Marriage Betrayal

Marriage Betrayal
Bab 39.Babak belur


__ADS_3

Nico meringkuk di sofa restoran tempat ia berkumpul dengan arya dan angga. Nico sangat pusing menghadapi masalahnya saat ini, tidak ada yang menegerti perasaanya baik arini ataupun khesya. Kedua wanita itu sama - sama membuatnya pusing sampai ia tidak bisa berfikir apapun untuk jalan keluar masalah yang ia buat sendiri itu.


"Jadi bener lo selingkuh...? "tanya angga melihat nico dengan sinis.


" Memang jatuh cinta itu salah. Perasaan itu tiba - tiba ada ngga gua ngga bisa ngelak semakin gua ngabain semakin perasaan itu makin dalem." jawab nico dengan tampang sedihnya.


" Jatuh cinta ngga salah, tapi cara lo yang salah. "


"Terus menurut lo gua harus gimana bilang sama arini dari awal kalau gua jatuh cinta lagi sama wanita lain, gitu?"


"Lebih baik emang kayak gitu, jadi arini tau kalau dia emang pantes ningalin lo dari awal." ketus angga yang sangat emosi. Mungkin dia bisa mentoleri perilaku nico yang lain tapi kalau ini angga sudah tidak bisa diam, menyakiti hti perempuan adalah hal yang paling pantang bagi angga.


Nico memelototi angga lalu berdiri, "maksud lo apa ya ngga, gua perhatiin dari tadi lo sensi banget sama gua?... Lo ada masalah apa sih?"


Angga berdiri, "Harusnya dari awal gua percaya sama mia kalau lo itu emang selingkuh bukan belain lo sampai hubungan gua hancur." ucap angga menunjuk ke arah nico.


Arya yang melihat situasi mulai tegang dan sudah tidak bisa di kendalikan lagipun berusah untuk menenangkan kedua temannya itu.


" Ngga, nic udah. Malu di liatin orang! '' tegur arya.


"Oooo... Jadi menurut lo hubungan lo hancur sama mia itu gara - gara gua?...."


"Iya... Gara gara laki - laki pengecut kayak lo yang ngga tau diri."


Nico langsung melayangkan pukulan ke wajah angga saat ia mengatakan hal yang sama seperti yang arini katakan waktu itu kepadanya.


" Woi... Kalian ngapain berantem sih... Stop!" arya berusaha melerai kedua sahabatnya itu.


Bugh...


Angga tak tinggal diam angga membalas pukulan nico "Harusnya gua ngga percaya gutu aja pas lo ngebacot sol telfon lo di rumah sakit." angga mencengkram kerah baju nico kuat


Bugh..


Nico membalas pukulan angga hingga angga terlempar ke lantai.


"Ngga usah sok suci jadi orang ngga. Lo goblok mau aja di mainin sama mia."


angga berdiri hendak memukul nico lagi namun arya dan beberapa kariawan restoran langsung menahan tubuh mereka masing - masing.


"Lo yang goblok an*ing! "teriak angga memberontak ingin memukul nico lagi.


Arya di bantu beberapa kariawan menyeret angga keluar dari restoran.


" Udah ngga udah, STOP." bentak arya setelah berada di luar bersama angga.

__ADS_1


"Lo ngga malu di liatin banyak orang...?, ngapain harus berantem sih? "


"Harusnya dia yang malu ar bukan gua."


"Tapi nico itu temen kita, harusnya lo ngga mukulin dia kayak tadi..."


"Dia itu lagi pusing banyak masalah jangan lo tambahin lagi!" sambung arya.


"Lo bela dia ar, gila ya... Lo bedua sama aja." angga menggeleng lalu pergi.


"Angga ngga.....!" panggil arya yang ikut pusing gara - gara semua ini.


************


Arini masuk kedalam kamar cika, untuk menenangkan pikirannya yang saat ini sangat kacau.


Arini mengusap rambut cika yang telah tidur, "Mafin mama sayang..." bisik arini berlinang air mata.


Cika yerbangun karna usapan lembut arini, "Mama... Mama kok di sini?" tanya cika menyipitkan matanya.


"Mama mau nemenin cika bobok, bolehkan? "jawab arini mengusap air matanya.


" Mama nangis?" tanya cika.


Cika melihat ke kanan dan kekiri, "papa belum pulang ya ma?"


Arini terdiam, "hmm... Papa lagi sibuk sayang jadi mungkin untuk beberapa hari ini papa ngga bisa pulang." alasan arini agar cika tak sedih.


Cika terlihat cemberut, "Papakan udah janji ngga akan pulang malem, papa juga janji bakal luangin waktunya untuk cika tapi kenapa_____" cika terdiam tanpa melanjutkan ucapanny.


Arini memeluk cika, "Mama minta maaf ya sayang."


"Harusnya papa yang minta maaf bukan mama. "


Arini mengangguk "Kamu bobok lagi ya!... "pinta arini dengan mata berkaca - kaca.


Cika menghela nafas lalu kembali memejamkan matanya dan tidur dalam pelukan arini.


Sentara arini menangis dalam diam sembari memeluk anaknya erat. Arini merasa sangat bersalah dengan keadaan sekarang ini.


************


Tok... Tok... Tok....


Angga berdiri sambil mengetuk pintu rumah mia dengan keadaan babak belur. Entah kenapa ia pergi ke sana dalam keadaan yang super berantakan dan mengenaskan seperti ini. Yang ada di pikiran angga mia, hanya mia. sampai - sampai ia melajukan mobilnya dan berada di rumah mia sekarang ini.

__ADS_1


Mia mbuka pintu dan melihat angga dalam keadaan babak belur.


"Angga lo kenapa..? "tanya mia yang sangat panik melihat keadaan angga.


" Aku abis mukulin nico karna dia ternyata bener - bener selingkuh. "


Angga memegang tangan mia," Maafin aku ya aku udah bela orang yang salah. Harusnya aku percaya sama kamu. "


Mia menggeleng," luka lo harus di obatin sebelum infeksi... !" ucap mia menarik tangan angga masuk kedalam rumah.


**************


Beberapa hari kemudian....


Nico dan arya menunggu kedatang pengacara yang akan membatu kasus yang sedang di hadapi nico saat ini. Kebetulan arya mempunyai kenalan yang ahli dalam kasus seperti yang di alami nico sekarang.


"Maaf nunggu lama... "ucap abi, pengaca kenalan arya.


'' ngga papa pak, lagian kami juga baru sampai." jawab nico berjabat tangan dengan abi, begitupun dengan arya.


Mereka bertiga duduk di bangku restoran dan membahas soal masalah nico.


Mungkin pak abi sudah terlebih dahulu mendengar cerita saya dari arya .


Abi mengangguk.


" Tapi saat ini saya sangat bingung, saya ingin mendengar masukan dari bapak sebagai pengacara saya. "keluh nico.


" So... Jadi gini pak nico bapak itu sekarang ini sebenarnya dalam masalah sangat besar namun bapak mengangap ini hanya hal kecil yang bisa bapj atasi dengan cepat seperti..."


"Hukuaman penjara sembilan bulan bis lah di kurangin tiga bulan, hak asuh anak.. Tinggal atur aja nego sama istri soal harta gampang."


"Tapi sebenarnya ini semua tidak semudah itu pak, hukuman penjara sembilan bulan mungkin bisa di kurangi dengan denda puluhan juta tapi bagaiamana dengan harta gonogini belum lagi tunjungan anak dan mantan. Di sini disini bapak akan di peras habis - habisan. "


Nico mengangguk ia juga sudah dengar itu semua dari mia kemarin.


" Bapak memang sudah di pastikan akan kalah, karna yang salah pasti akan kalah. Tapi bapak tidak boleh pasrah atau menyerah begitu saja kita harus gertak mereka kembali jangan biarkan mereka menang dan bersenang - senang dengan penderitaan bapak. "jelas abi yang telah menyiapkan rencana untuk masalah nico ini.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2