Marriage Betrayal

Marriage Betrayal
Bab 36.Perjuangan angga


__ADS_3

Angga langsung ke rumah mia setelah ia selesai dinas ke luar negri untuk mengerus urusan perusahaannya. Pertemuan terakir yang membuat hubungannya kandas membuat angga tidak bisa mengundur lebih lama lagi untuk ia bertemu dengan mia. Makannya angga langsung menemui mia begitu pesawatnya landing.


Selama di luar negri angga selalu berusaha untuk menghubungi mia namun semua nomor dan media sosialnya di blok oleh mia.


Toko... Tok... Tok...


Angga sampai di rumah mia di saat hari sudah mulai gelap di tambah lagi hujan yang sangat deras.


Mia membuka pintu rumahnya saat ada orang yang mengetuk pintu rumah. "Ya... Sebentar! "Senyum di wajah mia seketika lenyap saat tau tamu yang datang ke rumahnya adalah angga.


" Hey..." sapa angga melambaikan tangannya ke arah mia.


Mia melihat angga dengan tatapan bingung sekaligus kesal." ngapain kamu ke sini? "tanya mia masih berdiri di depan pintu tanpa mempersilahkan angga masuk.


" Aku ke sini mau meperbaiki hubungan kita mia."


" Memperbaiki hubungan?... Hubungan apa, hubungan kita itu udah selesai. "ketus mia.


" Hubungan kita belum selesai, buktinya kamu masih bicara dengan panggilan aku dan kamu. "


Mia terdiam ia reflek berbicara aku kamu pada angga," itu gua reflek, mendingan sekarang lo pergi deh. Gua ngga mau berhubungan sama cowok yang ngedukung temennya sendiri buat selingkuh." usir mia.


" Mia aku bener - bener ngga tau kalau nico itu selingkuh, aku juga kaget pas citra ngabarin kalau anak arini dan nico meninggal. "


" Anak arini meningal gara - gara nico selingkuh. Kalau nico ngga selingkuh mungkin sekarang anak arini masih hidup. Arini depresi, sedih dan kehilangan anaknya gara - gara ulah temen yang lo bela. "


" Mia please aku ngga ngebela nico kalau aku tau nico selingkuh aku ngga akan tinggal diam aku pasti akan marahin bahkan mukulin dia supaya dia bisa sadar kalau perbuatannya itu salah.


"Sorry ngga kepercayaan gua udah hilang. Sekalipun lo memohon atau bahkan kehujanan sekalipun gua ngga akan bisa nerima lo lagi sebagai tunangan gua. "mia masuk kedalam rumahnya dan mengunci pintu rumah membiarkan angga yang masih berdiri di depan rumahnya.


" Kalau memohon ngga bisa buat kembaliin hubungan kita mungkin dengan aku memohon sambil kehujanan bisa buat kamu luluh." batin angga yang kemudian berjalan menuju halaman rumah mia lalu bersimpuh sambil berteriak minta maaf pada mia. Angga benar - benar rela kehujanan demi membuktikan cinta dan ketulusannya pada mia.


Mia melihat angga yang benar-benar melakukan apa yang ia katakan tadi. "gila... Ngga mikir apa kalau dia sakit gimana?...." kesal mia menutup hordeng jendelanya dan berjalan ke tengah - tengah rumah tanpa mempedulikan angga yang kehujanan.


***************

__ADS_1


Nico membuka pintu rumahnya saat arini sampai di rumah. Keadaan arini yang basah kuyup di tambh lagi dengan mata sembabnya membuat nico hawatir pada arini.


Kamu dari mana? "tanya nico namun arini tetap diam dan terus berjalan ke lantai atas.


" Arini... Kamu dari mana? Kenpa basah kuyup kayak gini ha?" nico berusaha menyekal tangan arini namun selalu di tepis oleh arini.


"Kamu dari mana?... Dengerin aku dulu! "sambung nico mencoba untuk menghentikan langkah arini yang masih saja terus berjalan menaiki tangga.


" Arini!..."


" ARINI YANG KEHILANGAN ERVAN BUKAN CUMA KAMU!...." Bentak nico mencekal tangan arini.


" Aku juga kehilangan ervan... Bukan cuma kamu." air mata nico menetes saat emosinya sudah tidak dapat ia tahan lagi. Ia juga sangat sedih kehilangan anaknya sama halnya dengan arini tapi melihat sikap arini yang merasa jika ia lah yang paling merasa sedih dan sakit membuat nico menjadi kesal dan marah.


"Aku juga... "sambung nico menatap arini yang menatapnya dengan tatapan dingin.


" Aku juga sakit, aku juga sedih aku juga marah aku juga kesal sama diri aku... I'm sorry"


"Aku minta maaf.. Aku minta maaf. "arini menepis air matanya melihat nico yang menangis mengungkapkan kesedihan hatinya.


Nico berjalan mendekat lalu memeluk arini," i'm sorry for you... Aku minta maaf kalau ini semua emang salah aku. "tangis nico dalam pelukan arini.


**************


Sudah satu jam lebih angga bersimpuh di halaman rumah mia. Keadaan angga yang basah kuyup membuat mia menjadi hawatir dan terpaksa harus menghampiri angga untuk mengusirnya.


Angga mendongak saat mia datang dan memayungkannya. " Akirnya..." ucap angga menyengir kuda.


"ngga usah ke PD an gua ke sini mau ngusir lo. Ganggu banget tau ngga lo di sini, kenapa sih batu banget jadi orang!...." kesal mia.


"Aku batu kayak gini karna aku cinta sama kamu, aku mau tunjukin keseriusan aku ke kamu. Aku ngga mau kita putus jadi tolong terima aku lagi." angga berdiri lalu memegang tangan mia.


"Aku angga bukan nico jadi tolong jangan samain aku dengan dia. Karna aku dan nico itu dua orang yang berbeda. Mungkin nico tega menyakiti arini tapi engga dengan aku mia. Aku cinta dan sayang banget sama kamu, aku ngga akan lakuin hal bodoh seperti yang di lakuin nico. "


" Tolong percaya sama aku, aku bener - bener serius sama kamu, aku mau kamu menikah sama aku." tatapan tulus dari angga dan penuh keseriusan membuat mia luluh.

__ADS_1


" Oke... Gua tunggu lamaran lo." senyuman lebar lansung terpancar di wajah angga saat mia menyetujui lamarannya lagi.


" tapi kali ini gua mau lo dateng sama keluarga lo dan ketemu sama keluarga gua, gimana... lo bisa?"


Angga mengangguk, "tentu bisa banget. Kapan?" tanya angga.


"Minggu depan pas mereka balik dari amerika. "


"Oke.... "ucap angga yang melompat - lompat kecil sangking senangnya. Akirnya perjuangannya untuk hujan - hujanan sampai basah kuyup seperti ini tidak sia-sia.


" Yeee married.." sorak angga sangking senangnga. Mia menahan tawanya melihat tingkah angga yang menurutnya sangat mengemaskan.


"Sebentar lagi kita married... "angga memegang tangan mia lalu mengajak mia melompat bersama.


*************


Nico masuk kedalam kamar saat arini baru saja selesai mandi dan bersih - bersih. Arini masih mengenakan baju handuk dengan handuk yang menggulung di atas kepalanya. Arini duduk di meja rias melepas handuk di atas keplanya lalu menyisir rambutnya.


Nico mendekati arini yang sedang menyisir rambut. Nico memeluk arini dari belakang. Pelukan nico membuat arini berhenti menyisir rambut. Arini meletakkan sisir itu di atas meja rias lalu memperhatikan wajah nico dari dalam cermin rias.


Nico menjilati leher arini dan sesekali mencium lehernya. Nico mengibaskan rambut arini agar ia bisa leluasa mencium leher arini. Arini menikmati ciuman hangat nico sampai ia berdiri lalu berbalik dan mencium bibir nico.


Nico tak tinggal diam, nico langsung membungkam mulut arini dengan mulutnya. Mengecup dan mengecap rasa bibir itu. Pelan - pelan nico memasuki mulut arini lidahnya mulai mengeksplore rongga mulut arini.


Nico menjatuhkan tubuh arini ke atas kasur. Lambat laut couman itu semakin dalam. Lidah mereka saling bertautan tangan nicopun tak bisa diam. Tangannya mulai menjelajahi pinggang arini dan memeluk arini lebih erat. Ciuman nico dan arini semakin dalam sampai arini tersadar lalu mendorong tubuh nico menjauh dari tubuhnya.


Arini menarik selimut lalu tidur dengan posisi membelakangi nico. Arini menepis air matanya lalu memejamkan matanya.


Nico yang melihat sikap arini seperti itupun hanya bisa diam lalu ikut tidur di samping arini tanpa berbicara apapun.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2