
...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........❣..........
.......
" Nanti turunin aku depan tempat bubble tea ya Mas ." ucap Lea sembari menyimpulkan dasi di leher El .
" Lagi pengen minumannya si piyak ." ini piyak versi aeri ya .
" Pagi - pagi udah minum es ."
" Nanti batuk yang ." peringat El .
" Kalau batuk ya minum obat ."
" Kamu malah doain aku batuk lagi ."
" Gini banget punya suami ." omel Lea .
Nahkan , pagi - pagi Lea udah ngomel, El juga sih yang mulai .
Udah tau Lea sensi kalau dilarang - larang masalah perut .
Tapi lebih sensi kalau mendengar soal berat badan sebenarnya .
" Pakai hells yang agak pendek yang. "
" Kasihan kaki kamu ."
" Aku yang lihat aja kasihan ." ucap El ketika Lea sedang memilih hells mana yang akan ia kenakan.
Mendengar ucapan sang suami, Lea pun mengambil hells yang lumayan pendek, lumayan loh ya, bukan pendek .
" Yuk berangkat ." ajak Lea setelah selesai memakai hells nya .
Keduanya pun keluar rumah dan masuk ke mobil yang sudah El keluarkan dari garasi .
" Nih ."
" Sarapan yang manis ."
" Biar mood hari ini baik. " ucap El sembari menyodorkan coklat ke Lea .
Lea pun menerimanya sembari tersenyum manis .
" Gini tiap hari aja gpp kok ."
" Biar istrinya senang ." Lea sembari membuka bungkus coklat .
" Ngak boleh setiap hari ."
" Nanti gigi kamu sakit ." jawab El yang sudah seperti nasihat ibu - ibu kepada anaknya .
" Iya - iya ."
" Bapak CEO lagi alih profesi jadi dokter gigi ." ucap Lea sembari memasukkan sepotong coklat kedalam mulutnya .
Kalau masalah coklat, Lea tidak rela bagi - bagi .
Sesekali ngak berbagi sama suami gpp la ya .
Semoga saja tidak dosa, eh dosa ngak sih .
El menghentikan mobilnya tepat di depan tempat bubble tea .
Lea pun segera keluar dari mobil .
" Kamu mau sekalian ngak ? ." tawar Lea sebelum menutup pintu mobil .
" Boleh deh ." angguk El .
Yang tadi ngelarang minum es pagi - pagi, eh pas ditawarin juga mau .
Dasar El .
" Tadi ngelarang ."
" Sekarang mau juga ." gumam Lea sembari berjalan menuju tempat penjual bubble tea .
Tak lama, Lea sudah membawa paper bag berisi dua cup bubble tea .
Ia berjalan menuju kantornya yang tidak lumayan jauh, sekalian olahraga pagi .
Ya walaupun tetap aja capek .
Dilain tempat, El berjalan memasuki kantornya .
Namun penampilan gagah nan berwibawa itu seketika lenyap ketika melihat tas berwarna baby pink di tangannya .
" Pak El bawa - bawa tas gitu kenapa jadi kelihatan gemes ya ."
__ADS_1
" Iya ih gemes ."
" Pak El bawa tas istri ."
" Lah istri nya dimana ."
Ucapan - ucapan karyawan yang melihat El pagi ini .
El pun sekilas mendengar percakapan mereka, namun ia tidak memperdulikannya, lebih memilih lanjut berjalan .
Jangan tanya El malu atau tidak, tentunya tidak .
Karena baginga, itu hal yang wajar .
Cuma bawain tas istri, ngak ada salahnya juga .
Coba lihat bapak - bapak yang biasanya menunggu istrinya berbelanja, udah bawain tas istri, ditambah beberapa paper bag lagi .
" Huhh ..." Lea menghembuskan nafasnya setelah memasuki lobi kantor ."
" Perasaan jalannya ngak jauh ."
" Tapi capek juga ternyata. "
" Tau gini tadi minta tunggu sama El ." gumam Lea sembari melangkahkan kaki memasuki lift .
Ia akan menuju dimana ruangan El berada, untuk memberikan bubble tea tentunya, sekalian mengambil tasnya .
Karena pasti dan tentunya tas Lea yang berada di dalam mobil akan dibawa El ke ruangannya .
Cklek .
Lea melangkah masuk ke ruangan El yang tampak sepi .
Ia melihat ke sekitar .
Terlihat disana El sedang merebahkan diri di sofa, tumben banget fikirnya .
Karena ini masih pagi, dan El sudah merebahkan diri di sofa sembari memejamkan mata .
Dengan perlahan Lea pun menghampiri El .
" Sayang ." panggil Lea sembari meletakkan paper bag ke atas meja .
Dengan perlahan El membuka kelopak matanya, menampilam netra yang agak temaram .
" Yang..."
" Pusing ." Adu El selayaknya anak - anak kepada ibunya .
Dengan segera El menaruh kepalanya berbantal paha Lea dan memeluk pinggang istrinya itu .
" Pusing banget ? ." tanya Lea sembari mengelus kepala El yang kembali memejamkan matanya ."
El menjawab dengan gunakan singkat .
" Dari kapan pusingnya ? ." tanya Lea lagi .
" Dari semalam ." jawab El .
" Kenapa ngak bilang ."
" Pasti gara - gara mandi malam pakai air dingin ini ." omel Lea, lagi sakit malah diomelin .
Turut prihatin ya El, yang sabar .
" Minum obat ya ."
" Aku minta tolong sekretaris kamu beliin obat ." Lea mengambil handphone El yang tergeletak di atas meja .
" Syrup ." ucap El .
" Iya iya ."
" Yang Syrup ."
" Heran aku tu ."
" Badan segede ini ."
" Maunya minum obat yang bentuknya Syrup. " Lea menggelengkan kepalanya .
Lea pernah bertanya kepada El, kenapa tidak mau meminum obat yang berbentuk pil .
Dan kalian tahu jawabannya .
" Obat pil ngak bisa ditelan ."
" Susah banget ."
" Habis minum segelas ngak ke telan juga ."
" Bukannya keminum, malah akhirmya muntah .
__ADS_1
Itulah jawaban El .
Lea menelfon sekretaris El untuk meminta tolong membelikan obat, dan tentunya LAqea berpesan agar obat yang dibeli dalam bentuk Syrup .
" Obat Syrup buat siapa Bu ? ." tanya sekretaris El dibalik telephone .
" Buat bos kamu ini ."
" Sekalian beliin bye - bye fever juga ya ."
" Satu aja ." pinta Lea yang di iyakan oleh sekretaris El .
Setelah sambungan telfon berakhir, David tertawa terbahak bahak di ujung sana .
Ini nih, sekretaris yang tidak baik untuk dicontoh, bos nya lagi sakit malah diketawain .
Jatuh sudah harga diri El dimata sekretaris sekaligus sahabatnya .
Tak lama, Lea mendengar deru nafas El yang beraturan, menandakan sang empu sudah menyelami alam mimpi .
" Udah tidur lagi aja ." gumam Lea pelan yang sedari tadi masih mengelus kepala El dengan sayang .
Beberapa menit berlalu .
Tok tok tok
" Masuk ." jawab Lea .
Cklek
David masuk ke ruangan Lea .
" Nih Raf ."
" Syrup sama bye - bye fever nya ."
" Gue beliin buat persediaan anak lo besok ." ucap David dengan ejekannya .
El yang mendengar ucapan David itupun memilih untuk berpura - pura tidur .
Demi mengurangi rasa malu tentunya, dan ia pun sedang tidak sanggup untuk menanggapi ocehan David .
Setelah memberikan pesanan tersebut, David pun keluar dari ruangan .
Cklek .
Mendengar suara pintu tertutup, El pun membuka matanya .
" Ngak usah pura - pura tidur ."
" Aku tau kamu udah bangun pas dengar suara pintu kebuka ."
Nah, Lea ternyata tahu jika El sudah bangun sedari tadi .
" Hemm ..." gumam El .
" Duduk dulu ."
" Minum obatnya ." pinta Lea .
El pun duduk dengan berat hati .
Lea segera membuka botol syrup dan menakarnya dengan sendok takar .
Dengan terpaksa El membuka mulutnya dan menelan obat yang diberikan sang istri .
Kalau soal minum obat, El memang rewel .
Setelah itu, Lea menempelkan bye bye fever di kening El .
Penampilan El saat ini persis seperti bayi yang sedang sakit .
Berbaring di pangkuan ibu dengan pereda panas di keningnya .
Namun bedanya, saat ini El bukan bersama ibu nya, melainkan istri tercintanya .
...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...
...See You Next Chapter...
...Bye Byee...
Rengat Barat
Rabu, 30 Agustus 2023
Pukul 22.01 Wib
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
...Lee Haechan...
Note : Maaf ya author lama update, karena sebenarnya bulan ini author sedang dimasa bimbang antara lanjut menulis atau tidak .
__ADS_1
Menurut kalian lanjut atau ngak ?