pun memutar botol itu .


Dan ntah kenapa bisa - bisanya pas menunjuk ke arah Giselle .


" Truth or dare ? ." tanya Dinda .


" Dare ajalah Gi ."


" Dare pokoknya ."


" Barusan David truth ." Ucap Lea sedikit memaksa. ini kesempatan emas untuk balas dendam .


" Yaudah dare deh ." pasrah Giselle .


" Peluk David ."


" Trus bisikan tepat di telinganya. "


" Aku sayang kamu ." ucap Lea memberi tantangan yang mainstream .


" Selamat menikmati Gi ." ucap Lea dalam hati dan tersenyum penuh arti ke arah Giselle .


Mendengar ucapan Lea, sungguh rasanya Giselle ingin mengubur Lea hidup - hidup saat ini.


" Tantangannya boleh ganti ngak ? ."


" Yang lain aja gitu." tawar Giselle .


" Ngak bisa ganti ."


" Udah cepetan lakuin dare lo ."


" Kita semua nungguin Gi ." Lea . ia sudah tidak sabar ingin melihat adegan itu.


Akhirnya Giselle beranjak dari kursinya .


" Sorry Vid ." ucapnya .


Giselle memelluk David dari belakang dengan tangan yang melingkar di leher David .


Ini simulasi mencekik orang sepertinya, bukan romantis .


Mendapat perlakuan seperti itu membuat jantung David berdetak lebih cepat dari biasanya .


" Ini jantung lemah banget ."


" Baru dipeluk aja langsung disko " ucap David dalam hati .


Mendekatkan bibirnya ke telinga David .


" Aku sayang kamu ." bisiknya, yang masih bisa di dengar oleh ketiga orang dimeja itu .


Mendengar bisikan dari Giselle, seketika David merinding .


" Ini Giselle Vid , cewek yang lo suka ."


" Bukan setan ."


" Pakai acara merinding segala ."


Setelah mengatakan itu Giselle segera menjauhkan bibirnya dari telinga David dan melepas pelukan itu .


Ia segera duduk lagi di kursinya .

__ADS_1


" Huhh ." helaan nafas berat Giselle setelah duduk di kursinya .


Game pun selesai .


Keempatnya berbincang sejenak sebelum akhirnya pulang ke rumah masing - masing .


Tentunya dengan El yang menjadi atm pada acara kumpul - kumpul tak terduga kali ini .


Dan juga saat ini El sedang berada satu mobil dengan Lea yang sedang duduk tepat disampingnya .


Keduanya pulang bersama karena paksaan El pastinya , sudah biasa .


Sedangkan Giselle pulang sendiri mengendarai mobil merah kesayangan seorang Giselle .


Untung saja Lea lagi tidak membawa mobil hari ini, karena malas menyetir .


Menyetir adalah hal yang paling malas Lea lakukan .


" Aku udah chat bang Rey. "


" Kita makan malam dulu sebelum pulang ." ucap El yang baru saja meletakkan handphone nya di dasboard setelah mengabari Rey dan mendapat persetujuan dari Abang Lea, yaitu Reynand .


" Hmm ." balas Lea dengan deheman singkat .


" Ada tempat ayam bakar yang enak menurut aku ."


" Kita makan disana , mau ? ." tawar El .


" Heem ." Lea pun mengangguk .mana bisa ia menolak ayam bakar yang merupakan makanan favorit nya itu .


El kembali menutup bibirnya, fokus mengendarai mobil menuju tempat yang ia sebutkan tadi .


Tak berapa lama .


El mamarkirkan mobilnya di tempat penjual ayam bakar .


Keduanya keluar dari mobil dan berjalan beriringan memasuki tempat itu .


Lea duduk di kursi yang berhadapan, lebih baik berhadapan gini menurut Lea, daripada harus bersebelahan .


Sedangkan El, ia tidak duduk terlebih dahulu, melainkan menuju tempat pemesanan makanan .


" Ayam bakar nya dua ."


" Bagian sayap ."


" Nasinya dua ."


" Hati ample bakar nya empat ."


" Sate kulitnya enam ."


" Es teh manisnya dua ." ucap El memberitahukan pesanannya .


" Baik , ditunggu sebentar ." jawab pegawai yang melayani pemesanan .


Setelah selesai memesan, El berjalan menuju meja dimana Lea duduk .


Menarik kursi dan mendudukkan diri disana .


" Aku pesan ayam bakar, hati ampela sama kulit bakar ."


" Mau pesan yang lain lagi ngak ? ." tanya El menawarkan kepada Lea .


Ya mana tau Lea ingin memesan menu lainnya .


" Ngak ada ."


" Itu aja cukup ."jawab Lea .


Keduanya menunggu dengan diam .


Lea yang menaruh handphone nya diatas meja sembari men scroll bab per bab novel online .


Sedangkan El hanya diam memandangi sosok gadis di depannya ini .


Ntah la, rasanya ia ingin memiliki Lea untuk dirinya sendiri .


Namun apalah daya, Lea sepertinya belum memberikan kesempatan kedua untuk El .


Walaupun tanpa El sadari, Lea sudah mulai membiarkan El kembali masuk kedalam kehidupannya seperti dulu .


" Al ." panggil El .


" Heem " jawab Lea tanpa mengalihkan pandangan matanya dari layar handphone .bukannyaau bersikap ngak sopan, tapi karena Lea sedang membaca bab yang seru .


" Kamu tahu kenapa aku bilang kalau kita udah pacaran selama enam tahun ? ." ucap El .


" Enggak ." jawab Lea singkat .


" Drama apa lagi ini ya Allah ." batin Lea .


" Yang aku tahu, kamu bilang gitu ya karena lagi bohong aja, karena kan ada Dinda tadi ." ucap Lea .


Yakan benar, tadi El bilang gitu berarti bohong, mereka kan bukan sepasang kekasih, melainkan mantan .


" Bukan ."


" Kamu salah."


" Aku bilang gitu karena bagi aku kita nga pernah putus ." ucap El .yang membuat Lea mendongakkan kepalanya menatap El .


" Kita udah putus kalau kamu lupa ." ucap Lea mengingatkan akan kandas nya hubungan mereka, yanh hanya menyisakan kata mantan .


" Ngak bisa balikan gitu Al ? ." tanya El yang berusaha berbicara se santai mungkin .


" Malas pacaran ."


" Ngajak kok pacaran ."


" Nambah - nambah dosa aja. " ucap Lea .


" Langsung nikah aja yok Al ."


" Udah siap ni aku kalau suruh nikahin kamu ." ucap El .kalau disuruh nikahin Lea ya El langsung setuju, kalau perlu hari itu juga El meminta dinikahkan .


.........❣..........


...Jangan Lupa Like, Vote, Dan Comment Yaa...


...See You Next Chapter...


...Bye Byee...


.......


Rengat Barat


Kamis , 13 April 2023


Pukul 23.18 Wib.


.......

__ADS_1


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...


...Lee Haechan ❤...


__ADS_2