
"Hey... "ucap mia dan citra juga angga masuk kedalam ruang rawat arini.
Angga meletakkan buah yang di bawanya di atas meja dekat sofa.
" Nico mana rin?" tanya angga karna tidak melihat nico di sana.
" Tadi keluar, katanya mau nelfon klien. "
Angga mengangguk," yaudah kalau gitu gue nyusulin nico dulu."
"Oh.. Iya. "ucap arini.
Angga pun keluar dari ruangan arini menyusul nico yang sedang menelfon rekan kerjanya di luar.
" Gimana keadaan lo? "tanya mia.
" ya aku baik... Eeee mia makasi ya udah jagain cika, kamu juga cit. Thanks"
"Apaan sih lo rin, biasa aja lah lagian kita seneng jagain cika ya ngga mi? "ucap citra.
" Iya cita itu anaknya seru tau." jawab mia.
Arini tersenyum namun perlahan - lahn senyumana arini hilang,arini terlihat murung seperti ada yang ia hawatirkan.
Citra dan mia saling berpandangan melohat arini yang tiba-tiba terdiam dengan wajah murung.
"Rin.. Lo ngga papa kan?" tanya citra hawatir.
"Rin!" ucap mia, mengejutkan arini.
"Iya... "jawab arini melihat ke arah keduanya.
" Lo bener-bener ngga papakan?" tanya citra.
" Apa perlu gue periksa? "tawar citra.
Arini menggeleng," Ngga.. Ngga aku ngga papa, aku cuma sedikit ngantuk mungkin karna pengaruh obat. "
" Serius?" tanya mia memastikan.
Arini mengangguk," Yaudah kalau gitu lo istirahat aja, biar kita nunggu di sini sampai nico balik! "ucap citra yang di agguki oleh mia.
Arini krmbali menggeleng," ngga.. Ngga usah, lagian paling sebentar lagi mas nico ke sini. "
" Tapi rin..."
" Aku ngga papa cit." arini pura - pura menguap aku kayaknya udah ngantuk banget deh. "ucap arini menyuruh kedua temannya itu untuk pergi.
" Yaudah kalau gitu kita pergi dulu, lo baik - baik ya di sini." ucap mia yang tidak mau mengganggu istirahat arini.
Arini mengangguk, melihat kedua temannya itu keluar dari kamar inapnya.
Arini menghela nafas panjang, "Aku hawatir cika ngga akan seperti yang kalian katakan jika terbukti mas nico selingkuh. "batin arini melihat nomor yang ia ambil dari ponsel nico kemarin.
***************
" Cit lo ngerasa ada yang di sembunyiin arini ngga sih?" tanya mia duduk di kursi kantin rumah sakit.
" Hmmm... Kalau gua malah curiga sama nico yang nyembunyiin sesuatu dari arini." jawab citra yang membuat mia mengerutkan keningnya.
" Maksud lo?"
"Yaa... Gimana ya, gue ngerasa kalo nico itu kurang perhatian sama arini."
"Bisa ajakan kalo nico emang lagi sibuk. ''
" Iya sibuk tapi sibuk sama kerjaan apa sama cewek lain!? "
"Maksud lo nico punya wanita lain gitu? "tanya mia menebak arah pembicaran citra.
__ADS_1
***********
" Iya sayang nanti aku kesana ya!" Nico terlihat tersipu - sipu dengan gelagat orang yang kasmaran saat bertelfonan entah dengan siapa itu.
Angga tidak sengaja mendengar pembicaraan nico di itu telfon.
" Sayang?" batin angga mengerutkan keningnya"Nico telfonan sama siapa?... Arini?" batin angga menerka-nerka.
" Iya.. Iya sayang."
Angga mendekat lalu memegang pundak nico." Nic... "panggil angga yang membuat ponsel nico terjatuh dan panggilannya terputus.
" Angga..." ucap nico, terlihat jika nico sangat tegang melihat kehadiran angga yang tiba-tiba.
" Lo sejak kapan ada di sini?" sambung nico.
" Kenapa nico keliatan cemas banget ya?" batin angga yang merasa curiga dengan sahabatnya itu.
"Baru aja, gue baru nyampe. Lo telfonan sama siapa?"
"Oooo... Itu gue telfonan sama klaen gue. "ucap nico mengambil ponselnya.
" Oooo..." ucap angga yang terdiam karna jawaban sahabatnya itu.
************
Citra mengangguk," Lo ngerasa gitu juga ngga sih? "tanya citra.
Mia terdiam," gini ya mia lo kan pengacara, lo juga udah banyak nanganin kasus kayak gini pasti lo peka banget masalah - masalah ginian. Gue aja yang oon ngerasa kalo sikap nico itu beda banget. "jelas citra.
" Sebenernya gue juga ngerasa gitu sih, sikap arini yang tiba - tiba diem kalau kita lagi bahas perselingkuhan apalagi kalo kita bahas nico arini kayak takut, bukan takut sih lwbih tepatnya kayak tertekan gitu." jawab citra.
" Nahkan gue juga ngerasa gitu sih, tapi kalau nico menurut lo gimana?"
" Dari sudut pandang sebagai pengacara?" sambung citra.
" Iya... Gue ngerti."ucap citra mengangguk - ngangguk.
" lo liat nico pas dateng kerumah sakit kemaren ngga sih? "
" Iya, kenapa? "
" Penampilan nico kemarin itu berantakan banget lo kemeja jas bahkan dasinya kemana - mana gitu."
" Kemana - mana emang lo pikir itu ada dasi ada kakinya."
"Iiiihhh... Bukan gitu maksuda gue, penampilan nico kemarin itu kusut berantakan kayak abis...." mia menatap citra tanpa menyudahi ucapannya.
" Tidur maksud lo?" sambung citra yang di angguki oleh mia.
Di sisi lain angga yang baru kembali dari ruangan arini melihat pujaan hatinya dan citra sedang mengobrol di kantin rumah sakit. Wajah mereka yang terlihat serius membuat angga tak tahan ingin mengejutkan keduanya.
Angga berjalan perlahan - lahan menuju keduanya, sesampainya di meja citra dan mia anggapun menggebrak meja dan membuat keduanya terkejut.
Brak....
"Astaga. '' ucap mia dan citra memegangi dadanya.
" Angga!" kompak mereka berdua.
Angga hanya cengengesan sambil duduk di kursi sebelah mia.
" Lagi bahas apaan sih kok keliatannya serius banget?" tanya angga.
" Udah tau lagi serius malah dikejutin." ucap mia yang terlihat BT dengan perbuatan angga.
Angga tersenyum lalu mengacak - ngacak rambut mia" uuuuu..... Jangan cemberut gitu dong sayang, kamu makin ngemes jadinya tau ngga. "ucap angga menatap mia yang engga melihatnya.
" Ngga usah ngerusak mood gue deh, gue tau kalain lagi pdkt tapi ngga usah di depan gue juga. Enek tau ngga liatnya!" sindir citra menatap sinis pasangan yang ada di depannya.
__ADS_1
" Apaan sih lo." ucap mia menepis tangan angga sambil menyembunyikan senyumnya.
" Iri ya lo, makannya cari pacar!" ucap angga.
"Ngga usah mikirin gue pikirin aja nasib lo. "balas citra.
" Tapi masih mendingan gue sih udah ada target dari pada lo ngga adakan?" balas angga lagi yang membuat citra semakin geram.
Citra berdecak, memutar mata melasnya.
" Hmmm... Ngga lo tau nggak sih nico sekarang lagi sibuk apa?" tanya citra membuka pembicaraan lagi setelah perdebatan mereka tadi.
Angga mengerutkan keningnya melihat citra yang tiba-tiba menanyakan nico kepadanya.
"oooo... Jadi dari tadi kalian bahas nico?" tebak angga yang membuat wajah keduanya tegang.
Mia menendang kaki citra sambil mengode untuk tidak membahas Arini ataupun nico di dekat angga.
"Apan sih, sakit tau, "ucap citra yang membuat mia berhenti menendangnya.
" Tenang aja gue ngga ember kok." sela angga.
" Bagus deh kalau lo ngga ember.jadi dia lagi sibuk apa sekarang? " ucap citra yang tidak mempedulikan pengodean mia.
" Emm.. Setau gue dia lagi sibuk ngurusin proyek besar yang dia menangin sih, makannya dia sibuk banget sekarang"
"Yakin cuma itu aja? "
"Maksud lo "
"Ngga-ngga ada citra ngga maksud apa-apa, ngga usah di jawab ngga penting. "ucap mia memotong pembicaraan citra dan angga.
" Iyakan cit?" ucap mia memaksa citra mengiyakan ucapannya.
" Hmmm..." jawab citra sembari mengangguk.
Angga ber oh ria, kemudian berdiri untuk memesan makanan.
" Kayaknya gue juga harus cobain nih makanan kantin rumah sakit, gue pesen dulu ya!. "ucap annga
melihat ke arah mia" kamu mau pesan juga ngga sayang? "tanya angga menawari.
" Ngga gue ini aja." jawab mia memperlihatkan kopinya.
" Gue aja, tambahin nasi goreng." ucap citra.
"Lo pesen sendiri. ''
"Pelit lo, "umpat citra namun tak di acuhkan oleh angga.
" Citra lo ngapain sih tanya-tanyain nico ke angga."
"Iiih... Emangnya kenapa sih lagian dia kan bilang kalau dia ngga ember. "
" Tapi tetep aja lo ngga seharusnya nanya itu ke dia." kesal mia
"Iya... Iya gue minta maaf. Udahkan. "ucap citra menyeruput minumannya.
Di sisi lain angga yang sedang memesan makanan malah terpikir dengan pembicaran nico yang tidak sengaja ia dengar tadi. Di tambah lagi dengan nico yang berbohong, itu jadi membuat angga jadi ikut curiga, sama dengan yang di curigakan mia dan citra.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1