
Nico menelfoni semua teman - teman kheaya yang ia kenal, bahkan nico juga mencari khesya ke sekolahan tempatnya mengajar. Semalaman tidak pulang membuat nico sangat hawatir, ia tidak tau kemana perginya khesya. Nico tidak tau harus mencari khesya kemana kepalanya pusing, otaknyapun kacau, ia menyesal telah mengizinkan khesya bertemu dengan arini kermarin.
"Key kamu di mana? Please kasih tau aku! "isi chat yang terus - terusan nico kirim ke semua media sosial khesya. Entah telah berapa ratus kali nico mengirim pesan.
Bel apartemennya berbunyi, dengan cepat nico berlari menuju pintu apartemennya. Nico sangat yakin jika itu pasti khesya.
" Sayang kamu...." seketika nico bungkam saat melihat dua orang pria berdiri tepat di depan pintu apartemen.
"Maaf apa ini kediaman ibuk khesya admaja? "tanya dua orang itu pada nico.
Nico mengangguk," iya kalian siapa ya? "heran nico dengan kehadiran dua pria tersebut.
" Kami di perintahkan oleh ibuk khesya untuk mengemas semua barang - barangnya. "
" Mengemas.... Mak-maksud kalian apa ya? "
" Ibuk khesya pergi keluar negri"
"Keluar negri, kemana? "
"Maaf pak kamu tidak tau kamu hanya di tugaskan untuk merapikan semua barang ibuk khesya di sini."
"Ngga ngga jangan - jangan kalian penipukan. Kalian perampok bukan? "ucap nico menghentikan kedua orang tersebut.
Salah satu dari mereka mengeluarkan surat perintah yang di tulis langsung oleh khesya bahkan di sana juga ada tanda tangan sekaligus rekaman suara khesya yang di peruntukkan untuk nico.
" Bapak bisa dengar sendiri jika bapak masih belum percaya! "ucapnya menyerah ponselnya pada nico.
Nico mengambil ponsel itu dan memutar rekaman suara yang di berikan dua orang itu.
" Mas nico.... , maaf aku pergi mendadak tanpa memberitahu kamu bahkan aku ngga pamit sama kamu...
__ADS_1
Sorry pasti kamu sangat hawatir karna aku yang hilang begitu saja. Aku udah ngga sanggup lagi mas dengan semua ini. Aku ngga bisa ngecewain keluarga aku, aku ngga mau orang tua aku malu. Nama baik perusahaan keluarga aku beserta keluarga aku hancur, aku ngga mau mas.
Sekali lagi aku minta maaf mas, aku tau ini pasti menyakitkan untuk kamu, tapi perlu kamu tau ini juga sangat sakit untuk aku.aku ngelakuin ini karna aku cinta sama kamu mas, aku sayang, sesayang itu sampai aku ngga mau melihat kamu menderita. Aku ngga mau kamu di penjara, aku takut perusahaan yang kamu bangun mati - matian hancur karna scandal ini.....
Aku harap kamu bisa mengerti ya mas. I love you...... "
Rekaman suara yang singkat itu cukup membuat seluruh tubuh nico melemah bahkan ia serasa tidak sanggup untuk bangkit lagi.
Perempuan yang ia perjuangkan malah pergi meninggalkannya seperti ini. Kecewa, tentu saja. Marah? Apalagi jangan tanyakan perasaan yang ia rasakan sekarang karna semua itu terasa campur aduk sampai - sampai ia tidak tau harus mengespresikan seperti apa perasaannya saat ini. Nico merasa gila untuk kedua kalinya gara - gara ini, kenapa bisa khesya setega ini kepadanya? Ada apa, perkataan apa yang di katakan arini sampai - sampai khesya pergi tiba - tiba bahkan tanpa pamit sedikitpun padanya?. Apakah ancaman? Perkataan tajam atau apa? Apa..... Nico serasa ingin lenyap dari dunia ini, rasa sakit ini? Di mana ia harus mencari penawar rasa ini? Kemana ia harus berlabuh? Apakah arini? Tidak mungkin arini sudah sangat benci kepadanya. Lalu ia harus apa?. Nico kehilangan akal karna ini semu ia tidak bisa berfikir apapun sekarang.
Dua orang petugas tadipun keluar membawa semua barang - barang khesya, entah kemana akan mereka bawa nico tidak tau. Nico hanya bisa melihat tanpa bisa mencegah, mulutnya terasa sangat berat untuk mengatakan jangan, kakinya terasa sangat lemah untuk menghalangi itu semua.
***************
"Aziehhh.....yang mau nikah. "goda citra pada mia dan angga di saat mereka berkumpul di restoran langganannya.
" Nikah, kok gua ngga tau?" tanya satria yang juga ikut bergabung di sana.
" Ya... Lo sih kudet (kurang apdate) pasien pasien mulu yang lo cari tau." cerocos citra.
" Iya bener tuh..." ucap mia mendukung.
" Iiiihh..sialan lo ya mentang - mentang mau nikah jadi kompak begitu. "
Angga dan mia mengangguk sambil memamamerkan wajang songong mereka.
" BTW bukannya hari ini lo mau ngajuin tuntutan sama arini?" tanya citra pada mia.
" Harusnya sih iya tapi arini ngebatalin. "jawab mia sambil menyantap makanannya.
" Kenapa?" tanya satria ikut nimbrung.
__ADS_1
" Arini keingit kata - kata lo cit. "
" Kata - kata apaan?" tanya citra.
" Soal ngikutin ego. Arini ngerasa kalau saat ini itu dia cuma ngikutin ego nya bukan harga diri yang seperti dia bilang kemarin. Dia sadar kalau perbuatannya saat ini itu ngga bener makannya dia nyuruh gua batalin. "jelas mia.
Satria tersenyum," Akirnya arini balik balik lagi seperti dulu. "ucap satria.
Citra mengangguk," iya, gua lega dengernya. ",
Mia mendengus," gila ya.. Perempuan sebaik dan setulus arini di sia - siain gitu aja sama nico cuma buat pelakaor yang menurut gua B aja gitu. "
" Yaa mau gimana lagi mi, namanya juga cinta. Kita juga ngga bisa nyalahin mereka." saut satria.
" Cinta sih cinta tapi seenggaknya mikir juga kali,, udah punya istri masih aja ngelirik cewek lain." kesal mia.
" sabar sayang... sabar ngga usah pake emosi. "ucap angga menenangkan mia yang nyerocos.
Mia beralih menunjuk angga," awas aja ya kalau sampai kamu kayak gitu aku penjarain kamu seumur hidup kalau perlu hukuman mati aja sekalian." ancam mia pada angga.
"Engga sayang, aku ngga bakal kayak gitu, i promise." angga menaikkan dua jarinya membentuk hurup v.
"Nico bilangnya juga gitu pas nikah sama arini. "ucap citra memanas manasi.
" Citra..." ucap angga penuh penekanan sambil memelototi citra.
Citra cengengesan lalu menyeruput minumannya.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung