
...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........❣..........
.......
El mulai melatih kakinya untuk berjalan dengan bantuan dua tongkat sebagai penyangga .
Ia mengikuti saran dokter yang merawatnya .
Mengelilingi kamar menggunakan tongkat itu, dengan usaha keras El mulai menggerakkan kakinya dan mulai melangkah .
Satu langkah
Dua langkah
Baru dua langkah namun keringat sudah membasahi dahinya .
Huhhh
El berhenti sejenak sembari mengambil nafas dalam dan menghembuskannya .
" Semangat El ." ucapnya menyemangati diri sendiri .
Ia harus segera bisa berjalan kembali supaya lebih mudah untuk mengejar mantan kekasihnya itu .
Sudah beberapa hari ini El berusaha keras , setiap pagi sebelum ke kantor dan sore hari ketika ia pulang dari kantor, pastilah El belajar berjalan .
Ia merasa seperti bayi lagi .
Sudah sebulan berlalu dari kecelakaan itu, dan sudah satu minggu ini El belajar berjalan .
💚💚💚
Dan pagi ini El memasuki kantor sudah tidak menggunakan kursi roda, ia memasuki kantor dengan bantuan tongkat .
Dengan David yang berjalan dibelakangnya, ia waspada jika tiba - tiba sang bos terjatuh .
Namun walaupun El menggunakan kursi roda atau pun tongkat, pesonanya tetap tidak luntur sedikitpun .
Lea yang baru saja memasuki kantor setelah baru saja membeli sandwich untuk sarapan pun melihat pemandangan itu .
Ntah kenapa rasa bersalahnya masih utuh, bersalah karenanya El menjadi seperti sekarang .
El rela seperti itu demi dirinya .
Perlahan lahan Lea mulai mengikis rasa bencinya kepada El .
Dan mulai membuka hati sedikit demi sedikit menerima keberadaan El lagi di hidupnya .
Selama sebulan ini , setiap jam makan siang Lea menemani El makan siang diruangannya .
Dan setiap jadwal cek up, El selalu meminta Lea menemaninya juga .
" Jalarane tresno soko kulino " mungkin itu yang terjadi pada Lea saat ini.
Lea berdiri diam melihat El berusaha berjalan dengan tongkat hingga lelaki itu memasuki lift .
Lalu setelahnya barulah Lea melangkahkan kakinya kembali .
Ketika Lea baru sampai di meja nya, sebuket bunga tulip sudah menyambutnya .sambutan buket bunga yang setiap hari menghampiri Lea tanpa jeda .
Ya tanpa jeda .
Kalaupun kantor sedang libur, buket bunga itu akan beralih dikirim kerumahnya beserta camilan kesukaan Lea .
Ntah sampai kapan El akan melakukan itu, mungkin sampai Lea kembali menjadi kekasihnya, atau mungkin akan berlangsung lama, sebelum Lea menjadi istrinya .
Lea mengambil bunga itu, membuang bunga yang kemarin yang berada di dalam pot, dan diganti dengan bunga yang baru .
Karyawan yang seruangan dengan Lea sudah biasa melihat itu, dan merekapun sudah tahu siapa gerangan yang mengirimkan Lea sebuket tulip setiap hari .
Mereka tahu hal itu karena pernah melihat sendiri El menaruh bunga itu di meja Lea secara pribadi .
Namun mereka memilih diam, karena jika mereka membuka suara, pekerjaan mereka bisa saja terancam karena mengusik urusan pribadi CEO dingin itu .
Setelah menata bunga ke dalam pot berisi air, Lea segera memulai pekerjaannya hari ini .
Memulai bekerja sembari menggigit sandwich dan mengunyahnya .
Tadi ia tak sempat sarapan, karena kesiangan akibat marathon drama.
Itulah kebiasaan buruk yang susah untuk dihentikan Lea .namun harap dimaklumi, namanya juga cewek .
💚💚💚
Malam ini Lea dan Giselle akan menghadiri acara pertunangan Vina dan Aldo .
Dan saat ini Lea tengah memoles wajahnya dengan sudah mengenakan dress berwarna navy .
Setelah beberapa saat, wajahnya sudah terpoles bedak dan lipstick, tak lupa sedikit maskara dan teman temannya , namun dengan tipis saja agar tidak terlihat mencolok .
Selesai dengan itu semua, Lea beranjak dari kursi meja riasnya, tangannya menyambar tas kecil dan memasukkan handphone nya disana .
Ia berjalan keluar kamar dan menuruni tangga dengan pelan karena saat ini ia sudah memakai heels .
Jika tidak berhati hati ia bisa meluncur kebawah dengan mudah .
Sesampainya di bawah, Lea segera menuju ruang keluarga, yang disana terlihat Papi dan Reynand sedang bermain catur dan Mami yang asik menonton sinetron di layar televisi tepat di hadapannya .
Yang dua sedang melatih otak, satunya menonton drama yang episodenya melebihi panjangnya rel kereta api .
Ntah la, itu sinetron mungkin akan tamat ketika para pemainnya sudah lanjut usia dan kembali ke sang pencipta .
" Adek pergi dulu ya ." pamitnya kepada ketiga orang tersebut .
Mereka sudah tahu bahwa Lea akan menghadiri acara pertunangan salah satu temannya .
" Hati - hati " jawab ketiganya kompak, ciri - ciri keluarga bahagia ya gini .
" Nanti abang jemput jam sebelas ." ucap Rey , Abang Lea yang posesif terhadap adik perempuan satu satunya itu .
__ADS_1
" Okeyy ." ucap Lea sembari menunjukkan tanda okey dengan jarinya .
Ia pun berlalu dari sana, keluar rumah menunggu taksi yang sudah ia pesan .
Tak lama Lea berdiri di depan rumah, taksi yang ia pesan pun sampai .
Lea segera memasuki taksi, ia berbicara kepada supir untuk menuju kerumah Giselle .karena keduanya akan berangkat bersama .
Tin tin
Mendengar suara klakson, Giselle segera memakai Hells nya dan keluar rumah .
Ia menghampiri taksi dan masuk kesana, di dalamnya sudah ada Lea yanh sudah duduk manis .
" Wihh ."
" Dandanan lo mantep La ."
" Lihat lo gini, pasti nanti banyak yang naksir lo disana ." ucap Giselle sembari memperhatikan Lea dengan jeli .
" Gue biasa aja perasaan ." jawab Lea .
" Lo ngerasa biasa, tapi yang lihat lo beda ."
" Inget , jangan kepincut cowok disana ."
" Ada Pak El yang setia nunggu dirumah ." ucap Giselle menggoda Lea .
" Dirumah ? ." tanya Lea bingung .
" Ya iya dirumah, dirumahnya maksud gue ."
" Yakali Pak El nunggu di depan gang ."
" Pak El bukan remaja yang mainnya di gang La ." Giselle .
" Ya iyalah, ngak mungkin banget Pak El nunggu di gang ."
" Gengsi la dia ." jawab Lea .mustahil El melakukan itu .
Beberapa puluh menit berlalu, kini taksi yang mereka tumpangi sudah terparkir di depan hotel tempat dimana acara pertunangan Vina dan Aldo dilaksanakan .
Keduanya merapikan diri dengan bantuan kaca kecil andalan mereka sebel keluar dari taksi .
Tak lama keduanya pun keluar .
Berjalan beriringan memasuki hotel dengan anggun .
Sontak keduanya menjadi pemandangan manis beberapa pasang mata laki - laki sepanjang jalan .
Keduanya memasuki lift menuju lantai dimana acara berada .
Ting
Lift terbuka .
Kedua gadis itu berjalan , tampak di depan sebuah pintu, ada beberapa orang resepsionis gang berjaga disana .
Tak lama pintu ruangan dibuka, Lea dan Giselle dipersilakan masuk .
Mereka melangkah memasuki ruangan yang sudah penuh dengan dekorasi dan beberapa tamu undangan seperti keduanya .
Duduk di kursi yang sudah disediakan bersama teman - teman kantor lamanya .
Berbincang - bidang sejenak sebelum acara pertunangan dimulai .
" Beneran apa yang gue bilang tadi La ."
" Banyak cowok yang lihatin lo sekarang ."
" Coba lo lihat sekeliling kalau ngak percaya ." ucap Giselle sembari memberi kode melalui matanya .
Ntah kenapa sesama cewe kalau maslaha kode itu saling paham .
Beda kalau cewek kode sama cowok, ngak connect jadinya .
Ucapan Giselle membuat Lea melihat sekelilingnya, dan benar saja, ia menjadi pusat perhatian mata para lelaki disana .
Namun Lea menjadi risih sendiri akan hal itu .
Ia tipe orang yang tidak suka menjadi pusat perhatian , ngak enak aja gitu .
Acara pertunangan berlangsung beberapa puluh menit .
Dan sekarang tibalah para tamu undangan dipersilakan menikmati hidangan yang sudah di sediakan .
Lea yang sedang usaha diet karena tadi ketika ia iseng - iseng menimbang berat badannya melalui timbangan digital dan ternyata naik dua kilo .
Ia hanya mengambil ice cream saja .
Ini Lea sadar ngak sih, kalau ice cream mengandung banyak gula, jadinya bukan diet .
Sedangkan Giselle mengambil satu porsi sushi dan juga ice cream seperti Lea .
Selesai mengambil makanan, keduanya kembali duduk di kursinya yang tadi .
Menikmati makanan sembari berbincang - bincang kembali .
" Lo kok ngak bawa pacar La ? ." tanya Dinda kepo .
" Enggak Din ."
" Dia sibuk ." jawab Lea dengan alasan, padahal ia single .
Ini karena Giselle, yang waktu itu memberitahu kepada mereka jika Lea sudah memiliki pacar .
" Hati - hati lo La ."
" Kadang - kadang cowok bilangnya lagi sibuk tapi ternyata lagi sama yang lain ." Sisi mengompori .
" Tenang guys ."
" Pacarnya Lea setia kok ."
__ADS_1
" Gue jamin 99,9 % ." Giselle bersuara membantu Lea menjawab pertanyaan itu .
" Lo kenal dekat sama pacarnya Lea ? ."
" Lumayan ,soalnya kan dia pacarnya Lea ."
" Kalau sampai berani selingkuh ."
" Gue pites tu cowok ." ucap Giselle sembari memeragakan tangannya mengubit sesuatu.
" Wah ..."
" Lea beruntung banget donh dapat pacar model begitu ."
" Jadi iri deh ." Gigi .
" Besok pas nikahan nya Vina lo harus bawa pacar lo La ."
" Harus pokoknya ."
" Kita - kita kan pengen tahu siapa gerangan pacar seorang Lea ." Dinda .
" Kalau bisa ya ."
" Soalnya dia sibuk banget orangnya ." jawab Lea .ini kebohongannya meeembet terus .
" Ya Allah ampunilah hambamu ini ." doa lea dalam hati.
" Lo rayu dong La ."
" Pasti bisa la ."
" Kalau pacar yang rayu pastinya dituruti ." Gigi .
" Gue usahain deh ." jawab Lea lagi . ntah siapa yang akan ia bawa dan diperkenalkan sebagai pacarnya .
Ngak mungkin bag Rey, karena mereka mirip .udah pasti ketahuan kalau kakak adik .
Kalau El .
Ngak mungkin juga, El masih sakit, lagipula Lea pasti gengsi la minta temenin ke nikahan sama mantan .
" Yakali gue sewa pacar ." batin Lea .
" Giselle harus tanggung jawab ini ."
" Gara - gara dia gue bingung sendiri ." gerutu Lea dalam hati .
Obrolan mereka berlanjut,dan tanpa terasa hari hari semakin malam.
Para tamu undangan satu persatu mulai meninggalkan tempat acara .
Ting
Handphone Lea berbunyi, pertanda ada pesan masuk .
Lea segera membuka handphone nya .
" Abang dibawah ." pesan dari Bang Reynand .
" Yuk pulang Gi ."
" Bang Rey udah dibawah ." bisik Lea tepat ditelinga Giselle .
Dibalas anggukan oleh Gisell .
Keduanya pun berpamitan untuk pulang .
Melangkah keluar ruangan dan berjalan menyusuri lorong hotel .
Memasuk lift yang akan membawa mereka menemui Reynand yang menjemput keduanya .
Reynand tidak membiarkan Lea pulang malam menggunakan taksi atau bersama teman .
Selalu jika Lea keluar malam, Rey akan menyempatkan diri menjemputnya .
Tipe abang idaman banget bukan .
Ah , jadi pengen punya abang, tapi kenyataan berkata lain, punyanya kakak segalak kak ros .
" Bang ." panggil Lea ketika melangkah mendekati Reynand yang sedang berdiri di samping mobilnya .
Penampilan Abangnya saat ini seperti cowok yang sedang menjemput pacarnya .
Mungkin jika keduanya tidak mirip, Rey akan dirinya pacar Lea .
" Masuk ." ucap Rey melihat kedua gadis yang bersahabat itu .
Rey menganggap keduanya sama, sebagai adik walaupun Giselle bukanlah adiknya .
Ketiganya memasuki mobil, Rey segera melajukan mobil ke jalanan yang lumayan sepi karena sudah mendekati tengah malam .
..........❣..........
...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...
...See You Next Chapter...
...Bye Byee...
.......
Rengat Barat
Sabtu, 8 April 2023
Pukul 23.53 Wib.
.......
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
...Lee Haechan ❤...
__ADS_1