MAHASTAMA

MAHASTAMA
Bab 14 . Malam Ini


__ADS_3

...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


" Al ." panggil El .


" Heem " jawab Lea tanpa mengalihkan pandangan matanya dari layar handphone .bukannyaau bersikap ngak sopan, tapi karena Lea sedang membaca bab yang seru .


" Kamu tahu kenapa aku bilang kalau kita udah pacaran selama enam tahun ? ." ucap El .


" Enggak ." jawab Lea singkat .


" Drama apa lagi ini ya Allah ." batin Lea .


" Yang aku tahu, kamu bilang gitu ya karena lagi bohong aja, karena kan ada Dinda tadi ." ucap Lea .


Yakan benar, tadi El bilang gitu berarti bohong, mereka kan bukan sepasang kekasih, melainkan mantan .


" Bukan ."


" Kamu salah."


" Aku bilang gitu karena bagi aku kita nga pernah putus ." ucap El .yang membuat Lea mendongakkan kepalanya menatap El .


" Kita udah putus kalau kamu lupa ." ucap Lea mengingatkan akan kandas nya hubungan mereka, yanh hanya menyisakan kata mantan .


" Ngak bisa balikan gitu Al ? ." tanya El yang berusaha berbicara se santai mungkin .


" Malas pacaran ."


" Ngajak kok pacaran ."


" Nambah - nambah dosa aja. " ucap Lea .


" Langsung nikah aja yok Al ."


" Udah siap ni aku kalau suruh nikahin kamu ." ucap El .kalau disuruh nikahin Lea ya El langsung setuju, kalau perlu hari itu juga El meminta dinikahkan .


" Malam ini langsung panggil penghulu kalau kamu iya in Al ." ." ucap El .kalau Lea benar - benar meng iyakan, El dengan semangat 45 memanggil penghulu malam ini juga .


" Bercanda teruss ."


" Aku ngak percaya El ." ucap Lea .yang merasa El memang sedang bercanda .


Padahal nyatanya tidak, El serius dengan ucapannya .


" Kalau aku beneran serius gimana Al ? ." tanya El .


" Ya ngak gimana - gimana ." jawab Lea santai .ia masih belum menyadari jika kali ini El serius .


" Kalau aku tiba - tiba kerumah kamu bawa orang tua gimana Al ? ."


" Kan bercandanya makin - makin ." ucap Lea .ia malah meletakkan telapak tangannya di kening El .


" Ngak panas ." ucap Lea .


" Besok aku kerumah deh bawa Mama Papa ." ucap El santai, padahal nyatanya ia serius dengan ucapannya .


" Bawa tetangga sekalian El ."


" Biar rame ." ucap Lea bercanda .


" El ngak mungkin serius yakan ." batin Lea .


" Aku bawa Mama Papa dulu deh ."


" Pas lamaran baru bawa satu rt ." ucap El .


" Silakan ."


" Ditunggu deh kalo gitu ."


" Aku tunggu sambil tidur deh El ."


" Trus mimpinya kamu kerumah bawa orang se rt ." ucap Lea . ini Lea beneran ngak ngeh apa ya kalau El lagi serius dengan ucapannya .


" Kami tunggu aja ."


" Besok aku dateng ."


" Malam tapi ya ."


" Siang sibuk mencari rupiah buat halalin kamu soalnya Al ." ucap El .


" Aku ngak haram El ."


" Ngak perlu kamu halalin ." Lea .


Perbincangan mereka terhenti ketika mobil yang di kemudikan El sudah berhenti di pelataran rumah Lea .


" Udah sana masuk rumah ." ucap El .


" Besok malam dandan yang cantik ."


" Tunggu aku dateng sama Mama Papa ." El .


" Ngak dandan aja udah cantik ."


" Sekalian bawain Lee Haechan ya El ."


" Bye byee ." Lea membuka pintu mobil dan melangkah keluar .


" Hati - hati dijalan ." ucap Lea sebelum melangkah memasuki rumah .


Ucapan itu diangguki oleh El .


Ia segera melajukan mobilnya kembali menyusuri jalanan menuju rumah .


Ingin cepat meminta Mama Papa untuk melamar kan Lea untuknya .


" Liat besok Al ."


" Pasti kamu bakalan syok ." ucap El sembari terkekeh disela kegiatan mengemudinya.


Tak berapa lama, El memasuki gerbang rumahnya, segera memarkirkam mobil di garasi .


Ia keluar dari mobil dengan bibir yang melengkung membentuk senyuman manis ala El.


Segera melangkah memasuki rumah .


💚💚💚

__ADS_1


Makan malam bersama di keluarga Mahastama baru saja berakhir .


" Pa Ma ." panggil El .


" Kenapa Bang ? ." tanya sang Papa, yang menyadari ada yang berbeda dengan nada dan nada bicara dan ekspresi wajah putranya .


" El mau nikah ." ucap El singkat .


" El butuh Papa Mama buat lamar gadis yang El suka ."


Ucapan El seketika membuat ketiga anggota keluarga lain terbengong dengan mulut terbuka dan mata melebar .


" Kamu mau nikahin gadis mana Bang ? ." tanya Mama .


" Abang punya pacar ? kok Ayna ngak tau ."


" Ayna taunya abang cuma punya mantan ." ucap Ayna sang adik .


" Siapa Bang ? ." tanya Papa to the point pada putranya itu .


" Lea ." ucap El .


Ucapan yang keluar dari bibir El lagi - lagi membuat ketiganya kembali terkaget kaget .


" Hahh ..." Ayna .


" Kamu balikan sama Lea Bang ? ." tanya Mama.


" Ngak balikan Ma ." jawab El .


" Tapi kenapa sampai mau nikah ? ."


" Kamu ngak ngelakuin macam - macam kan Bang ? ."


" Mau nikah bukan berarti balikan kan Ma ." El .


Papa masih diam, ia menunggu anak dan ibu yang sedang berbicara itu berhenti .


" La trus gimana ? ." Mama .


" Ya ngak gimana gimana ."


" El mau minta Papa sama Mama lamar Lea buat El ." ucap El meminta kedua orangtuanya untuk melamar kan Lea .


" Status mantan ."


" Ngak balikan ."


" Tapi mau ngelamar ."


" Kalau ditolak gimana Bang ? ." kini giliran Ayna yang buka suara .


" Jangan doain yang jelek - jelek Dek ."


" Ngak gue kasih uang jajan nangis. " ucap El .ini adiknya bukannya mendoakan yang baik, malah berfikiran buruk .


" Untung adek gue ." batin El .


Papa yang baru kali ini melihat bagaimana seriusnya sang putra yang memintanya melamar seorang gadis bertekad akan meng iyakan permintaan El .


" Mau kapan ? ." tanya Papa . emang cowok sukanya to the point .


" Besok malam Pa ." jawab El mantap .


" Semoga diterima ya Bang ."


" Mama udah ngak sabar punya mantu ini ." ucap Mama semangat .


Ia mendoakan yang terbaik untuk putranya .


💚💚💚


Pagi tiba, suara kokok an ayam menyambutx eh salah, kan di komplek perumahan Lea ngak ada ayam .


Paling yang ada ayam kampus, ngak bisa berkokok, bisanya bercocok tanam .


Bercanda ....hehe...


Lea mengedipkan matanya berkali kali guna menyesuaikan caranya yang membuatnya silau .


Cahaya mentari yang menembus jendela berserta gorden abu - abu dikamar Lea .


Setelah beberapa menit Lea berusaha membuka matanya dengan lebar dan mengumpulkan nyawa yang berceceran .


Ia beranjak dari kasur dengan langkah gontai, melangkah memasuki kamar mandi guna menyegarkan tubuh yang masih dalam mode butuh kasur .


Dua belas menit berlalu .


Kini Lea sudah duduk di kursi meja riasnya , memoles wajahnya dengan bedak tipis dan liptint .


Setelah selesai, ia mempersiapkan apa saja yang perlu ia bawa bekerja hari ini .


Selesai dengan semuanya, Lea melangkah keluar kamar .


Menuruni satu persatu anak tangga yang membuat kedua kakinya sedikit olahraga pagi ini.


Berjalan menuju ruang makan .


Sesampainya di sana, ia duduk , tak lama Reynand duduk di sebelahnya .


Sedangkan Papa sudah duduk sembari membaca koran online hari ini .


Dengan Mama yang baru saja membawa beberapa cangkir berisi susu dan kopi .


Mereka sarapan bersama sebelum memulai aktifitas masing - masing .


💚💚💚


Lea keluar dari mobilnya , ia berjalan memasuki kantor pagi ini .


Ting


Pintu lift terbuka di lantai ruangan Lea .


Ia segera keluar dan berjalan menuju mejanya .


Duduk di kursi yang lumayan nyaman, ngak nyaman banget .


Lebih nyaman kasur sih daripada kursi yang baru sjaa di duduki Lea .


" Tumben ngak ada bunga ." ucap Lea, karena pagi ini mejanya tampak kosong .tidak ada sebuket bunga yang biasanya sudah berada di atas meja kerjanya .


" Palingan El lupa ."


" Atau udah capek ngirimin gue bunga tiap hari ." gumam Lea

__ADS_1


Mungkin El lelah .


Namun ntah kenapa Lea merasa ada yang kirang hanya karena tidak ada sebuket bunga dimejamya pagi ini .


Terasa kosong .


Karena hal itu terjadi setiap hari, makanya ketika satu hari sasa tidak ada , Lea jadi merasa berbeda .


" Ah udah la ."


" Udah Lea ."


" Jangan pikirkan bunga ."


" Ayo mulai kerja ."ucap Lea menyemangati diri sendiri .


Ngak ada yang nyemangatin, ya harus mandiri menyemangati diri sendiri .mandiri itu perlu .


Tapi kalau seperti Lea gini kesannya bukan mandiri , tapi lebih ke miris sebenarnya .


Disaat Lea fokus dengan pekerjaannya, lain halnya dengan bos besar nan rupawan CEO perusahaan xxx .


Yang saat ini sedang men scroll beberapa foto cincin , ia sedang memilih untuk melamar gadis yang ia cinta nanti malam .


Ya walaupun tidak pasti diterima .


Yang penting usaha dulu yakan, akhirnya lihat nanti .


" Yang ini cocok buat Lea ." ucap El sembari menelisik foto cincin yang simple namun terkesan elegan .


El langsung memesan cincin itu dan mengirimkannya ke alamat rumahnya .


Dengan harga cincin yang terbilang tidak murah, namun El tidak mempermasalahkan, yang penting ia menyukainya dan sepertinya Lea suka, itu yang ia beli .


Demi Lea El rela .


Asal ngak rela mati demi Lea aja, nanti kalau El mati, Lea bisa cari cowok lain lagi dong .


💚💚💚


Waktu matahari terbit hingga tenggelam terasa cepat bagi Lea .


Ia baru saja sampai dirumah dan membersihkan diri dikamar mandi .


Dan saat ini Lea sedang berbaring dk ranjang memeluk daegal sembari men scroll akun media sosial , namun bukan akun asli, ini second account .


Akun yang digunakan untuk membucin dan men stalking orang - orang.


" Maskeran dulu ah ."


Lea beranjak dari ranjang dan mengambil masker yang tertata di atas meja rias .


Memakaikan masker itu ke wajahnya yang mulus seperti pantat bayi .


Maklum, perawatannya mahal .


Selesai memakai masker, Lea kembali berbaring di atas ranjang dan melanjutkan kegiatannya tadi sembari menunggu masker diwajahnya mengering .


💚💚💚


Jarum jam sudah menunjukkan pukul 19.30 Wib.


Dan saat ini El sedang duduk di sofa ruang keluarga bersama Papa .


Keduanya sedang menunggu sangMama yang sejak dari beberapa menit yang lalu mengucapkan kata " sebentar ." yang nyatanya lama .


Mungkin sebentar lagi El dan Papa akan karatan , atau menyatu dengan sofa .


Tak berbeda jauh dari sang adik yang saat ini sudah menguap beberapa kali karena lelah menunggu Mama .


Ini mama lagi dandan atau gimana.


Hingga membuat ketiga manusia yang duduk di sofa ruang keluarga terasa karatan .


" Yuk." ajak Mama yang baru sja menghampiri ketiganya .


" Mami cuma sebentar kok tadi ."ucapan Mami seketika membuat ketiganya tak dapat mencegah rahang yang seketika turun kebawah membuat mulut membentuk huruf O .


" Iya sebentar ."


" Bentar banget malah Ma ." batin Ayna .ia yang cewek aja dandannya nfaj lama .


" Ayo berangkat ."


" Keburu malem nanti ." ajak Mami tanpa rasa bersalah membuat ketiganya menunggu hingga pantat mereka terasa panas.


💚💚💚


Tok tok tok


" Dek..." panggil Reynand setelah mengetik kamar adiknya .


" Ha ..bentar Bang. jawab Lea yang kemudian beranjak dari ranjang menuju pintu tang terkunci .


Cklek


" Kenapa Bang ? ."


" Lo cepetan dandan ."


" Habis itu turun kebawah ." perintah Reynand dengan nada yang tidak sedang ingin dibantah.


" Oo...oke ." jawab Lea yang tahu bahwa Abangnya sedang dalam mode serius .


.........❣..........


...Jangan Lupa Like, Vote, Dan Comment Yaa...


...See You Next Chapter...


...Bye Byee...


.......


Rengat Barat


Jum'at , 14 April 2023


Pukul 23.55 Wib.


.......


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...


...Lee Haechan ❤...

__ADS_1


__ADS_2