
Setelah beristirahat sebentarkeadaan arinipun menjadi sedikit membaik. Mia yang sangat hawatir dengan sahabatnya itupun langsung menanyai arini pelan - pelan.
"Rin sekarang lo cerita sama kita apa yang sebenarnya terjadi sama lo dan nico!. "
" Iya rin kita ngga akan bisa bantu kalau lo ngga cerita sama kita!" sambung citra.
"Aku...." arini menghembuskan nafas kasar, mencoba membangkitkan keberaniannya untuk menceritakan keadaan keluarganya yang sebenarnya. "aku-aku.... hiks Aku yakin kalau mas nico, hiks.. Hiks mas nico selingkuh." arini menepis air matanya, ia sangat malu mengakui keadaan keluarga yang hancur padahal selama ini keluarganya selalu di anggap sempurna oleh semua orang termasuk sahabatnya.
Semua teman arini kaget dengan penuturan arini, mereka tidak menyangka jika kecurigaan mereka pada nico selama ini benar.
"Mas nico selingkuh sejak awal kehamilan aku!..." Mia mengelus bahu arini, menenagkan sahabatnya itu.
"awalnya aku kira itu salsa, partner bisnisnya mas nico aku marah, aku kesal, aku emosi banget waktu itu sampe aku ikutin dia sampai ke hotel, aku labrak kamarnya. Kalian bisa bayangin kan aku ngelabrak dia" citra mengangguk "iya rin.."
"Hiks.. Tapi ternyata bukan dia orangnya." lagi - lagi arini menghembuskan nafas kasar.
"Mas nico tau karna aku ceritain semuanya ke dia, semenjak malam itu mas nico jadi jauh lebih berhati - hati terhadap semuanya. Dan itu cukup membuat aku kesulitan buat cari bukti - bukti kalau mas nico selingkuh." arini menepis air matanya lagi.
Citra memegang tangan arini, citra mengelus tangan arini.
" aku nemuin Satu nomor di Henphonenya mas nico, nomor itu di simoan atas nama pak Kevin. Katanya itu investornya atau apalah aku ngga tau tapi yang jelas itu bukan investornya. Aku pernah nelfon nomor itu dan ternyata yang ngangkat perempuan... Hiks.. "
Arini melihat ke arah mia," mi kamu inget nomor yang waktu itu aku minta untuk kamu nyelidikin yang aku bilang kalau itu untuk temanku."
" Tapi sebenarnya itu untukku mi.. Hiks"mia mengangguk "i'm sorry mi.. Hikss.. Hiks"
"It's oke rin...!" jawab mia mengelus bahu arini.
"Abis itu aku terus cari bukti lewat media sosial dengan nama lengkap yang aku temuin di aplikasi getname yang pernah kamu ajarin ke aku mia. "mia mengangguk.
" Aku nemuin akunnya dan aku liat followersnya dan ternyata mas nico juga ngefollow akun itu.aku ngga bisa liat postingan dan apapun itu tentang dia karna akunya di private. "
" Aku coba buat akun fake buat ngefollow dia... Tapi hiks.. Tapi sampai sekarang ngga di seb. Jadi sekarang jujur aku kayak ada di jalan buntu. Hiks.. Aku maju ngga bisa mau mundurpun aku ngga mau. Hiks.. Hiks.. Aku ngga mau ngelepas mas nico cit hiks.. hikss. "arini berulang kali menepis air matanya.jujur Keadaannya saat ini sangat sulit untuknya.
" iya rin gua tau, gua ngerti perasaan lo!.. "jawab citra dengan air matanya yang berlinang.
Arini menunjukkan kertas yang ia temukan di pintu kamarnya tadi pagi." Ini pesan yang di tingalin mas nico ke aku tadi pagi... Hiks dia nempelin ini di di pintu kamar. "citra mengambil kertas yang di tunjukkan arini padanya. Citra membaca tulisan di kertas itu, kemudian menunjukkannya ke pada mia dan satria.
" Coba gua liat! "pinta satria karna tidak terlihat begitu jelas olehnya.
__ADS_1
Citra memberikan kertas itu pada satria, setelah menerimanya satria pun langsung membacanya.
" Eeemmm... Rin menurut gua apa yang lo ucapin tadi kayaknya ngga membuktikan jika nico itu selingkuh karna bisa aja nico benar - benar sibuk dengan pekerjaannya. Dan lo di rumah sendirian lagi hamil besar jadinya lo mikir ke mana - mana, lo mikir yang aneh - aneh dan nuduh nico seperti ini. Jadi saran gua lebih baik lo lebih berpikir positif dan ngalihin pikiran - pikiran negatif lo itu ke hal-hal yang lebih bermanfaat supaya lo ngga curiga dan nudih nico yang ngga - ngga! "saran satria yang bermaksud agar arini lebih tenang. Agar arini dan bayinya tidak stres lagi, satria tidak mau terjadi hal buruk pada arini jika ia terua berpikir negatif yang hanya membuatnya stres dan keadaannya semakin memburuk.
" APA?.. MAAF BISA DI ULANG LAGI NGGA AKU NGGA DENGER KAMU BILANG APA TADI!!! "ucap arini penuh penekanan.
" Rin.."
"STOP! "arini membentak mia karna berusaha menghalanginya.
" Berfikir positif rin"
"DAN..?"
"Dan ngelakuin hal yang bermanfaat."
"KAMU GILA YA SAT?. AKU UDAH KAYAK GINI KAMU MASIH SURUH AKU UNTUK BERFIKIR POSITIF?
"arini memegangi kepalanya yang terasa sakit," SUMPAH AKU NGGA NGERTI SAMA KAMU.. "sambung arini yang sangat kecewa karna teman gtemannya tidak ada yang bisa mengerti dengan perasaannya.
“Rin..Rin dengarin gua rin!"
"Rin satria itu juga ada benarnya, bisa aja kalau saat ini lo itu lagi baperan aja, lo terlalu cemburu sampai lo mikir kejauhan kayak gini. "
Arini menggeleng, "SUMPAH AKU NGGA NGERTI SAMA KALIAN. KAMU BILANG APA CIT?.. AKU BAPERAN? CEMBURUAN?... HIKS..." arini menghembuskan nafas kasar.
"KAMU ITU NGGA TAU GIMANA RASANYA JADIA AKU CIT, KAMU NGGA TAU GIMANA SAKITNYA AKU. KAMU NGGA NGERTI!" bentak arini yang membuat citra terdiam menahan air matanya.
"Rin.. "mia mengelus bahu arini menenangkan arini agar tidak semakin emosi.
Arini menghela nafas panjang menenangkan dirinya yang terlalu terbawa emosi." I 'm sorry cit aku... "citra mengangguk" iya gua ngga papa rin. "
" Rin...! "ucap mia ingin menyampaikan sesuatu pada aruni.
Arini melihat ke arah mia," Tadi siang gua dapat info kalau paspornya nico itu udah cekin di bandara. "
Arini terkejut dengan ucapan mia, dia bahkan tidak tau jika mas nico akan pergi keluar negri hari ini.
" Dan barusan gua dapet manifes penerbangannya. Nama nico ada di list penumpang, dan dia duduk di samping perempuan yang bernama khesya admaja." jelas mia.
__ADS_1
Arini tertawa sambil menangis mendengar perkataan mia, "kalian denger sendirikan, apa belum cukup.. Hiks.. Hiks.. Hiks" arini menutup wajahnya sambil menangis.
Mia menunjukkan layar ponselnya pada arini,"penerbangan nico menuju alaska!" sambung mia.
Arini mengangguk"hikss.. Hiks.. Alaska... Alaska"arini tertawa sambil terus menangis.
Arini tidak menyangka jika nico pergi ke alaska dengan selingkuhannya. Harusnya dia yang kesana, harusnya dia yang melihat aurora berdua dengan nico. Melihat lukisan tuhan yang selalu ia inginkan sejak dulu bahkan sebelum ia menikah dengan nico. Padahal dulu nico sudah berjanji akan mengajaknya ke sana jika dia sudah sukses dan punya uang lebih dia akan mengajak arini ke sana tapi sekarang apa? Kenapa harus perempuan itu? Apa salahnya sampai nico setega ini?
FLASHBACK
Kelap kelipnya bintang di langit menghiasi kebersamaan arini dan nico saat ini. Di bangku taman dengan hiasan lampu menambah keromantisan mereka.
"sayang..." ucap arini menyandarkan kepalanya di atas bahu nico.
"iya kenapa sayang..? ." tanya nico mengelus rambut arini.
"Liat bintang kayak gini jadi keinget aurora deh mas. Pasti indah banget ya bisa liat lukisan tuhan menari - nari di atas langit."
"aku ingin banget ke sana, dari kecil aku terus bermimpi untuk bisa ke sana. Aku harap setelah kita menikah nanti kita bisa ke sana ya mas!" ucap arini mendongak melihat ke arah nico.
Nico mengubah posisinya, nico memegang wajah arini dengan kedua tangannya.
" Sayang.. Aku janji sama kamu, kalau nanti perusahaan aku udah berkembang dan sukses aku akan bawa kamu ke alaska untuk bisa liat aurora di sana. Aku akan temenin kamu sampai kamu puas liat aurora di sana. "
Aku tersenyum sangat lebar melihat nico yang sangat serius dengan janjinya," kamu janji? '' goda arini.
Nico mengangguk," i promiase!" jawab nico dengan pasti yang membuat aku langsung memeluknya dengan sangat erat.
"Thank you mas. "arini mencium nico yang juga di balas dengan ciuman manis oleh nico.
.
.
.
Bersambung
HAPPY READING GAYS!
__ADS_1