
...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........❣..........
.......
" Al ." panggil El .
" Heem " jawab Lea tanpa mengalihkan pandangan matanya dari layar handphone .bukannyaau bersikap ngak sopan, tapi karena Lea sedang membaca bab yang seru .
" Kamu tahu kenapa aku bilang kalau kita udah pacaran selama enam tahun ? ." ucap El .
" Enggak ." jawab Lea singkat .
" Drama apa lagi ini ya Allah ." batin Lea .
" Yang aku tahu, kamu bilang gitu ya karena lagi bohong aja, karena kan ada Dinda tadi ." ucap Lea .
Yakan benar, tadi El bilang gitu berarti bohong, mereka kan bukan sepasang kekasih, melainkan mantan .
" Bukan ."
" Kamu salah."
" Aku bilang gitu karena bagi aku kita nga pernah putus ." ucap El .yang membuat Lea mendongakkan kepalanya menatap El .
" Kita udah putus kalau kamu lupa ." ucap Lea mengingatkan akan kandas nya hubungan mereka, yanh hanya menyisakan kata mantan .
" Ngak bisa balikan gitu Al ? ." tanya El yang berusaha berbicara se santai mungkin .
" Malas pacaran ."
" Ngajak kok pacaran ."
" Nambah - nambah dosa aja. " ucap Lea .
" Langsung nikah aja yok Al ."
" Udah siap ni aku kalau suruh nikahin kamu ." ucap El .kalau disuruh nikahin Lea ya El langsung setuju, kalau perlu hari itu juga El meminta dinikahkan .
" Malam ini langsung panggil penghulu kalau kamu iya in Al ." ." ucap El .kalau Lea benar - benar meng iyakan, El dengan semangat 45 memanggil penghulu malam ini juga .
" Bercanda teruss ."
" Aku ngak percaya El ." ucap Lea .yang merasa El memang sedang bercanda .
Padahal nyatanya tidak, El serius dengan ucapannya .
" Kalau aku beneran serius gimana Al ? ." tanya El .
" Ya ngak gimana - gimana ." jawab Lea santai .ia masih belum menyadari jika kali ini El serius .
" Kalau aku tiba - tiba kerumah kamu bawa orang tua gimana Al ? ."
" Kan bercandanya makin - makin ." ucap Lea .ia malah meletakkan telapak tangannya di kening El .
" Ngak panas ." ucap Lea .
" Besok aku kerumah deh bawa Mama Papa ." ucap El santai, padahal nyatanya ia serius dengan ucapannya .
" Bawa tetangga sekalian El ."
" Biar rame ." ucap Lea bercanda .
" El ngak mungkin serius yakan ." batin Lea .
" Aku bawa Mama Papa dulu deh ."
" Pas lamaran baru bawa satu rt ." ucap El .
" Silakan ."
" Ditunggu deh kalo gitu ."
" Aku tunggu sambil tidur deh El ."
" Trus mimpinya kamu kerumah bawa orang se rt ." ucap Lea . ini Lea beneran ngak ngeh apa ya kalau El lagi serius dengan ucapannya .
" Kami tunggu aja ."
" Besok aku dateng ."
" Malam tapi ya ."
" Siang sibuk mencari rupiah buat halalin kamu soalnya Al ." ucap El .
" Aku ngak haram El ."
" Ngak perlu kamu halalin ." Lea .
Perbincangan mereka terhenti ketika mobil yang di kemudikan El sudah berhenti di pelataran rumah Lea .
" Udah sana masuk rumah ." ucap El .
" Besok malam dandan yang cantik ."
" Tunggu aku dateng sama Mama Papa ." El .
" Ngak dandan aja udah cantik ."
" Sekalian bawain Lee Haechan ya El ."
" Bye byee ." Lea membuka pintu mobil dan melangkah keluar .
" Hati - hati dijalan ." ucap Lea sebelum melangkah memasuki rumah .
Ucapan itu diangguki oleh El .
Ia segera melajukan mobilnya kembali menyusuri jalanan menuju rumah .
Ingin cepat meminta Mama Papa untuk melamar kan Lea untuknya .
" Liat besok Al ."
" Pasti kamu bakalan syok ." ucap El sembari terkekeh disela kegiatan mengemudinya.
Tak berapa lama, El memasuki gerbang rumahnya, segera memarkirkam mobil di garasi .
Ia keluar dari mobil dengan bibir yang melengkung membentuk senyuman manis ala El.
Segera melangkah memasuki rumah .
💚💚💚
__ADS_1
Makan malam bersama di keluarga Mahastama baru saja berakhir .
" Pa Ma ." panggil El .
" Kenapa Bang ? ." tanya sang Papa, yang menyadari ada yang berbeda dengan nada dan nada bicara dan ekspresi wajah putranya .
" El mau nikah ." ucap El singkat .
" El butuh Papa Mama buat lamar gadis yang El suka ."
Ucapan El seketika membuat ketiga anggota keluarga lain terbengong dengan mulut terbuka dan mata melebar .
" Kamu mau nikahin gadis mana Bang ? ." tanya Mama .
" Abang punya pacar ? kok Ayna ngak tau ."
" Ayna taunya abang cuma punya mantan ." ucap Ayna sang adik .
" Siapa Bang ? ." tanya Papa to the point pada putranya itu .
" Lea ." ucap El .
Ucapan yang keluar dari bibir El lagi - lagi membuat ketiganya kembali terkaget kaget .
" Hahh ..." Ayna .
" Kamu balikan sama Lea Bang ? ." tanya Mama.
" Ngak balikan Ma ." jawab El .
" Tapi kenapa sampai mau nikah ? ."
" Kamu ngak ngelakuin macam - macam kan Bang ? ."
" Mau nikah bukan berarti balikan kan Ma ." El .
Papa masih diam, ia menunggu anak dan ibu yang sedang berbicara itu berhenti .
" La trus gimana ? ." Mama .
" Ya ngak gimana gimana ."
" El mau minta Papa sama Mama lamar Lea buat El ." ucap El meminta kedua orangtuanya untuk melamar kan Lea .
" Status mantan ."
" Ngak balikan ."
" Tapi mau ngelamar ."
" Kalau ditolak gimana Bang ? ." kini giliran Ayna yang buka suara .
" Jangan doain yang jelek - jelek Dek ."
" Ngak gue kasih uang jajan nangis. " ucap El .ini adiknya bukannya mendoakan yang baik, malah berfikiran buruk .
" Untung adek gue ." batin El .
Papa yang baru kali ini melihat bagaimana seriusnya sang putra yang memintanya melamar seorang gadis bertekad akan meng iyakan permintaan El .
" Mau kapan ? ." tanya Papa . emang cowok sukanya to the point .
" Besok malam Pa ." jawab El mantap .
" Semoga diterima ya Bang ."
" Mama udah ngak sabar punya mantu ini ." ucap Mama semangat .
Ia mendoakan yang terbaik untuk putranya .
💚💚💚
Pagi tiba, suara kokok an ayam menyambutx eh salah, kan di komplek perumahan Lea ngak ada ayam .
Paling yang ada ayam kampus, ngak bisa berkokok, bisanya bercocok tanam .
Bercanda ....hehe...
Lea mengedipkan matanya berkali kali guna menyesuaikan caranya yang membuatnya silau .
Cahaya mentari yang menembus jendela berserta gorden abu - abu dikamar Lea .
Setelah beberapa menit Lea berusaha membuka matanya dengan lebar dan mengumpulkan nyawa yang berceceran .
Ia beranjak dari kasur dengan langkah gontai, melangkah memasuki kamar mandi guna menyegarkan tubuh yang masih dalam mode butuh kasur .
Dua belas menit berlalu .
Kini Lea sudah duduk di kursi meja riasnya , memoles wajahnya dengan bedak tipis dan liptint .
Setelah selesai, ia mempersiapkan apa saja yang perlu ia bawa bekerja hari ini .
Selesai dengan semuanya, Lea melangkah keluar kamar .
Menuruni satu persatu anak tangga yang membuat kedua kakinya sedikit olahraga pagi ini.
Berjalan menuju ruang makan .
Sesampainya di sana, ia duduk , tak lama Reynand duduk di sebelahnya .
Sedangkan Papa sudah duduk sembari membaca koran online hari ini .
Dengan Mama yang baru saja membawa beberapa cangkir berisi susu dan kopi .
Mereka sarapan bersama sebelum memulai aktifitas masing - masing .
💚💚💚
Lea keluar dari mobilnya , ia berjalan memasuki kantor pagi ini .
Ting
Pintu lift terbuka di lantai ruangan Lea .
Ia segera keluar dan berjalan menuju mejanya .
Duduk di kursi yang lumayan nyaman, ngak nyaman banget .
Lebih nyaman kasur sih daripada kursi yang baru sjaa di duduki Lea .
" Tumben ngak ada bunga ." ucap Lea, karena pagi ini mejanya tampak kosong .tidak ada sebuket bunga yang biasanya sudah berada di atas meja kerjanya .
" Palingan El lupa ."
" Atau udah capek ngirimin gue bunga tiap hari ." gumam Lea
__ADS_1
Mungkin El lelah .
Namun ntah kenapa Lea merasa ada yang kirang hanya karena tidak ada sebuket bunga dimejamya pagi ini .
Terasa kosong .
Karena hal itu terjadi setiap hari, makanya ketika satu hari sasa tidak ada , Lea jadi merasa berbeda .
" Ah udah la ."
" Udah Lea ."
" Jangan pikirkan bunga ."
" Ayo mulai kerja ."ucap Lea menyemangati diri sendiri .
Ngak ada yang nyemangatin, ya harus mandiri menyemangati diri sendiri .mandiri itu perlu .
Tapi kalau seperti Lea gini kesannya bukan mandiri , tapi lebih ke miris sebenarnya .
Disaat Lea fokus dengan pekerjaannya, lain halnya dengan bos besar nan rupawan CEO perusahaan xxx .
Yang saat ini sedang men scroll beberapa foto cincin , ia sedang memilih untuk melamar gadis yang ia cinta nanti malam .
Ya walaupun tidak pasti diterima .
Yang penting usaha dulu yakan, akhirnya lihat nanti .
" Yang ini cocok buat Lea ." ucap El sembari menelisik foto cincin yang simple namun terkesan elegan .
El langsung memesan cincin itu dan mengirimkannya ke alamat rumahnya .
Dengan harga cincin yang terbilang tidak murah, namun El tidak mempermasalahkan, yang penting ia menyukainya dan sepertinya Lea suka, itu yang ia beli .
Demi Lea El rela .
Asal ngak rela mati demi Lea aja, nanti kalau El mati, Lea bisa cari cowok lain lagi dong .
💚💚💚
Waktu matahari terbit hingga tenggelam terasa cepat bagi Lea .
Ia baru saja sampai dirumah dan membersihkan diri dikamar mandi .
Dan saat ini Lea sedang berbaring dk ranjang memeluk daegal sembari men scroll akun media sosial , namun bukan akun asli, ini second account .
Akun yang digunakan untuk membucin dan men stalking orang - orang.
" Maskeran dulu ah ."
Lea beranjak dari ranjang dan mengambil masker yang tertata di atas meja rias .
Memakaikan masker itu ke wajahnya yang mulus seperti pantat bayi .
Maklum, perawatannya mahal .
Selesai memakai masker, Lea kembali berbaring di atas ranjang dan melanjutkan kegiatannya tadi sembari menunggu masker diwajahnya mengering .
💚💚💚
Jarum jam sudah menunjukkan pukul 19.30 Wib.
Dan saat ini El sedang duduk di sofa ruang keluarga bersama Papa .
Keduanya sedang menunggu sangMama yang sejak dari beberapa menit yang lalu mengucapkan kata " sebentar ." yang nyatanya lama .
Mungkin sebentar lagi El dan Papa akan karatan , atau menyatu dengan sofa .
Tak berbeda jauh dari sang adik yang saat ini sudah menguap beberapa kali karena lelah menunggu Mama .
Ini mama lagi dandan atau gimana.
Hingga membuat ketiga manusia yang duduk di sofa ruang keluarga terasa karatan .
" Yuk." ajak Mama yang baru sja menghampiri ketiganya .
" Mami cuma sebentar kok tadi ."ucapan Mami seketika membuat ketiganya tak dapat mencegah rahang yang seketika turun kebawah membuat mulut membentuk huruf O .
" Iya sebentar ."
" Bentar banget malah Ma ." batin Ayna .ia yang cewek aja dandannya nfaj lama .
" Ayo berangkat ."
" Keburu malem nanti ." ajak Mami tanpa rasa bersalah membuat ketiganya menunggu hingga pantat mereka terasa panas.
💚💚💚
Tok tok tok
" Dek..." panggil Reynand setelah mengetik kamar adiknya .
" Ha ..bentar Bang. jawab Lea yang kemudian beranjak dari ranjang menuju pintu tang terkunci .
Cklek
" Kenapa Bang ? ."
" Lo cepetan dandan ."
" Habis itu turun kebawah ." perintah Reynand dengan nada yang tidak sedang ingin dibantah.
" Oo...oke ." jawab Lea yang tahu bahwa Abangnya sedang dalam mode serius .
.........❣..........
...Jangan Lupa Like, Vote, Dan Comment Yaa...
...See You Next Chapter...
...Bye Byee...
.......
Rengat Barat
Jum'at , 14 April 2023
Pukul 23.55 Wib.
.......
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
...Lee Haechan ❤...
__ADS_1