MAHASTAMA

MAHASTAMA
Bab 8 . Tentang El


__ADS_3

...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


El mulai melatih kakinya untuk berjalan dengan bantuan dua tongkat sebagai penyangga .


Ia mengikuti saran dokter yang merawatnya .


Mengelilingi kamar menggunakan tongkat itu, dengan usaha keras El mulai menggerakkan kakinya dan mulai melangkah .


Satu langkah


Dua langkah


Baru dua langkah namun keringat sudah membasahi dahinya .


Huhhh


El berhenti sejenak sembari mengambil nafas dalam dan menghembuskannya .


" Semangat El ." ucapnya menyemangati diri sendiri .


Ia harus segera bisa berjalan kembali supaya lebih mudah untuk mengejar mantan kekasihnya itu .


Sudah beberapa hari ini El berusaha keras , setiap pagi sebelum ke kantor dan sore hari ketika ia pulang dari kantor, pastilah El belajar berjalan .


Ia merasa seperti bayi lagi .


Sudah sebulan berlalu dari kecelakaan itu, dan sudah satu minggu ini El belajar berjalan .


💚💚💚


Dan pagi ini El memasuki kantor sudah tidak menggunakan kursi roda, ia memasuki kantor dengan bantuan tongkat .


Dengan David yang berjalan dibelakangnya, ia waspada jika tiba - tiba sang bos terjatuh .


Namun walaupun El menggunakan kursi roda atau pun tongkat, pesonanya tetap tidak luntur sedikitpun .


Lea yang baru saja memasuki kantor setelah baru saja membeli sandwich untuk sarapan pun melihat pemandangan itu .


Ntah kenapa rasa bersalahnya masih utuh, bersalah karenanya El menjadi seperti sekarang .


El rela seperti itu demi dirinya .


Perlahan lahan Lea mulai mengikis rasa bencinya kepada El .


Dan mulai membuka hati sedikit demi sedikit menerima keberadaan El lagi di hidupnya .


Selama sebulan ini , setiap jam makan siang Lea menemani El makan siang diruangannya .


Dan setiap jadwal cek up, El selalu meminta Lea menemaninya juga .


" Jalarane tresno soko kulino " mungkin itu yang terjadi pada Lea saat ini.


Lea berdiri diam melihat El berusaha berjalan dengan tongkat hingga lelaki itu memasuki lift .


Lalu setelahnya barulah Lea melangkahkan kakinya kembali .


Ketika Lea baru sampai di meja nya, sebuket bunga tulip sudah menyambutnya .sambutan buket bunga yang setiap hari menghampiri Lea tanpa jeda .


Ya tanpa jeda .


Kalaupun kantor sedang libur, buket bunga itu akan beralih dikirim kerumahnya beserta camilan kesukaan Lea .


Ntah sampai kapan El akan melakukan itu, mungkin sampai Lea kembali menjadi kekasihnya, atau mungkin akan berlangsung lama, sebelum Lea menjadi istrinya .


Lea mengambil bunga itu, membuang bunga yang kemarin yang berada di dalam pot, dan diganti dengan bunga yang baru .


Karyawan yang seruangan dengan Lea sudah biasa melihat itu, dan merekapun sudah tahu siapa gerangan yang mengirimkan Lea sebuket tulip setiap hari .


Mereka tahu hal itu karena pernah melihat sendiri El menaruh bunga itu di meja Lea secara pribadi .


Namun mereka memilih diam, karena jika mereka membuka suara, pekerjaan mereka bisa saja terancam karena mengusik urusan pribadi CEO dingin itu .


Setelah menata bunga ke dalam pot berisi air, Lea segera memulai pekerjaannya hari ini .


Memulai bekerja sembari menggigit sandwich dan mengunyahnya .


Tadi ia tak sempat sarapan, karena kesiangan akibat marathon drama.


Itulah kebiasaan buruk yang susah untuk dihentikan Lea .namun harap dimaklumi, namanya juga cewek .


💚💚💚


Malam ini Lea dan Giselle akan menghadiri acara pertunangan Vina dan Aldo .


Dan saat ini Lea tengah memoles wajahnya dengan sudah mengenakan dress berwarna navy .


Setelah beberapa saat, wajahnya sudah terpoles bedak dan lipstick, tak lupa sedikit maskara dan teman temannya , namun dengan tipis saja agar tidak terlihat mencolok .


Selesai dengan itu semua, Lea beranjak dari kursi meja riasnya, tangannya menyambar tas kecil dan memasukkan handphone nya disana .


Ia berjalan keluar kamar dan menuruni tangga dengan pelan karena saat ini ia sudah memakai heels .


Jika tidak berhati hati ia bisa meluncur kebawah dengan mudah .


Sesampainya di bawah, Lea segera menuju ruang keluarga, yang disana terlihat Papi dan Reynand sedang bermain catur dan Mami yang asik menonton sinetron di layar televisi tepat di hadapannya .


Yang dua sedang melatih otak, satunya menonton drama yang episodenya melebihi panjangnya rel kereta api .


Ntah la, itu sinetron mungkin akan tamat ketika para pemainnya sudah lanjut usia dan kembali ke sang pencipta .


" Adek pergi dulu ya ." pamitnya kepada ketiga orang tersebut .


Mereka sudah tahu bahwa Lea akan menghadiri acara pertunangan salah satu temannya .


" Hati - hati " jawab ketiganya kompak, ciri - ciri keluarga bahagia ya gini .


" Nanti abang jemput jam sebelas ." ucap Rey , Abang Lea yang posesif terhadap adik perempuan satu satunya itu .

__ADS_1


" Okeyy ." ucap Lea sembari menunjukkan tanda okey dengan jarinya .


Ia pun berlalu dari sana, keluar rumah menunggu taksi yang sudah ia pesan .


Tak lama Lea berdiri di depan rumah, taksi yang ia pesan pun sampai .


Lea segera memasuki taksi, ia berbicara kepada supir untuk menuju kerumah Giselle .karena keduanya akan berangkat bersama .


Tin tin


Mendengar suara klakson, Giselle segera memakai Hells nya dan keluar rumah .


Ia menghampiri taksi dan masuk kesana, di dalamnya sudah ada Lea yanh sudah duduk manis .


" Wihh ."


" Dandanan lo mantep La ."


" Lihat lo gini, pasti nanti banyak yang naksir lo disana ." ucap Giselle sembari memperhatikan Lea dengan jeli .


" Gue biasa aja perasaan ." jawab Lea .


" Lo ngerasa biasa, tapi yang lihat lo beda ."


" Inget , jangan kepincut cowok disana ."


" Ada Pak El yang setia nunggu dirumah ." ucap Giselle menggoda Lea .


" Dirumah ? ." tanya Lea bingung .


" Ya iya dirumah, dirumahnya maksud gue ."


" Yakali Pak El nunggu di depan gang ."


" Pak El bukan remaja yang mainnya di gang La ." Giselle .


" Ya iyalah, ngak mungkin banget Pak El nunggu di gang ."


" Gengsi la dia ." jawab Lea .mustahil El melakukan itu .


Beberapa puluh menit berlalu, kini taksi yang mereka tumpangi sudah terparkir di depan hotel tempat dimana acara pertunangan Vina dan Aldo dilaksanakan .


Keduanya merapikan diri dengan bantuan kaca kecil andalan mereka sebel keluar dari taksi .


Tak lama keduanya pun keluar .


Berjalan beriringan memasuki hotel dengan anggun .


Sontak keduanya menjadi pemandangan manis beberapa pasang mata laki - laki sepanjang jalan .


Keduanya memasuki lift menuju lantai dimana acara berada .


Ting


Lift terbuka .


Kedua gadis itu berjalan , tampak di depan sebuah pintu, ada beberapa orang resepsionis gang berjaga disana .


Tak lama pintu ruangan dibuka, Lea dan Giselle dipersilakan masuk .


Mereka melangkah memasuki ruangan yang sudah penuh dengan dekorasi dan beberapa tamu undangan seperti keduanya .


Duduk di kursi yang sudah disediakan bersama teman - teman kantor lamanya .


Berbincang - bidang sejenak sebelum acara pertunangan dimulai .


" Beneran apa yang gue bilang tadi La ."


" Banyak cowok yang lihatin lo sekarang ."


" Coba lo lihat sekeliling kalau ngak percaya ." ucap Giselle sembari memberi kode melalui matanya .


Ntah kenapa sesama cewe kalau maslaha kode itu saling paham .


Beda kalau cewek kode sama cowok, ngak connect jadinya .


Ucapan Giselle membuat Lea melihat sekelilingnya, dan benar saja, ia menjadi pusat perhatian mata para lelaki disana .


Namun Lea menjadi risih sendiri akan hal itu .


Ia tipe orang yang tidak suka menjadi pusat perhatian , ngak enak aja gitu .


Acara pertunangan berlangsung beberapa puluh menit .


Dan sekarang tibalah para tamu undangan dipersilakan menikmati hidangan yang sudah di sediakan .


Lea yang sedang usaha diet karena tadi ketika ia iseng - iseng menimbang berat badannya melalui timbangan digital dan ternyata naik dua kilo .


Ia hanya mengambil ice cream saja .


Ini Lea sadar ngak sih, kalau ice cream mengandung banyak gula, jadinya bukan diet .


Sedangkan Giselle mengambil satu porsi sushi dan juga ice cream seperti Lea .


Selesai mengambil makanan, keduanya kembali duduk di kursinya yang tadi .


Menikmati makanan sembari berbincang - bincang kembali .


" Lo kok ngak bawa pacar La ? ." tanya Dinda kepo .


" Enggak Din ."


" Dia sibuk ." jawab Lea dengan alasan, padahal ia single .


Ini karena Giselle, yang waktu itu memberitahu kepada mereka jika Lea sudah memiliki pacar .


" Hati - hati lo La ."


" Kadang - kadang cowok bilangnya lagi sibuk tapi ternyata lagi sama yang lain ." Sisi mengompori .


" Tenang guys ."


" Pacarnya Lea setia kok ."

__ADS_1


" Gue jamin 99,9 % ." Giselle bersuara membantu Lea menjawab pertanyaan itu .


" Lo kenal dekat sama pacarnya Lea ? ."


" Lumayan ,soalnya kan dia pacarnya Lea ."


" Kalau sampai berani selingkuh ."


" Gue pites tu cowok ." ucap Giselle sembari memeragakan tangannya mengubit sesuatu.


" Wah ..."


" Lea beruntung banget donh dapat pacar model begitu ."


" Jadi iri deh ." Gigi .


" Besok pas nikahan nya Vina lo harus bawa pacar lo La ."


" Harus pokoknya ."


" Kita - kita kan pengen tahu siapa gerangan pacar seorang Lea ." Dinda .


" Kalau bisa ya ."


" Soalnya dia sibuk banget orangnya ." jawab Lea .ini kebohongannya meeembet terus .


" Ya Allah ampunilah hambamu ini ." doa lea dalam hati.


" Lo rayu dong La ."


" Pasti bisa la ."


" Kalau pacar yang rayu pastinya dituruti ." Gigi .


" Gue usahain deh ." jawab Lea lagi . ntah siapa yang akan ia bawa dan diperkenalkan sebagai pacarnya .


Ngak mungkin bag Rey, karena mereka mirip .udah pasti ketahuan kalau kakak adik .


Kalau El .


Ngak mungkin juga, El masih sakit, lagipula Lea pasti gengsi la minta temenin ke nikahan sama mantan .


" Yakali gue sewa pacar ." batin Lea .


" Giselle harus tanggung jawab ini ."


" Gara - gara dia gue bingung sendiri ." gerutu Lea dalam hati .


Obrolan mereka berlanjut,dan tanpa terasa hari hari semakin malam.


Para tamu undangan satu persatu mulai meninggalkan tempat acara .


Ting


Handphone Lea berbunyi, pertanda ada pesan masuk .


Lea segera membuka handphone nya .


" Abang dibawah ." pesan dari Bang Reynand .


" Yuk pulang Gi ."


" Bang Rey udah dibawah ." bisik Lea tepat ditelinga Giselle .


Dibalas anggukan oleh Gisell .


Keduanya pun berpamitan untuk pulang .


Melangkah keluar ruangan dan berjalan menyusuri lorong hotel .


Memasuk lift yang akan membawa mereka menemui Reynand yang menjemput keduanya .


Reynand tidak membiarkan Lea pulang malam menggunakan taksi atau bersama teman .


Selalu jika Lea keluar malam, Rey akan menyempatkan diri menjemputnya .


Tipe abang idaman banget bukan .


Ah , jadi pengen punya abang, tapi kenyataan berkata lain, punyanya kakak segalak kak ros .


" Bang ." panggil Lea ketika melangkah mendekati Reynand yang sedang berdiri di samping mobilnya .


Penampilan Abangnya saat ini seperti cowok yang sedang menjemput pacarnya .


Mungkin jika keduanya tidak mirip, Rey akan dirinya pacar Lea .


" Masuk ." ucap Rey melihat kedua gadis yang bersahabat itu .


Rey menganggap keduanya sama, sebagai adik walaupun Giselle bukanlah adiknya .


Ketiganya memasuki mobil, Rey segera melajukan mobil ke jalanan yang lumayan sepi karena sudah mendekati tengah malam .


..........❣..........


...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...


...See You Next Chapter...


...Bye Byee...


.......


Rengat Barat


Sabtu, 8 April 2023


Pukul 23.53 Wib.


.......


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...


...Lee Haechan ❤...

__ADS_1


__ADS_2