Marriage Betrayal

Marriage Betrayal
Bab 11.Penyesalan.


__ADS_3

Mia datang ke rumah arini untuk menceritakan kejadian yang di alaminya kemarin. Mia ingin muncurahkan rasa sakit hatinya pada kedua sahabat yang sangat ia sayangi.


"Jadi gitu ceritanya. "mia menghapus air mata yang jatuh karna ia menceritakan kejadian kemarin pada teman-temannya


Mia memegang tangan citra," Cit maafin gue, harusnya gue dengerin kata - kata lo pasti gue ngga akan kayak gini sekarang. "


Citra mengangguk" Iya gue pasti maafin lo kok, tapi lo harus janji jangan kayak gini lagi. Untung aja lo belum di apa - apain sama dia. "


" Iya gue ngga akan kayak gini lagi, besok - besok gue akan degerin kata - kata lo dan lo juga rin."


" Hmmm..." arini dan citrapun memeluk mia yang saat ini sedang patah hati dan terluka karna cowok brengsek yang memacarinya itu.


"Tapi ngomong - ngomong nih, lo beneran kan udah putus sama dia?" tanya citra melepas pelukannya dan kembali pada tempat duduk mereka masing - masing.


"Iya gue udah putus sama dia, mana mungkin gue masih jadian sama cowok yang udah gue tau belangnya."


"Terus kenapa cincinnya masih lo pake? '' ucap citra memegang jari manis mia yang masih terpasang cincin pemberian radit.


Dengan cepat mia langsung melepas cincin itu dari jarinya.


" Supah gue ngga sadar kalo gue masih make cicin dari cowok brengsek itu."


"Santai aja kali, yang liat kan cuma gue sama arini. Ngga ada radit kok di sini. "ucap citra mengambil cincin yang di letakkan mia di atas meja.


" Lo mau ngapain?kok lo kantongin?"


" Lumayan bisa gue jual, dari pada lo buang ya kan? "jawab citra cengengesan.


" Ada berkah di balik musibah." sambung citra.


" Gila punya sahabat gini banget." umpat mia.


" Udah biarin aja, lagian kamu juga ngga akan nyimpen cincin itukan? "


" Iiih.... ogah rin.mau berlian semahal apapun itu kalau cowok brengsek kayak gitu pasti gue buang"


"Jangan.. Kalau berlian mending buat gue lumayan kalau gue jual bisa dapet mobil. "


"Idih rakus banget lo." umpat mia namun hanya di tanggapi cengegesan oleh citra.


"Yaudah iklasin aja buat citra liat tuh dia seneng banget dapet cincin bekas."


Mia dan arini hanya terwa melihat citra yang mengira - ngira berapa uang yang ia dapat dari hasil ia menjual cincin tersebut.


"Sejutaan nih paling. "ucap citra yang kemudian kembali beralih menatap mia.


" Tapi mia kemaren lo ketemu angga ngga?"

__ADS_1


" Kok lo tau?" heran mia karna sepanjang ia bercerita tadi mia tidak menywbut nama angga.


"Lo ketemu?"


Mia mengangguk" iya. "


" Emangnya ada apa sama angga? Ada yang aku ngga tau ya?" tanya arini mendengar ucapan citra pada mia.


" Bentar rin, lo ketemu dia dimana?"


" Gue ketemu dia di cafe tempat gue ngelabrak radit. Awalnya gue juga heran sih kenapa angga tiba - tiba bisa ada di sana. Karna itu cafe bukan selera dia banget. "


" Emang kenapa lo tau sesuatu atau jangan - jangan angga diem-diem juga main cewek di sana ya?"


" Bukan gitu, jadi gini rin mia kemaren angga tiba - tiba datangin gue ke rumah sakit dia ngajakin gue buat bantuin dia........"


"bantuin Buat apa cit? Tanya mia penasaran karna citra menghentikan ucapannya begitu saja.


" Buat ngajakin lo jalan." bohong citra karna bagaimanapun ia tidak mau menghancurkan rencananya dan arini untuk membuat kejutan pada mia. Apalagi kalau ternyata angga juga menyiapkan kejutan pada mia pasti akan berantakan kalau mia sampai tau sekarang.


Arini mengerutkan keningnya melihat citra yang terlihat tidak jujur.


"Terus lo jawab apa? "


"Ya gue jawab dong kalau lo udah punya pacar. Gue jelasin pacar lo kayak apa gimana lo bisa ketemu dia dan awal pertemuan lo sama si radit ini."


" Gimana gimana?" tanya arini dan mia.


" Bukannya sedih dia malah marah - marah sama gue dia bilang gue sahabat yang ngga becus karna ngga bisa larang lo pacaran sama orang yang cuma lo kenal di media sosialnya aja."


" Dia langsung lari gitu aja karna dia mau mastiin cowok yang lo dapet itu cowok baik - baik atau ngga tapi tiba - tiba dia balik lagi buat minta foto sama IG nya radit ke gue."


" Sumpah momen itu hampir buat jantung gue copot. Dia kayak hantu tiba - tiba langsung ada di belakang gue."


" Lo bayangin lo balik badan terus langsung ada dia." sambung citra mempraktekkan.


Arini dan mia tertawa mendengar ucapan citra.


" Terus abis itu dia bilang ngga sama lo dia mau kemana, mau nyelidikin langsung atau ngganya?"


"Ngga sih dia cuma bilang kalau dia mau nyelidikin dan mastiin cowok lo aja. Abis itu gue ngga tau lagi."


Mia terdiam memikirkan perkataan citra tentang angga yang sebegitunya dengannya.


" Apa iya ya angga ke sana cuma untuk nyelidikin radit? '' batin mia.


************

__ADS_1


Arya dan nico menunggu angga yang mengajaknya untuk bertemu.


"Nah ini ni orangnya yang ngajak ketemu malah dia yang telat. "arya menunjuk ke arah angga yang senyum - senyum sendiri walaupun sudah di umpati oleh arya.


" Kenapa lo senyum-senyum sendiri?" tanya nico melihat arya yang duduk di kursi cafe dengan wajah yang berseri - seri.


" gimana ya gue nyampeinnya, pokoknya sekarang gue lagi seneng banget."


"Kenapa, pasti ini ada sangkut pautnya sama miakan? "


"Kok lo tau lo ngestalking gue ya."


"Idih amit - amit. "ucap arya menanggapi perkataan angga.


" Jadi kenapa lo ngajakin kita ke sini?" tanya nico to the poin.


" Jadi gini berhubung gue udah sedikit dekat sama mia, gue berencana mau ngasih dia kejutan ulang tahun besok sekalian di sana gue mau nembak dia jadi gue mau kalian berdua menyaksikan bagaimana sahabat kalian ini melepas status jomlonya besok. "


"PD banget lo emang yakin mia bakal nerima lo?"


"Ya terima ngga terima gue akan tetep ngejar dia sampai dia nerima gue. Yang penting usaha ya ngga nic?"


" Iya."


" Yaa siapa tau aja dengan gue nembak dia di depan lo pada hatinya bisa luluh dan mau nerima gue. "


"Emang lo udah siap kalau ternyata mia berkata sebaliknya dari apa yang lo harapin."


" Udah tentu gue udah siap. Lagian guekan udah biasa di tolak sama mia. Kalaupun besok gue di tolak gue bisa coba lagi besok besok dan besoknya lagi. "


" Wau... Gue salut sama lo ngga!" ucap nico bertepuk tangan sambil memukul bahu angga.


" Terserah lo deh." ucap arya yang terlihat sudah biasa mendengar kata - kata ini dari angga. Kebucinannya pada mia melebihi apapun sampai - sampai itu telingga jadi budek dan ngga peduli sama penolakan yang entah udah berapa ratus di ucapin sama mia.


"Oke pokoknya besok kalian harus stay di restoran yang udah di tentuin sama citra dan arini ya."


"Arini juga ikut?" tanya nico.


"Ya iyalah nic kan yang ulang tahun sahabat bini lo pasti dia ikut lah "ketus arya.


Nico terdiam hatinya menjadi ragu untuk menghadiri acara yang akan di buat angga.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2