MAHASTAMA

MAHASTAMA
Bab 35 . Kulineran


__ADS_3

...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


El dan Lea masuk ke dalam mobil milik El, ya mobil milik El yang memang sengaja ia stand by kan di yogyakarta, karena dalam setahun ia bisa beberapa kali kunjungan kesini untuk memantau anak perusahaan yang berada di jogya .


Mobil pun dikemudian oleh El ke jalanan jogya yang para penduduknya terkenal dengan ke ramah tamahannya , serta wisata kuliner nya yang banyak, dan tak lupa berbagai macam keindahan alam yang berada disana .


El dan Lea berniat berkeliling yogyakarta seharian ini, hingga beberapa hari kedepan pastinya.


Tempat pertama yang mereka tuju adalah wisata kuliner, tahu sendiri jika Lea suka makan .


Makanan pertama adalah gudek, makanan terkenal nomer satu di jogya .


Dan baru saja , setelah perjalanan beberapa saat, El memarkirkan mobilnya di dekat penjual gudek legendaris, yang disana sudah mengantri beberapa orang, memang ya, kalau penjual legendaris dan rasanya enak, pelanggannya pasti banyak dan ngak habis habis .


El dan Lea turun , mata Lea seketika berbinar, Lea kalau lihat makanan ya matanya langsung cerah .


Lea dan makanan memang tidak bisa dipisahkan, tapi ntah kenapa, badan Lea ngak gemuk - gemuk, Lea perlu bersyukur akan hal itu .


Turun dari mobil dan langsung memesan gudek komplit untuk mereka berdua .


Setelah memesan, Lea dan El pun duduk di tempat lesehan, selagi menunggu pesanan mereka tiba .


Tak berapa lama .


Dua piring gudek dengan lauk komplit sudah tersaji di meja mereka .


Dan tanpa ba bi bu .


Lea langsung membaca doa, kemudian mulai menikmati gudek miliknya .


" Semangat banget yang " ucap El yang melihat sang istri excited sekali jika berhubungan dengan makanan .


Lea suka makan, untung bisa masak, jadi bisa seimbang. Kalau sukanya makan aja tapi ngak bisa masak, disaat pengen makan pagi - pagi buta kan susah .


" Enak yang ? ." tanya El yang baru akan menyendok gudek .


" Heem ." jawab Lea sembari menganggukkan kepalanya .


Gudek yang ini memang enak, penjualnya mbah - mbah, ntah kenapa masakan mbah - mbah itu enak, buat sambal yang cuma pakai cabai , bawang, sama garam aja enak .


Kan jadi kangen sambel buatan mbah, tapi udah ngak bakalan kesampaian lagi .


El pun menikmati gudeknya, mereka makan dengan diam , asik menikmati cita rasa yang mamanjakan indra pengecap .


Setelah beberapa menit, dua piring gudek yang tersaji di meja El dan Lea sudah tak bersisa .


El memberikan dompetnya pada Lea.


Membedakan versi pacaran dan sudah suami istri itu gampang, kalau pacaran pasti yang bayar ke kasir cowok, kalau udah nikah, yang bayar cewek, tapi ya tetap saja memakai uang dari dompet suami .

__ADS_1


Lea menerimanya, ini tandanya ia yang harus ke kasir, laki - laki kalau udah jadi suami tu gini , apalagi modelan El , cowok yang terbuka dalam segala hal, tentunya hanya pada Lea .


Mulai dari dompet, handphone , bahkan pin ATM milik El pun Lea tahu, laki - laki satu ini memang tidak merahasiakan hal apapun dari istrinya, karena keterbukaan dan kejujuran itu nomer sat bagi El .


Lea beranjak dari kursinya, berjalan menuju kasir untuk membayar makanan mereka berdua.


Tak lupa Lea juga membungkus satu porsi gudek untuk dirinya , kalau nanti El mau ya mereka bisa berbagi, soalnya Lea tahu El, manusia yang paling malas kalau disuruh makan, jadi ya Lea hanya pesan satu porsi, takut mubazir, dan gudek ini persediaan mana tau nanti laper, ya begitulah Lea, anaknya suka laperan .


Selesai membayar, Lea kembali duduk ke mejanya .


" Yok ." ajak Lea, mengajak El melanjutkan jalan - jalan mereka pagi ini, mumpung masih pagi .


El beranjak sembari mengambil tas sang istri dan mengalungkannya di leher .


" Yok yang ." ucap El kemudian .


" Kok jadi kamu yang pakai tas ." ucap Lea, yang berusaha menahan tawanya, aneh aja gitu lihat El yang sedang memakai tasnya , kontras banget sama muka datar dan dinginnya .


" Biar orang tahu kalau udah nikah ."


" Aku pernah lihat di ig, cowok yang pakai tas ceweknya di mall ."


" Itu tandanya dia udah ada yang punya ."


" Nah, karena daritadi banyak yang lirik lirik ke aku ."


" Jadi aku pakai tas kamu aja ."


" Biar orang tahu kalau aku udah ngak single lagi ." ucap El menjelaskan .


Maklum la ya, paras El memang memikat .


" Yaudah yok ." ucap Lea sembari melingkarkan tangannya dilengan El .


Keduanya pun berjalan menuju mobil yang terparkir tidak jauh dari tempat mereka saat ini .


" Kemana lagi yang ? ." tanya El yang baru saja menyalakan mesin mobilnya .


" Jalan aja dulu ."


" Aku mau buka maps ."


" Mau lihat - lihat tempat wisata yang deket - deket sini ." jawab Lea, Lea yang anaknya ngak suka perjalanan jauh ya gini, sukanya yang deket - deket aja .


Perjalanan El dan Lea pun berlanjut .


Mereka mengelilingi berbagai tempat di yogyakarta, hingga disaat jam sudah menunjukkan pukul enam sore, keduanya baru sampai di kamar hotel .


Cklek


El membuka pintu setelah men scan kartu miliknya.


Pintu utama terbuka, Lea masuk terlebih dahulu dan langsung menuju ke arah kamar .


Sedangkan El mengikuti dibelakangnya, dengan membawa paper bag berisi soto dan mie ayam, jangan tanya dimana keberadaan gudek yang tadi Lea pesan , karena gudeknya sudah masuk kedalam perut Lea ketika mereka sedang dalam perjalanan .

__ADS_1


Memasuki kamar, Lea segera berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri yang sudah lengket karena keringat seharian ini.


Tak lupa mencuci muka beberapa kali, sebelum nanti ia lanjutkan dengan step membersihkan muka lainnya, kalau ngak bersih nanti akan muncul jerawat dengan cepat, karena kan kulit wajah Lea termasuk tipe sensitif .


Kalau sampai jerawatan repot banget, mana perawatannya juga menguras dompet .


Beberapa menit kemudian .


Cklek


Lea keluar kamar mandi dan langsung memasuki walk in closed untuk berpakaian .


Selesai berpakaian, Lea keluar dari sana .


Melihat ke sekeliling kamar, namun tak tampak batang hidung seorang El .


" Palingan di depan TV ." ucap Lea pelan .


Ia pun melangkah dan duduk di kursi meja rias, saatnya per skincare skincare an .


Selesai dengan skincare , Lea beranjak dari kursinya, ia melangkah keluar kamar, berniat untuk mencari keberadaan El dan menyuruh nya untuk mandi.


Seperti seorang ibu yang mencari anaknya untuk disuruh mandi, tapi bedanya, Lea tidak membawa sapu atau pun kayu agar El menurut.


Yakali bawa sapu atau kayu sambil mencari - cari El , kesannya jadi seperti pasangan suami istri yang lagi berantem , dan istrinya galak.


Tampak dimata Lea, El yang sedang duduk di sofa , dengan TV yang menayangkan pertandingan bola, ntah kenapa, kenapa hampir semua cowok suka nonton bola, kenapa ngak nonton powerangers aja, fikir Lea .


Lea ada - ada aja, yakali CEO seperti El Hinga saat ini menonton powerangers, kalau waktu kecil iya masih wajar .


Walaupun nyatanya tak jarang El juga masih suka menonton dua anak kecil dengan kepala botak yang tidak lulus - lulus TK, tontonan seperti itu adalah tontonan yang tidak perlu menguras fikiran, apalagi sering tahu gimana jalan ceritanya, kan episode nya sering diulang - ulang.


Ngak perlu berfikir keras dan menebak nebak bagaimana endingnya, serti kebanyakan drakor dan dracin yang sering Lea tonton .


Menonton itu buat hiburan, bukannya buat fikiran jadi stress, tapi walaupun begitu,Lea tetap menonton drakor dan dracin yang membuatnya berfikir keras hingga pusing, salah satu alasannya adalah karena pemerannya ganteng, udah itu doang .


..........❣..........


...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...


...See You Next Chapter...


...Bye Byee...


.......


Rengat Barat


Senin, 08 Mei 2023


Pukul 18.08 Wib .


.......


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...

__ADS_1


...Lee Haechan...


__ADS_2