Marriage Betrayal

Marriage Betrayal
Bab 20.apakah aku harus membuka hati?


__ADS_3

Di sepanjang waktu meeting nico tak henti - hentinya memandangi salsa, bukan dengan tatapan suka tapi dengan tatapan hawatir, sangat hawatir bahkan!. Kedatangan salsa yang hampir bersamaan dengannya membuat nico yakin jika salsa melihat apa yang telah ia lakukan bersama khesya di dalam mobil saat di parkiran. Walaupun salsa teman dekatnya tapi bukan tidak mungkin bukan jika salsa menyampaikan apa yang dia lihat pada arini dengan alasan kasihan atau kepedulian sesama wanita?!.


"Sa... Salsa! "nico mengejar salsa saat mereka baru saja selesai meeting.


Salsa menghentikan langkahnya lalu berbalik melihat ke arah nico." Nico, ada apa? "sasa mentap Nico, salsa tau apa yang akan di tanyakan nico kepadanya . Gelagat nico saat meeting membuat salsa merasa agak risih.


Nico terlihat ragu namun demi keselamatan hubungannya dengan khesya nico memberanikan diri untuk menanyakannya pada salsa. " Gue mau nanya sama lo? "


"Nanya soal apa?"


"Soal tadi pagi..... Di-diparkiran" jawab nico terlihat gugup.


"Oooo.. Soal lo ciuman sama selingkuhan lo itu. "salsa langsung to the poin karna tidak ingin berbelit - belit.


Nico terkejut bukan main, nico tidak menyangka jika dugaannya ternyata benar.


"Jadi lo liat?"


"Salsa mengangguk, "gue liat semuanya, ternyata dugaan arini bener ya. Lo selingkuh!..." salsa sengaja menekankan kata selingkuh pada nico karna dari dulu nico selalu mengelak saat ia meminta nico untuk jujur.


Nico mendengus kesal lalu menatap salsa dengan serius, "sa kita sama - sama megang kartu as kita masing - masing jadi kalau lo bongkar soal gue berarti sama aja lo bongkar rahasia lo sendiri."


Salsa mengerutkan keningnya"Lo ngancem gue? "


" Gue ngga ngancem lo, gue cuma ingetin lo kalau gue juga megang rahasia lo. "


"Terserah "ucap salsa yang kemudian pergi meninggalkan nico begitu saja.


******************


Khesya kembali ke sekolah tempatnya mengajar, khesya sengaja meminta izin pada pihak sekolah untuk datang terlamat agar ia bisa melapas rindu dengan nico.


Khesya memperbaiki pakaiannya sebelum ia masuk kedalam kelas..


"Yah... "khesya mendengus kesal saat tau jika salah satu kancing baju hilang." ini pasti jatuh di mobilnya mas nico. Aku harus kasih tau dia sebelum arini nemuin kancing itu.


Khesya mengeluarkan bajunya dari dalam roknya supaya kacing bajunya yang terlepas tidak terlihat begitu jelas.


Setelah merasa penampilannya cukuo baik khesya pun kembali berjalan menuju kelas yang telah siap untuk ia ajar.


Khesya admaja selain guru khesya juga merupakan psikolog anak, kecintaannya terhadap anak kecil membuat khesya ingin mengambil semua jurusan yang berhubungan langsung dengan anak - anak. Di sekolah tempatnya mengajar inipun khesya sagat di senangi anak - anak selain sifat lembut dan ceria khesya, khesyajuga memiliki sifat keibuan sehingga membuat anak - anak nyaman di dekatnya. Khesya juga pandai dalam hal membujuk anak sehingga khesya tidak hanya di senangi anak - anak namun juga para orang tua yang sangat percaya pda khesya.


Semua anak didik khesya yang mempunyai masalah baik keluarga ataupun teman berhasil di pecahkan oleh khesya. Pelan - pelan khesya mampu membalikkan jati diri anak yang terkena mental dawn. Oleh karna itu banyak dari sekolah baik luar ataupun dalam negri menawari khesya untuk bergabung brsama mereka bahkan banyak dari mereka menjanjikan posisi tinggi untuk khsya asalkan khesya mau bergabung dengan mereka.


Tapi sebaik apapun tawarannya khesya tetap menolak karna satu alasan yaitu Nico. Khesya tidak mau jauh dari nico lagi pula pekerjaannya sekarang sudah lebih dari cukup untuk menghidupinya. Khesya tidak perlu bergantung pada keluarganya lagi.

__ADS_1


"Ngga mau dad... Ngga mau. "khesya menoleh ke arah keributan.


Khesya melihat seorang anak laki - laki yang sedang bertengkar dengan seorang pemuda yang umurnya sepantaran dengannya.


" Aku ngga mau sekolah dad... Ngga mau. Aku mau nemenin papa!" berontak anak itu pada pria yang membujuknya untuk masuk.


"Rafa kamu harus sekolah nak! "


"Ngga mau! "


Khesya menghampiri kedua orang tersebut, "Permisi ini ada apa ya?" pria itu mendongak melihat ke arah khesya.


Laki - laki itu berdiri, menatap khesya dengan tatapan penuh tanya.


Khesya mengulurkan tangannya, cperekenalkan saya khesya saya guru sekaligus psikolok di sini.khesya memperkenalkan dirinya kepada pria tersebut.


Pria itu menerima uluran tangan khesya," saya Daniel. "daniel melepaskan tangan khesy." Maaf sudah membuat keributan. "


" Ngga papa kok pak." khesya berjongkok lalu mengelus rambut anak laki-laki yang sangat tampan itu." Kamu kenapa, kok tadi miss denger katanya kamu ngga mau sekolah."


" Rafa mau nemenin papa!"


Khesya mengerutkan keningnya," papa? "khesya melihat ke arah daniel.


Daniel menggeleng.


Anak itu menggeleng." papa kamu pasti ingin anaknya itu pinter, hebat terus bisa buat dia bangga. Kalau kamu ngga sekolah terus kamu mau bahagian papa kamu gimana?"


Anak itu terdiam dengan ucapan khesya kepadanya," sini deh miss peluk? "khesya memeluk anak itu dengan sangat tulus.


Sekolah di sini nyenengin tau, kamu bisa ketemu miss tiap hari, ngobrol sama miss di tambah lagi sama anak - anak yang baik dan seru." khesya menoel hidup anak itu sambil tersenyum, "buktiin deh kalau kamu ngga percaya!"


"Bener miss? "khesya mengangguk.


" Yaudah deh rafa mau sekolah. "


" Oke, let's go!" khesya menarik tangan rafa untuk ikut berlari bersamanya ke ruang kepala sekolah untuk mendaftar sebagai murid baru di sana.


Daniel tersenyum melihat perlakuan guru muda itu, ada rasa ketertarikan pada khesya melihat khesya yang mampu meluluhkan hati anaknya (keponakan).


*******


Sehabis kelas mengajar khesya meminta daniel untuk bicara dengannya mengenai rafa dan latar belakang rafa agar ia bisa memahami rafa nantinya.


Khesya mengajak daniel berjalan - jalan di taman sekolah untuk memperkenalkan lingkungan sekolah sekaligus agar ia bisa lebih enjoy berbicara pada daniel.

__ADS_1


"Jadi papa rafa itu udah meninggal."


"Iya sebulan yang lalu"


" kalau mamanya Rafa?..."


Daniel melihat khesya, "Pergi, entah kemana."


Khesya hanya mengangguk mendengar jawaban dari daniel, khesya tidak mau mengorek informasi tentang rafa lebih dalam lagi.


"Semenjak itu aku nyuruh rafa buat manggil aku dedi... Biar orang - orang nyaka kalau aku adalah ayahnya rafa dan rafa ngga di bulli sama temen - temennya. "


"Tapi ternyata itu ngga berhasil, aku ngga sebaik papanya rafa, aku ngga bisa urusin rafa sendirian karna kesibukan aku di kantor. Tanpa sepengetahuan aku rafa sering pergi ke kuburan papanya habisin hari - harinya di sana sampai banyak orang yang bilang kalau rafa itu gila. "


"Karna itu temen - temen sekolahnya jadi ngebuly dia, dia sering di ketawain karna ngga punya papa ataupun mama."


"Jadi karna itu rafa ngga mau sekolah..."


" Daniel mengangguk, dia trauma. Takut kalau perlakuan teman - temanya akan sama seperti di sekolah yang lama. "


" Bapak tenang saja apa yang di alami rafa di sana tidak akan terulang lagi di sini!"


"aku bisa percaya itu, apa lagi setelah aku melihat kamu memperlakukan rafa tadi."


"Memangnya saya memperlakukan rafa seperti apa? "


"Tulus.... pelukan kamu, kata - kata kamu ketulusan kamu membuat rafa bisa luluh dan mau mendengarkan kamu. Baru kali ini rafa bisa bersikap seperti itu pada orang yang baru ia temui."


Khesya tersenyum, mendengar jawaban daniel.


"Kapan - kapan apa kita bisa ngobrol lagi?"


"Oh tentu pak, kapanpun saya bisa apalagi itu menyangkut tentang rafa. Bapak bisa langsung temui saya di ruangan saya!"


"Bukan bukan maksud aku seperti dinner." kheaya mengerutkan keningnya." dengan rafa, aku mau buat dia ngerasa punya keluarga lengkap, kamu maukan? "


" Oooh..." khesya mengangguk" bisa pak , bapak bisa kabarin saya mengenai harinya. "


Daniel tersenyum sembari mengangguk," thanks, tapi ngomong - ngomong jangan panggil saya bapak!.... Kalau di lihat - lihat kita mungkin sepantaran jadi panggil nama aja! "


Khesya tertawa," oke... Oke! "


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2