Marriage Betrayal

Marriage Betrayal
Bab 19.aku tau kamu selingkuh mas!


__ADS_3

" Bik..." sapaku menghampiri bik ratih yang sedang mencuci piring di dapur.


" Eh ibuk...... ada apa toh buk, ada yang mau bibik bantu?" tanya bik ratih saat aku telah sampai di sampingnya.


"Engga bik, ngga ada apa - apa. "


Bik ratih terlihat mengangguk - ngangguk sambil terus melanjutkan pekerjaannya.


"Ehmm.. Bibik pernah di telfon sama nomor yang ngga di kenal ngga sih bik? "


"Oh.. Tentu pernah lah buk, sering malahan sampai si asih kalau nelfon nomornya ngga di kenal terus soalnya dia sering gonta gganti nomor. "


"Itukan bibik kenal sama orangnya."


" Iya... tapikan tetap aja nomornya ngga di kenal. Emangnya ada apa sih buk?"


"Jadi gini loh bik akir - akir ini ada orang yang sering banget nelfon saya tapi nomornya ngga saya kenal, mau saya angkat tapi saya takut. "


"Harusnya ibuk angkat terus ibuk tanyaan ini siapa, dimana dengan siap ada keperluan apa? "


Aku tertawa mendengar ucapan bik ratih "udah kayak polisi aja bik."


"Ya harus gitu buk, biar kita tau dia siapa, biar ngga ganggu terus!"


"Yaudah kalau gitu bibik mau ngga bantuin saya buat telfonin orang itu."


"Oh jelas.. Sini telfonnya biar bibik telfon, biar tak tanyain tuh orang siapa ngangguin ibuk!"


"Jangan pake hp saya bik, pake hp bibik aja."


"Loh kenapa buk?"


"Kalau pakai hp saya nanti ketauan dong kalau saya yang nelfon."


"Oooo... Yaudah sini mana nomornya!" ucap ratih merogoh kantongnya untuk mengambil ponsel.


Bik ratih memasukkan nomor telfon yang aku berikan lalu menelfonya.


Drrrttt.... Dddrrttt..... Dddrrttt


"Sebentar ya, mis angkat telfon dulu! "pamit khesya pada anak didiknya.


Khesya mengangkat nomor telfon yang tidak ia kenal itu karna takutnya telfon itu penting.


" Halo..." jawab khesya yang di lotspikir oleh ratih.


"Perempuan buk, mau tak tanyain? "tanya ratih sedikit berbisik padaku.


" Ngga usah bik. Tutup telfonnya sekarang!" perintahku yang langsung di matikan oleh bik ratih.


" Kenapa ngga di tanya langsung aja sih buk?" protes ratih padaku.


" Ngga usah bik, lagian teryata dia perempuan lagian dari suaranya saya juga ngga kenal. "jawabku yang di angguki oleh ratih.


" Yaudah makasi ya bik." ucapku yang kemudian pergi.


**************


Cika masih enagan untuk bangun dari tempat tidurnya walaupun sudah berulang kali asih membujuk cika untuk segera bangun tapi cika tetap kekeh untuk tidak mau bangun.


"Udah sus biar saya aja!" ucap nico melohat cika yang pura - pura memejamkan matanya.


"Sayang... "nico mengelus rambut cika lembut.


" Cika... Ayo lah nanti kamu telat, papa juga telat. Emang kamu mau di marahin sama mis erika kalau kamu terlambat? "


Cika membuka matanya lalu merengek pada nico agar ia tidak usah sekolah," Cika ngga mau sekolah pa, cika mau di rumah sama papa juga sama mama! "


" Tapi papakan kerja sayang. "


" Papa ngga usah kerja aja, papa bisakan? "

__ADS_1


" Ngga bisa sayang papa ada janji sama tante salsa buat meeting hari ini. Kamu taukan kalau janji harus kita tepatin!"


Cika semakin merengek, "Pokoknya cika ngga mau sekolah."


"Udah biar aku aja mas!, nanti kamu telat"ucapku saat melihat cika yang berulah.


Nico menghela nafas lalu turun dari tempat tidur cika. Nico terlihat berat meningalkan cika yang sangat ingin bersamanya.


" Udah ngga papa biar aku yang bujuk dia nanti!" Nico mengangguk lalu keluar dari kamar cika.


****************


"Halo nic, gue kayaknya sedikit telat deh. Ngga papakan? "ucap salsa saat bertelfonan dengan nico.


" Iya ngga papa sal, lagian gue juga bakal telat soalnya gue mau ketemu sama orang dulu"


"Oooo... Oke, sampai ke temu di meeting nanti!" salsa menutup telfonnya lalu kembali terfokus pada nathan.


**************


Aku keluar dari rumah menyiapkan mobil untuk mengantar cika ke sekolah.


"Tutup pintunya sayang! "ucapku saat cika juga keluar dari rumah.


Cika terlihat sangat lemas tak bersangat saat menutup pintu. Wajahnya yang di tekuk saat melihatku membuat aku tidak tega untuk terus memaksanya sekolah.


" Yaudah mama nyerah, sekarang kalau kamu ngga mau sekolah kamu mau apa?"


"Ketemu sama papa."


"Tapi papakan kerja sayang "


Cika menghela nafas berat dan kembali menekukan wajahnya.


"yaudah - yaudah kita ke kantor papa sekarang."senyum terpancar di wajah cika, cika sangat girang.


" Tapi janji ngga boleh ganggu papa kerja ya!"


Cika mengangguk dan langsung masuk kedalam mobil.


****************


"Mana sih? "tanya Nico yang terlihat cemas.


Tok... Tok..


Khesya tiba-tiba saja muncul dan mengetuk pintu mobil nico saat nico sedang mencarinya.


Khesya tersenyum ke arah nico, kemudian masuk kedalam mobilnya.


" Hai..." khesya menaruh tasnya lalu mencium nico tanpa henti.


"Hey.. Hey!"ucap nico saat ia kehabisan nafas menerima ciuman khesya yang bertubi - tubi.


" Kenapa sih mas?"kesal khesya karna ia sangat merindukan nico.


" Ini di kantor, kalau kariawan aku liat gimana? "cemas nico.


Khesya melihat sekeliling parkiran." ngga ada orang di sini mas, percaya aja ngga akan ada yang liat! "kekeh khesya yang kembali mencium nico.


Tanpa di sadari nico mobil salsa masuk kedalam parkiran dan memarkir mobilnya bersebelahan dengan mobil nico.


Salsa membuka sabuk pengamannya kemudian mengambil yang ia letakkan di samping tempat ia mengemudi. Pandangan salsa tak sengaja menakap dua orang yang sedang bercembu mesra di dalam mobil. Salsa memperhatikan siapa orang yang berada di dalam mobil tersebut.


"Nico? "ucap salsa saat tau ternyata pria yang sedah berciuman mesra dengan wanita itu adalah nico.


Salsa menggeleng," Gila,ternyata dugaan arini bener kalau nico selingkuh. "


Khesya keluar dari mobil nico saat merasa jika kerinduannya pada nico telah terlampiaskan. Khesya tersenyum ke arah mobil nico sembari melambaikan tangan sebelum akirnya ia masuk kedalam mobilnya dan pergi dari kantor.


Salsa bersembunyi saat nco juga ikut keluar dari dalam mobilnya.

__ADS_1


**************


"Permisi mbak.... pak Niconya ada?" Ucapku mrnanyakan keberadaan nico pada resepsionis saat aku sampai di kantor Nico.


"Pak niconya sedang keluar buk, mungkin sebentar lagi pak nico kembali."


"Oooo.. Yaudah deh saya nunggu pak nico di ruangannya aja. "ucapku yang fi angguki oleh resepsionis itu.


Ayo cika!" ucapku memanggil cika yang sedang berjalan - jalan.


"Arini.. "ucap nico saat ia masuk kedalam kantor dan melihat istri dan anaknya datang.


" Sayang!" panggil nico melambaikan tangannya ke arahku.


" Itu papa." ucapku pada cika.


"Papa! "cika berlari memeluk nico.


Kamu dari mana mas?" tanyaku menghampiri nico.


Itu aku abis ketemu sama klaen. "jawab nico.


" Eh... Salsa." ucapku saat tak sengaja melihat salsa yang masuk tak lama setelah Nico.


Sontak saja nico langsung melihat kebelakang dan melihat salsa tersenyum ke arahnya.


" Jangan - jangan salsa melihat khesya." batin nico yang terlihat tegang mengingat salsa yang datang yang hampir beriringan dengannya..


********


Nico terlihat sangat cemas dari tadi ia mondar gmandir seperti ada yang ia hawatirkan. Aku yang melihat gelagat nico seperti itupun menjadi heran.


" Kamu kenapa mas, kamu ngerasa ke ganggu ya sama kita? "


Nico menggentikan aktivitasnya, "Bukan... Bukan begitu sayang aku-...." nico mencari gcari alasan agar arini tidak mencurigainya.


"Ini pak kevin dia ngga dateng, padahalkan meeting sebentar lagi di mulai.


"Memang sepenting itu ya mas?"


"Iya dong sayang diakan investor perusahaan aku jadi dia penting banget."


Aku mengangguk mengiyakan ucapan mas nuco walau masih terbesit fi perasaanku kalau mas nico tidak hanya menghawatirkan itu.


"Yaudah mas kalau gitu aku sama cika pulang aja ya."


"Loh.. Loh kok pulang kamu nyampe loh."


"Yaa... Ngga papa mas kamukan lagi sibuk, lagian aku sama cika juga mau mampir dulu ke mall sebelum pulang, iyakan sayang? "ucap arini merangkul cika yang berlari ke arahnya.


" Iya pa, papa mau ikut ngga temenin cika beli boneka? "


Aku mengusap kepala cika," papakan sibuk sayang. "jawabku.


" Maaf ya, papa ngga bisa ikut papa harus meeting sama tange salsa. "


Cika mengangguk," iya ngga papa cika ngerti kok, tapi papa harus janji sama cika kalau papa udah ngga sibuk lagi papa mau ya nemenin cika beli boneka." cika mengacungkan jarinya kelingkingnya ke arah nico.


Nico mengikat jari kelingkingnya di tangan cika, mengikat janjinya pada cika," iya sayang papa janji. "


Cika tersenyum lalu menarik tangan arini untuk segera pergi." ayo ma kita berangkat sekarang!"


"Iya.. Aku pergi dulu ya mas."pamitku mencium punggung tangan mas nico.


Nico mengangguk sembari tersenyum ke arahku.


" Gue harus pastiin kalau salsa liat khesya atau ngga di parkiran tadi!" gumam nico masih terlihat cemas jika rahasianya fi ketahui oleh salsa.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2