MAHASTAMA

MAHASTAMA
Bab 42 . Ngak Kuat


__ADS_3

...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


" Assalamualaikum suami orang ." ucap Lea ketika memasuki ruangan El .


" Waalaikumsalam istrinya orang. " balas El sembari mengerlingkan sebelah matanya .


" Istrinya Jaehyun lebih tepatnya. " Lea membenarkan, halu bentar gpp la ya .


" Iyain ."


" Istrinya Jaehyun tapi tidurnya sama aku ." nah kan, El menang kalau masalah ini.


El benar sekali bukan, ia harus berbangga diri .


" Lagi bosan sama Jaehyun. "


" Makanya selingkuh dulu sama kamu ." Lea mendudukkan diri ke pangkuan El sembari mengelus alis hitam tebal milik El .


Pangkuan El lebih nyaman dari kursi, makanya Lea suka .


" Masih lama ? ." tanya Lea sembari melihat ke arah laptop milik El .


" Bentar lagi ."


" Oke ." Lea hendak beranjak dari pangkuan suami tercinta .


" Sini aja ." El memeluk pinggang Lea, mencegah sang istri beranjak dari pangkuannya.


" Kalau aku tetap disini, yang ada nanti kamu makin lama ."


" Ngak lama ."


" Makin sebentar yang ada ."


" Kan sambil peluk istri ."


" Energinya nambah terus karena sambil di charger. " alasan El yang membuat Lea geleng - geleng kepala, ada - ada saja memang alasan suaminya ini.


" Iyain ."


" Udah cepetan lanjut kerja ." titah sang nyonya kepada suami bucinnya .


" Baik kanjeng ratu ."


El kembali mengerjakan pekerjaan yang tadi sempat tertunda, dengan sebelah tangan yang berada di atas paha mulus sang istri .


Tak lama


Plakk


" Haduh panas yang ." ucap El dengan wajah menahan sakit .


Beneran deh, tabokan Lea itu panas banget, bahkan bekas nya aja ngalah - ngalahin orang habis kerokan merahnya .


" Itu akibat kalau tangannya jahil ." Lea dengan lirikan tajam nya, setajam silet, eh lebih deh, setajam katana .


" Mau lagi ngak ? ." tawar Lea, penawaran yang sulit untuk di iyakan .


" Udah cukup ."


" Ngak lagi ." tolak El cepat, kalau kelamaan nilainya, ntar disangka mau lagi .


" Tapi kalau di rumah boleh lebih dari tadi kan yang ? ." tanya El sembari tersenyum penuh arti .


" Tergantung. "


" Tergantung apanya yang ? ."


" Gantung baju ? ." tanya El pura - pura tidak tahu, ya padahal emang ngak tau .


" Tergantung situasi kondisi ."


" Soalnya selingkuhan aku yang di rumah itu suka lupa diri ."

__ADS_1


" Bahkan di dapur juga suka jahil ."


" Untung akunya baik ."


" Ngak ambil pisau trus dilempar ." ucap Lea membicarakan sosok orang yang sedang menjadi kursi versi bernyawa saat ini .


" Tapi suka kan ? ." goda El .


" Enggak ."


El kembali mengerjakan pekerjaannya dengan Lea yang menumpukan dagunya di pundak sandar able milik suami tersayang, eh salah, suami versi selingkuhan .


Empat puluh menit berlalu, El baru saja mematikan laptop miliknya .


" Tidur ternyata ."


" Pantes diem ." gumam El ketika menyadari sang istri sudah tertidur nyeyang di pelukannya.


Pelukan El terlalu nyaman, buat Lea jadi tidur nyenyak walaupun dengan posisi duduk .


El memasukkan handphone nya kedalam saku jas, mengambil kunci mobil dan beranjak dari duduk sembari menggendong Lea ala bridal style .


Ia tidak berniat membangunkan sang istri, karena Lea tampak sangat nyenyak .


Melangkah keluar ruangan dan memasuki lift khusus .


Ting


Pintu lift terbuka, El pun keluar dan berjalan menuju parkir .


Membuka pintu penumpang dan mendudukkan Lea dengan hati - hati agar tidak terbangun, walaupun nyatanya Lea kalau lagi tidur itu sebelas dua belas sama orang yang lagi belajar mati .


Eh, emang ada orang yang belajar mati .


El lalu berjalan memutar dan masuk kedalam mobil, duduk di kursi kemudi .


Menyalakan mesin mobil dan mulai melajukannya menuju rumah mereka .


" Bakalan lama banget sampai rumah ."


" Macetnya panjang banget di depan ." gerutu El sembari menghela nafasnya kasar .


" Pengen ke WC ."


tin tin tin


tin tin tin


Suara klakson yang bersahutan ketika macet sedang berlangsung .


" Eughh ..." Lea membuka matanya perlahan dan mengedipkannya beberapa kali .


" Udah bangun yang ? ." tanya El, sungguh ini pertanyaan yang sangat tidak penting, yakali udah buka mata masih ditanya udah bangun atau belum .


" Hmm..."


" Tidur lagi aja kalau masih ngantuk ."


" Macetnya juga bakalan lama ." beritahu El sembari melihat ke arah sang istri yang sedang menguap dengan lebar .


Ini Lea no jaim - jaim club,mana nguapnya lebar banget, satu gajah dewasa bisa masuk kayaknya.


" Jangan lebar - lebar nguapnya ."


" Ntar gajah bisa masuk ."


Lea hanya melirik sinis mendengar ucapan El .


Setelah menikmati kemacetan kurang lebih setengah jam, eh mana ada menikmati kemacetan, yang ada kesal karena macet .


Akhirnya mobil yang dikendarai El memasuki pelataran rumah, ia memarkirkan mobil asal, tanpa memasukkannya ke garasi .


" Kenapa ngak parkir di garasi ? ." tanya Lea heran .


" Udah ngak kuat yang ." jawab El sembari melepaskan seatbelt nya .


El keluar mobil dengan tergesa - gesa dan berlari memasuki rumah, sedangkan Lea hanya melihat tingkah sang suami .


Ini suaminya kenapa ya, tanya Lea dalam hati .

__ADS_1


Ia pun menyusul El .


Menaiki satu persatu anak tangga menuju lantai dua, dimana kamarnya dan El berada .


" Loh.. suami gue kemana ." gumam Lea setelah memasuki kamar dan melihat ke sekeliling .


" Oh...masuk kamar mandi ." ucap Lea ketika melihat sepatu El yang tergeletak di depan pintu kamar mandi .


Lea pun berjalan menuju meja rias, ia membersihkan make up yang sudah seharian menempel di kulit wajahnya .


Tak lama


Cklek


" Ah...leganya ." ucap El sembari menghela nafas lega dan mengelus perutnya .


El kalau lagi seperti ini tidak menggambarkan seorang CEO yang dingin dan tegas, semua itu luntur seketika .


" Kirain kenapa ."


" Ternyata nahan BAB ." Lea menggelengkan kepalanya .


" Yang ." panggil El sembari melangkah mendekat ke meja rias, dimana Lea masih duduk di disana .


" Iya kenapa ? ."


" Laper ? ." tanya Lea, nah sebagai istri yang baik, Lea pasti tahu kemauan sang suami tanpa si empu bersuara .


" Iya.. hehe ." jawab El sembari tertawa pelan menampilkan senyum yang dibuat semanis mungkin, madu aja kalah manis .


" Yuk kebawah ."


" Bantuin masak ." Lea beranjak dari kursinya dan menarik lengan sang suami .


Sedangkan El yang lengannya ditarik, hanya mengikuti saja seperti anak ayam dam induknya .


Mohon dimaklumi, kan El sudah jinak seperti kucing peliharaan .


" Mau makan apa ? ." tawar Lea ketika keduanya sudah sampai di dapur .


" Emm..." El berfikir sejenak .


Ni orang katanya udah laper, tapi masih sempat - sempatnya mikir dulu mau makan apa .


" Nasi goreng aja yang simple ."


" Dan pasti cepat buatnya ." pinta El, karena ia membutuhkan makanan yang cepat tersaji di atas piring .


" Oke ." Lea berjalan menuju kulkas .


Ia mengambil cabai, teri, pete dan kencur sebagai bahan - bahan membuat nasi goreng, tak lupa ia juga mengambil dua buah telur, yang pastinya bukan telur kepunyaan El .


Yakali punya El digoreng .


Lea mulai mengupas bawang dan membuat bumbu nasi goreng .


Menumisnya bersama bahan pelengkap lain, tak lupa juga menambahkan nasi .


Dengan cepat, dua piring nasi goreng dengan tekur mata sapi setengah matang sudah tersaji di meja makan .


Tak lupa setoples kerupuk jengkol yang menjadi teman makan, kerupuk jengkol merupakan kerupuk favorit El .


..........❣..........


...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...


...See You Next Chapter...


...Bye Byee...


.......


Rengat Barat


Kamis, 29 Juni 2023


Pukul 21.36 Wib .


.......

__ADS_1


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...


...Lee Haechan ❤...


__ADS_2