Marriage Betrayal

Marriage Betrayal
Bab 43.pembatalan tuntutan.


__ADS_3

FLASHBACK


Pekerjaan nico sangat padat saat ini, di tambah lagi tender yang ia incar ternyata malah jatuh ke tangan musuh perusahaannya sendiri.


Pikiran nico sangat kacau suasana hatinya sangat tidak nyaman sehingga nico memutuskan untuk bersantai sambil menenangkan pikirannya di restoran bintang lima yang sering ia kunjungi...


Saat sedang menyantap makanannya nico malah melihat sosok wanita cantik yang sangat ceria duduk di depan mejanya bersamaam dengan kedua orang temannya. Obralan mereka sangat asik layaknya para wanita lain yang sedang berkumpul. Namun di sini nico malah terfokus pada khesya ya nico tidak sengaja mendengar namanya dari kedua teman yang bersamanya itu. Sikap khesya yang mampu mencairkan suasana dan bisa membuat suasana menjadi asik membuat nico menjadi tertarik padanya. Nico menjadi sangat penasaran dengan khesya sehingga ia ingin berkenalan dan mendekati khesya lebih jauh lagi.


Di saat kedua temannya telah pergi dan hanya tersisa khesya di sana, nico mendektinya lalu mengajak khesya berkenalan.


"Hay.... "sapa nico menghampiri khesya.


" Hay..." jawab khesya tersenyum canggung.


" Boleh saya duduk? "tanya nico.


Khesya mengangguk.


" Kenalkan nama saya nico Hariyatma."nico mengulurkan tangannya pada khesya.


Khesya menerima uluran tangan nico," Khesya admaja. "


Nama yang cantik sama seperti orangnya." puji nico yang membuat khesya tersenyum malu.


"Thank you. "jawabnya yang berlanjut dengan obrolan yang hangat.


Perkenlan singkat yang sangat hangat itu berlanjut.


Nico yang sering mengantar dan menjemput khesya ke sekolah tempatnya mengajar, membelikan hadiah-hadiah manis bahkan mereka sering pergi dan jalan bersama. Cinta yang awalnya hanya biasa kini menjadi cinta yang sangat dalam sampai khesya tidak mau kehilangan nico begitupun sebaliknya. Bahkan saat khesya tau jika nico telah mempunyai istri khesya dengan gampangnya memaafkan nico dan mau menjalani hubungan tanpa status sampai sekarang ini.


Khesya memukul stir mobilnya dengan sangat keras, khesya menyesali semua yang sudah ia lakukan itu. Hal bodoh yang harusnya tidak pernah ia lakukan itu. Harusnya ia tidak pernah kenal dengan nico, harusnya ia tidak jatuh cinta dan harusnya ia tidak berada di posisi serba salah seperti saat ini.

__ADS_1


Khesya menangis sejadi - jadinya perkataan arini tadi terus terngiang di kepalanya. Semua telfon dari nico ia abaikan bahkan khesya sendiri tidak tau sedang dimana ia saat ini. Khesya melanjukan mobilnya tanpa arah mengikuti emosi dan pikirannya tadi.


Di saat kheaya sedang menangis tiba - tiba saja ada orang yang mengetuk pintu mobilnya.


Tok... Tok.. Tok..


Kheaya melihat ke kaca mobil, memasti jika itu bukan orang jahat yang akan menyakitinya.


Khesya memperhatikan lebih dekat ke kaca mobil saat melihat wajah yang tak asing baginya.


"Daniel..? "


***************


Satu minggu yang di janjikan mia pun datang, angga beserta keluarganya datang kerumah untuk melamarnya. Kedatangan orang tua angga di sambut baik oleh orang tua mia yang baru saja pulang dari amerika.


Pertemun ini sudah di katakan oleh mia bahkan sebelum orang tua angga datang. Orang tua mia mendukung dan menyetujui keputusan anaknya.


" Secepatnya pak. "jawab orang tua angga.


" kalau bisa sekarang kenapa. Ngga sekarang aja om?, iyakan sayang? "saut angga yang mendapatkan cubitan maut dari mia.


" Bencanda aja, emang lo kira buat mie instan. "kesal mia yang mendapatkan gelak tawa dari orang tua mereka.


" Ya kalau bisa segera kenapa harus menunda - nunda ya kan om?" ucap angga mencari pembelaan.


Hendra menggangguk mengiyakan ucapan calon menantunya itu.


Obrolan merekapun berlanjut sampai menentukan tangal pernikahan, gedung, tema pernikahan sampai dengan biaya pernikahan semuanya mereka persiapkan dengan matang .


************

__ADS_1


Mia dan juga arini sedang di jalan menuju pengdilan untuk mengajukan tuntutannya terhadap nico. Mia melihat arini yang terlihat sangat gelisah juga ragu dengan keputusan yang sudah ia buat ini.


Mia memegang tangan arini, "Lo ngga perlu ragu rin, keputusan lo adalah keputusan yang benar jadi lo ngga perlu takut!."


"Lo ngelakuin ini untuk mempertahankan harga diri lo dari cowok brengsek kayak nico. "ucap mia menyakinkan arini.


Arini menghela nafas panjang,"Stop mi..!" ucap arini menyuruh mia untuk menghentikan mobilnya.


"Kenapa rin?... "heran mia.


" Kamu pinggirin dulu mobilnya." mia menurut tanpa mau membantah.


"Ada apa, ada yang ketinggalan? "tanya mia setelah mobilnya menepi.


" Aku mau batalin tuntutan ini." jawab arini.


" Hah... Kenapa rin, why.?" tanya mia terkejut dengan keputusan arini yang tiba - tiba seperti ini.


" Yang di bilang sama citra bener mia,aku ngelakuin ini bukan untuk mempertahankan harga diri tapi aku lagi ngikutin ego aku mi. '' air mata arini berurai, "Ini ngga bener ngga seharusnya aku ngelakuin ini." sambungnya lagi sambil menangis.


"Kita balik kerumah ya! "ucap arini memohon pada mia.


" Oke... Kalau itu mau lo. Gua ngga akan lanjutin ini semua."


"Thanks mia. "ucap arini yang di angguki oleh mia.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2